
Doni sudah datang kembali ke Perusahaan. Sekarang dia ikut sibuk membereskan masalah perusahaan.
Sisilia sedang menonton Televisi di asrama Rini. Sisilia memang ingin menginap di asrama Rini dan akhirnya ia menginap hari ini.
Rini yang sedang mencek beberapa kerjaannya masih mengetik dengan komputer di meja. Sementara Sisilia tak tertarik sedikitpun dengan urusan Rini.
" Sil, kecilin dong suara TV nya!". Rini menyatukan gigi melihat Sisilia yang duduk santai sambil tertawa melihat tayangan Televisi.
" Rini, harusnya kerjaan kantor jangan dibawa pulang dong, kak Raka aja sampe tidur di kantor buat ngurusin kerjaannya". Sisilia memakan cemilan yang baru saja ia buka.
" Level kak Raka sama aku kok kamu samain sih Sil". Rini mengambil remote TV dan mematikannya.
Sisilia lalu duduk dan menatap Rini seperti anak kecil yang memelas meminta uang jajan. Rini tidak perduli dan menduduki remote TV itu.
Sisilia tak kehabisan akal, ia mendekat ke layar datar dan menghidupkannya lagi dengan Tombol yang ada di TV. Kali ini Sisilia menurunkan volumenya agar Rini tidak mematikan TV secara paksa. Sisilia membuka telinganya lebar agar suara TV bisa ia dengar.
Rini selesai dengan tugasnya. Ia meregangkan jari dan lehernya. Beberapa kali juga meregangkan badannya.
"Sisilia". Rini memanggil Sisilia
"Apa?". Sisilia masih menatap TV dengan saksama.
" kamu beneran gak mau ke Jakarta ?".
" Bukannya gak mau, aku gak bisa sendirian Rini, kalo aku nyasar gimana?". Sisilia memakan segenggam cemilan di tangannya.
" Maafin aku ya Sil, aku gak bisa nemenin kamu". Rini melihat Sisilia yang asik dengan tontonannya. " Sil kamu tengok aku kek!, lagi ngomong serius ini"
Sisilia lalu berjalan ke dekat Rini. " Gak masalah kok Rini, lagian kan aku yang suka sama tanaman, kamu kan enggak"
" Iya tapi kamu mau ngelihat seminar tanaman itu kan, kita udah lama ngerencanain buat ngelihat seminar itu. aku gak suka tanaman tapi karena yang ngasih seminarnya ganteng makanya aku ikut "
Sisilia hanya mengangkat bahunya, mau bagaimana lagi karena Rini sudah punya kesibukan. Rini lalu menyarankan Sisilia untuk mengajak Raka saja. Sekaligus pembuktian kalau Raka mendukung apa yang disukai Sisilia.
__ADS_1
Sisilia awalnya ragu karena tempat seminar dan perusahaan Raka cukup jauh. Lalu Rini memperlihatkan jadwal Raka saat ke Jakarta beberapa hari lagi.
Jadwal seminar Sisilia dan Jadwal Raka tidak bertabrakan. Raka selesai pada pukul 2 siang dan seminar yang akan dihadiri Sisilia mulai jam 3 sore. Apalagi seminar itu berada bertepatan dengan hari terakhir Raka di Jakarta.
Sisilia memikirkan suatu ide " Aku boleh lihat jadwal kak Raka gak Rini?"
Setelah melihat jadwal Raka Sisilia memutuskan untuk ikut Raka ke Jakarta bagaimanapun caranya. " Tapi Rini, kamu kok bisa tau jadwal kak Raka?"
" Karena semua karyawan emang dikasih tau, biar gak ada yang bergosip kalau pimpinan gak melaksanakan tugas dengan benar." Rini mengibaskan rambutnya.
" terus kalau aku ngajakin kak Raka artinya melanggar urutan jadwal yang seharusnya dong?". Sisilia menghembuskan nafas putus asanya.
" Jadwal awalnya kan gak keganggu, kamu mohon dulu kek sama kak Raka. Atau kamu tanya kak Raka secara spontan. minta secara halus gituu!". Rini mengedipkan matanya.
Sisilia langsung mengangguk. "Enggak , aku harus bikin kak Raka yakin kalau aku bisa ikut"
****
Esoknya Sisilia datang ke perusahaan Raka. Sisilia membawa kotak bekal makan siang, untuk Doni, Brian dan Raka.
