
Vito juga penasaran mengapa mereka bertiga bisa datang membantu. Apakah Rini yang meminta atau semua karyawan yang pindah akan mereka bantu.
Rini juga penasaran mengapa Brian inisiatif membantunya tanpa diminta. Waktu Rini ingin pindah ke asrama saat mengobrol dengan Eli si resepsionis, Brian tiba-tiba ingin membantu.
Brian sebenarnya punya alasan karena kepekaannya yang tinggi dalam menganalisis situasi. Brian tidak suka seseorang kesusahan apalagi jika perempuan, ia bisa dengan mudah membaca situasi.
Vito, Rini dan Sisilia tampak ingin penjelasan lebih lanjut. Sisilia lebih suka jika mereka menceritakan kisah mereka dalam membangun perusahaan dan lainnya bisa selalu bersama.
Akhirnya Raka lah yang bercerita, lebih seru kalau kita menceritakan orang lain dibanding diri sendiri, seperti Brian yang dengan mudah bisa menceritakan Raka.
Brian memiliki seorang kakak yang sudah menikah dan masih tinggal bersama orang tuanya bersama suaminya. Brian juga memiliki seorang adik perempuan yang masih muda yaitu kelas 2 SMP. Sehingga Brian tau dengan perasaan seorang gadis lebih cepat dari orang lain.
Brian mengoreksi pernyataan Raka, karena adiknya sudah naik kelas, jadi kelas 3 SMP. Raka lalu lanjut cerita, Brian akhirnya memutuskan untuk menyicil rumah masa depannya. Sambil membantu biaya sekolah adiknya.
Bapaknya yang polisi awalnya menentang keputusan Brian untuk menekuni komputer dan membangun perusahaan. bersama Raka dan Doni. Sehingga Mereka bertiga berlutut meminta izin di depan Rumah Brian hampir seharian. Saat di suruh masuk, Doni yang manja hampir tidak bisa berdiri karena kakinya sangat keram. Mereka bertiga tertatih masuk ke dalam rumah Brian.
Raka lalu berjanji bahwa perusahaan mereka bertiga bisa maju dalam waktu 5 tahun. Eh siapa sangka jika perusahaan mereka berkembang pesat hanya dalam waktu tiga tahun saja setelah mulai dibangun.
Sebenarnya setahun awal mereka hanya perusahaan kecil. Sehingga mereka usaha terus menerus sampai dalam waktu dua tahun mereka bisa menjadikan perusahaan pusat berkembang menjadi besar.
" Lanjut bang, mengenai Bang Doni!". Vito antusias seperti anak TK yang ingin gurunya menceritakan dongeng kedua usai dongeng pertama.
" Biar Brian yang cerita!". Penyakit menentukan siapa yang lebih cocok untuk bercerita dari Raka mulai lagi.
" Oke baiklah ". Brian kembali bercerita.
***
Jadi Doni adalah anak tunggal yang tinggal di dekat pantai yang terkenal dengan pariwisatanya, orang tu Doni membangun bisnis restoran di sana. Karena Doni anak tunggal Itulah yang membuat Doni sering kali tidak peka akan situasi.
Doni juga sering merasa kalau ia tidak bersalah, tentu saja karena ia selalu di iyakan oleh kedua orang tuanya semenjak muda. Doni memang suka sekali komputer dan programnya, sama seperti Brian dan Raka.
Awalnya Doni juga menyicil rumah, namun Doni sadar kalau ia adalah anak tunggal. Sehingga ia berhenti menyicil rumah lalu memperbaiki rumah orang tuanya dan restoran juga diperbesarnya. Kini bahkan Doni juga membangun penginapan di dekat rumahnya untuk para pengunjung dari kota yang jauh.
Tidak banyak yang bisa diceritakan karena Doni adalah tipe penurut dan sedikit bodoh. Ucapan terakhir Brian membuat Doni yang kali melempar camilan di tangannya, hingga berserakan.
__ADS_1
" Tuh kan kebukti kan?". Brian menunjuk camilan yang sudah tidak bisa dimakan itu.
Doni lalu mengambil beberapa yang berserakan , " Mana?. Ini belum 5 menit masih bisa dimakan"
" Lain kali kalian harus cobain datang ke penginapan saya ya". Doni memperlihatkan foto penginapan yang sudah selesai di bangun itu.
" Ide bagus tuh ". Raka melihat foto penginapan yang aesthetic itu.
" Boleh ajak Sesilka gak bang?". Vito menimpali
" Asalkan kamar kalian ke pisah, sebenarnya emang pindah ya, soalnya penginapan itu cuma buat cewek". Doni baru memberi tahu
" Lah terus ngapain loe ngajakin kita?". Brian protes.
" Kalian kan harus jagain cewek yang dateng, lagian lebih baik tidur di rumah gue kan udah lebih besar dan luas sekarang". Doni membela diri.
