
Dua Minggu kemudian..
Kali ini Sisilia akan ikut acara bersama Raka. Dua hari sebelumnya masalah dengan Bimo sudah terselesaikan. Bimo datang ke rumah Sisilia dan meminta maaf, kini mereka kembali ke status berteman dan tetangga.
Sementara Raka, sudah selesai dengan pekerjaannya di kebun. Kepercayaan Ayah Sisilia sudah ia dapatkan.
Bahkan sesekali Raka mendekati Ibu Sisilia. Mengikuti Bu Asti pergi belanja ke pasar dan membawakan barang belanjaan. Orang di pasar bahkan mengira mereka sudah resmi jadi Mertua dan menantu.
Balik lagi ke acara yang harus dihadiri Sisilia. Acara malam nanti, tapi ia harus bersiap semenjak sore hari saat di jemput Raka.
Kali ini masih pagi, dan Sisilia yang gugup sudah memutari seisi toko lebih dari 5 kali. Ia memikirkan apa sebenarnya yang akan terjadi disana. Tapi seberapa kerasnya Sisilia berpikir, otaknya tetap tidak bisa mencerna.
'Sudahlah Sisilia. Sekarang yang harus kamu lakukan adalah ikuti saja arusnya. Percaya sama kak Raka. Tapi gak mungkin kan dia bawa aku cuma buat Manas-manasi Kesya.'
Plak.., Sisilia menepuk keningnya sendiri. Bukankah ia sudah percaya diri dan mempercayai perasaan Raka yang tulus padanya. Bagaimana bisa ia masih mengaitkan semuanya pada Kesya. Anggap saja kebetulan Kesya ada di sana, pikir Sisilia menghibur dirinya sendiri.
***
Raka menjemput Sisilia. Brian dan Doni duduk di kursi depan Mobil, sehingga Sisilia duduk di belakang bersama Raka.
" Raka kok gue jadi sopir terus sih." Tiba-tiba saja Brian mengeluh.
" Kenapa loe gak bawa Rini, kalau Loe ada pasangan kan bisa Doni deh." Raka berbicara sambil lirik ke Sisilia.
" Takut gue, nanti pasti Rini marah lagi, bete sama gue katanya gue gak peka atau libatin dia sama masalah yang gak penting." Brian membuat Sisilia bingung.
" Maksud kak Brian apa?." Sisilia langsung bertanya.
" Nanti banyak tamu yang hadir, apalagi itu adalah acaranya Kesya. Pasti banyak alumni kampus yang hadir." Doni menjabarkan.
Brian menjitak Doni, tau kalau Sisilia mungkin akan tak nyaman. Sementara Doni seolah tak tau apa-apa.
__ADS_1
" Bagus dong, kamu bisa bertemu dengan angkatan saya. Saya akan perkenalkan kamu sama mereka." Raka tersenyum pada Sisilia.
Mereka berhenti di sebuah butik terkenal. Kebetulan butik itu bersebelahan dengan salon kecantikan.
Jadi mereka merias dahulu bersama Sisilia. Sebenarnya hanya merubah gaya rambut jadi lebih stylish. Tapi karena Sisilia menambahkan riasan untuk wajah, Brian berinisiatif agar mereka juga dirias.
Awalnya Raka menolak, tapi Sisilia sudah setuju sehingga Raka terpaksa ikut dirias dengan riasan Pria. Raka sampai terbatuk karena ia sangat jarang memakai polesan untuk wajah, tak terkecuali Doni yang bereaksi berlebihan.
Doni takut ia berubah menjadi seorang lelaki bertulang lunak dan gemulai. Brian yang membayangkan juga ikut ngeri apalagi ia merasa geli hanya dengan mengingat kejadian saat menyamar dan mengawasi Bimo dan Sisilia.
Mereka akhirnya masuk ke butik. Mulai memilih baju dengan rancangan perusahaan yang akan mereka datangi. Bagaimanapun kesan yang buk adalah suatu keharusan.
Raka, Brian dan Doni memilih setelan yang sama dari pilihan Sisilia. Mereka hanya memakai warna berbeda, sehingga terlihat bagaikan anak kembar tiga.
Kini giliran Sisilia. Raka memilihkan gaun yang bisa dibilang mewah dengan warna favorit Sisilia, yaitu merah muda dengan campuran warna putih dan pernak-pernik yang membuat gaun itu memang berkilau dan mahal. Gaun itu sudah dipesan Raka sebelumnya, sehingga warnanya tak akan ada lagi.
