Takdir Masa Depan Cinta

Takdir Masa Depan Cinta
Penyebab Raka Putus (Bagian 2)


__ADS_3

Setelah mendengar penjelasan Raka mengenai Kesya secara lebih lengkap, Brian dan Doni jadi ikutan emosi. Mereka ikut merasakan bagaimana menjadi Raka, apalagi Kesya adalah wanita yang sangat dicintai oleh Raka.


“ Terus loe gimana, lamaran loe. Rencana loe?”. Biar gue kasih dia pelajaran. Brian bangkit dari sofa.


“ Lamaran gue batal lah, rencana gue . Tetap harus jalan!”. Raka tersenyum simpul, mengarahkan tangannya menyuruh Brian duduk, Doni menarik lengan Brian untuk kembali duduk.


” Loe ngapain juga harus kasih dia pelajaran?, bukannya Kesya udah S2 ya, otomatis dia lebih pinter dari loe yang lulusan S1”. Doni menjitak kepala Brian.


Brian yang kesakitan mengusap kepalanya, tidak bisa melepaskan Doni dari pikiran sederhana yang melekat di kepalanya.


“ Maksud gue bukan itu”. Brian hampir kembali menjitak kepala Doni , namun dihentikan Raka.


“ Udah-udah, gue yang mau bubar kok loe berdua yang debat?”. Raka kembali tersenyum


“ Eh tapi, loe kok malah senyum begini sih Raka, harusnya loe itu nangis. Atau jangan-jangan loe udah gila?”. Kali ini bukan hanya Brian yang hampir menjitak kepala Doni, tapi Raka juga ingin menjitak sambil mengepalkan tangannya.


“ Gue punya rencana”. Raka menatap dua sahabatnya itu lekat. “ kalian bisa bantu gue?”


Setelah Brian dan Doni saling menatap lalu serentak berkata “ OKE”.


****


Hari eksekusi...


Kesya baru saja selesai berfoto dengan teman-temannya. Sudah hampir 2 bulan Raka mengabaikan sms, chat, dan telfon darinya. Kadang –kadang Raka hanya membalas dengan ‘Saya sibuk’. Hari ini Kesya benar-benar berharap kalau Raka datang.


zztttt, getaran chat pesan dari Raka masuk “ Saya mau ketemu kamu, jangan bawa siapa-siapa!!!”. Kesya pun meminta Orang tuanya untuk pulang duluan, karena ia ingin membicarakan sesuatu yang penting dengan Raka.


5 jam berlalu..


Sudah hampir tidak ada orang di kampusnya, Kesya merasa sangat jengkel dengan Raka, baru kali ini Raka benar-benar membuat ia kesal dengan menunggu. Kesya sudah berulang kali berjalan di dekat kursi taman itu, ia bosan duduk dan memainkan Hpnya saja.


Tak lama kemudian Raka, Brian dan Doni datang. Mereka rapi mengenakan setelan jas dan kacamata, tak lupa Raka membawa bunga dengan pesan kertas di dalamnya.


Raka berlutut memberikan bunga itu pada Kesya. Kesya yang terharu , mengembangkan senyumnya mengambil bunga itu. Lalu ia membuka pesan di dalam bunga. Namun betapa terkejutnya Kesya melihat isi pesan tersebut.

__ADS_1


‘Mulai saat ini, kita sudah tidak punya hubungan apa-apa lagi '


“ Raka maksud kamu apa?. Kesya menatap Raka tak percaya.


“ Kamu gak bisa baca?”. Raka masih bersikap santai,” Bukannya kamu udah lulus, masak gak bisa baca”.


“ Kamu becanda kan?, kamu mau ngerjain aku?”. Kesya masih memaksakan senyumnya yang kaku.


“ Ada satu lagi,” Raka mundur mensejajarkan tubuhnya dengan Brian dan Doni lalu memberi aba –aba “ satu, dua, tigaa”.


Mereka serentak melepaskan jas yang dipakai. Nampaklah tulisan di kaos yang mereka pakai.


...‘I HATE YOU’,...


Baju Brian bertuliskan I, baju Raka bertuliskan HATE, dan baju Doni bertuiliskan YOU. Kesya menjatuhkan bunga di tangannya.


“ Raka, aku nungguin kamu 5 jam lebih. Kamu ngelakuin semua ini sama aku?”. Kesya mulai meneteskan air matanya.


Raka hanya tersenyum, “ 5 jam?, saya nunggu buat ngelamar kamu 5 tahun, dan saya gak pernah ngeluh”.


“ Saya pikir, saya sudah tidak punya hak buat marah sama kamu karena kita udah putus”. Raka tidak goyah dengan airmata Kesya lagi.


“ Kenapa, kamu pasti dipengaruhin sama mereka kan?”. Kesya menunjuk ke arah Doni dan Brian membuat mereka merasa disalahkan.


Raka menyuruh Doni dan Brian untuk memberi jarak Sepuluh meter karena ia ingin berbicara berdua dengan Kesya. Awalnya Brian tidak mau beranjak, ia takut Raka luluh oleh air mata Kesya. Tapi Doni menarik Brian dengan paksa, karena Raka menyuruh menjauh. Mereka menghitung hingga sepuluh langkah besar, lalu melihat Raka dari kejauhan.


“Kamu bilang mereka emang gak suka sama aku, tapi kamu gak peduli itu dan akan selalu menyukai aku, sekarang apa?”. Kesya meninggikan suaranya dan memukul dada Raka yang tidak bergeming sedikitpun.


