Takdir Masa Depan Cinta

Takdir Masa Depan Cinta
Tamu Tak Diundang


__ADS_3

Pagi harinya...


Sisilia sudah siap dari tadi. Sesilka juga sudah memakai riasannya. Rini juga sudah membuat berbagai list kekurangan dari penginapan itu. Rasa kesalnya sudah tertutupi oleh rasa profesionalisme kerja.


Semalam Brian sudah memberi tahu maksud mengajak karyawan terpilih ke kampung Doni terutama untuk karyawan wanita. Rini langsung berjanji pada Brian usai makan malam kalau ia akan profesional dalam menilai semua bagian dari penginapan milik Doni itu.


Jadilah sekarang, Rini membuat list agar semua pekerjaannya tetap terlihat rapi dan ia sungguh-sungguh dalam memberikan penilaian. Sisilia hanya menggeleng pelan melihat kesungguhan sahabatnya itu.


" Jadi pegawai berprestasi itu memang beda ya." Sisilia melirik Sesilka yang tidak perduli.


" Selamat ya Rini, semalam aku belum sempat ucapin. " Sisilia duduk di ranjang Rini.


" Buat apa Sil?"


" Ya, karena kamu adalah satu dari 10 orang pegawai yang berhasil membuat prestasi." Sisilia bertepuk tangan dan melirik Sesilka. Membuat Sesilka terpaksa ikut bertepuk tangan juga.


" Ah, biasalah Sil. " Rini tidak bisa menyembunyikan rasa bangganya.


Mereka berjalan menuju restoran. Tak disangka wanita cantik yang sosoknya tak asing berdiri disana. Melihat Raka dengan tatapan yang berbeda sambil merangkul tangan Raka.


Raka melepaskan tangan wanita itu, dan melihat kedatangan Sisilia. Raka segera menghampiri Sisilia yang terpaku melihat wanita cantik itu.


" Sisilia ayo, saya sudah ikut siapkan makanan yang enak di restoran ini." Raka menarik tangan Sisilia lembut.


Saat mereka duduk di meja besar berbentuk bulat itu, Raka berada di tengah Sisilia dan wanita itu. Beberapa saat Sisilia masih berusaha mengingat wanita yang berada di sebelah Raka itu.


Sampai Sisilia kaget sendiri dalam hatinya. Kesya, dia adalah Kesya. Mantan pacar Raka yang dahulu, pasangan idaman yang akhirnya berpisah.


Mengapa Wanita ini ada disini. Apa dia secara tidak sengaja kebetulan sedang berlibur. Atau dia datang untuk menemui Raka.


Sisilia melihat ada Fandi yang ikutan datang. Rini yang berada di sebelah Sisilia berbisik padanya.


" Dua orang tamu tak diundang tiba-tiba datang kesini Sil." Rini risih dengan keberadaan Kesya lebih dari kesal dengan memikirkan Fandi berkoar kalau ia adalah adik lelaki itu.


" Udahlah Rini mungkin keberadaan mereka cuma kebetulan saja." Sisilia balas berbisik pada Rini.


Saat semua hidangan sudah berada di meja, mereka segera mengambil ke piring masing-masing. Raka membukakan kerang yang berada dalam kuah panas kepada Sisilia.


" Sisilia, kamu gak ada alergi makanan laut kan." Raka masih mencoba membuka beberapa kerang lainnya.

__ADS_1


" Gak ada kok kak Raka." Sisilia sudah ngiler ingin mencicipi isi kerang yang sudah dibuka dengan jerih payah seorang Raka.


Rasanya sangat enak. Isi kerang itu langsung pecah di mulut Sisilia. Ia mengambil beberapa telur dadar ke piringnya untuk dicoba. Rasa telur dadar itu cukup enak menurut Sisilia, sehingga ia mau menaruhnya di piring Raka.


" Karena aku gak bisa lihai bukain kerang, aku ngambilin dadar buat kak Raka aja deh." Disertai seringai tipis khas Sisilia.


" Kamu tau gak kalau Raka itu gak suka telur dadar." Kesya bersuara membuat suasana menjadi canggung.


Kesya menghalangi sendok berisi potongan telur dadar yang dipegang Sisilia. Sisilia tetap tak bergeming dan terus memegang gagang sendok itu.


Raka memegang tangan Sisilia dan memasukkan telur dadar itu ke piringnya. " Kalau kamu yang kasih, saya suka. Tapi saya lebih suka telur dadar buatan kamu Sisilia." Diikuti senyuman menawan Raka.


Sisilia juga ikut tersenyum pada Raka. Telur dadar buatan aku.


Kesya hanya terdiam dan menyuap makanan yang sudah menganggur di piringnya. Kesya tak berkata lagi setelah melihat tindakan dan mendengar ucapan Raka pada Sisilia.


Tindakan Raka Membuat karyawan yang duduk di meja lainnya bersama Brian dan Doni saling berbisik. Brian langsung menggunakan bahasa isyarat mereka berkomunikasi dengan Doni.


