
Pulang dari kantor Adam berencana akan ke rumah orang tuanya, Adam berencana mengabari Zahra. bahwa iya akan terlebih dahulu ke rumah orang tuanya, agar istrinya tidak merasa khawatir.
Adam ingin memberitahukan kepada mamanya, bahwa Adam akan melanjutkan rencana untuk menikahi Jihan, Adam hanya akan memberitahukan mamanya saja tidak dengan papanya, karena Adam tahu bahwa mamanya lah selama ini selalu mendukung.
Zahra juga sudah menceritakan kepada Adam, bahwa kemarin orang tuanya datang ke rumah untuk meminta maaf kepada istrinya, dan menceritakan tentang masa lalu yang sama sekali tidak diketahuinya.
Adam merasa tidak percaya bahwa iya mempunyai kakak perempuan, Adam tidak pernah menyangka bahwa Aisyah mengindap penyakit berbahaya yang sama dengan kakak kandungnya.
Kondisi Aisyah sekarang sudah mendingan dari sebelumnya, jadi Adam berencana akan secepatnya menikahi Jihan, karena Adam tidak ingin memberi kepastian yang tidak pasti lagi untuk Jihan kedua kalinya.
Adam membuka hpnya melihat saldo tabungan yang sama sekali tidak diketahui oleh Zahra, Adam memang memiliki tabungan tanpa pengetahuan Zahra, karena Zahra tidak pernah menanyakan tentang uang yang diperoleh oleh Adam.
Zahra menerima berapapun yang diberikan oleh Adam dengan ikhlas selama ini, Adam memberikan Zahra uang yang lumayan banyak melebihi uang kebutuhan rumah tangga.
Gaji Adam memang lumayan banyak, menjabat sebagai kepala direktur keuangan di perusahaan yang ternama, Adam memiliki gaji dapat dikatakan lebih dari cukup.
Tabungan Adam sekarang juga lumayan banyak, adam ingin membuka usaha atau bisnis lainnya, karena setelah menikahi Jihan Adam akan membiayai seluruh kehidupan Jihan, walaupun Jihan memiliki penghasilan sendiri.
Walaupun begitu Adam akan mencari uang tambahan dari tempat lain, karena kedepannya pasti pengeluaran akan semakin membengkak, ditambah dengan pengeluaran pengobatan Aisyah.
Jihan memiliki dua butik yang lumayan terkenal yang dikelola oleh Jihan sendiri, butik itu merupakan peninggalan dari kedua orang tuanya, Jihan hanya meneruskan saja usaha yang sudah ditinggalkan kepadanya.
Adam termenung memikirkan usaha apa yang akan dikelola kedepannya, Adam teringat akan seorang teman yang menawarkan investasi kepadanya.
Temannya sekarang sudah kaya karena melakukan investasi saham dibeberapa perusahaan katanya, Adam sedikit tidak percaya melihat perubahan dari temannya itu.
Teman yang dulunya karyawan biasa, sekarang sudah miliki banyak saham dan aset kekayaan yang tidak terhitung jumlahnya,
Adam sedikit tertarik dengan tawaran yang menggiurkan dari temannya itu.
Sambil merenungkan masa depan yang akan dihadapinya, Adam berpikir tidak ada salahnya iya menginvestasikan uangnya, untuk memperoleh keuntungan kedepannya.
Adam mencoba menghubungi temannya yang bernama Lucky, teman satu kampus Adam dulu, Adam dan Lucky dulu tidaklah terlalu akrab.
Tetapi sekarang tidak ada salahnya kan untuk menjalin hubungan yang lebih akrab dengan Lucky, Adam percaya investasi yang ditawarkan oleh lucky, karena banyak temannya yang yang melakukan investasi dengan lucky.
__ADS_1
Tidak berapa lama nomor yang dihubungi oleh Adam langsung menjawab panggilan dari Adam.
"Halo lucky." ucap Adam.
"Ada apa Adam, tumben sekali menghubungi ku?" tanya Lucky diseberang sana.
"Bisakah kita bertemu, ada sesuatu yang ingin aku sampaikan."
"Tentu saja boleh, kapan dan dimana?" tanya Lucky langsung.
"Kalau satu jam lagi bagaimana, apakah bisa?"
"Tentu... kalau untukmu aku akan meluangkan sedikit waktuku hehehe," ujar Lucky terkekeh.
Adam merasa senang karena tidak sesulit itu menemui temannya yang sudah menjadi di orang kaya, ternyata temannya Lucky yang tetap bersikap rendah hati, walaupun sudah memiliki segalanya.
