
Sebelum menikah tentunya akan menghadapi yang namanya proses lamaran. Begitupun Raka dan Sisilia, pertemuan orang tua mereka sudah dipastikan terjadi.
Pastinya kegugupan Sisilia saat bertemu Tante Gina dan Suaminya masih tergambar jelas. Baik saat meminum jus hingga harus bolak balik toilet atau muka yang memerah.
Gugup yang diderita Sisilia adalah turunan ayahnya. Pak Deri juga menghabiskan banyak sekali air minum saat bertemu orang tua Raka.
Sisilia sampai harus mengusap pelan lengan Ayahnya agar tak gugup. Padahal Sisilia sendiri juga sangat gugup, tapi jika ia ikut meminum air, maka Ibunya akan kerepotan karena air itu akan cepat habis.
'Sisilia jangan gugup. Mau bagaimana juga ini adalah hal yang tetap akan dijalankan.'
Sisilia mengatur deru nafas dan detak jantung yang tak karuan. Antara sedih dan bahagia, bergabung dan melebarkan ikatan baru. Sisilia hanya tertunduk, tak berani menatap langsung mata orang yang berada dalam ruangan rumahnya.
Tak jauh beda dengan Raka. Sebelum sampai di rumah Sisilia, ia bahkan latihan agar tak gugup. Alat pembaca detak jantung jika dibawanya mungkin sudah hampir di batas akhir.
Pak Rama jauh lebih tenang. Ia juga pernah mengalami hal serupa, ia yang dulu juga melamar istrinya kini tak asing dengan perasaan model ini. Segala maksud dan tujuan, ia sampaikan dengan bijak diikuti oleh Raka dibawah bimbingannya.
Tak salah lagi, Sisilia memanglah Putri bungsu yang sangat disayangi. Berapa banyak derai air mata yang jatuh bercucuran bahkan sebelum mereka resmi menikah.
Saat menikah lebih parah lagi. Sisilia yang ikut menangis membuat Raka kelimpungan karena Mamanya juga ikut bersedih. Berada dalam keluarga yang penuh perasaan dan kehangatan yang mendalam adalah anugrah dan tanggung jawab tersendiri bagi Raka.
***
Sekarang adalah hari resepsi...
Namun bisa dibilang ini juga adalah hari perdamaian. Baik antara yang pernah punya perasaan. Hubungan masa lalu yang pelik, atau Hubungan yang tidak terjadi.
Sisilia memakai baju rancangan dari Kesya. Apa salahnya, mereka juga sudah tak ada kesalahpahaman dan gonjang-ganjing perasaan lagi.
Sisilia berdiri di depan cermin tinggi di ruang ganti. Rini berada di sampingnya melihat sahabatnya yang sangat anggun dan cantik hari ini.
__ADS_1
Tak lupa, mereka terus mengabadikan foto berdua dengan kamera Hp. Bahkan sejak pernikahan berlangsung. Walaupun sudah ada fotografer profesional yang bertugas, kurang lengkap jika belum foto sendiri.
Banyak sekali tamu yang diundang. Tempat resepsi juga sangat besar dan mewah. Tamu ada dari pihak Raka maupun pihak Sisilia. Ketika berada dalam tempat resepsi banyak yang langsung berbaur dan bahkan ada yang sampai pendekatan. Terutama karyawan perusahaan RBD CYNOC.
Canda tawa, tak lepas dari mulut dan wajah para tamu yang datang. Apalagi pasangan yang sudah menikah itu, serasa dunia ini milik mereka saja. Tak henti-hentinya saling melempar pujian dan menggoda satu sama lain.
Bimo diundang, namun ia tidak datang. Karena sudah lama ia ingin pindah, dan ternyata bertepatan dengan hari resepsi Sisilia dan Raka. Oleh sebab itu kehadirannya diwakilkan oleh kedua orangtuanya.
Om Berno juga datang. Menjadi pemilik perusahaan yang juga bekerja sama dengan Pak Rama, orang yang ia hormati tentunya harus datang.
Kesya dan Fandi berdiri berdekatan, memandang ke pentas tempat Raka dan Sisilia mengumbar senyum yang merekah. Fandi sesekali menggoda Kesya agar cepat menyusul, dan malah dibalas muka sebal Kesya.
