
Brian terlihat berantakan, Rambutnya kusut dan dilengkapi mata sayu akibat begadang. Brian melihat beberapa pekerjaan Doni yang ditinggalkan dan harus menyelesaikan pekerjaannya secepatnya.
Brian harus melakukan hal itu bukan tanpa sebab, karena Doni memutuskan untuk pulang ke kampung halamannya selama dua hari. Brian bahkan tidak bisa pulang karena Raka tidak mau ia terlena, untung saja Brian punya ide menyuruh salah satu karyawannya membawa baju ganti.
Raka pekerjaannya lebih banyak, ia mempersiapkan untuk pergi ke Jakarta selama seminggu. Dalam rangka menyelesaikan proses peluncuran layanan baru perusahaannya. Raka harus menyelesaikan pekerjaan di kantor cabang dahulu, agar saat ia, Brian dan Doni pergi, bawahan dari kantor pusat yang ia pilih dan karyawan kepercayaannya yang lain bisa mengcover urusan yang ditinggalkan.
Tampang Raka mungkin lebih mengerikan daripada Brian, ia jadi lebih sedikit tidur. Baju Raka sudah urakan, begitupun dengan rambut dan wajahnya yang semula penuh kesan kerapian yang haqiqi sudah tersapu ketandusan dan terporak porandakan.
Raka memutuskan untuk tetap tidur di perusahaan tidak di apartemen. Walaupun dekat, Raka takut jika setelah pulang ke apartemen, ia malah ingin tidur karena apartemennya sangat nyaman.
Sisilia membawa tanaman baru ke kantor Raka. Kali ini adalah tanaman lidah mertua model yang baru. Karena sebelumnya Sisilia sudah banyak membawa lidah mertua itu. Sisilia datang ke kantor Raka, ia mengetuk pintu namun tidak ada jawaban dan memutuskan langsung masuk saja karena sudah pegal membawa tanaman.
Tanaman yang dibawa Sisilia, biasanya Raka yang memindahkannya sesuai yang Raka mau. Bisa di dekat jalan menuju ruangan antar staf ataupun dekat ruangannya. Sisilia datang ke kantor Raka untuk melaporkan kalu ia sudah menjalankan tugasnya.
Sisilia melihat meja dan keadaan di sekeliling kantor Raka, tidak seperti biasanya, banyak kertas berserakan dan bungkus makanan cepat saji yang tidak habis dimakan.
‘Apa kak Raka habis terlibat masalah serius ya?. Gak biasanya kantor yang Rapi berubah menjadi area bekas pertempuran seperti ini’
Raka keluar dari toilet dan meregangkan badannya sebentar, ia tidak tau kalau ada Sisilia disana. Sisilia hanya menatapnya dari kejauhan. “ Capek bangett, kerjaan gue gak selesai selesai”.
Raka menguap beberapa kali, dan mencium bajunya yang bau, “ mau mandi, gak bawa baju, beli online aja kali ya, eh tapi udah telat, pasti datangnya besok”. Raka berjalan ke mejanya dan terperanjat karena Sisilia sudah duduk di sofa tamunya.
‘Sisilia, dia ngelihat gue yang berantakan ini, oh tidak dia pasti jijik sama gue’. Raka mengacak rambutnya.
“ kak Raka”. Sisilia memanggil Raka.
“ Iya, Sisilia”. Raka memaksakan senyumnya
yang diiringi kesedihan dan rasa malu.
Sisilia mengatakan kalau ia membawa tanaman baru. dan bertanya mengapa kantor Raka terlihat seperti bekas perang dan mengapa tidak dibersihkan oleh cleaning servise perusahaaan. Raka tidak mau Cs itu nanti merusak file penting yang seharusnya ia pakai. Raka menjaga wibawanya yang sudah tersapu hawa berantakan dengan mencoba untuk duduk di mejanya dengan tenang.
Sisilia juga bertanya mengapa Raka tidak pulang dahulu ke apartemennya, lalu Raka menjelaskan alasannya. Raka tidak bisa menyuruh karyawannya membawa bajuganti seperti Brian, ia takut jika alergi dan malah menunda pekerjaannya.
__ADS_1
“Sisilia”. Raka tiba tiba memikirkan suatu ide.
“iya kak Raka”. Sisilia yang sedang mengedarkan pandangan berhenti.
“ Kamu masih karyawan saya kan?”. Sisilia mengangguk.
“ Kamu bersedia membantu saya dalam hal yang wajar kan?”. Sisiia kembali mengangguk, namun ia merasakan sinyal akan disuruh melakukan sesuatu oleh Raka.
“ Kalo gitu, tolong bawain baju saya dari Apartemen!”
Sisilia terkejut dan mengeluarkan ekspresi kebingungan di seluruh wajahnya, ia bahkan tidak tau baju Raka yang mana. dan dimana ia harus mencarinya.
Raka lalu menjelaskan itulah satu-satunya cara agar Sisilia tidak merasa malu, jika Sisilia harus membeli pasti akan lebih malu lagi. Sisilia terpaksa menyetujuinya, itu adalah salah satu tugasnya juga.
Raka beralasan kalau mereka sudah sepakat untuk lebih mengenal satu sama lain. Raka menyuruh Sisilia memanggilnya jika sudah sampai di depan pintu apartemennya.
