Takdir Masa Depan Cinta

Takdir Masa Depan Cinta
Raka Putus


__ADS_3

HARI KELULUSAN FANDI...


Hari masih menunjukkan pukul 7.00 pagi tapi Rini sudah meminta Sisilia untuk segera bersiap. Rini memakai make up yang lumayan tebal dari biasanya, ia juga mengganti kaca matanya dengan memakai lensa kontak. Sisilia tidak tau bagaimana Rini tega menyuruhnya ikut walau tidak berkepentingan.


“ Kamu aja deh, aku masih pengen rebahan lagi”. Sisilia masih melirik tempat tidurnya yang seperti melambai berharap jangan ditinggalkan.


“ Kamu gimana sih, aku udah 2 tahun suka sama kak Fandi. Masak kamu gak mau jadi saksi bagaimana kita bisa bersatu menjadiii kekasih”. Rini tersenyum sumringah dan dibalas Sisilia dengan senyum nyengir.


****


Di Kampus..


Rencana Rini untuk mengungkapkan isi hatinya pupus. Saat selesai memberi bunga dan berfoto, Rini mengajak Fandi ke bangku dekat taman. Sementara Sisilia, seusai menjadi asisten yang mengabadikan momen Rini malah disuruh pulang sendiri.


Saat Sisilia asik menonton Youtube, Rini masuk dengan menghempaskan pitu. Sisilia yang kaget langsung mengangkat bantal guling dan mengarahkan ke pintu. Ternyata nampak seorang dengan rambut panjang menutupi muka, membuat Sisilia takut dan langsung memukulnya dengan guling.


“ Ha han hantuuu”. Sisilia memukul Rini dengan gulingnya, sampai Rini terduduk.


“ huuu, huu huuh huu”. Suara tangisan Rini menyadarkan Sisilia. Dan Sisilia membuang gulingnya dan melihat Rini.


“ Rini?”. Sisilia merapikan rambut Rini.


Sisilia melihat Rini yang masih meneteskan air mata. Rini yang belum sempat mengatakan perasaannya pada Fandi sudah tidak ada harapan sedikitpun. Sisilia meminta agar Rini menjelaskan mengapa ia menangis tersedu-sedu bukannya bahagia habis menyatakan cinta.


“ Pas aku mau ungkapin, kak Fandi bilang kalau aku kayak adiknya sendiri. Terus dia minta saran aku buat nentuin apakh dia masih punya kesempatan buat ngejar cewek yang dia suka hu huu”. Rini masih sedikit tersedu.


“ Terus kamu bilang apa?”. Sisilia bingung dengan penjelasan Rini.


“ Aku bilang gak ada yang ngelarang kita buat jatuh cinta ataupun mengejar cinta seseorang. Karena aku pikir dia sukanya sama aku, tapi dia malah bilang makasih karena aku udah nyemangatin dia buat perjuangin orang yang dia suka. Dia bilang aku kayak adiknya sendiri, jadi saran aku bener- bener berguna buat dia, huuuuu huuuu". Rini makin terisak dipelukan Sisilia.

__ADS_1


“ Aku bela-belain berusaha buat jadi bendahara, biar bisa terus deket sama dia. Kalau ngagak, man mungkin aku mau jadi bendahara.. huu, dasar Fandi breng**x, baj**xxx”. Rini masih berbicara, memaki dan tersedu.


“ Udah Rini, tuh eyeliner kamu jadi luntur”. Sisilia melihat lensa kontak Rini juga terlepas. air mata Rini bewarna hitam karena lunturan eyelinernya


Sisilia berusaha menenangkan Rini dan mengambil banyak tisu, setelah melihat hidung meler Rini dan air matanya yang terus turun.


Setelah satu jam, akhirnya Rini tenang. Kamar kos mereka sudah dipenuhi tisu berserakan.


Lalu Rini tidur di kasurnya, sementara Sisilia sibuk membersihkan sampah tisu mahakarya Rini. Sisilia pergi membeli nasi goreng kesukaan Rini, ia juga membeli berbagai macam cemilan mulai dari kacang, cokelat, permen, dan kerupuk. Sisilia berharap semoga Rini bisa sedikit merasa baikan.


Saat Sisilia kembali dan mengatakan bahwa ia mrmbeli nasi goreng kesukaan Rini. Rini langsung bangun dan melahap sebungkus Nasi goreng itu. Rini juga memakan semua cemilan yang dibeli Sisilia.


"Bukannya kamu lagi sedih ya Rini, kok makan kamu lahap banget?, harusnya kamu hilang nafsu makan!". Sisilia melihat Rini heran dan merasa aneh


"Patah hati boleh, tapi aku gak mau menderita cuma gara-gara Cowok sok kegantengan itu. Kamu aja yang patah hati sama kak Raka yang udah punya pacar, gak apa apa kan. Kamu bisa ngerelain kak Raka. Aku juga bisa". Rini mengepalkan tangannya.


