Takdir Masa Depan Cinta

Takdir Masa Depan Cinta
Caramu Sendiri


__ADS_3

Kesya duduk di kursi belakang panggung. Melihat panggung yang sudah ada dalam genggamannya. Menampilkan karya terbaiknya dan hasil kerja kerasnya.


" Selamat ya Kei." Fandi memberikan minuman yang ia bawa tadi pada Kesya.


" Buat apa Fandi." Kesya mengambil minuman itu.


" Impian kamu. Nampilin karya di perusahaan yang kamu inginkan dengan acara yang mewah dan berkelas." Fandi meminum minuman yang ia pegang.


Kesya terkekeh pelan. Bahkan saat ia hanya melihat dirinya dipermalukan di hadapan Raka. Tapi Fandi tetap memuji dan tak berniat menyinggungnya. Fandi selalu tau apa yang paling ia inginkan dan harapkan.


" Ada yang kurang Fandi." Kesya menatap mata Fandi.


" Apa lagi Kei." Fandi kebingungan.


" Aku udah gak merasa buruk lagi dengan Raka." Kesya menghela nafas panjang.


" Artinya kamu.." Fandi mengatur ritme jantungnya, bersiap dengan apa yang akan dilontarkan oleh Kesya.


" Aku sudah sepenuhnya lepas dari belenggu masa lalu aku. Aku ngerasa kalau memang aku hanya ingin menebus rasa bersalah dan terobsesi dengan image yang sudah diperlihatkan. Pada dasarnya cinta aku bukanlah cinta yang murni, melainkan ada syarat lain yang ingin dipenuhi. Melihat Raka dan Sisilia bahkan aku gak marah, melainkan iri dengan perhatian yang mereka dapatkan. Iri dengan keserasian dan kebersamaan mereka. Tapi cinta aku, sebenarnya memang sudah pudar begitu lama." Kesya menatap langit malam yang dihiasi beberapa bintang itu.


'Setidaknya hari yang aku jalani dengan Raka adalah sebuah kebahagiaan. Kami benar-benar saling mencintai setidaknya pada saat itu.


Memang benar yang dibilang Raka, daripada menyesal dengan apa yang terjadi. Lebih baik menghargai apa yang sudah dilalui dan mengambil itu sebagai pengalaman dan kenangan yang berharga. Kesya sudah berdamai dengan kenyataan yang ada.


Cukup lama mereka terdiam. Fandi juga memahami kata-perkata yang diucapkan oleh Kesya. Fandi berusaha mengimbangi suasana, tak mungkin ia tiba-tiba melompat pada pembahasan lainnya.


" Tadi kamu gak marah, Raka mau ngancurin karya kamu?." Fandi mencoba mengetes.


" Iya aku marah Awalnya Fandi, tapi itu memang karena kesalahan aku sama Sisilia. Aku pikir dia akan nurut, Ternyata dia gak mau dengan alasan tau bagaimana rasanya." Kesya menarik nafasnya lagi.


Padahal jika dipikir-pikir, kalau sampai Raka rela ambil resiko pasti Sisilia memang sangat terluka karenanya. Kesya tak habis pikir ternyata ia bisa kagum dengan wanita lain selain dirinya. Ada wanita lain yang juga sangat menghargai kerja keras dan karir yang mereka jalankan.


Kalau dipikir lagi ia memang sangat tak sopan dengan Sisilia. Kesya menyadari apa yang terjadi hari ini memang tak perlu disesalkan, tapi diingat.


" Sisilia memang begitu. Dia sangat baik." Fandi mengangguk.

__ADS_1


" Menurut kamu Sisilia itu menarik juga." Kesya menyelidik.


" Semua orang menarik dengan caranya sendiri Kei. Kamu juga menarik dengan caramu sendiri." Fandi terdengar berwibawa.


Fandi menjelaskan bagaimana ia bisa jatuh hati pada Kesya. Bukan hanya pada kecantikan Kesya, tapi kepribadian yang agresif dan suka cari perhatian dengan cara berbuat hal yang lebih dari orang lain. Mendapatkan sesuatu yang membuat orang lain berdecak kagum.


Fandi selalu ingat bagaimana percaya dirinya Kesya saat itu. Tak ada orang lain yang berani mengunggulinya. Bahkan saat ada wanita cantik yang masuk kampus, Kesya langsung menjadi ikon di spanduk perkenalan Kampus. Membuat setiap wanita menjadikan ia sebagai teladan dalam hal kecantikan.


Saat orang lain menghina hasil wajah dan tubuhnya, tanpa segan ia membagikan sendiri foto-foto saat ia masih muda. Membuat para gadis yang iri menjadi semakin Iri.


Fandi berlutut. " Kei, boleh gak kamu kasih kesempatan buat aku."


