Takdir Masa Depan Cinta

Takdir Masa Depan Cinta
Kembali


__ADS_3

Sebelum pulang tentunya Sisilia membawakan oleh-oleh untuk orang di rumahnya. Sisilia ingin membeli dodol tapi ia tidak tau dimana orang yang menjualnya. Pada saat seperti ini tentu Raka adalah solusi yang tepat, tanyakan saja dan kamu akan mendapat jawabannya.


" kak Raka tau gak dimana aku bisa beli oleh- oleh?. Mmm dodol Jakarta mungkin". Sisilia mencoba menghilangkan grogi kesopanannya.


" dodol, nanti saya kirim ke kamar kamu ya Sisilia". Raka menjawab di ujung sana.


" kok kak Raka yang ngirimin, emangnya kak Raka jualan dodol?". Sisilia iseng bertanya.


" Saya tau tempat orang jualan dodol, Doni si raja makan yang ngasih tau saya, karena kita sering beli banyak, penjualnya udah tau saya dan bisa delivery order". Raka berbicara sambil menutup telinga sebelahnya yang tidak dipakai menelfon.


Brian dan Doni yang sedang riuh disana membuat suara, sehingga Sisilia bisa mendengar mereka.


" Gini aja Doni ". Brian berpendapat.


" Udah gini aja, lebih terdengar alami". Doni ikut berdebat.


Beberapa lama mereka masih berdebat tentang kata siapa yang akan dipakai. Sampai Raka menyuruh Sisilia menjauhkan HPnya dari telinga. Saat Sisilia sudah menjauhkan HP, suara Raka masih terdengar, " Udah Suit aja gampang kan. Kalian yang bikin repot yang mana aja gue setuju"


Untung saja telinga Sisilia aman. Suara besar Raka seperti petir yang menyambar, kuat dan cepat sekaligus mematikan.


" Mereka memperdebatkan apa kak Raka ". Jiwa gejolak penasaran yang tiba-tiba muncul di benak Sisilia membuatnya tidak bisa menahan diri untuk bertanya.


" Ooh itu tentang jadwal saya buat dikasih tahu ke karyawan kantor cabang Sisilia." Raka lalu menutup panggilan sebelum Sisilia sempat bertanya lagi.


' Ah sayang sekali kan aku mau tau detailnya, tapi udah ditutup aja'. Sisilia merapikan kopernya karena akan kembali besok.


Di sana Raka ikut nimbrung bersama dua kawannya. Brian dan Doni yang daritadi sibuk berdebat mengenai status Sisilia antara wanita yang dicintai dan wanita yang disayangi. Brian menyuruh agar dibuat wanita yang dicintai, tapi Doni lebih mau menulis wanita yang disayangi.


Sebenarnya Doni sudah menang Suit tapi Brian tetap tak terima dan meminta suit ulang. Akhirnya Raka meminta Doni menulis calon istri saja agar terdengar lebih natural dan jelas. ' natural jidatmu paaak pak', itu sih maunya Raka bukan agar terlihat natural, tapi lebih ke kesan pamernya yang bukan main.

__ADS_1


****


Pesawat sudah lepas landas. Melewati belaian udara sekitar, membelah jalanan melayang di atas ketinggian. Kursi berjejer berisi penumpang sudah menunggu agar bisa bertemu keluarga mereka.


Sisilia juga, walaupun sepanjang perjalanan ia hanya tidur, tentu ia juga berharap cepat istirahat di rumah. Kasur oh kasur yang dirindukannya sudah kesepian menanti di kamar yang sepi.


Mereka sudah berjalan di bandara, Raka membawa kan koper Sisilia walaupun awalnya Sisilia tidak mau. Rini dan Vito sudah menunggu kedatangan Sisilia disana sambil sesekali tertawa membayangkan respon Sisilia.


" Calon istriku mau diantar atau tidak?". Raka berbisik pada Sisilia.


" kak Raka malu kalau didengar oleh orang. Kak Raka manggil aku kayak biasa aja Sisilia". Sisilia ikut berbisik.


" kamu malu?". Raka melihat ekspresi Sisilia


" Iih, Rini sama Vito bakalan Dateng, gimana kalau mereka ngegoda aku". Sisilia khawatir.


