Takdir Masa Depan Cinta

Takdir Masa Depan Cinta
Salah Paham dan Cemburu


__ADS_3

Sisilia turun di dekat supermarket agar bisa langsung ke perusahaan Raka. Ia harus menjelaskan situasi yang ia alami tadi. Sisilia membulatkan tekadnya, apapun yang terjadi dia tetap harus memberi penjelasan pada raka.


Sebelumnya Raka sudah tau apa yang mereka alami dari penjelasan panjang lebar dari Doni. Raka mau melampiaskan kemarahan tapi Bimo tak ada di hadapannya saat itu.


Ketika Sisilia masuk ke kantor Raka, ia melihat Raka sudah berada di dalam bersama Brian dan Doni. Raka terlihat tidak senang dari ekspresinya, Sisilia menyadari hal itu.


Bahkan Brian yang mempersilahkan Sisilia untuk untuk di sofa bukan Raka. Saat Sisilia ingin duduk, Raka langsung berdiri dari sofa berjalan pergi dan duduk di meja kerjanya.


Sisilia terdiam beberapa saat. Mengatur nafasnya yang diburu kekhawatiran.


“ kak Raka tadi aku terpaksa, ikut Bimo karena dia udah izin sama Ibu.” Sisilia menarik ujung bajunya dan melihat ekspresi Raka.


Raka melihat komputernya dan tidak mengubris Sisilia. Raka tak melihat Sisilia sejak Sisilia mulai duduk di sofa tadi. Sampai Doni harus memanggil nama Raka dahulu dan hanya ditanggapi “oh” oleh Raka.


Sisilia menggenggam jemarinya yang dibasahi keringat. Rasa yang memburu beradu dengan detak jantungnya.


Ayo berpikir Sisilia, gimana biar kak Raka tidak mengabaikan kamu kayak gini. Lagian ini karena aku juga tidak punya pilihan lain.


“ Kak Raka kesal dan marah aku tau, tapi aku kan udah kasih tau kak Raka." Sisilia menatap Raka.


“ Bukan .” Raka masih tak teralihkan dari komputernya.


“ Bukan apa." Sisilia minta kelanjutan.


“ Bukan kamu yang ngasih tau saya tapi Vito." Raka melanjutkan ucapannya yang terhenti.


“ YA terus kenapa. Kan kak Raka jga biasanya tau dari Vito kan." Sisilia Membalas.


“ Tapi ini masalah serius. Kenapa bukan kamu sendiri yang kasih tahu ke saya.” Raka terdengar meninggikan suaranya.


“ ya aku yang nyuruh Vito. dan kak Raka tetap minta kak Brian sama kak Doni datang kan.” Sisilia tak berhenti.


“ saya minta mereka karena saya khawatir, kamu nyuruh orang lain buat kasih tau masalah itu kenapa. Mau selingkuh, untung saya nyuruh Doni sama Brian datang, kalau enggak entah gimana."


“ Apa, entah gimana, kak Raka beneran ngira aku bakalan selingkuh.?”. Sisilia ikut meninggikan suaranya.


“ Bisa jadi.” Raka masa bodoh.

__ADS_1


“ Bisa Jadi, kok kak Raka sepertinya tidak percaya sama aku.” Sisilia menahan emosi.


“ ya kamu bayangin dong jadi saya, udah capek-capek minta restu dan mendekati ayah kamu tapi kamu malah pergi dengan cowok lain. Kamu bisa gak ngehargain perasaan saya.” Ucapan Raka masih meninggi.


“ Capek, kenapa kak Raka mau. Aku juga gak maksa. Dari awal itu ide kak Raka yang minta saran dari kak Septian dan ngelakuin yang lebih dari dia. Kenapa baru bilang sekarang. ya udah aku minta maaf. Salah aku yang gak bisa dipercaya dan nyuruh kak Raka kerja sampai capek.” Sisilia keluar dari ruangan itu.


Kayaknya kak Raka bahkan gak bersedia dengar penjelasan dari aku.


Sisilia menahan perasaaan sedihnya.


Brian langsung menarik Raka kembali duduk di sofa. " Loe kok ngomong kayak gitu. Bahkan di depan gue sama Doni."


" Gak di depan kita. Di depan kita kan meja Brian. Otak loe rusak ya." Doni memperlihatkan wajah tak bersalahnya meskipun ditatap kesal Brian dan Raka.


“ ya maksud gue sebelum kalian datang, pasti dia berduaan sma Bimo kan. Gue mana tau.” Ucap Raka risih.


“ Makanya loe harus dengar penjelasan Sisilia dulu tau gak." Brian tak habis pikir kenapa Raka tak bisa bersikap rasional seperti biasa.


