Takdir Masa Depan Cinta

Takdir Masa Depan Cinta
Team Building (Bagian 2)


__ADS_3

Semua karyawan turun ke lapangan. Vendor sudah menyuruh untuk berkumpul, jadwal pertama adalah memasak berkelompok. Sebuah kertas berisikan berbagai warna di masukkan ke dalam kotak. Semua peserta mengambil satu kertas, dan yang bewarna sama maka ia berada dalam satu kelompok.


Sisilia mendapat warna merah, sementara Raka mendapat warna hitam. Sisilia sekelompok dengan beberapa karyawan Raka, dan Vendor itu melarang pertukaran kertas yang didapat agar adil. Padahal Raka sudah berniat ingin menukar kertas yang ia dapat dengan pemilik warna merah.


Sisilia dan anggota dalam kelompoknya memasak ayam panggang. Sisilia asik memutar ayam itu di atas api yang membara, sambil sesekali diolesi minyak dan bumbu. Raka melihat tangan Sisilia bersentuhan dengan beberapa karyawannya, membuat ia hilang fokus dan sate ayam yang sedang ia bakar hampir saja hangus jika tidak disadari anggotanya.


Setelah mereka makan siang bersama, acara selanjutnya adalah lingkaran kejujuran. Vendor yang bertanggungjawab dan peserta menyanyikan lagu bersama, sebuah mikrofon portabel dijalankan. Ketika lagu habis, siapa yang memegang mikrofon terakhir akan ditanyakan pertanyaan oleh orang yang dipilih vendor.


Beberapa lagu sudah terlewati, dan beberapa karyawan yang terpilih menjawab pertanyaan yang tidak masuk akal maupun yang serius. Sisilia juga terpilih menjadi pemegang mikrofon, dan yang bertanya membuat Sisilia bingung. Ia menanyakan apakah dirinya tampan pada Sisilia karena ia masih saja jomblo, lalu Sisilia terpaksa menjawab tampan.


Di sisi lain, Raka sudah meremas genggamannya ingin menghancurkan mulut lelaki yang bertanya. ' Tampan, jelas gua lebih tampan, ngapain dia nanya sama Sisilia'.


Brian lalu bertukar dengan orang disebelah Raka, karena Raka mengisyaratkan ia mendekat.


" Kenapa loe ?". Brian melihat kepalan tangan Raka


" Urus dia, gue gak suka tatapannya!". Raka melirik karyawan yang bertanya pada Sisilia.


Brian mengacungkan jempolnya pada Raka. Padahal itu cuma permainan, Tapi Raka melebih lebihkan hal itu. Brian hanya mengiyakan daripada Raka hilang kendali, ' Dasar orang yang lagi jatuh cinta, emosiaaan mulu '.Setelah selesai semua di persilahkan kembali ke kamar untuk bersiap makan malam, acara akan dilanjutkan besok.


****


Malam hari... sebelumnya


" Doni, hubungin vendornya hilangin pake kertas yang diundi itu!". Raka berjalan ke kamar mandi.


" loh gak seru dong". Doni protes


" Ikutin aja, daripada kita yang repot". Brian menepuk pundak Doni.


Raka mengatur rencana untuk besok. Ia menyuruh Brian dan Doni untuk siap Siaga.

__ADS_1


Keesokan harinya..


Pagi hari di buka dengan sarapan bersama dan sesi saling mengungkapkan unek-unek pada perusahaan. Setelah cukup lama dilanjutkan dengan acara kedua, yaitu lomba bakiak 2 orang.


Kali ini vendor tidak memberikan kertas yang dipilih dengan warna yang sama lagi, melainkan pasangan boleh dipilih secara spontan. Itu adalah usulan Brian semalam yng disampaikan Doni, Raka juga meminta segala Lomba diharapkan bisa memiliki anggota hanya dua orang saja tidak lebih. Vendor itu hanya bisa menyetujui karena ia juga dibayar, dan mengharapkan Review yang baik dari pemakai jasa mereka.


Rini mengambil Bakiak, saat ingin kembali pada Sisilia, Brian sudah menghadangnya. Satu lagi saat karyawan yang bertanya apakah ia tampan pada Sisilia kemarin juga ingin pergi ke arah Sisilia setelah mengambil bakiak, tapi Doni memegang bahunya.


Raka yang sudah mengambil bakiak berjalan ke arah Sisilia. " Kamu sama saya aja Sisilia"


Mau tak mau Sisilia ikut dengan Raka. Saat bunyi peluit melengking 5 bakiak saling berlomba. Sisilia dan Raka tidak banyak beranjak karena kurangnya komunikasi. Atau bisa jadi Raka sengaja bertindak seolah tidak mendengar Sisilia.