" Menurut loe Raka sengaja memuji Sisilia karena itu kenyataan atau sengaja bikin Kesya Kesal?." Brian bertanya.


" Kagak tau, dua-duanya kali." Doni membalas.


" Menurut gue dia sengaja Manas-manasi Kesya." Brian kembali menebak.


Bukan hanya karyawan saja yang berbisik, tapi Tina yang melihat kejadian itu ikut berspekulasi. Mantan yang meresahkan, ckck. Tina terus melihat tatapan berbeda dari Raka kepada Kesya dan dari Raka kepada Sisilia.


Dari tatapan Raka, jelas sekali bahwa Raka sangat perhatian sepenuhnya pada wanita bernama Sisilia dibanding wanita yang bernama Kesya alias mantannya itu. dan Sikap tenang dari Sisilia meskipun tau kalau ada mantan orang yang dicintainya berada dekat seperti itu cukup membuat Tina merasa kagum.


Seusai makan Raka langsung menjajaki pertanyaan penting pada Fandi. " Kenapa kesini juga, ?


" Saya Makai jadwal liburan buat kesini pak." Fandi melipat tangannya, menjawab sebagai bawahan Raka.


" Ooh ya sudah kalau begitu. Nanti temui saya sebentar sebelum kita pergi ke pantai !". Raka menyuruh sebagai atasan dan dibalas anggukan dari Fandi.


" Kamu gak nanyain aku Raka." Kesya mencoba merangkul tangan Raka yang langsung dielakkan oleh Raka.


" Tidak perlu, kamu dibawa oleh bawahan saya Fandi, itu urusan Fandi. Sama seperti saya membawa calon istri saya Sisilia." Raka tak memperdulikan raut wajah Kesya. dan hanya menatap Sisilia yang sudah kesemsem disana.


Sisilia mencari baju yang pas. Pilihannya jatuh pada kaus lengan pendek bewarna pink dan celana yang panjangnya nanggung, sedikit dibawah lututnya.

__ADS_1


Sesilka datang sambil membawa baju renang yang cukup seksi. " Pakai ini Sisilia, maksud aku. Yia kamu harus pakai ini !."


" Hah kamu bilang kita harus pakai panggilan lengkap, pakai manggil aku Yia lagi. asing tau . Sisilia mengambil pakaian dari tangan Sesilka dan melihat modelnya.


" Ya ampun, baju apaan tuh enggak ah. " Sisilia melempar baju itu ke ranjang.


Rini melihat baju itu. " Bagus loh Sil, setidaknya kak Raka akan Mandang kamu terus tanpa berpaling."


" Kamu pikir kak Raka akan Mandang aku. yang ada semua orang bakalan memandang aku aneh tau gak. Lagipula, aku gak suka pakaian terbuka kayak gitu." Sisilia memakai riasan pelindung matahari ke seluruh tubuhnya yang tak terlindung.


" Kamu gak suka. Gimana kalau Kesya si tamu tak diundang itu pakai pakaian seksi. Kamu bakalan kalah Sil." Rini belum menyerah.


" Lebih baik tanya kak Raka aja ya. Aku yakin kak Raka gak suka." Sisilia memfoto pakaian itu dan mengirimkannya pada Raka menanyakan pendapat Raka.


Raka membalas pesan Sisilia " SUKA"


" Hah tuh kan kak Raka suka. dia balas pakai tulisan yang tebal." Rini antusias.


Sebuah pesan kembali muncul


' Kalau kamu pakai pakaian itu, nanti saya bawakan sarung milik Doni'


" Sarung buat apa" Sisilia, Rini dan Sesilka penasaran.


' Buat apa kak Raka'. Sisilia membalas diikuti emot kebingungan dan tanda tanya.


' Kalau orang lain lihat kamu dan naksir kamu bagaimana. Sarung buat nutupin badan kamu. Kamu boleh cantik setelah jadi istri saya dan hanya boleh cantik di depan saya. Jangan sampai orang lain melihat kamu yang manis dan cantik.


Maksud saya kamu itu sangat sudah sangat cantik, jangan perlihatkan pada orang lain'


Rini langsung mual membaca pesan dari Raka. Sesilka juga langsung memasukkan pakaian itu kembali ke dalam tasnya.


Sisilia membalas pesan Raka. ' Itu bukan pakaian aku kok. Aku juga tidak berniat memakainya'


" Ayo kita keluar." Sisilia memasukkan hp di tas kecilnya.


Mereka bertiga menuju ke pantai bersama-sama. an. Mereka memakai baju kaus pendek atas ide Sisilia. dan Rini memakai celana panjang beserta Sesilka memakai Rok pendek yang dilapisi celana di bagian dalamnya.


Pakaian adalah cerminan diri, begitulah akhirnya tidak ada satupun yang memakai pakaian renang seksi. Berniat pun sudah tidak ada, karena Sisilia mereka terlihat sopan walaupun berada di pantai.

__ADS_1


Bersambung...


.


__ADS_2