"Baiklah kalau begitu. untuk alamatnya akan aku Sherlock."
"Oke."
Adam langsung membereskan pekerjaannya yang tinggal sedikit lagi, rencananya untuk ke rumah mama akan dipending dulu, karena Adam ingin mengurusi bisnis dengan temannya Lucky.
Adam langsung keluar dari perusahaan menuju tempat yang telah ditetapkan untuk ketemuannya dengan Lucky, sekarang baru jam empat sore.
Sesampainya di sebuah restoran yang lumayan mewah, Adam langsung memarkirkan mobilnya, setelah memikirkan mobilnya.
Adam melangkahkan kakinya masuk ke dalam, duduk disebuah meja dekat dengan jendela, melihat-lihat keadaan restoran yang lumayan ramai dipenuhi pengunjung.
Adam memesan minuman sambil menunggu kedatangan Lucky, tak berapa lama Adam tersenyum karena melihat ke arah seseorang yang datang menghampirinya, yang tak lain ialah Lucky teman yang sedang ditunggu oleh Adam.
Ketika Lucky hampir tiba di depan meja yang Adam menduduki, Adam langsung bangun menyambut kedatangan temannya sambil bersalaman.
Adam melihat penampilan Lucky dari atas sampai bawah, penampilannya benar-benar memukau, semua yang berada di tubuh Lucky adalah barang yang branded, yang harganya sangatlah mahal.
"Wah.. wah.. wah.. kamu sekarang sangat berbeda Luk, penampilanmu benar-benar...." ucap Adam tidak dapat menyelesaikan kata-katanya sambil menggeleng kepalanya tidak percaya.
__ADS_1
Lucky tersenyum mendengar pujian yang dilontarkan oleh temannya itu, dia mendudukkan pantatnya di depan Adam.
"Biasa aja kali Dam, emangnya kamu kekurangan apa, kamu sebagai manajer keuangan juga tidak sedikit gajinya." ucap Lucky.
"Tapi tidak sesukses kamu."
"Hahaha ada-ada saja kamu ini, oh ya ngapain ngajak ketemuan di sini, tumben."
"Sebenarnya aku tertarik dengan tawaran mu berinvestasi." ucap Adam.
Lucky menyeruput minuman yang telah dipesankan oleh Adam di depannya, sambil mendengar kata-kata yang keluar dari mulut Adam.
"Oh ya kamu tertarik.. bagus dong, melihat penampilan ku sekarang, keuntungan investasi yang ku tawarkan kepadamu tidak main-main. keuntungannya lumayan besar, lihatlah aku yang dulunya seorang pegawai biasa, dengan modal yang sedikit lama-lama bisa menjadi seperti ini." ucap Lucky.
"Makanya aku berniat berinvestasi, kedepannya pasti kebutuhan ku akan banyak." ucapan Adam.
"Berinvestasi denganku akan aman Dam. kamu tidak perlu takut, karena aku langsung berhubungan dengan perusahaan besar, banyak teman-teman kita yang juga berinvestasi, kamu lihat kan kehidupan mereka langsung berubah menjadi makmur."
"Iya aku tahu kamu dapat dipercaya Luk, bahkan Adrian sahabatku juga kehidupannya semakin bagus setelah investasi denganmu, dia memiliki aset dan saham yang banyak sekarang."
Lucky tersenyum mendengar itu, iya bersedia membantu teman-temannya memperbaiki ekonomi, banyak teman-teman mereka yang sudah lumayan kehidupannya setelah mengikuti jejaknya.
"Jadi berapa uangmu yang ingin di investasikan?"
Adam terdiam beberapa saat, memang tabungannya sudah banyak sekarang, namun Adam sedikit ragu bagaimana kedepannya, apakah investasi yang dia lakukan ini berjalan dengan baik atau tidak.
"Bagaimana jika aku mulai dari sepuluh juta dulu?" tanya Adam
"Tidak apa-apa, itu terserah kamu."
"Baiklah kalau begitu pembayarannya bagaimana?"
"Nanti kita bicarakan tentang pembayarannya, lebih baik kita makan dulu sambil bercerita tentang kehidupan yang sedang kita jalani sekarang." ucap Lucky.
Ternyata Lucky adalah orang yang menyenangkan, walaupun dulu Adam tidak dekat dengan Lucky, tetapi sekarang dengan mudahnya Lucky begitu akrab dengan Adam.
__ADS_1