"oke oke, kok malah aku yang kena sih". Sisilia hanya bisa menerima kata-kata Rini.


****


Saat di kantin kampus, Rini berlari menuju kantin untuk segera menemui Sisilia. Tampaknya ia mengerahkan segala tenaga agar cepat sampai tujuan. Bak seorang pelari profesional Rini melewati banyak orang dengan satu tujuan, yaitu garis finish yang disebut Kantin.


“ Sisilia, Sisilia.... “. Rini berteriak di kantin mencari Sisilia.


Vito melambaikan tangannya pada Rini, karena Sisilia malu dilihat banyak orang. Rini segera ke meja mereka. Saat duduk Rini melihat Sisilia menutupi wajahnya dengan tangan.


“ udah, kamu kan tau meja kita disini terus. Kenapa harus teriak-teriak?malu tau, habis patah hati kamu jadi linglung ya”. Sisilia menurunkan tangannya dan melihat sekeliling.


Makanan yang mereka pesan sudah tiba, Vito meletakkan di depan mereka masing-masing “ Kenapa Rini, roman-romannya ada kabar yang mengejutkan nih, atau Kita dapat kabar kalau Rini udah punya cowok”. Vito asal menebak saja tapi Sisilia merasa itu serius dan langsung menatap Rini.

__ADS_1


“Bener Rini, Kamuuu udaah punyaaa”. Belum sempat Sisilia menyelesaikan kalimatnya Rini langsung memotong.


“ ya enggaklah, aku juga harus mengatur hati dulu lahh. Ini tuh berita besar, dan bukan buat aku tapi kamu Sil..”. Ucapan Rini membuat Sisilia berhenti menuangkan saos sambal ke dalam mie ayamnya.


“ Akuu?, maksud kamu?. Sisilia penasaran.


“Ini nih, lihat top artikel sekarang di web yang aku sebutin ke kamu. Informasi dari mahsiswa kampus kita sekalipun udah alumni”. Rini menyodorkan Hp nya pada Sisilia.


Top nomor satu berjudul ‘PASANGAN IDAMAN KAMPUS YANG GAGAL ’


Top nomor dua ‘RAKA DAN KESYA PUTUS’


Rini juga mnjelaskan bahwa top satu dan dua ditulis oleh dua admin berbeda. Top satu ditulis oleh’LoveLast’dan top dua ditulis oleh Magiclove dalam waktu yang hampir bersamaan. Seolah memastikan kalau kabar itu benar adanya. Rini mengambil Hpnya dari tangan Sisilia, namun dia agak kesusahan karena Sisilia memegang Hp Rini dengan erat seolah tak percaya.


"Bener udah heboh tu di grup”. Vito nyerocos langsung ditatap oleh Rini dan Sisilia.


“Grup?, grup apa kok kita gak tau?. Rini bertanya memakai intonasi curiga.


“Angkatan kita, khusus grup cowok –cowok. Semua orang pada ngabahas siapa yang paling cocok buat jadi pengganti bang Raka, kita juga ngadain vote”. Suara Vito semakin rendah setelah melihat tatapan penasaran Rini dan Sisilia.


“Sini, Hp kamu. Bukain grupnya kita juga mau lihat siapa yang berani bersaing sama kak Raka!”. Sisilia memberi sinyal agar Vito memberikan Hpnya.


“Inget kita gak ngajuin diri, cuman beberapa yang famous di antara cewek-cewek diajuin sama temennya”. Vito masih ragu namun tetap menaruh Hpnya di tangan Sisilia dengan syarat Sisilia hanya melihat saja dan tidak mengetik apapun. Sisilia menyetujui permintaan Vito dan segera melihat urutan dengan vote terbanyak bersama Rini.


Rini melihat nomor satu adalah dari jurusannya, tapi nomor tiga ada Vito. Dan itu membuat Rini dan Sisilia tertawa terbahak.


“ Kok ada Vito sih disini, bukannya cuman yang Famous aja ya?. Rini sedikit meremehkan


“Gini-gini Vito juga terkenal apalagi orang ngira kalian yang sengaja deketin aku”. Vito sedikit menyombong.

__ADS_1


Vito meminta agar Sisilia tidak membuat Sesilka nanti salah paham, kalau saja Sesilka nanti meminta penjelasan pada Sisilia. Vito memang tidak pernah mencoba mendekati perempuan duluan walaupun hanya sekedar ngobrol. Tapi jika ada perempuan yang mengajaknya mengobrol atau bertanya tentang berbagai hal, Vito meladeni mereka. Karena sifat Vito memang mudah beradaptasi dan ramah. Sisilia tantu sangat mempercayai sepupunya itu, dari kecil sampai sekarang, Vito memang punya kepribadian yang cukup disukai semua kalangan dan Sisilia sudah memaklumi hal itu.


Bersambung...


__ADS_2