" Iya , gue udah lama gak kesana, terakhir kapan ya ?. Waktu Awal kita minta izin bikin perusahaan gak". Raka mencoba mengingat.
" Salah lagi loe, waktu kita libur karena perusahaan kita yang baru bangun bener-bener sibuk, jadi kita rehat dua hari. Sampai karyawan pikir kita hilang dan lari dari kenyataan". Brian terkekeh.
***
Doni lah yang bercerita.
Raka adalah anak kedua dari dua kakak beradik laki-laki. Abangnya udah nikah setahun yang lalu. Abangnya pengacara resmi 'RAMAGI INVEST', dan istri dari abangnya juga Pengacara 'RAMAGI INVEST'. Sekarang abangnya juga adalah pengacara resmi perusahaan RBD CYNOC.
" Rakanya, bukan abangnya". Brian protes.
" Iya tau, pembukaan dulu lah, biar agak panjangan dikit ". Doni sewot
" Biarin aja, kan dia anak tunggal, iyain aja lah". Raka meminum minuman kaleng yang diberi Sisilia karena sudah tidak dingin lagi.
Oke mari kita lanjut.....
Raka berebut rumah dengan abangnya, lalu abangnya terpaksa mengalah karena Raka sangat menyukai rumah orang tuanya. Abang Raka dan Istrinya pindah ke rumah kedua yang jarang ditempati.
__ADS_1
Raka sangat ahli dalam peretasan melebihi Brian dan Doni. Saingan terberat Raka adalah Fandi dalam hal keamanan program, itulah mengapa admin LoveLast yaitu Fandi yang dulu sering mengabarkan Hal buruk mengenai Raka susah ditangkap.
Setelah dapat, Raka lalu menyuruh Fandi bekerja di kantor pusat dengan mempelajari Cara memimpin perusahaan di RAMAGI INVEST selama 2 tahun. Fandi tidak punya pilihan selain menuruti hal itu. Walaupun pada akhirnya Fandi punya posisi penting dan malah sangat pas bekerja dengan Raka. Fandi terlepas dari masalah pribadi, adalah orang yang sangat profesional dalam pekerjaannya.
Raka sangat lihai melihat kemampuan orang lain. Posisi mereka baik Brian dan Doni di RBD CYNOC juga adalah bagian dari rencana Raka. Otak bisnis Raka memang bukan kaleng-kaleng, Raka mempelajari bisnis atas kelihatannya sendiri. Karena mengira dia bisa membangun bisnis dan perusahaan untuk bidang yang disukainya.
Tempat latihan karate itu sudah diberikan dana juga oleh Perusahaan Papanya Raka atas permintaan Raka semenjak Raka baru masuk kuliah. Makanya mereka hanya mengajar karate Setiap sabtu dan Minggu. Sementara hari biasa mereka menggunakan tempat itu untuk mempelajari bagaimana mengelola perusahaan oleh Raka.
Awalnya Brian dan Doni merasa bahwa itu tidak mungkin, saat mereka harus memikirkan bisnis sebelum selesai kuliah. Namun Raka ingin dua sahabatnya yakin pada rencana Raka. Karena Raka sudah lama ingin membangun sebuah perusahaan apalagi dengan Brian dan Doni, sahabat yang sangat ia percayai.
Brian dan Doni terpaksa menyetujuinya, namun malah akhirnya menjadi sangat ingin membangun perusahaan bersama Raka.
Sebenarnya rencana mereka membangun RBD CYNOC lebih awal dua tahun. Sehingga Raka meminjam investasi dari perusahaan orang tuanya.
" Eh tapi perasaan cerita Raka udah diketahui semua orang deh". Doni mengeluh merasa sia-sia.
" Kenapa gak awal mula persahabatan abang bertiga?". Vito memberi ide dari rasa penasarannya.
"Benar Vito, aku juga penasaran kenapa kak Raka, kak Brian sama kak Doni bisa sahabatan". Rini mengeluarkan matanya yang berbinar.
" Mungkin karena punya sifat yang sama gak sih?". Sisilia mencoba menebak
Raka menatap Sisilia " Menurut kamu, kita bertiga dekat dan sahabatan karena punya sifat yang sama Sisilia?".
" Emangnya enggak ya kak Raka?. Soalnya kalian bisa saling memahami satu sama lain dan bersedia untuk melakukan apapun bersama -sama"
Raka membantah " Enggak ,kita saling memahami setelah jadi sahabat. awal mula kita jadi sahabat malah tak terduga"
" awal mula?". Sisilia kini ikut berbinar menanti penjelasan Raka.
" Kalo gitu biar Doni yang jelasin !".
Doni meminum air tau kalau ia pasti disuruh menjelaskan. Apalagi mengenai kisah lengkap mereka. Doni menarik nafasnya dan memutar ingatan kembali ke masa mereka bertemu.
Oke Mari kita dengarkan..
__ADS_1
~..-Inilah---Proses ingatan Donii, Raka dan Brian. yang saling mengingat masa lalu mereka...~~
Bersambung....