Surgaku Yang Direnggut

Surgaku Yang Direnggut
Hasutan Jihan


__ADS_3

Adam berjalan di depan Jihan, memasuki rumah Jihan dengan perasaan yang begitu kacau, keinginannya bertemu dengan Zahra untuk membujuk Zahra supaya mau membatalkan niatnya agar tidak bercerai darinya, namun sungguh sulit untuk menggoyangkan keinginan Zahra yang berpendirian teguh itu.


Adam memasuki kamarnya dengan Jihan, emosi memenuhi pikirannya, hati Adam begitu panas, begitupun juga dengan Jihan, ingin sekali iya berteriak kepada suaminya yang berjalan di depannya, iya tah habis pikir, apa bagusnya Zahra dibandingkan dengannya, sehingga suaminya begitu mencintai perempuan yang sosok alim itu.


''Aaahhhhhh...'' teriak Adam frustasi sambil melemparkan barang-barang Jihan yang ada di atas meja rias, membuat Jihan syok dengan apa yang dilakukan oleh suaminya itu.


''Apa-apaan sih kamu mas.. kenapa kamu, menghancurkan barang-barang ku?, kamu pikir barang-barang itu harganya murah apa?'' teriak Jihan tidak terima barang-barang mahalnya dihancurkan oleh Adam begitu saja.


Adam diam saja mendengar teriakan Jihan, rasanya Adam ingin menghancurkan segalanya, saat ini tak ada seorangpun yang mengerti keadaannya, bahkan Zahra yang biasanya selalu ada di saat iya merasakan kesusahan, sekarang ingin meninggalkannya.


Pulang ke rumah kedua orang tuanya juga sia-sia, di sana Adam tidak diterima dengan baik, wajah masam kedua orang tuanya masih membekas di dalam ingatan Adam, bahkan kedua orang tuanya tak segan-segan berkata kasar dan selalu menghakimi perbuatannya.


Adam sadar bahwa ia telah menyakiti Zahra terlalu dalam, tetapi iya hanya manusia biasa yang tak luput dari kesalahan, kenapa balasannya sampai segini sakitnya, di mana orang-orang tidak mau lagi menerimanya, bahkan orang tuanya sendiri, apakah ia tidak pantas mendapat kesempatan kedua, perbaiki segala kerusakan yang telah ia perbuat.


''Kenapa .. kenapa hidupku bisa begini... aahhhhhhhkk'' teriak Adam lagi.


Tak puas menghancurkan barang-barang Jihan, Adam melayangkan tinjunya ke arah dinding beberapa kali, sehingga membuat tangannya terluka dan berdarah, sedangkan Jihan tidak habis pikir dengan apa yang dilakukan oleh suaminya.

__ADS_1


''Mas hentikan mas... hentikan, jangan membuatku takut mas, dengan menyakiti dirimu begini.''


Jihan mendekatkan tubuhnya ke arah Adam, memeluk Adam dari belakang, menyalurkan rasa hangat kepada suaminya, iya tahu suaminya saat ini dalam keadaan tidak baik, banyak cacian dan hinaan yang mereka terima, Jihan tak kuasa melihat Adam terpuruk seperti ini.


Perlahan tubuh Adam yang berada di dalam pelukan Jihan merosot ke lantai, Adam menangis dengan suara yang begitu menyayat, saat ini semua orang meninggalkannya, termasuk orang yang paling iya cintai, putrinya, istrinya, bahkan kedua orang tuanya tak mau lagi menganggapnya sebagai putra mereka.


''Kenapa hidupku hancur seperti ini, semua orang tidak menginginkan aku lagi Ji, bahkan kedua orang tuaku.. mereka membenciku, sekarang Zahra pun menggugat cerai, apakah aku seburuk itu menjadi manusia?''


''Jangan bilang seperti itu mas, aku.... aku menginginkanmu, aku akan selalu berada di sampingmu, aku... aku sangat mencintaimu mas, tolong kamu lihatlah betapa besar cintaku kepadamu.'' ucap Jihan dengan begitu sedih melihat keadaan Adam.