Di atas panggung, Raka dan Sisilia menikmati acara mereka hari ini. Berbicara sambil mengomentari tiap tamu yang hadir. Jiwa kekanakan Raka muncul.
Beberapa kali bahkan Raka terkekeh menceritakan tiap kisah ia dan para tamu yang datang. Sisilia yang mendengar mencoba untuk keep calm, ia tak boleh tertawa atau bisa saja riasannya hancur. Padahal riasan Sisilia dibuat oleh perias profesional yang ahli di bidangnya, Riasan Sisilia tak akan hancur dengan mudah.
" Sisilia kamu sangat cantik hari ini. Biasanya memang sudah cantik. Tapi hari ini kamu memang cantik." Raka memandang Sisilia.
'Aku juga udah ngulang buat bilang kak Raka tampan 10 kali.' Sisilia bergumam.
" Apa Sisilia?." Raka serius.
" Enggak kak Raka. Aku cuma..haus." Jawab Sisilia.
Raka menyuruh Brian mengambilkan minuman. Brian yang peka tau jika Raka menyuruhnya.
" Loe pikir gue siapa. Minta pelayan Sono." Brian membalasnya.
" Loe sahabat gue yang paling oke." Raka balas lagi.
__ADS_1
" Bener juga loe." Brian memegang dasinya.
" Buruan atau gue suruh Rini." Raka tak sabar.
Brian dengan segera membawa minum untuk Sisilia. Lalu ia turun kembali, suasana meriah itu diikuti oleh lagu yang dibawakan musisi khusus resepsi.
Akhirnya Brian naik ke tempat musisi yang sedang bernyanyi. Ia mengajak Raka dan Doni ikut menyanyi bersamanya. Raka dan Doni ngikut dan ikut bernyanyi.
Tak mau kalah, usai Brian, Raka dan Doni bernyanyi, Rini juga ikut. Rini ingin menyumbang suara bersama Sisilia. Sisilia yang bajunya di pegang oleh Raka agar tidak menghalangi jalannya, menuju ke sana menghampiri Rini. Mereka bernyanyi berdua seperti hari yang mereka habiskan untuk karaoke.
dan tak lupa, Om Kifli datang kesana, saksi hubungan manis mereka dan juga Bebo. Om Kifli melihat di sudut yang penuh cahaya mentari, Bebo ada disana, membuatnya geleng-geleng kepala.
Menurut Raka, BeBo akan selalu menjadi saksi sebagai tanaman yang mendukung Ia dan Sisilia. Bahkan jika BeBo mati, maka harus bisa meninggalkan jejak yang mendalam agar Mereka bisa terus merasakan kehadiran tanaman berharga itu.
***
Sekarang adalah pelemparan bunga. Bagi yang tidak minat menikah dalam waktu dekat, segera mereka memperbesar langkah menjauh dari area yang akan dijatuhi bunga.
Saat bunga dilemparkan, seorang wanita lincah segera menangkapnya secepat kilat. Buket Bunga itu jatuh tepat di tangannya.
Siapa wanita itu, membuat orang yang berharap dapat buket bunga penasaran. Termasuk Rini, ia langsung melihat kesana-kemari mencari orang yang beruntung itu.
Ternyata Wanita itu Adalah Sesilka. Ya, pacar Vito, ia langsung menghampiri Vito yang sudah tidak sempat sembunyi.
Sesilka segera tersenyum. Mendesak Vito agar cepat melamarnya. Membuat semua tamu ikut mendukung keputusan Sesilka.
Acara telah usai. Kini lah saatnya Sisilia tak akan pulang ke rumahnya yang lama. Tapi ke rumah Raka, Suaminya. Sisilia resmi jadi istri Raka dan juga Sisilia resmi menjadi menantu perempuan berikutnya dari keluarga Rama.
Bukan hanya Sisilia yang resmi jadi menantu perempuan keluarga Rama. Raka juga adalah menantu keluarga Deri. Ia adalah suami Sisilia, tanggung jawab dalam kebahagiaan Sisilia berada di pundaknya.
__ADS_1
Bersambung...