Kesya pun terduduk setelah puas memukul Raka dan menangis tersedu-sedu. Raka hanya memberikan amplop pada Kesya.


“ Ini sudah murni keputusan saya, tidak ada hubungan atau paksaan dari orang lain”.


Kesya membuka amplop itu, isinya adalah foto-foto Kesya dan semua yang ia lakukan secara sembunyi-sembunyi tanpa sepengetahuan Raka. Raka menjelaskan bahwa semua itu ia dapatkan sendiri, ia memang ingin membuktikan kalau Kesya tidak bersalah, tapi malah menemukan kebenarannya.


“ Raka aku bisa jelasin,” Kesya meraih tangan Raka, tapi cepat dilepaskan oleh Raka

__ADS_1


“ Kamu mau jelasin apa?, kamu masuk ke mobil orang yang sudah punya istri, kamu mau ngejelasin apanya?, kamu pergi sama dia lebih dari 10 kali”. Nada Raka mulai meninggi sambil mengepalkan tangannya menahan emosi.


“ Aku udah berenti, sekarang aku udah gak ngelakuin itu lagi, maafin aku Raka”


“ Udah?, itu artinya kamu pernah”. Raka masih mencoba mengendalikan emosinya.


“ Aku punya alasan Raka, mohon dengerin aku!”. Kesya memelas


“ Apa alasan kamu?”


“ Aku butuh uang dia, aku butuh buat beasiswa aku, karena aku udah kehilangan beasiswa awal aku.” Hiks hiks Kesya masih mencoba menahan Raka.


“ Kenapa kamu gak minta sama saya, kamu kan tau siapa keluarga saya, kamu tinggal ngomong!.”


Raka dan Kesya sudah saling mengenal keluarga masing-masing, itu juga sebabnya orang tua Raka bisa mengetahui siapa Kesya dan bisa menyelidikinya. Walaupun Keluarga Raka adalah orang yang sukses dan terkenal, tapi mereka tidak pernah memaksa Raka melakukan sesuatu yang tidak diinginkan anaknya. Mereka hanya memberikan beberapa saran dan nasehat, dan jika Raka butuh bantuan dari perusahaan orang tuanya, kapanpun itu asalkan tidak melanggar hukum, orang tuanya pasti setuju. Apalagi Raka sudah dewasa dan punya pendirian maupun tujuan masa depannya sendiri.


“ Aku gak mau minta sama kamu, karena aku gak mau kamu kasihan sama aku, aku pengen kamu nganggep aku sempurna bisa atas usaha aku” Ucapan Kesya tak membuat Raka goyah sedikitpun.


“ Kamu bahkan gak mau masuk ke perusahaan Orang tua kamu dan mendirikan perusahaan kecil yang bahkan gak dikenal. Aku malu Raka sama kamu.” Kesya menekankan ucapannya.


“ Kamu malu sama saya, tapi kamu gak malu minta sama suami orang, kamu gak ngehargain saya, saya ini kamu anggap apa?. Saya tidak pernah menuntut kamu jadi sempurna, saya hanya ingin saat kamu butuh, saya orang pertama yang akan kamu ingat!.” ekspresi Raka benar-benar kecewa.


“ Kasih aku kesempatan, Raka. Istrinya udah tau, dan aku udah gak ada hubungan lagi sama suaminya. Kita udah minta maaf. Aku gak ngelakuin apapun sama dia Raka, aku cuman nemenin dia di waktu luangnya, aku cuman ngelayanin dia dan gak ngelewatin batas.” Kesya mulai menghapus air matanya yang terus berjatuhan.


“ Aku minta maaf Raka, kasih aku kesempatan untuk semua kebersamaan kita!


“ Saya sudah maafin kamu. Untuk masalah istrinya memaafkan kamu, kamu gak perlu bilang makasih sama saya, saya tau kamu belum melewati batas.” Raka melepaskan tangan Kesya yang menahannya


“ Kamu yang bilang sama istrinya Raka?. Berarti kamu masih sayang kan sama aku?, makanya kamu ngalakuin itu buat nyelamatin aku. Itu Tandanya kamu cinta sama aku Raka. Sekali ini, tolong jangan tinggalin aku!”. Kesya terdengar memelas.


“Saya memang mencintai kamu, dengan tulus. Saya hanya tidak bisa menerima kamu tidak jujur pada saya. Kamu menghianati rasa percaya saya, saya pikir mungkin hanya saya yang berusaha mengerti bagaimana perasaan kamu.” Raka menarik nafasnya kasar.


“ Saya sudah memastikan foto-foto itu tidak akan merusak karir yang kamu impikan, saya sudah menghapus semua buktinya. Itu juga kesepakatan saya dengan istri pengusaha itu, agar tidak menuntut kamu. Setidaknya saya menghindarkan kamu dari masalah sebagai hadiah perpisahan dari saya.” Raka berbalik meninggalkan Kesya yang sudah tidak bisa berkata-kata dan hanya bisa kembali menangis.


Bersambung...

__ADS_1


...'KADANG BUKAN KESEMPURNAAN YANG MEMBUAT HUBUNGAN BISA BERTAHAN. TAPI KEPERCAYAAN ADALAH INTI DARI MEMPERTAHANKAN SEBUAH HUBUNGAN. JIKA RASA PERCAYA DIKHIANATI,BAGAIMANA HATI BISA SALING MENGERTI TANPA MENYAKITI '...


__ADS_2