
Sisilia dan Vito menyiram dan mengatur tanaman. Setelah selesai Sisilia keluar lalu berjalan ke balkon. Ia duduk sambil memainkan hpnya di meja berpayung itu. Sementara Vito masih memindahkan beberapa tanaman yang berat.
" Halo Sisilia". Doni datang langsung menyapanya.
" eh kak Doni, "
" Vito mana?, kamu lagi ngapain disini?"
Sisilia menunjuk ke arah Vito" tuh di dalam, aku lagi mainin Hp, ngecek juga kalo ada yang pesan secara online, hehe. kak Doni ada urusan apa ?"
" Ketemu kamu ". Doni melirik Sisilia sambil mengedipkan matanya.
Sisilia kaget dengan prilaku Doni " buaat apa , kak Doni mau beli tanaman?". Sisilia bangkit ingin mengajak Doni masuk toko.
Doni menolak, " Gak kok, saya gak mau ngerawat tanaman, di kantor juga ada Bebo, temen curhatnya si Raka, pasti nyuruh saya atau Brian ikut jagain. "
Sisilia terkekeh kecil. Ia merasa sedikit di atas awan karena Bebo itu pemberiannya. Lalu Hpnya bergetar, sebuah pesan dari Raka.'Saya ngasih kamu sesuatu, nanti Doni yang antar kesana'.
" aaa masalah Raka, tadi Raka nyuruh saya ngasih ini ke kamu,". Doni menyodorkan sebuah amplop.
Sebuah pesan lagi masuk dari Raka 'Kalo kamu gak mau ikut, bilang aja, biar saya gak jemput'
Pas sekali, habis Sisilia membaca pesan dari Raka. Doni langsung memberikannya. " Ini apa?". Sisilia penasaran
" Saya gak tau, Raka bilang karena saya lewat sini habis menyelesaikan pekerjaan saya. Dia minta tolong kasih ini ke kamu." Doni masih melihat amplop itu.
Sisilia ingin membawa amplop itu ke dalam, Tapi Doni meminta Sisilia segera membukanya. Karena ia lebih penasaran dengan isi amplop itu daripada Sisilia.
" Ayo buka aja, saya akan kasih tau kamu apa yang paling kamu penasaran sama Raka". Doni meyakinkan Sisilia.
Sisilia baru membuka tali gulungan amplop.
"Apa jangan-jangan isinya duit,". Doni benar-benar penasaran melebihi Sisilia.
'Masak kak Raka ngasih aku duit perlu dijemput segala
Setelah isinya dibuka, ternyata adalah undangan seminar jam 4 sore. Seminar itu tentang tumbuhan.
__ADS_1
Ekspresi Sisilia sangat senang, ia memang menyukai segala sesuatu yang alami terutama tumbuhan. Ekspresi Doni menunjukkan sebaliknya, ia malas kalau berhubungan dengan tumbuhan.
Sisilia langsung membalas pesan Raka 'aku ikut
" Tumbuhan, tanaman.heh". Doni membuang nafasnya
Balasan dari Raka 'oke, nanti saya jemput
" kok kak Doni kelihatan gak seneng, aku suka sama tumbuhan. kak Doni benci tumbuhan?"
" Awalnya saya juga suka , saya bahkan punya banyak tanaman di kampung saya dulu. tapi..". Pembicaraannya terhenti
" Tapi apa kak Doni"
" Tapi semenjak Raka nyuruh saya sama Brian jagain Bebo, saya jadi males. Raka kayak nyuruh kita jagain anaknya. Harus ini harus itu , pernah waktu itu kita lupa nyiram tanamannya, karena sibuk ngurusin perusahaan waktu dia gak ada. Huh kita dimarahin". Doni menggelengkan kepalanya ngeri mengingat betapa mengesalkannya Raka.
" ooh gitu, kak Doni aku boleh nanya gak". Sisilia memanfaatkan kesempatannya untuk bertanya.
" Boleh, apa. Kalau saya tau, dan sifat pertanyaan kamu masih bisa diterima, saya jawab"
Saat Doni dan Brian bertanya mengapa, Raka hanya mengatakan kalau ia harus menghargai pemberian orang lain. Lalu tak disangka perusahaan mereka berkembang pesat.
Sebagai perusahaan yang bekerja di Bidang keamanan jaringan, mereka masih tergolong baru. Namun perusahaan besar banyak meminta dan merekomendasikan perusahaan mereka. Bukan hanya sebagai keamanan jaringan komputer, mereka memperluas cakupan untuk software test, dan analisis program komputer lainnya.
