Takdir Masa Depan Cinta

Takdir Masa Depan Cinta
Publikasi


__ADS_3

Sisilia yang sedang berbahagia itu berlarian kesana kemari. Ia menertawai takdirnya sendiri. Orang yang dulu ia suka kini menjadi miliknya walau belum sepenuhnya, dalam artian belum menjadi suaminya.


Calon istri, calon suami, kata kata itu membuat seluruh dunia Sisilia berpihak padanya. Semalam bahkan ia merasa itu adalah bagian dari sebuah mimpi. Tidak, itu bukan mimpi itu adalah kenyataan.


Sisilia sudah bolak balik di kamar hotelnya menatapi jam dinding yang tidak berjalan itu. Mengapa, mengapa jam dinding itu tak jua mau berpindah, apa jarumnya memiliki kerusakan mesin. Atau jam itu sudah kehabisan baterai. Sisilia menunggu saat ia akan datang ke perusahaan dan pergi ke seminar.


Tak jauh beda dengan Raka, bahkan tadi pagi ia sempat mencocokkan jam tangan miliknya dan milik Brian. Jam tangan Raka berdetak lebih lambat dari biasanya. Padahal tidak, itu hanyalah efek dari menunggu nunggu.


****


Raka yang sudah selesai dengan urusan peresmian program pelayanan baru dari perusahaan memasuki Lift. Brian dan Doni Hanya ikut saja, kasihan mereka ikut begadang sambil bernyanyi dengan Raka dan harus menyelesaikan urusan perusahaan. Mereka bahkan lelah meladeni karyawan yang menyapa.


Berbeda dengan Raka, yang masih sangat bersemangat bahkan untuk ikut melihat seminar dengan Sisilia. Raka sudah berada di lantai bawah, tempat Sisilia diinterogasi oleh karyawan nya dan kabur kembali ke hotel.


Sisilia turun dari mobil. Sepatu sneaker favoritnya menghiasi penampilan Sisilia, ia disemangati oleh lingkungan. Ketika masuk perusahaan bahkan dinding ikut memberinya dukungan. Selamat Sisilia.


Sisilia yang sudah masuk melihat lambaian tangan ke arahnya. Raka, melihat ia dari kejauhan perlahan berjalan menuju Sisilia. Berusaha terlihat kalem dan berwibawa.


" Akhirnya kamu datang juga calon istriku". Raka membuat Sisilia menghentikan langkahnya.


'Apa ini, kenapa tiba-tiba kak Raka nyebutin aku calon istrinya'


Raka sudah berada di depan Sisilia. Raka mengangkat sebelah tangan kanannya dan mengelus rambut Sisilia.


Tindakan Raka membuat karyawan yang melihat dan mendengarnya saling berbisik. Raka lalu meminta karyawan yang ada di sekitar untuk berkumpul. Beberapa detik kerumunan sudah terbentuk disana. Brian dan Doni hanya menatap sahabatnya sambil sesekali menguap.


"Pengumuman, perempuan ini adalah orang yang membuat saya jatuh cinta. Saya berusaha membuat ia yakin dan menerima perasaan saya. Akhirnya saya diterima juga. Dia adalah calon istri saya, kedepannya saya sudah tidak jomblo lagi. Tambatan hati saya ,,,,, Sisilia " Raka menaikkan dagu Sisilia yang tertunduk malu, wajahnya memerah bak tomat.


"Calon istriku, ada yang mau kamu sampaikan?". Raka melirik Sisilia.


Sisilia menggeleng dengan cepat.' apa yang aku harus omongin coba. Apa ini semacam publikasi. Apa kita mempublikasikan hubungan kita kayak artis. Tapi bener juga sih , ini memang acara publikasi hubungan secara dadakan. Kak Raka gak bisa aku tebak, aku pikir kita menyampaikan hubungan dengan cara yang elegan, tapi yaudahlah . Udah terlanjur juga ya terima aja deh Sisilia '


Raka kembali bersuara " Saya minta semua karyawan yang sudah menjadi keluarga saya dalam RBD CYNOC mendukung kami, dan jangan membuat calon istri saya merasa tidak nyaman saat bertemu!". Raka menatap Sisilia dan tersenyum bahagia.