" Sisilia".
Sisilia langsung meremukkan kertas kecil itu dan membuangnya ke tong sampah. Raka bertanya mengapa Sisilia datang walaupun jadwal membawa tanaman tidak ada dan Raka juga tidak menyuruhnya datang.
Sisilia hanya beralasan kalau ia membuat makan siang yang banyak tapi tidak ada yang bisa memakannya. Jadi ia sengaja membawakan kotak bekal untuk Raka, Brian, dan Doni.
Sisilia menunggu Raka memakan isi dari kotak bekal yang ia bawa. Raka memakan semuanya sampai tak tersisa karena Sisilia terus menatapnya dengan tersenyum. Sampai-sampai Raka tersedak, Sisilia berjalan ke arah Raka dan menepuk punggung Raka.
" Kamu gak bawa minum Sisilia?". Raka masih terbatuk.
" kak Raka butuh minum, yaudah besok aku bawain kak Raka minum". Sisilia masih menepuk punggung Raka, membuat Raka merasa aneh.
Brian dan Doni masuk ke ruangan Raka dan berniat mengeluh Karena Sisilia meminta mereka menghabiskan isi kotak bekal yang sudah dibawa.
__ADS_1
" Raka loe lihat kelakuan Sisilia ,Dia ngasih gue..." Ucapan Brian terhenti karena Sisilia ada di dalam berdiri di samping Raka.
Doni yang kepedasan tidak menyadari Sisilia dan melanjutkan perkataan Brian." dia ngasih bekal gulai dan bikin mulut gue...". Brian membekap mulut Doni yang mau menyelesaikan kalimatnya.
" Bikin mulut jadi segar dan ide kita mengalir, makasih Sisilia". Brian memaksakan senyumnya dan menyikut Doni. Membuat Doni mengangguk dan mengembangkan senyumnya juga.
" Iya lah, aku emang mahir bikin masakan. Besok aku bawain lagi ya." Sisilia menatap Raka, Brian dan Doni. 3 sekawan itu mengangguk bersamaan walaupun diatas keraguan.
Sisilia lalu pergi membawa kotak bekal yang sudah kosong diikuti lambaian Brian dan Doni. Raka langsung meminta Office boy membawakan 3 botol air mineral ke ruangannya.
Setelah menetralkan mulut mereka. Brian dan Doni langsung menyerang Raka dengan keluhan. Bagaimana bisa Sisilia memasak gulai tapi sangat asin dan pedas, asin dan pedasnya juga seolah terpisah dan sedang bertengkar.
Raka hanya tersenyum dan mengambil kertas yang dibuang Sisilia tadi. tulisannya " kak Raka aku bisa jadi asisten gak. Ini hasil karya aku, walaupun aku belum terlalu mahir bikin gulai, tapi ini karya aku sendiri. aku akan masak dan bisa ngelakuin tugas lainnya juga. Bawain barang, kertas dan lainnya. Jadii "
" Jadi apa nih, kayaknya belum selesai ditulis deh". Brian mengusap dagunya.
" Jadi Sisilia belum mahir bikin gulai, tapi dia ngasih itu ke kita". Doni meneguk air mineral sekali lagi.
" Waktu itu enak kok, pas dia bawain buat gue karena dia kasihan gue makan makanan cepat saji". Brian masih mengingat rasa gulai ayam yang pernah dibawakan Sisilia.
" Waktu itu dia bikin bareng ibunya". Raka menyimpan kertas kecil tulisan Sisilia di dalam album foto khusus yang sudah banyak isinya waktu itu.
" Terus, jadi apa yang mau dia bikin tuh?". Brian penasaran.
" Ya mana gue tau, intinya dia mau jadi asisten, jadii ,, .... kan aku asisten yaaa kak Rakaa, pliiiissss muach". Raka mencoba menebak dan memberi irama pada nada bicaranya.
Dua orang lainnya yang mendengar Raka hanya berusaha untuk tidak merasa mual.
Raka langsung bertanya pada Vito mengapa Sisilia bersikap seperti itu. Vito hanya mengatakan jika Sisilia menginginkan sesuatu.
' Ingin sesuatu, ingin jadi asisten saya Sisilia'
Raka tidak bisa memikirkan hal yang diinginkan Sisilia sampai Sisilia mau jadi asistennya.
__ADS_1
Bersambung...