
Sabtu yang dinantikan tiba..
Sisilia memikirkan perkataan Rini Semalam. Bahwa ia belum sepenuhnya melupakan perasaannya pada Raka. Rini kesal pada Fandi karena ia memang sudah betul-betul melupakan Fandi. Tetapi Sisilia, malu pada Raka ketika bertemu kembali, malu juga adalah perasaan tertarik.
Sisilia mempertimbangkan perkataan Rini, jika ia bisa berkunjung ke tempat orang tua Raka, ia bisa lebih mengenal Raka dan keluarga Raka. Walaupun bukan sebagai pacar, pasti Raka meminta Sisilia karena Sisilia adalah orang yang meyakinkan.
Sisilia berjalan dari rumahnya sambil senyum senyum. Beberapa tetangga melihat Sisilia dan merasa heran. Sisilia beberapa kali menyapa tetangga dengan senyuman lebarnya yang terlihat aneh.
Raka mengirim pesan agar Sisilia jalan ke dekat jalan raya. Sambil menunggu ia membayangkan Raka memgenalkan ia sebagai orang spesial, beberapa saat sampai Ia membuyarkan lamunan dan memukul kepalanya sendiri. Mengapa ia membayangkan hal itu.
'sadar Sisilia sadar sadar sadar'
Mobil Raka berhenti di depannya. Raka melihat Sisilia tapi Sisilia tak menyadari ia sudah berhenti dari tadi.
" ayo masuk Sisilia"
"kak Raka". Sisilia menutup mulutnya, suara yang tinggi itu keluar dari rongga mulutnya
Sisilia bersuara keras sampai Raka turun dari mobil. " Kenapa kamu kenapa?"
" Gak ada". Sisilia langsung berlari membuka pintu mobil dan masuk langsung duduk.
Raka menggaruk tengkuknya dan kembali masuk ke dalam mobil. Selama di perjalanan yang hampir setengah hari itu, Raka meminta agar Sisilia tidak gugup dan menjawab apa adanya.
Jawab apa adanya. Sisilia kurang paham maksud dari perkataan Raka. Raka menambahkan kalau ia tidak mau terus di desak Mamanya untuk mencari seorang gadis.
' ooh jadi aku cuman pengalihan aja. dasar kalau tau gini baiknya gak usah bayangin yang aneh aneh tadi. Sisilia jangan berharap lagi dengan Raka ini'
" Sisilia"
"iya"
" kamu kesal sama saya?"
" enggak kok kak Raka"
" ooh"
' ooh, cuman ooh ?. bener-bener Sisilia kamu jangan berharap sama orang aneh di samping kamu ini.'
Raka tertawa melihat ekspresi Sisilia. dan mengatakan kalau Sisilia sepertinya sangat sulit sekali untuk berbohong. Apa jadinya jika mamanya nanti menanyakan hal yang aneh aneh, pasti Sisilia bisa langsung menunjukkan ekspresi yang lucu.
__ADS_1
Sisilia ikut tertawa secara paksa. Mau bagaimana lagi, ia memang tidak bisa menyembunyikan ekspresinya jika hal itu tidak bisa ia terima dengan logika. Lagipula ia sedang tidak pergi syuting, jadi mengapa ia harus mengatur ekspresi segala.
Mobil terus melaju membelah jalanan nan melelahkan itu. Sisilia yang berusaha menahan kantuk tak bisa menahan matanya yang sudah terasa berat. Raka sudah menyuruhnya agar tidur, tapi ia berusaha menahan karena menurutnya pasti Raka lebih kelelahan.
Namun tanpaknya apa yang ia bilang berlawanan dengan apa yang kini ia kerjakan. Sisilia sudah mulai terlelap ditambah Raka yang menghidupkan musik dengan irama mendayu-dayu. Saat berhenti di lampu merah, Raka melihat Sisilia yang sedang tertidur, wajahnya yang kecil terlihat sangat imut. Raka langsung mengalihkan pandangannya kembali ke depan, takut ia kehilangan fokus.
***
Sesampainya di rumah Raka...
" Sisilia"
Sisilia bangun dan terkejut karena ia tetap tidur walau mengatakan tidak tidur karena Raka yang kelelahan. " Maaf kak Raka aku malah tidur"
" Gak apa kok, Dulu waktu Doni sama Brian saya ajak kesini malah mereka tidur dari mobil dan sesampainya di rumah langsung tidur di sofa. saya udah biasa jadi gak akan kelelahan. "
Sisilia hanya mengangguk sambil sedikit meregangkan lehernya.
" ayo turun Sisilia!"
Sisilia turun dan menguap, Setelah melihat rumah Raka mulutnya menganga secara spontan. Rumah bak sebuah istana yang biasanya ada di film dan drama yang ia tonton. Ada pelayan dan satpam juga, ia sudah tau kalau Raka kaya, namun tidak menyangka akan sekaya ini.