" Kesempatan apa Fandi. Ayo berdiri." Kesya menyuruh Fandi berdiri.


" Kesempatan untuk mendapatkan hati kamu. Tanpa bayangan untuk membantu kamu dan masa lalu kamu. Tapi Untuk jalan kedepannya, hubungan yang baru." Fandi menunggu Kesya.


" Kesempatan mendapatkan hati aku." Kesya memegang dagunya.


Kesya mengingat saat-saat yang ia habiskan dengan Fandi. Tidak terbayangkan sebelumnya Fandi berbicara dengan serius padanya. Biasanya Fandi membantunya untuk kembali pada Raka.


Kesya juga tau, saat yang sulit ketika ia harus tinggal jauh dari orang tuanya. Memfokuskan pikiran dan hati pada Rancangan yang ia idamkan, Fandi yang membantunya.


Kesya juga ingat, saat ia hampir jatuh sakit karena pekerjaannya. Fandi dengan telaten merawat hingga ia sembuh.


Begitu miris jika ia tak pernah menyadari betapa banyak yang dikorbankan Fandi untuknya. Bahkan Fandi juga bersedia jadi dinding pendengar, saat ia frustasi dan kehilangan arah. Fandi juga bersedia memberikan ia semangat untuk bangkit dan menjadi lebih baik.


" Tapi sekarang aku baru aja sadar kalau aku harus menatap kehidupan aku kedepannya Fandi." Kesya ragu-ragu.


" Iya aku tau." Fandi masih meneguk minumannya.


" Aku butuh waktu Fandi." Kesya memelankan suaranya.


" Kamu butuh waktu lagi." Fandi membuang nafas.


" Maksud aku, aku butuh waktu untuk percaya akan cinta lainnya. yang bisa membuat aku menemukan jati diri aku kembali." Kesya terdengar yakin.

__ADS_1


" Ooh, jadi kamu butuh waktu buat percaya kalau aku benar-benar akan membuat kamu percaya akan cinta lainnya." Fandi kini tersenyum.


" Tuh kan, Kamu ngeremehin aku. Aku cuma mau kamu bisa nunggu aku. Terlepas sepenuhnya dari masa lalu dan rasa bersalah. Menghargai apa yang ada di hadapan aku dan yang akan aku hadapi di masa depan." Kesya menghabiskan minumannya.


Fandi masih menahan diri. Menunggu kalimat selanjutnya yang akan diucapkan Kesya.


" Aku mau kamu nunggu aku aku lagi buat kamu.!" Kesya menatap tepat di kedua bola mata Fandi.


Fandi tau mereka daritadi membahas hal yang sama berulang-ulang. Tapi yang penting Maksud Kesya sudah tersampaikan. Ia tau hal itu, dan sudah sewajarnya ia tahu. Kali ini ia akan menggunakan kesempatan yang diberikan sepenuhnya. Ia akan menggunakan caranya sendiri dan menjadi dirinya yang sesungguhnya hanya untuk Kesya.


" Aku bahkan bersedia menunggu kamu semenjak masih gak punya kesempatan. Bahkan aku juga ikut membantu kamu yang belum move-on. Sekarang aku akan bantu kamu menemukan kebahagiaan cinta yang baru, yaitu aku." Fandi menepuk dadanya.


" Bukannya kamu udah lama ungkapin perasaan kamu ya." Kesya menggodanya.


" Iya, tapi aku cuma bilang suka. Karena kamu belum lepas dari bayang-bayang Raka. Sekarang aku mau ngejar kamu dengan serius, menjadi Fandi. Tanpa bantuan membantu hubungan kamu. tapi Fokus pada hubungan kita." Fandi Percaya diri.


" Ya udah." Jawab Kesya.


" Ya udah apa Kei?." Fandi memastikan.


" Ya udah aku akan kasih kamu kesempatan." Kesya tersenyum.


" Serius Kei." Fandi masih tak percaya.


" Kalo gak, aku tarik lagi aja deh ucapan tadi." Kesya membuang muka.


" Enggak Kei, jangan!. Makasih ya Kei." Fandi menahan rasa bahagianya.


Lalu Fandi Berdiri. Ia berlari ke Sana kemari melampiaskan rasa senangnya bak anak TK. Akhirnya ia bisa mengejar Kesyaa sebagai dirinya sendiri. Tak perlu membantu meluruskan hubungan masa lalu Kesya, dan menjadi Dirinya Sendiri.


Seorang Staf segera menghampiri mereka. Mengatakan untuk segera beberes. Fandi dengan sigap mengiyakan, seolah ia yang menjadi desainer yang berpartisipasi.


Staf itu keheranan, sampai ingin memanggil petugas keamanan untuk menarik Fandi . Dengan segera Kesya menghentikan staf itu dan mengatakan kalau Fandi adalah salah satu dari orangnya.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2