Takdir Masa Depan Cinta

Takdir Masa Depan Cinta
3 Sekawan RBD


__ADS_3

Mereka bertiga lulus dalam jurusan Teknik Informasi. Saat mereka maju ke depan waktu pengenalan dan motivasi mengambil jurusan Inilah alasannya.


Raka adalah siswa undangan yang sengaja mengambil Teknik Informasi karena ia ingin menantang dirinya dalam ilmu matematikanya. Apalagi Raka sudah mahir teknologi informasi dan juga ilmu manajemen semenjak SMA.


Raka juga tahu kalau disana sudah ada organisasi berbasis IT yang menurut rissetnya 1 dari banyaknya kampus yang ada organisasi itu. Namun jarang sekali menang dari universitas yang sudah terkenal. Raka lalu bertekad agar ia bisa menang kompetisi dan membuat universitas itu memiliki nama.


Sementara Brian adalah siswa yang masuk lewat ujian bersama salah mengira Teknologi Informasi dengan Teknik Informasi, harusnya ia memilih teknologi bukannya teknik. Tapi Brian tetap masuk ke jurusan itu daripada harus jadi polisi seperti bapaknya, universitas itu sengaja dipilih karena cukup jauh.


Bapaknya selalu tidak suka jika Brian Bermain komputer mengatakan itu hanya membuang waktu dan tidak berguna. Brian lalu tetap nekat pergi ke universitas walaupun Bapaknya kesal. Bapaknya terpaksa setuju karena Ibunya menangis selama dua hari agar Brian bisa dibiayai hingga lulus.


nah kalau Doni, Sejak awal punya dukungan penuh dari orang tuanya dalam memilih jurusan apapun. Selagi anak semata wayang mereka suka, orang tuanya akan usaha agar Doni bisa mewujudkan keinginannya. Saat Doni mengisi dalam jalur undangan, Doni gagal.


Lalu Doni disarankan mengambil jurusan Teknik Informasi oleh orang tuanya yang secara tidak sengaja mendengar percakapan mahasiswa teknik Informasi yang berkunjung di restoran mereka. Orang tua Doni mengira anaknya pasti akan suka dan tidak terbebani jika mengambil jurusan itu. Jika tidak Suka maka Doni boleh berhenti atau pindah jurusan.


Sebenarnya Doni ingin berhenti kuliah karena ia diejek oleh teman sekelas mereka saat kuliah. Namun Karena Raka dan Brian ia mengurungkan niatnya.


waktu itu sepatu Doni lebih kumal dibanding orang lain. Namun saat di telfon oleh orang tuanya, Doni memanggil orang tuanya dengan sebutan Mami di kelas yang otomatis di dengar semua orang termasuk Raka dan Doni.


Orang lain mengejek Doni karena miskin tapi belagu. Mereka juga mengejek anak Mamy yang sepatunya udah pantas masuk ke pembuangan. Raka yang individualis tidak perduli awalnya meskipun mereka keterlaluan. Brian yang kepekaannya tinggi duduk di dekat Doni yang sendirian dan meninggikan suaranya sambil memegang bahu Doni


" Siapapun yang gangguin orang lain yang tidak bersalah adalah bentuk penganiayaan, loe mau lapor polisi nggak, bapak gue kebetulan polisi". Brian tersenyum pada Doni.


Lalu yang mengejek Doni itu melempar botol minuman ke arah Doni tapi mengenai kepala Brian. Brian yang emosian lalu mendatangi yang melempar dan menghajarnya dengan karate yang ia miliki. Doni mencoba melerai mereka, saat dosen masuk mereka disuruh untuk keluar.

__ADS_1


Raka mendengar kalau orang yang mengejek itu mengajak Brian bertemu di belakang kampus. Brian mengatakan kalau ia tidak keberatan.


***


Brian dan Doni berjalan ke belakang kampus. Ternyata disana sudah banyak yang menunggu bukan hanya yang melempar botol, melainkan ada preman jalanan.


Doni yang ketakutan meminta agar mereka lari saja karena ia tidak pandai bertarung. Brian yang emosi tidak mau dan menyuruh agar Doni bersembunyi saja.