Sisilia keluar dari bilik ganti. Membuat orang lain yang memandangnya langsung ternganga. Apalagi Raka, jika Brian tak menyenggolnya, mungkin Raka akan terus menatap Sisilia tanpa berkedip bagai patung tak bergeming.
Setibanya disana, Raka langsung menyuruh Sisilia mengandeng lengannya. Membuat orang yang berada disana langsung melihat mereka.
Lalu semua tamu yang hadir dipersilahkan untuk duduk. Acara itu dimulai dan berbagai model keluar dengan baju rancangan para desainer terpilih.
Model yang seksi membuat beberapa teman seangkatan Raka, Brian dan Doni berdecak kagum. Memuji betapa cantiknya penampilan model itu, dan bukan betapa bagusnya rancangan baju yang mereka pakai.
'Dasar ya laki-laki. Liat yang seksi dan cantik matanya langsung jelalatan.' Gumam Sisilia.
Sesekali Sisilia memastikan pandangan Raka. Melirik Raka diam-diam sambil memperhatikan bagaimana ekspresi Raka.
Raka menyadari Sisilia. Lalu mencoba menggoda Sisilia dengan mengatakan cantik.
" Oh jadi mereka cantik juga menurut Kak Raka?." Jelas sekali bahwa Sisilia kesal.
__ADS_1
" Maksud saya gaun yang mereka pakai memang cantik." Raka menahan senyumnya.
" Ooh" Ucap Sisilia ketus.
" Menurut saya kamu yang paling cantik Sisilia. Gaun kamu dan Kamu." Raka berbisik pada Sisilia.
Sisilia memerah, rasanya senang sekali saat Raka memujinya dibandingkan orang lain. Apalagi Raka memang tak bereaksi dengan model yang seksi, sesuai rumor bahkan model pun tak bisa membuat Raka tertarik.
Beberapa saat kemudian salah seorang dari mereka memberi tahu Raka. Kalau situs kampus kembali heboh.
Doni yang sudah lama tak mengikuti arus situs lagi ikut mencek kebenarannya. Ternyata benar, banyak admin yang memasukkan foto Raka dan Sisilia. Judulnya tak kalah menarik dan ada yang menyebut dan mengaitkan dengan acara Kesya.
" Loe gak ikut buat Doni." Brian mentoel tangan Doni.
" Udah banyak banget, lagian admin LoveLast juga gak bereaksi. Biarin aja admin yang lain mencoba yang terbaik agar dapat peringkat teratas." Doni santai.
" Ini perang judul kayaknya." Raka hanya terkekeh. Melihat banyak judul yang dibuat sekreatif mungkin.
" Kak Raka gak marah, bukannya angkatan kak Raka yang bikin. Berarti mereka ada disini dong." Sisilia memandang sekeliling, tapi hampir semua orang memegang Hp, tak tau siapa yang menjadi adminnya.
" Kalau mereka ngejelekin kamu baru saya marah. Tapi ini pada bilang kita pasangan. dan yang teratas adalah PASANGAN TAHUN INI RAKA DAN SISILIA. Tiba-tiba saya bahagia, kalau view-nya banyak bahkan saya berpikir untuk kasih hadiah biar dia bangga." Raka terkekeh sendiri.
Sisilia mendapat panggilan dari Rini. Sepertinya Rini tau mengenai kehebohan situs. Maklum, dari dulu Rini adalah yang pertama antusias dengan situs kampus mereka.
Tapi karena Sisilia tak bisa menerima panggilan akibat suasana yang berisik, mereka berbalas chat. Rini langsung bertanya bagaimana reaksi Raka. Sisilia hanya menjawab seperti biasanya, Raka selalu santai dan tak terganggu selama tak melanggar yang ia mau.
Sementara Kesya, melirik dari belakang panggung. Bersama dengan Fandi yang melihat situs Kampus.
Kesya melihat Raka dan Sisilia yang duduk berdampingan. Saling berbicara dan tersenyum, ditambah dengan Artikel dalam Situs itu. Membuat Kesya sangat kecewa.
Situasi dimana ia harus bangga karena hasil karyanya. Berubah jadi Kenyataan yang menampar langsung kebahagiaan yang dulu pernah ia impikan. Raka yang akan melihat karya terbaiknya dan menikahinya setelah ia sukses.
__ADS_1
Tapi kini dalam Hati Raka sudah bukan dirinya. Tapi orang lain, orang lain yang tak sebanding dengannya. Orang lain yang mengisi perasaan satu sama lainnya, Raka dan Sisilia.
Bersambung...