Sisilia dipersilahkan duduk di sofa ruang tamu besar. Ia ditanya pelayan mau minum apa, Sisilia hanya meminta air putih. Raka menyuruh pelayan dengan sopan membawa air putih dan jus jeruk.
" air putih aja kak Raka"
" jus jeruk buat saya maksudnya". Raka lalu duduk di sofa yang berhadapan dengan Sisilia.
Sisilia tersenyum paksa, ia berpikir itu untuknya karena ia sangat suka jus jeruk. Mama Sisilia datang ke arah mereka. Tampilan anggun dan pancaran wanita kaya terlihat jelas. Apakah ia akan langsung diusir ya melihat bajunya yang biasa saja ini. Sisilia memang memakai gaun yang terlihat sederhana namun harganya cukup mahal dari segi kantong Sisilia dan membuat kantongnya cukup menjerit prihatin.
Tapi di luar dugaan, ternyata Mamanya Raka sangat beda dari yang ia bayangkan. Bukan seperti ibu pemeran pria yang suka meremehkan. Bahkan langsung duduk di dekatnya sambil tersenyum.
" Kamu Sisilia ya"
" iya tante, saya Sisilia"
" kamu cantik dan imut, cocok. Sepertinya Raka udah sadar kalau yang cantik dan seksi belum tentu cocok "
Sisilia tersipu, ' yang seksi belum tentu cocok. Apakah itu Kesya. dan apakah ia direstui dalam waktu jumpa pertama. Pelayan tadi membawa air putih dan jus jeruk dalam teko kaca dan 6 buah gelas. Raka mengambil teko air putih dan menuangkannya ke gelas.
" ini Sisilia!". Sisilia menerima gelas itu dan menghabiskannya
__ADS_1
Raka lalu menuang jus jeruk ke 3 gelas lainnya, " ini ma, Sisilia " dan untuk dirinya sendiri.
" Kamu pacar Raka?".
" Enggak tante, aku yang punya toko tanaman di gedung yang dibeli kak Raka"
" Ooh jadi gedung itu buat kamu". Mama Raka tersenyum dan melihat Raka sambil mengangkat alis. Raka hanya tersenyum kembali dan mengangkat alis juga.
Sisilia yang melihat interaksi ibu dan anak itu, merasa haus dan menghabiskan jus jeruk di gelasnya. Raka mengisi kembali gelas Sisilia yang kosong di atas meja.
" Kamu tertarik gak sama anak tante?". Mama Raka menunjuk ke arah Raka.
" hah, enggak ehh iya oo enggak . Maksudnya apa tante?". Sisilia tergagap
" Maksud tante, Kamu mau gak sama Raka . Tante mau nyariin dia calon istri, tapi dia ya begitulah, yang dibawa ke rumah Brian dan Doni, nasib mereka yang sama-sama susah dapat wanita mungkin yang biKin mereka terus lengket"
' calon istri , mesti jawab apa coba.'
Raka meminum jus jeruk dan seperti tidak perduli dengan pertanyaan mamanya sendiri.
" Sisilia"
" Tapi, kak Raka keren kok tante, pasti banyak yang mau. Lagian aku gak pantes". Sisilia merasa canggung
" pantas atau tidak, bukan dari siapa kalian, tapi perasaan bisa saling melengkapi dan menerima"
" Iya betul Sisilia". Raka dengan santainya yang khas melirik Sisilia yang kebingungan.
Sisilia diam dan mengambil gelas jeruk dan meneguknya kembali untuk kali kedua.
' iya betul, wah beneran aneh, jadi aku harus ngakuin tertarik padahal kita gak ada hubungan kecuali bisnis antar penyewa pemilik. Dasar licik.
" Sisilia nanti kamu sakit perut, tante gak maksa kamu kok, kamu tenang aja ya."
Raka hanya menahan tawanya melihat ekspresi Sisilia. Tampaknya kini ekspresi kesal yang ditahan dan sedikit kebingungan, terlihat jelas di wajah Sisilia.
Mama Raka mengajak Sisilia mengobrol dan meminta Raka untuk segera pergi. Raka yang awalnya menolak terpaksa harus menurut, karena mamanya tidak mau diganggu. Mamanya ingin meminta saran dari Sisilia mengenai tanaman hias dan Hal lainnya hanya sesama wanita. Raka lalu pamit untuk mengecek keadaan kantornya dengan Brian dan Doni.
Raka juga menyuruh Sisilia agar relax dan jawab saja apa adanya. Ia tak mau Sisilia merasa canggung. Sisilia sangat ingin menjitak Raka dalam Situasi ini, ia baru bertemu Mamanya Raka dan Raka yang mengajaknya malah bersikap santai. Ia tau mengapa para sahabat Raka punya kebiasaan menjitak kepala jika Raka punya kelakuan seperti itu.
Bersambung...
__ADS_1