
Setelah seminar selesai, Sisilia merasa sangat senang sampai-sampai sejak keluar aula seminar ia menceritakan kembali pada Raka. Cara penyampaian materi seminar hingga orang yang menyampaikan, walaupun Raka hanya menjawab "mmm" saja Sisilia tetap mengoceh.
Raka mengajak Sisilia untuk makan malam dahulu, sebagai ucapan terimakasih sudah menemaninya. di sebuah restoran mewah itu Raka memesan makanan khas Italia, Spaghetti, gelato,gnocchi. Makanan itu terhidang rapi di meja mereka.
" Silakan Sisilia" Raka mengembangkan senyumnya
" Iya kak Raka makasih "
Setelah Sisilia memakan satu suapan spaghetti, ia penasaran mengapa semua makanan Italia yang dipesan Raka. " kok semuanya masakan Itali, kak Raka suka masakan Italia ya"
"Loh saya pikir kamu yang suka masakan Italia".
Raka hanya berpikir kalau Sisilia menyukai makanan Italia. Sewaktu di Restoran, Vito memesan Spaghetti untuk Sisilia. Tapi Sisilia tak begitu mementingkan makanan dari daerah mana, karena ia hanya suka semua jenis mie atau berbentuk mie. dan Vito memesan Spaghetti karena Raka yang mentraktir mereka.
"ooo gitu". Raka mengusap keningnya
" Oya, tadi kak Raka bilang aku boleh tanya apapun kan". Sisilia menarik kesempatannya.
Raka pun mengangguk" iya silahkan, perkataan laki-laki adalah hal yang mesti dipegang"
" kenapa kak Raka mutusin buat ngerawat tanaman yang aku kasih"
" ya karna kamu yang minta"
" Bukannya aku kasih pilihan buat kasih ke orang"
" kamu cuman ngasih dua pilihan, lagian saya gak mungkin buang pemberian orang begitu saja.
Sisilia hanya mengangguk mengiyakan Raka
" saya punya alasan lain". Raka mencoba mengingat mengapa ia merawat tanaman itu.
"apa". Sisilia terlihat antusias
" ini cuman kamu yang tau ya,".
Raka menjelaskan bahwa ia yang frustasi setelah putus dari Kesya, kembali ke kantornya. Ia melihat meja yang berserakan belum dirapikan. Brian dan Doni tidak berani menyentuh barang milik Raka apalagi bawahannya.
Lalu Raka melihat tanaman kecil itu masih ada di bawah, potnya pecah tapi tanah yang menempel erat ke akar memBuat tanaman itu bertahan. Walaupun lama tak diberi air tanaman itu masih mempertahankan hidupnya.
Raka sadar bahwa ia juga harus bertahan.
__ADS_1
Raka pun membawa tanaman itu pada kenalan papanya. Kini beringin bonsai itu hidup dengan baik, bahkan memiliki nama.
" mm jadi karena kak Raka terinspirasi dengan semangat hidup tanaman itu". Sisilia mencoba menghayati
" Bisa jadi". Raka langsung memakan makanan lain di meja mereka.
" Kok bisa jadi sih ". Sisilia merasa jawaban Raka sedikit aneh.
Ya sebenarnya ada alasan lain yang belum diberi tahu Raka.
'Kalau saya bilang itu karena, saya tiba-tiba ingat kamu. dan ketulusan kamu, kamu yang tersenyum canggung, malu dan ekspresi lainnya. Saya ingat itu waktu saya melihat Bebo, itu alasan lainnya'
Sisilia lanjut ke pertanyaan yang kedua. " kak Fandi adalah LoveLast dan kini menjadi pimpinan pengganti untuk perusahaan pusat. itu bener kak Raka?".
" Benar". Raka hanya menjawab singkat padat dan jelas.
" Kak Raka tau kalau kak Fandi suka samaa". Sisilia tak melanjutkan pertanyaannya," maaf kak Raka aku harusnya gak nanya itu"
" Saya tau itu, saya juga ngizinin dia. Saya bukan bos yang suka mengekanng kebebasan pribadi bawahan saya". Raka menunjukkan bahwa ia benar sudah melupakan Kesya.
" ada lagi Sisilia"
" ada sih tapi"
" kenapa kak Raka milih daerah itu buat bangun perusahaan cabang?"
" Karena daerahnya bagus". Raka kembali menjawab dengan lugas.