Niat hati, Jihan ingin memarahi Adam karena dengan mudahnya Adam mengatakan akan menceraikannya di depan Zahra, namun sekarang Jihan tak kuasa untuk memarahi Adam, iya akan membuktikan pada Adam, bahwa dialah satu-satunya orang yang akan selalu berada di sampingnya.


Adam terdiam mendengar perkataan dari Jihan, matanya terus menatap mata istrinya yang berada di depan wajahnya, Adam dapat melihat sungguhan cinta Jihan yang begitu besar untuknya, iya tahu bahwa Jihan begitu mencintainya, dan Adam juga memiliki perasaan yang sama pada Jihan, namun kenapa saat ini perasaan Adam berbeda.


''Apakah aku harus menceraikan Zahra dan membuka lembaran baru bersama Jihan, apakah hatiku akan sanggup menjalani hidup ku tanpa kehadiran Zahra di sisiku?'' ucap Adam di dalam hatinya.


''Aku tidak ingin meracuni pikiranmu mas, tapi coba pikirkan dengan baik baik, begitu banyak masalah yang kita hadapi, banyak orang yang menghina kita, mencaci kita, tanpa tahu apa yang sebenarnya terjadi.'' ucap Jihan yang mulai mempengaruhi pikiran Adam.

__ADS_1


''Apa kamu sanggup mas jika kita terus begini, jujur saja mas aku tidak sanggup, aku lelah... disalahkan oleh seluruh masyarakat, bahkan kamu dipecat gara-gara penilaian masyarakat yang buruk terhadap kita, begitupun juga butik ku, mereka tidak ingin berbelanja lagi gara-gara berita miring yang tersebar.'' ucap Jihan dengan wajah yang sedih.


Namun senyum bahagia terlukis di dalam hati Jihan, ketika Adam mendengarkan perkataannya dengan serius, entah darimana pikiran licik itu memenuhi pikiran Jihan, sehingga sedikit lagi iya akan membuat Adam menyadari bahwa hanya dia yang pantas menjadi istri Adam.


''Mas, bukannya aku ingin menyalahkan Zahra dan membenarkan perkataanku, tapi coba kamu pikirkan mas, semua ini tidak akan terjadi jika Zahra bisa menjaga marwah mu sebagai seorang suami. ''


Pikiran Adam terbayang di mana saat Zahra berteriak marah di hadapannya, di mana saat Zahra membeberkan segala hal yang harusnya iya tutupi, tanpa memikirkan harga diri Adam sebagai seorang suami.


''Zahra yang kamu kenal saat ini berbeda dengan Zahra yang kamu kenal dulu mas, mungkin dia begitu cemburu kepadaku sehingga mempermalukan kita seperti ini, hidup kita hancur mas... gara-gara Zahra, tidakkah kamu pikir itu mas? ''


Jihan tersenyum puas mengetahui suaminya telah masuk ke dalam perkataannya, sedikit demi sedikitpun, namun pasti Jihan akan membuat Adam segera menceraikan Zahra, dan selanjutnya hanya iya yang akan menjadi istri satu-satunya.


''Untuk apa kamu bertahan dengan Zahra mas, sudah jelas-jelas Zahra tidak menginginkanmu lagi, hanya aku yang menginginkanmu mas, lupakanlah Zahra mas... ceraikan Zahra. ''


''Jangan berkata buruk tentang Zahra, karena aku tahu betul bagaimana sifat Zahra, soal aku ceraikan Zahra atau tidak... itu bukan urusanmu.'' ucap Adam beranjak dan meninggalkan Jihan yang berada di dalam kamar.


Jihan begitu yakin walaupun Adam berkata seperti itu, seolah-olah Adam membela Zahra, namun pasti Adam sudah termakan omongan dari Jihan, apalagi Jihan yang ada di samping Adam sekarang, dia akan melakukan perannya dengan baik, yaitu memisahkan Adam dari Zahra.

__ADS_1


''Aku hanya membantumu Zahra... yaitu memisahkan mu dari mas Adam, pasti aku akan melakukan peran ku dengan sangat baik.'' ucap Jihan dengan penuh kelicikan, karena rasa cemburu dan iri dengki terhadap Zahra telah memenuhi hati Jihan.


__ADS_2