Takdir Masa Depan Cinta

Takdir Masa Depan Cinta
Waktu


__ADS_3

Raka keluar dari kamar Sisilia yang masih tertidur di dalam. Raka berjalan keluar kamar dan menelfon Brian agar segera datang bersama Doni.


Brian dan Doni segera bergegas menghabiskan makanan mereka dan meminta Fandi yang meneraktir karena mereka harus menyusul Raka. Fandi yang masih makan hanya bisa mengangguk. Untung saja mereka tidak memesan makanan yang mahal. 'Terima kasih dompetku gak akan terlalu bersedih'. Fandi menyuap makanan dengan saksama.


Raka juga menelfon Sahila yang ternyata sudah tau semua. Sahila hanya meminta Raka berpikir dengan kemampuan Raka sendiri. Apapun langkah yang akan Raka ambil harus bisa membuat Sisilia bahagia. Raka berjanji akan mengambil langkah yang tepat.


***


Fandi duduk sendirian di meja makan restoran. Beberapa saat kemudian perempuan tinggi dan cantik yang dikenalnya duduk di depan Fandi.


" Kenapa Raka gak datang?". Kesya menatap piring bekas Doni dan Brian.


" Bang Raka khawatir sama Sisilia". Fandi berterus terang. Fandi mengkode pelayan restoran agar Kesya bisa memesan, namun Kesya menolak.


" Sisilia,? " . Kesya menarik nafasnya panjang " Sepertinya aku udah benar-benar kehilangan kesempatan"


Fandi berhenti mengunyah makanannya " Kei, kamu juga udah lupain Raka kan, Dia udah moveon, kamu juga harus Kei. !"


Kesya juga biasa dipanggil dengan sebutan Kei. Dahulu Raka adalah orang pertama yang ia izinkan memanggilnya dengan sebutan Kei. Sekarang Raka tidak pernah memanggilnya dengan sebutan itu lagi semenjak hubungan mereka berakhir.


Fandi yang awalnya memanggil kak pada Kesya juga punya penyebab mengapa ia bisa memanggil Kesya dengan sebutan Kei.


Semua berawal saat Kesya yang baru saja putus dari Raka. Fandi yang tidak bisa hadir saat Kesya diwisuda datang setelah ia wisuda. Karena Rini yang ia anggap sebagai adik menyemangatinya untuk mengejar wanita yang ia cintai. Ooh perasaan Rini yang kasihan


Fandi yang sudah mengetahui kalau Raka dan Kesya putus datang ke rumah Kesya. Ia ingin tau apa yang terjadi. Fandi melihat Kesya yang keluar dari rumah sambil menangis menyalahkan orang tuanya yang tidak memberi restu agar ia menikah dahulu.


Orang tuanya juga balik menyalahkan Kesya, kalau Kesya yang sangat ingin menjadi desainer terkenal dan meminta mereka menolak Raka. Kesya tahu hal itu, memang dirinya yang selalu menolak keinginan Raka untuk menikah. Ia ingin sukses dan meminta Raka untuk menunggunya, memang semua karena dirinya.


Kesya lalu pamit dan minta orang tuanya merestui apapun yang akan ia lakukan. Kesya berjanji akan memberikan gajinya untuk membantu orang tuanya tapi ia harus pergi agar bisa sukses dan meraih hati Raka kembali.


Fandi yang ada di balik tanaman samping gerbang kecil Kesya menyembunyikan bunga yang ia bawa. Ia memakai helmnya yang berkaca hitam agar Keisya tidak mengetahuinya. Kesya masuk ke dalam sebuah taksi dan Fandi mengikuti di belakang.


Kesya duduk di sebuah taman. Menutup Mata dan perlahan bulir air matanya jatuh tanpa suara. Fandi yang sudah beberapa saat menatap Kesya, mengeluarkan saputangan yang ia bawa. dan menyeka pipi Kesya membuat Kesya membuka matanya.


Awalnya Kesya yang menolak Fandi untuk duduk bersama luluh karena Fandi akan menjadi bawahan Raka. Fandi menceritakan kisah ia sehingga harus bekerja dengan Raka. Termasuk ia yang menyukai Kesya.


Fandi tidak ingin Kesya merasa keberatan dengan perasaannya. Fandi hanya meminta jadi sahabat dan bisa memanggil Kesya dengan sebutan Kei, Kesya setuju.

__ADS_1


Setelah mereka jadi sahabat, Fandi mengetahui penyebab sebenarnya Kesya dan Raka putus. Fandi adalah orang yang selalu ada saat Kesya butuh bantuan. Baik mengenai model yang akan dipakai untuk pakaian laki-laki atau memilihkan apartemen untuk Kesya.


Fandi tidak keberatan, sampai Kesya meminta Fandi untuk membuat ia dan Raka bisa bertemu. Fandi yang sabar tetap membantu Mereka bertemu walaupun Raka tetap menolak jika hanya berdua dengan Kesya.


Biarlah ,biarlah waktu yang meluluhkan perasaan Kesya pada Fandi


***


Balik lagi ke restoran..


Kesya mengatur nafas, berusaha menahan kekesalannya " Tapi aku masih mencintai Raka. Fandii". Keisya terlihat frustasi.