Sisilia ikut menengok ke arah penglihatan Raka. Benar saja, Rini dan Vito memegang kertas seperti orang lain yang menyambut sanak keluarga mereka dengan kertas bertuliskan selamat datang dan sejenisnya. Tapi ada yang lain dari kertas yang dipegang mereka.


Tulisannya ' SELAMAT DATANG KEMBALI CALON ISTRI RAKA, SISILIA' diikuti dua lambang hati yang dipegang Vito gambar hati utuh bewarna merah menyala, sementara milik Rini ditambah dengan panahnya.


Ooh tidak itu sangat memalukan , Sisilia berlari ke arah mereka dan meninggalkan Raka yang membawa kopernya. Raka hanya tersenyum melihat Sisilia yang malu itu dan mengikutinya dari belakang.


" Ngapain kalian nulis kayak gini, turunin gak!". Sisilia menarik kertas yang dipegang Rini dan menyuruh Vito segera membalik tulisannya.


" Kamu malu yaa, Sil semua orang di perusahaan bahkan udah tau". Rini menyenggol lengan Sisilia.


Ternyata yang diperdebatkan Doni dan Brian adalah itu. Jadwal Raka yang tertulis untuk dibagikan pada seluruh karyawan. Ada jadwal tambahan yaitu Pak Raka dan calon istrinya Sisilia menghabiskan waktu bersama sehingga ada tambahan waktu pada jadwal Raka.


Raka yang ditanya oleh Sisilia hanya membenarkan tanpa perlawanan. Toh memang Raka itu sengaja memamerkan hubungannya dengan Sisilia.

__ADS_1


Rini pulang dengan Vito membuat Sisilia harus pulang bersama Raka dan Brian serta Doni. Awalnya Sisilia ingin memesan taksi tapi Raka sudah membawa kopernya masuk bagasi mobil yang dikendarai bawahan Raka. Sisilia terpaksa ngikut saja.


***


" Sisilia kamu mau hidupin AC atau enggak ?"


Raka yang berjiwa perhatian bertanya lembut.


" Terserah aja kak Raka ".


' Duh cewek kalau udah jawab terserah pasti ada yang salah nih'. Raka menggaruk kepalanya dan menatap ke luar jendela, melihat pepohonan yang berlarian.


Saat Sisilia meminta turun di jalan besar, justru Raka menyuruh bawahannya untuk mengantar sampai ke depan Rumah Sisilia. Raka membawakan koper Sisilia ke dalam rumahnya. Saat ibu Sisilia menawarkan minuman, Raka menolak karena harus segera kembali ke perusahaannya.


Raka lalu pamit namun sebelumnya meminta izin atas kejadian di Jakarta. Ibu Sisilia yang paham betul perasaan putrinya hanya mengangguk dan mengusap bahu Raka. Sisilia tidak melihat Raka dan langsung masuk ke kamarnya untuk tidur.


" Nak Raka, anak Tante itu perasaannya bagaimana kamu pasti tau. Jadi kalau kalian sudah saling menyukai seperti kata Sahila, Tante gak berhak ikut campur.


Raka berulang kali berterima kasih, " Tapi Tante, ayahnya Sisilia dimana ya?". Raka bertanya dengan sopan karena ia juga ingin pamit.


Ayah Sisilia sedang berada di kebun yang agak jauh dari rumah mereka. Kebun itu adalah pencaharian dan tempat favorit Sisilia dan ayahnya yang penggemar tanaman.


Sebelum Raka pergi, Ibu Asti ibunya Sisilia mengingatkan kalau ayah Sisilia sangat tidak suka putrinya berhubungan dengan pria aneh. Jadi mungkin sulit untuk mendapat restu.


Raka lalu kembali berterima kasih atas apa yang dikatakan ibu Sisilia. Menurutnya wajar saja setiap ayah sangat khawatir pada putrinya. dan Lagi Sisilia adalah anak bungsu dengan usia jauh lebih muda daripada kakaknya. Raka sudah menyiapkan mental untuk itu. Raka masuk mobil dimana orang yang di dalam sudah pada ketiduran.


Sepasang bola mata dari jauh menatap Raka dengan sinis. Bimo yang beberapa hari lalu mencari Sisilia ke tokonya dan ke rumah Sisilia tapi sama sekali tak mendapati wanita yang dicarinya.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2