Beberapa kali saat Sisilia mengangkat kaki, Raka hanya diam sehingga kepala Sisilia beradu dengan punggung Raka. dan beberapa kali juga Sisilia tidak sengaja memeluk Raka karena Raka berhenti secara mendadak. Sisilia dan Raka tidak bisa melaju ke babak final karena tidak berhasil mencapai Finish.


Selesai lomba bakiak, dilanjutkan dengan lomba membawa balon berpasangan. Raka langsung menarik tangan Sisilia agar tidak keduluan yang lain. Tak disangka dalam lomba ini Sisilia dan Raka menang.


Coklat batangan diberikan pada mereka. Raka memberikan coklat itu pada Sisilia, tak lupa para pemenang diabadikan oleh jepretan foto dari Vendor. Semua dipersilahkan untuk istirahat sejenak sambil menikmati makan siang.


" Tangan kak Raka kan,,..". Ucapan Sisilia terhenti karena Rupanya Raka memegang sekotak minuman soda.


Sisilia menyuapi coklat yang ia patahkan ke mulut Raka. Raka lalu sengaja memasukkan tangan Sisilia ke mulutnya.


" kak Raka, iih jorok. kok tangan aku ikutan masuk mulutnya kak Raka?". Sisilia melap jarinya yang basah ke baju Raka. Raka hanya tertawa merasa tak bersalah.


***


Selanjutnya adalah acara terakhir, lomba lari dengan sebelah kaki diikat dengan pasangan lari. Raka yang dari tadi menjaga jarak aman di dekat Sisilia langsung menarik tangan Sisilia.


" Kok kak Raka lagi, bukannya secara spontan ya ?". Sisilia merasa heran dari tadi ia selalu berpasangan dengan Raka.


" Bukan kita aja yang sama, Brian dan Doni juga tuh". Raka menyuruh Sisilia melihat Brian dan Doni.

__ADS_1


Brian yang selalu berpasangan dengan Rini adalah atas suruhan Raka. Walaupun Rini seringkali memukul punggung Brian karena tak pernah menang, Brian hanya bisa menahan derita ini demi Raka.


Doni juga dari tadi menjaga karyawan yang sok tampan selalu menjadi pasangannya atas permintaan Raka. Berulang kali karyawan itu mencoba kabur dari Doni, tapi Doni terus membuntutinya tanpa jeda. Bahkan saat karyawan tersebut beralasan tidak enak badan, Doni menawarkan untuk membawanya ke klinik. Akhirnya karyawan itu juga menahan derita dan pasrah.


Saat mulai berlari, Sisilia yang belum siap terlupakan oleh kaki besar Raka. Sehingga Sisilia terjatuh, Raka memegang tangan Sisilia.


" Kamu terluka Sisilia, dimana,dimana?". Raka berencana membuka ikatan kaki mereka.


Namun Sisilia melarang hal itu karena ia tak jatuh begitu keras. lapangannya juga dilapisi rumput tebal, jadi mustahil untuk terluka. Sisilia bertekad untuk menang sekali lagi, karena hadiahnya adalah Sekotak coklat. Raka pun juga bertekad agar menang dan mencoba menyeimbangkan gerakan kaki mereka.


Tak disangka Sisilia dan Raka benar- benar memenangkan pertandingan. Sisilia sangat antusias menerima sekotak coklat legit yang pecah di mulut itu.


Acara sudah berakhir, semua peserta diharapkan membereskan barang barang


" oh ya makasih kak Raka kita pemenangnya lagi. gimana cara bagi dua coklatnya ya?". Sisilia melihat kotak yang ia pegang.


" Sama-sama, kita menang karena kerjasama kita memang bagus. Coklatnya buat kamu aja Sisilia. Saya gak terlalu suka coklat". Raka sudah puas jika Sisilia merasa bahagia.


Sisilia langsung berterima kasih pada Raka dan tidak sengaja mengatakan kalau Raka sangat keren dan Tampan. Lalu reflek menutup mulutnya.


Raka menyelamatkan keadaan dengan mengeluarkan jurus kepedeannya. "Saya memang selalu tampan dan keren, saya harap kamu gak muji saya gara-gara coklat ya"


" sebenarnya iya kak Raka". Sisilia lalu menghampiri Rini dan mengajak ke kamar untuk beres-beres. Rini yang ingin meminta satu coklat dilarang oleh Sisilia sebelum sampai rumah Mereka. Raka masih menatap


Sisilia tanpa beralih pandang.


" Raka kok loe bahkan nggak niat ngasih gue satu buah coklat gitu". Brian yang ikut menatap kepergian Sisilia dan sekotak coklat yang dipegangnya.


" Iya gue juga ngiler, dari tadi kalah mulu. Kasih buat kita kek satu-satu". Doni ikut menatap sekotak coklat yang sudah masuk ke Villa.


" Besok gue beliin 10 kali lipat. Yang penting gue Keren dan tampan". Ucapan Raka disambut oleh suara mual ingin muntah oleh Brian dan Doni.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2