__ADS_1


Orang yang mendengar hanya mengangguk sambil menatap Sisilia. Sisilia juga tidak berkomentar dan hanya tersenyum saja.


' Senyum saja Sisilia, Senyum adalah cara terbaik untuk menghadapi situasi macam ini. Lagipula kamu yang lebih dulu mengumumkan kalau kamu adalah calon istrinya Raka. Sekarang kamu benar-benar menjadi calon istrinya. Jadi,, tersenyum lah karena tersenyum tidak akan menghabiskan banyak uang dan tenaga.'


Karyawan yang ada disana ramai ramai memberikan selamat. Raka dan Sisilia keluar diiringi tatapan tatapan kaget karyawan. Brian dan Doni hanya melambaikan tangan lunglai. Mereka Hanya berharap untuk kembali ke hotel dan tidur agar mata yang berat menjadi senang untuk dibuka.


Di sisi lain, Fandi yang melihat kejadian itu tak tau bagaimana harus bereaksi. Di satu sisi ia sangat bersyukur karena Raka menjalin hubungan dengan Sisilia. Artinya, Raka sudah tak ada kemungkinan kembali dengan Kesya. Namun di sisi lain, ia tak bisa menerka bagaimana perasaan Kesya jika berada disana.


Untung saja Kesya belum datang, Karena hari ini Kesya ingin bertemu lagi dengan Raka di hari terakhir Raka di Jakarta. Fandi memberitahukan jadwal Raka yang terakhir sehingga Kesya datang sesaat sebelum Raka melambai pada Sisilia.


Kesya yang melihat kejadian itu terduduk di balik tembok. Kakinya lemas untuk berdiri, mendengar Raka menyebutkan nama perempuan lain menjadi calon istri. Dahulu itu menjadi miliknya, tidak itu memang miliknya. Jika saja ia tidak selalu beralasan menolak Raka dan keinginan Raka untuk menikahinya. ou Kesya yang menyedihkan.


Fandi mencoba menghubungi Kesya, berharap Kesya tidak melihat hal itu. Fandi berjalan sambil celingukan mencari keberadaan Kesya. Lalu Fandi menyadari beberapa karyawan sedang membicarakan Kesya. Tentu saja karena karyawan disana adalah kebanyakan alumni dari kampus mereka.


yang dibicarakan adalah mantan pacar Raka yang tiba-tiba putus setelah 5 tahun berpacaran. Kesya yang melihat kejadian Raka membawa calon istri ke perusahaan. Kesya yang sudah dilupakan dan tidak memiliki harapan lagi dengan Raka.


Lalu beberapa karyawan juga membicarakan betapa beruntungnya Sisilia. dan betapa cocoknya mereka karena terlihat nyaman satu sama lain.


Fandi melihat perempuan yang ditatap beberapa karyawan. Fandi segera berlari kesana dan melihat Kesya yang terduduk meremas jemarinya dan bergetar. Fandi membantu Kesya berdiri dan menarik Kesya menjauh darisana. Jika keadaan Kesya seperti itu, berarti Kesya sudah mendengar ucapan Raka.


" Kamu gak papa Kei?". Fandi langsung membuka obrolan dan membuyarkan pikiran Kesya yang melayang kemana-mana.


Kesya hanya menggeleng dan meneguk air dari botol sampai habis. Kesya meremukkan botol itu dan memelintirnya.


" Raka udah umumin kalau Sisilia adalah calon istrinya, artinya kamu udah gak bisa...". Belum selesai Fandi berbicara, Kesya langsung memotong.


" Siapa Sisilia itu Fandi, kenapa dia bisa tiba- tiba berada di sisi Raka". Kesya membuang botol remuk itu ke bawah.