Raka yang semenjak di kelas penasaran dengan kemampuan karate Brian, ragu untuk pulang ke kosannya atau melihat pertarungan Brian. Akhirnya ia memutuskan untuk membeli pengeras Suara dan memodifikasinya.


Raka berjalan ke belakang kampus dengan santai namun saat melihat Brian berjalan ke arah orang yang lebih dari 10 orang ia langsung bersembunyi. Di tempat persembunyian dekat tong sampah, Doni sudah ada disana.


" Loe kan yang di kelas tadi?". Raka berbisik


" Loe tau siapa saya?". Doni balas berbisik dan dibalas gelengan Raka.


" Ngapain dia jalan kesana sendirian, bukannya dia mau bantuin loe. kok loe gak ikut?". Raka berbisik lagi.


" Saya, gak bisa berantem".


" Eleh, gue gak bisa ngelihat ketidakadilan ini.". Raka menyuruh Doni memakai pengeras suara itu saat keadaan tak terkendali.


Raka lalu berjalan ke dekat Brian " Loe sanggup melawan sendirian?. Mau saya bantu gak?".

__ADS_1


" sanggup gak sanggup, kalo loe gak mau bantuin mending gausah". Brian sudah bersiap siap


Preman itu menertawakan mereka yang sudah tidak bisa sepaham. Peperangan pun pecah pertandingan itu dimenangkan oleh Brian dan Raka. Saat salah satu dari mereka mengeluarkan senjata tajam Doni langsung beraksi.


" Kalian sudah terkepung, cepat kalian sudah terkepung. ". Pengeras suara yang digunakannya merubah suara Doni jadi Besar, lalu Doni menghidupkan suara serine polisi dari Hpnya ke pengeras suara sampai preman itu kabur.


Doni berlari ke arah mereka dan berterima kasih. meminta maaf juga membuat mereka babak belur. Lalu mereka berkenalan secara resmi satu sama lain.


Raka mengajak Brian mengajar karate bersamanya dan Doni belajar karate dari mereka. Bisa dibilang, Doni adalah murid pertama yang diajari Raka sampai seahli sekarang. Raka juga punya ilmu bela diri lain yaitu taekwondo sehingga bisa mengalahkan banyak orang sekaligus.


Perlahan mereka akrab dan mulai masuk kos-kosan bertiga, Raka juga membantu mengganti sepatu Doni dan meminjamkan sepatunya. Awalnya Doni merasa malu harus menerima banyak Hal dari Raka. Namun setelah mereka akrab Doni tidak canggung bahkan memakai tanpa meminjam pakaian dalam Raka dan Brian, membuat mereka saling adu mulut.


Seiring berjalannya waktu mereka akhirnya akrab hingga Sekarang. Kini mereka tak terpisahkan, dimana ada Raka, disitu ada Brian dan Doni. Mereka masuk ke organisasi yang sama karena keinginan Raka.


3 orang mendengarkan langsung bertepuk tangan. Lalu Vito bertanya bagaimana nasib orang yang menghina Doni itu.


Doni menjelaskan kalau orang itu terkena masalah, karena ia berani berurusan dengan preman padahal Bapaknya adalah dosen tidak tetap. Orang itu datang pada Doni dan meminta maaf, setelah berita menyebar ke seluruh kampus kalau ia suka menghina.


Raka lah yang punya ide seperti itu, ia sengaja menyuruh Doni menceritakan hal itu dimana-mana. Setelah mereka berbaikan, Brian lah yang menyebarkan kalau mereka sudah saling bermaafan, hingga orang itu maupun orang lain tidak ada yang saling hina.


Sementara Raka, menyebarkan pada orang orang kalau Ia ,Brian dan Doni adalah sahabat. Maka dari itu persahabatan mereka bertiga tidak ada yang berani mengganggu dan mencampuri.


Setelah bercerita, Doni merasa haus lagi dan kembali minum. Mereka akhirnya kembali ke tempat semula. Brian, Raka dan Doni sudah duluan pergi ke perusahaan.

__ADS_1


Vito juga sudah pergi, kini tinggal Sisilia dan Rini. Mereka menghabiskan waktu untuk bersih-bersih dahulu dan sedikit mengobrol tentunya.


Bersambung...


__ADS_2