" Hapus rasa bersalah kamu Kei, Seharusnya kamu gak berharap apapun lagi dan melepaskan Raka. !. Hanya dengan cara itu kamu dan Raka bisa memiliki kebahagiaan kalian masing-masing". Fandi menekankan ucapannya.


Kesya meremas jemarinya di bawah meja. Ia langsung pamit duluan meninggalkan Fandi. Fandi yang ingin mengantar Kesya ke apartemennya ditolak Kesya dengan alasan ia akan pulang sendiri.


Kesya berlalu dari restoran itu. Kesya langsung menaiki sebuah Taksi. Fandi membayar tagihan makan dan pergi menggunakan mobilnya ke suatu tempat.


Mobil Fandi ia parkirkan di dekat taman. Ia perlahan berjalan masuk, Barusan Fandi sudah memberi tahu bawahannya kalau ia sedang ada urusan mendadak. Fandi celingak-celinguk mencari keberadaan seseorang.


Kesya membuka mata, dan tersadar Fandi sudah duduk di sebelahnya. " Fandi?"


Fandi membuka matanya dan melihat Kesya " saya pikir kamu udah pulang ke apartemen kamu. Ternyata kamu kesini, selalu sama tempat kamu menenangkan rasa frustasi "


" Kamu ngapain disini, Perusahaan gimana?"


" aku lagi nenangin jiwa juga sebentar disini. Walaupun jiwa seni aku kurang, jiwa pimpinan aku juga banyak dan mulai mendapatkan getaran stress dan frustasi juga Kei". Fandi tersenyum dan kembali merasakan gesekan udara.


Kesya yang sudah ingin pergi dilarang oleh Fandi. Setidaknya temani dia sebentar sampai rasa frustasi dan lelah jiwanya hilang. Fandi berjanji mengantar Kesya kembali dan tidak akan berbicara apapun. Akhirnya Kesya kembali duduk dan menarik lalu membuang nafasnya. Fandi sesekali menatap Kesya.


' Kamu masih sama ya Kei, kalau frustasi dan kehilangan ide, selalu ke taman. Untung aku tau tempat ini.'


*****


Sisilia terbangun dan sadar ia sudah berada di atas kasur. 'siapa yang mindahin aku kesini'.


Sisilia membuka pintu kamar dan 3 pasang Mata sudah tertuju padanya. Sisilia langsung menutup pintu kembali dari dalam. Raka meminta Doni dan Brian tetap di luar dan ia akan menemui sekaligus bicara berdua dengan Sisilia.

__ADS_1


Raka mengetuk pintu " Sisilia saya mau bicara sama kamu"


Sisilia belum membuka pintu dan bicara dari dalam." Maafin aku kak Raka, aku udah lancang. Padahal kan...".


Raka langsung memotong." Saya pikir kamu harus lebih sopan Sisilia, kalau minta maaf. Izinin saya masuk!".


" Tapi...". Sisilia ragu apakah Raka akan marah padanya.


" Saya gak akan nyakitin kamu, kalau saya berulah kamu tinggal teriak. Saya juga bawa Doni sama Brian biar orang gak salah paham". Raka menempelkan badannya berbicara di pintu.


Sisilia lalu membukakan pintu dan menyuruh Raka masuk. " Kamu butuh minum Sisilia?" Raka berbalik mengambil botol air mineral sebelum Sisilia sempat menjawab.


' Kenapa gak bawa daritadi sih, sebelum aku suruh masuk'


Raka kembali masuk membawa botol air mineral. Terdengar bunyi krek saat Raka membuka tutupnya." Kamu dengar bunyinya kan Sisilia?". Sisilia mengangguk.


" Artinya botol air ini masih baru, gak saya apa-apain". Sisilia sudah bisa tersenyum karena Raka sepertinya tidak marah padanya.


Sisilia menceritakan apa yang terjadi dan meminta maaf pada Raka. Raka hanya tersenyum dan menatap Sisilia lembut, ia menaikkan dagu Sisilia dengan telunjuknya agar Sisilia bisa menatapnya.


" Saya gak berpikir ini kesalahan kamu Sisilia. Bahkan saya ingin berterima kasih pada karyawan yang membuat kamu menjawab begitu".


" Maksud kak Raka". Sisilia mengerutkan alisnya.


" Maksud saya, kamu serius atau enggak mau jadi istri saya."


Sisilia membelalakkan bola matanya." hah"


"Saya gak akan pernah maksa kamu untuk membuat keputusan berdasarkan tekanan. Kalau kamu pikir ucapan kamu sebagai calon istri saya adalah kesalahan, saya akan memberi tahu seluruh karyawan saya tentang kebenarannya. Tapi kalau kamu yakin dengan perasaan kamu untuk saya, kita berdua akan memberitahu itu semua benar."


Raka memberikan Sisilia banyak waktu untuk berpikir. Sisilia lalu ingin menyendiri dahulu dan tidak ikut besok ke perusahaan Raka.


Raka lalu pamit bersama Brian dan Doni. Di dalam kamar hotel mereka Raka tidak memberi tahu Brian dan Doni tentang kesepakatannya bersama Sisilia.


Biar waktu saja yang menjawabnya.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2