Cukup lama Raka terdiam. Lalu ia mengacak rambutnya. Memukul pahanya sendiri dengan keras.


"Raka loe marah banget sama Sisilia." Doni prihatin


" Haa gue yakin nih apa masalahnya." Brian memegang dagunya.


" Apa." Doni dan Raka serentak menghadap Brian menunggu penjelasannya.


" Loe cemburu Raka." Brian menebak.


" Bukannya Raka adalah orang yang akan meletakkan kepercayaan yang utama dalam hubungan. Dia bahkan gak percaya dulu waktu Kita bilang Kesya...." Doni berhenti setelah Raka menatapnya dengan tatapan sinis.


" Jangan bahas masa lalu gue." Raka masih sinis.


" Tapi bisa jadi sih.Maksud gue bukan masa lalu loe. Bisa jadi kalau Loe emang gak bisa cuman mengandalkan kepercayaan." Brian jadi sok bijak.


" Loe pikir Sisilia gak harus gue percaya. Gue percaya, harus percaya sama Sisilia." Raka tak gentar.


" Bukan Sisilia masalahnya. Tapi loe cemburu karena Bimo bisa bawa Sisilia ke taman hiburan. Ya gak. Loe cemburu karena mereka menghabiskan waktu berdua. Sementara loe belum pernah ngajakin Sisilia ke taman hiburan padahal loe bisa aja bawa Sisilia kapanpun tapi loe gak punya waktu?" Brian menginterogasi.

__ADS_1


Raka mendekat pada Brian, mengangkat tangan seolah ingin memukul. Brian pasrah, tapi ternyata Raka merangkul bahu Brian.


" Kenapa setelah gue dengar pendapat loe gue jadi yakin itu masalahnya. Gue cemburu karena bukan gue yang ngajakin Sisilia, tapi orang lain. dan lebih parahnya lagi orang lain itu Bimo. yang udah nyatain kalau dia bakal ngejar Sisilia." Raka menepuk keningnya, merasa dirinya bodoh.


" Tapi dia kenapa gak nolak. Maksud gue Sisilia kok gak nolak Bimo aja gitu." Doni kembali membuat ragu.


" Gue harus tau alasannya." Raka mengambil Hpnya yang tergeletak di meja kerja dan menelfon Vito. Menanyakan kenapa Sisilia pergi dengan Bimo.


"Iya lupa ngasih tau bang Raka kalau Sisilia yang minta . Dia takut bang Raka gak ngizinin sementara ibunya udah kasih restu. Kayaknya dia kepaksa gitu saya juga sehabis tau kalau yang nyuruh ternyata Ibunya Sisilia gak sanggup ngebantah apalagi Sisilia." Vito mendengar tarikan nafas panjang di ujung sana.


Raka sadar kesalahannya, sekarang ia harus memperbaiki kesalahpahaman nya dengan Sisilia. Tetapi Sisilia nampaknya sudah terlanjur marah pada Raka.


***


Sisilia mengirim pesan pada Rini kalau ia ingin menginap. Sisilia juga meminta Rini membelikan semua camilan yang ia suka.


Ya ampun Sil. Kamu yang nginap malah aku yang nyediain. Ya udah deh tamu kan emang Raja.


Tak berselang lama, Rini mendapat pesan dari Brian. Meminta Rini datang ke ruangan Raka.


Raka meminta Rini melakukan sesuatu atas saran Brian. Awalnya Rini tak mau dengan alasan persahabatannya dan Sisilia mungkin akan terancam.


Tapi Brian kembali menjelaskan kalau bisa jadi itu adalah kesalahpahaman. dan menyuruh Raka memberikan bonus untuk Rini.


Raka lalu menawarkan makan gratis. Rini menolak dengan alasan Brian juga akan tetap melakukan hal itu sebagai pacar palsunya.


" Benar juga Raka." Brian setuju


" Sewa asrama diturunkan untuk bulan depan. jadi sepertiga." Raka membuka penawaran.


Awalnya Rini tergiur tapi ia tak boleh menyerah dengan mudah. " Enggak bisa, gratis."


" Ya sudah." Raka langsung setuju.


Brian berbisik." Kok loe langsung setuju sih, harusnya turunin dulu kek jadi seper berapa gitu."


" Yang penting masa depan gue , uang bisa dicari. Masa depan gue sama Sisilia yang utama." Raka menguatkan batin.

__ADS_1


Rini setuju untuk membantu Raka. Apalagi ia sudah tau alasan kesalahpahaman itu setelah Raka mengatakan semuanya. Rini pastinya juga tidak mau Sisilia merasa buruk dan kecewa.


Bersambung...


__ADS_2