Sisilia hanya menampakkan ekspresi kalau ia tak bisa menerjemahkan arti bagus menurut Raka. Bagus dalam artian musim iya, dalam artian transportasi atau kemajuan sepertinya tidak. Tapi Sisilia tak mau terkesan ikut campur, ia tau pemikiran seorang pimpinan pasti berbeda dengan pemikiran pebisnis amatiran kecil seperti dirinya.
" aku mau nanya itu aja". Sisilia tak tau harus bertanya apa lagi.
" Itu aja, padahal saya bisa jawab pertanyaan kamu loh, sekarang saya lagi punya mood yang bagus". Raka kembali tersenyum sumringah
" Kalau aku udah kepikiran pertanyaan baru, aku tanya lagi. Boleh kan kak Raka".
" Ya tergantung"
tergantung, maksudnya apa sih? '
" maksudnya kak Raka apa, tergantung apa?"
__ADS_1
" Tergantung mood saya, tergantung sikap kamu?".
Sisilia kembali menunjukkan ekspresi tak percayanya, yang hanya dibalas Raka dengan senyuman.
'tergantung mood saya, tergantung sikap kamu, dia pikir aku anak-anak kalau bersikap baik bisa diladenin kalo enggak gak diladenin apa. terus mood, udah tua bawa-bawa mood aneh banget'
Mereka pun pulang. Sisilia tiba di rumah dengan selamat. Kini Rini pulang lebih dulu dan sudah berbaring di kasur bersiap untuk tidur. Sisilia masuk ke kamarnya, ia melihat kunci skuter sudah ada di dalam kamar, pasti Vito sudah memberi tahu kalau ia pulang terlambat. Mengingat tidak ada yang menelfonnya dari Rumah, dan tidak ada yang menunggunya.
Rini bertanya mengapa Sisilia begitu terlambat dijadwal kerjanya yang lebih banyak santai. Sisilia hampir menarik rambut Rini yang mengatainya santai.
Ia menjelaskan kalau ia pergi ke restoran dan memesan masakan Italia untuk makan malam. Rini antusias meminta Sisilia menjelaskan.
" makan malam, sama kak Raka, berdua sil?". Rini makin merasa antusias dan membayangkan makan malam man romantis.
" stop ya Rini, gak ada istilah romantis". Sisilia menaikkan bibir atasnya sebelah
" Loh makan malam berdua, itu Romantiiis Sil"
" aku nanya semua sama kak Raka , dan jawabannya kayak males gitu"
" males gimana sil"
" ya males, masak dia jawab iya, bener, udah ini, tergantung au ah kezel". Sisilia mengganti pakaiannya dan mau langsung tidur.
" emang kamu nanya apa?". Rini penasaran dengan pertanyaan Sisilia.
Lalu Sisilia menceritakan semua yang ia tanyakan. Ia mengatakan bahwa Raka seperti mempermainkannya, karena Raka tersenyum terus setelah menjawab pertanyaan. Kalau Doni lebih tau semuanya, lebih baik ia bertanya pada Doni. Sayangnya Doni hanya melihat dan bukanlah pelaku.
Namun apa yang Sisilia rasakan malah karena Sisilia sendiri menurut Rini. Rini setuju dengan Jawaban Raka, lagipula itu bukanlah pertanyaan yang butuh penjelasan lebih lanjut jika tidak diminta. Jadi Sisilia lah yang salah.
" Harusnya kamu minta penjelasan rincinya, kalo penasaran sil". Rini juga bingung mengapa otak Sisilia tidak memikirkan Hal itu.
" iya juga ya, udah ah ngantuk mau tidur. Pekerja keras harus istirahat agar bisa memulai esok dengan semangat". Sisilia merebahkan badannya.
" iih Sisilia ,mandi dulu baru tidur!"
" udah gak ada waktu Rini, ini udah malam, dingiin tau, kamu gak kasihan sama sahabatmu ini". Kini Sisilia menarik selimut.
" terpaksa deh, sebagai orang yang numpang emang harus tau diri". Rini ikut merebahkan badannya.
Beberapa saat kemudian, masing-masing dari mereka sudah terlelap. dan kini tinggal suara deru nafas bergantian yang terdengar. Menandakan mereka sudah memasuki dunia mimpi mereka.
__ADS_1
Bersambung...