***
Sisilia sampai di depan Apartemen Raka, benar benar elite, wajar saja jika Brian dan Doni ikut tinggal disana. Tampaknya sangat besar bahkan sebelum masuk. Sisilia langsung menekan kontak Raka sesuai yang diperintahkan.
“ OKE Sisilia, paswordnya 0808 ya!”
“ Gak apa apa aku tau paswordnya kak Raka?”. Sisilia langsung menekan tombol 0808 itu. dan pintu langsung terbuka.
“ kenapa Sisilia, kalau saya sudah kasih tau kamu itu artinya saya gak keberatan”. ‘ lagipula saya senang jika kamu lebih mngetahui banyak hal tentang saya Sisilia hehe’
Sisilia masuk ke dalam, benar seperti yang dibayangkannya, sangat luas dan nyaman. Apartemen itu sangat mewah, ia bahkan berpikiran untuk tinggal disana ‘ omaigat Sisilia, sadar apa yang kamu pikirin, enggak enggak gak boleh’, Sisilia menepuk bibirnya walaupun barusan ia hanya berbicara di dalam hati.
Sisilia bertanya dimana kamar Raka, lalu setelah Raka menyuruhnya mengikuti instruksinya, Sisilia masuk ke kamar itu. Aura diri Raka langsung terlihat, semua tersusun rapi, bahkan ia saja masih sering membuat kamarnya berantakan. Tapi Raka, semuanya bagus dan sempurna, kasur bewarna biru navy dan terlihat bersih, juga deretan jam tangan berbagai tipe dan warna di kotak kaca. Gorden yang terlihat mewah bahkan tanpa disentuh.
“ Sisilia, kamu lihat lemari kan?”
“ ada kak Raka”. Sisilia melihat lemari besar dihadapannya.
__ADS_1
“ Kamu pilihin baju buat saya yang pas ya!”. Raka tersenyum bagaimana kira-kira baju yang akan dipilih Sisilia.
“ sesuai sama selera aku, tapi nanti gak bagus buat kak Raka pakai?”. Sisilia ragu dengan pilihannya
Sisilia akhirnya memilih baju dan jas yang bernuansa biru navy juga, kelihatannya jika dipakai Raka akan terlihat bagus. Ia memilih dasi dari tempat yang diberi tahu Raka, beberapa motif dasi sepertinya sangat cocok dengan baju yang dia pilih namun ia putuskan saja mengambil antara 3 dasi dengan cara ‘cap cip cup kembang kuncup’. Sisilia sudah ingin beranjak keluar dan mengambil kantong untuk membawa baju Raka.
“ Sisilia”. Raka berpikir sejenak setelah menarik nafas dan membuangnya.
“ iya kak Raka, aku udah bawa semua aku kesana sekarang ya?”. Sisilia tersenyum
“ mmm pakaian dalam saya belum!”. Raka tidak melihat ekspresi Sisilia yang mendengar, wajahnya memerah mendengar ucapan Raka, dengan santainya Raka menyuruh ia mengambil pakaian dalam Raka.
“ kalau kamu malu yaudah, saya gak pakai aja”
Sisilia mengatakan akan membawanya juga, sudah terlanjur disuruh, bagaimana mungkin ia menolak. ‘ Lebih mengenal? iya aku bahkan kenal pakaian dalam kak Raka hhuuh, aku malu? iyalah kak Raka dengan mudahnya nyuruh aku ngambil pakaian dalam juga udah jelas aku cewek’,
akhirnya Sisilia mengambil pakaian dalam bewarna biru navy juga, serba biru navy saja yang ia pilih dari tadi, mungkin terpengaruh warna dari kasur Raka.
Raka juga menyuruh Sisilia membawakan handuknya dan peralatan mandi. Sisilia masuk ke kamar mandi dan melihat 3 buah peralatan mandi terpisah. ‘Jadi walaupun mereka adalah sahabat dan sama sama cowok, selera mereka sangat berbeda ya’. Sisilia mengambil sesuai dengan instruksi Raka.
Saat akan keluar, Sisilia kepikiran dengan Raka yang memakan makanan cepat saji. Ia lalu melihat kulkas disana tapi isinya tidak ada apa-apa. Baik rak satu dua sampai bawah bersih sangat, kiri dan kanan tak ada isinya selain botol minuman kaleng dan botol minuman air mineral.
Setelah sampai di kantor raka dan memberikan apa yang Raka butuhkan, Raka lalu berterima kasih dan langsung masuk kamar mandi. Setelah keluar dari kamar mandi dengan rambut yang masih sedikit basah, Raka menaruh handuk dan melingkarkan di lehernya agar baju yang ia pakai tidak tertetesi air.
Raka memasukkan baju kotornya ke kantong tadi dan melihat Sisilia yang kembali duduk di sofa, Raka bertanya mengapa Sisilia belum kembali juga. Sisilia mengatakan kalau ia menunggu untuk mengambil baju kotor Raka.
"Hah baju kotor saya, buat apa?". Raka mengangkat kantong yang berisi baju kotor dan memberi isyarat penuh tanda tanya.
" Buat aku cuci, kak Raka pasti gak sempat kan". Sisilia mendekat dan mengambil baju kotor di kantong yang dipegang Raka.
" Tapi saya gak nyuruh kamu ngelakuin itu Sisilia?".
" Anggap aja aku lagi baik hati karena kasihan sama keadaan kak Raka. Eh keadaan Bos aku secara tak langsung mmm". Sisilia mengeluarkan senyum manis andalannya.
__ADS_1
Bersambung...