Tapi Sisilia juga penasaran, jika para pendiri alias Raka, Brian, dan Doni berada di kantor cabang, siapa yang menjalankan perusahaan utama. Doni menceritakan bahwa perusahaan itu dipegang oleh Fandi. iya, Fandi orang yang dulu disukai oleh Rini.
Ternyata dulu, Fandi adalah orang yang berada di balik admin LoveLast. yang selalu memberitakan hal buruk mengenai Raka. dan sebeanarnya, admin yang selalu membela Raka yaitu magiclove adalah Doni.
Ia juga bilang kalau Raka sulit sekali melacak dan mengetahui keberadaan admin LoveLast itu. Sampai pada akhirnya, Raka berhasil dengan kemampuan komputernya yang tinggi mengetahui kalau orang itu adalah Fandi.
Mereka menemui Fandi setelah Raka putus. Fandi mengakui semuanya, karena Raka sudah memegang buktinya. Raka menanyakan alasan Fandi, yang ternyata karena Fandi menyukai Kesya.
Raka tidak peduli alasan Fandi, ia hanya mengatakan kalau Fandi bisa dituntut pencemaran nama baik. Lalu ia menyuruh Fandi membuat artikel bahwa ia putus, dan harus bekerja untuknya jika tak ingin dilaporkan.
Fandi pun menyetujuinya. Fandi lalu dibawa Raka ke perusahaan orang tuanya demi melatih kemampuan manajemen Fandi. Raka memang sudah merencanakan matang-matang Fandi yang paling cocok memimpin perusahaan. Sekarang mereka sudah tidak ada dendam satu sama lainnya, malah menjadi rekan yang klop satu sama lain.
Raka juga tidak keberatan jika Fandi menyukai dan mengejar Kesya. Tapi sepertinya Kesya belum mau menjalin hubungan lebih dengan Fandi. Doni menebak mungkin karena Kesya masih menyesal berpisah dengan Raka.
__ADS_1
Doni pun segera pamit, karena ia merasa sudah terlalu banyak bercerita. Nanti malah Raka kesal padanya, dan minta Sisilia merahasiakan hal itu. Bahwa ia yang bercerita, tapi ia yakin Raka tau kalau ia sudah terlanjur bercerita.
****
Raka datang menjemput Sisilia. Sisilia menyuruh Vito menutup toko jika sudah waktunya. Lalu ia menuruni tangga dan melihat mobil Raka.
Ia berjalan ke mobil itu, Raka menurunkan jendela. Sisilia masuk dengan wajah bahagianya. di perjalanan, Sisilia melihat Raka lalu saat Raka melihatnya ia berpaling. Sisilia gatal mau bertanya pada Raka langsung, tapi ia merasa malu.
" Kenapa". Raka menyadari Sisilia. "kamu mau tanya sesuatu?"
Sisilia hanya menggeleng pelan.
" Tadi Doni yang nganter amplopnya, kamu pasti banyak ngobrol sama dia ya?"
Kali ini Sisilia mengangguk
" tanya saja, saya yakin banyak yang ingin kamu tanyakan, apalagi kamu udah ngobrol sama Doni. Saya bisa maklum". Raka mengetahui kebiasaan sahabatnya itu.
" mmm, kenapa kak Raka ngajakin aku ke seminar, bukannya orang lain?".
" Siapa?. Saya gak kepikiran orang lain selain kamu".
Sisilia melihat Raka dengan bingung
" Maksud saya, Brian gak suka merawat tanaman dan tumbuhan, Doni sekarang juga katanya males.Siapa lagi yang lebih suka tumbuhan selain kamu?".
"Vito?". Sisilia terpikir satu nama.
" Jadi kamu mau saya ngajakin Vito, yaudah lain kali.."
" Eh enggak-enggak kak Raka, lain kali aku aja. lagipula aku gak pernah pergi ke acara kayak gini, gak ada yang bisa diajak. Rini gak peduli, Vito apalagi, cuman sama Sesilka". Raka hanya tersenyum melihat Sisilia merengut
"Kalau kamu masih ada pertanyaan nanti saja ya". Raka memarkirkan mobilnya, bersiap menuju aula seminar.
Mereka turun dari mobil. Sisilia setuju, karena ia masih punya pertanyaan, ia menyimpan itu untuk nanti, Setelah ia selesai melihat seminar.
Bersambung...
__ADS_1