" Setau aku Sisilia adalah alumni kampus kita , lebih muda dari aku dua tahun, dia ada di organisasi yang sama kayak aku, terusss...,". Fandi masih berpikir tapi Kesya memotong lagi.


" Maksud aku kenapa dia bisa Sama Raka. Sejak kapan mereka deket?". Kesya terdengar risih.


" Aku gak tau masalah itu sih, kayaknya sejak Raka pindah ke perusahaan cabang. Atau mungkin mereka adalah teman lama, karena Raka bangun perusahaan di daerah yang sama dengan tempat tinggal Sisilia." Fandi mencoba menebak.

__ADS_1


"Mereka gak mungkin teman lama. Pasti Sisilia itu yang coba memikat Raka karena tau kalau Raka itu kaya" Kesya berspekulasi sendiri.


" gak mungkinlah Kei". Fandi mencoba menyanggah.


" Bukannya Kamu tau alasan Raka bangun cabang di daerah itu?".


Fandi mengatakan Raka memilih daerah itu karena hanya berjarak beberapa jam dari tempat tinggalnya. Hanya berbeda kota saja dan lingkungannya nyaman.


" Tuh kan, udah jelas dia ngejar Raka karena Raka yang terkenal kebetulan dekat dengan dia. Dia pasti mau manfaatin kekayaan Raka"


Fandi menarik nafasnya kesal medengar ucapan Kesya yang tanpa filter itu. " Aku tau kamu gak bisa Nerima hubungan mereka Kei. Tapi ucapan kamu buat Sisilia itu gak benar Kei. Sisilia bukan perempuan seperti itu. dia bahkan gak dekat dengan laki-laki selain sepupunya. Aku juga dekat dengan Rini sahabatnya Kei udah kayak adik aku sendiri".


" Kamu yakin masih ada cewek yang gak dekat dengan laki laki lain Fandi. Bahkan aku ". Kesya menahan ucapannya karena ia mencoba mengingat kalau ia juga dekat dengan beberapa laki-laki walaupun sudah memiliki Raka.


" Jangan nuduh Sisilia sembarangan Kei!". Fandi menurunkan nada bicaranya. dan menghidupkan mesin mobil.


" Kamu kok ngebelain dia sih. Jangan jangan kamu suka ya sama..dia ...aaaaww Fandi"


Fandi melajukan mobilnya dengan kencang, membuat Kesya terkejut. Kesya berusaha menjaga kestabilan dengan memegang Seatbelt.


" Kamu jangan menyimpulkan sesuatu secara sembarangan Kei. Kamu tau kan wanita yang ada di hati aku cuma kamu. dan juga Sisilia gak mungkin seberani itu manfaatin Raka, apalagi Raka adalah orang yang teliti dan penuh perencanaan." Fandi menatap Kesya dalam.


'Benar juga, Raka gak mungkin gak tau siapa Sisilia,' Kesya melihat keluar jendela.


"dan juga kamu dengerkan Raka ngomong apa?. Raka yang bikin Sisilia Nerima perasaannya". Fandi menurunkan Kesya di dekat tempat kerja Kesya. Kesya lalu turun dan berjalan mau masuk.


Sebelum Kesya menjauh, Fandi menurunkan jendela kaca mobilnya dan memanggil Kesya " Kei, Kamu harus ingat, aku cuman suka kamu".


Kesya yang mendengar Fandi hanya kembali menuju kantornya.


Fandi lalu menjalankan mobil dan kembali berhenti, ia menjulurkan kepalanya ke luar jendela dan meneriaki Kesya " Ingat Kei, tanamin di otak kamu!". Kesya kembali berjalan setelah mendengar Fandi.


Sekali lagi, Fandi berhenti dan mulai berteriak " Kei". Belum selesai ia teriak Kesya berbalik dan berteriak " Ia tau buruan balik !" Kesya buru-buru masuk ke kantornya sebelum Fandi kembali berteriak.

__ADS_1


Bersambung. ...


__ADS_2