Takdir Masa Depan Cinta

Takdir Masa Depan Cinta
Dipaksa Menyerah


__ADS_3

Malam hari..


Semua orang kini berada di dekat restoran Doni sambil memasak ikan bakar. Sisilia duduk sambil memakai kain yang dibawakan Raka.


Sebenarnya pakaian Sisilia sudah cukup tebal untuk menghadang dinginnya malam yang menusuk kulit itu. Tapi karena Raka sengaja membawakan untuknya, terpaksa Sisilia memakai kain itu dan duduk agak jauh dari api agar ia tak kepanasan.


" Kalau kamu masih dingin, saya bawa jaket yang tebal kok. Biar saya ambilkan." Raka sudah berdiri bersiap mengambil jaketnya.


Sisilia menahan Raka. " Gak usah kak Raka. Ini bahkan udah lebih dari cukup, aku bahkan bisa tidur karena hangatnya pas."


' Sumpah ini udah gerah banget sih.'


***


Fandi membawakan sebuah kain untuk menutupi tubuh Kesya. Kesya menerima kain itu, bayangan Raka yang sudah tak peduli padanya makin terlihat karena kain yang dibawa Raka adalah untuk Sisilia bukan untuknya.


" Kamu kenapa gak pakai baju yang lebih tebal Kei?." Ucap Fandi pada Kesya.


" Ini yang paling pas Fandi kalau kamu gak suka ya gak usah dilihat." Kesya melihat kobaran api yang membakar ikan dan tetesan minyak menambah aroma harumnya.


" Suka, tapi kamu bisa masuk angin Kei." Fandi takut jika Kesya masuk angin karena dinginnya udara sekitar.


" Gak akan Fandi, nih." Kesya memperlihatkan tangannya yang sangat dekat dengan api, sehingga panas api sudah berpindah ke seluruh tubuhnya.


****


Teman teman Tina baru saja datang ke tempat mereka. Sekitar 5 orang wanita seusia dengannya datang membawa beberapa camilan. Tina sengaja mencari teman yang belum menikah agar bisa datang tanpa alasan. Tina memperkenalkan mereka pada semua yang berada disana.


Karyawan laki-laki dari perusahaan Raka berusaha menggoda, dan dihentikan oleh Doni agar mereka menjaga sikap. Beberapa dari mereka terlihat kagum dengan ketampanan Raka.


Salah satu dari mereka mencoba mendekat ke arah Raka untuk duduk sambil berkenalan. Ia menarik rambutnya ke belakang telinga dan merapikan pakaiannya. Sebelum ia duduk, Raka langsung menyadari gerak-geriknya.


" Sisilia boleh saya lihat tangan kamu?." Raka menyodorkan telapak tangannya.

__ADS_1


Sisilia yang tak tau apa-apa memberikan tangannya dan meletakkan di atas tangan Raka. Apapun itu Raka seharusnya berbuat sesuatu yang berguna.


" Tangan kamu cukup dingin. Saya gak mau calon istri saya merasa kedinginan, kamu mau kita pindah Sisilia?." Raka mengelus tangan Sisilia yang hangat dan mengisyaratkan untuk pindah ke dekat api.


' Kedinginan, bukannya tangan aku hangat ya. Aku mungkin bisa manasin minuman. Kalau lebih dekat sama api mungkin aku bisa ikutan bikin ikan bakar sama tangan aku.


" Enggak usah kak Raka, aku udah merasa hangat." Sisilia menolak dengan halus menurutnya.


" Ya sudah kalau kamu merasa hangat." Raka melepaskan tangan Sisilia.


Sisilia hanya tidak tau saja kalau Raka sengaja bertanya agar tidak didekati wanita yang baru datang. Benar saja, wanita itu langsung undur diri mendengar percakapan Raka dan Sisilia.


Setelah acara selesai, Kesya meminta untuk bertemu dengan Raka. Tentu saja Fandi juga berada disana atas permintaan Raka. Semua orang sudah kembali ke penginapan dan yang laki-laki di tempat Doni.


" Aku mau bicara berdua sama kamu Raka." Kesya menatap dua bola mata yang tidak berpihak padanya.


" Bicara saja, saya dengar kok." Raka menarik ujung bajunya dan membersihkan noda yang tersisa.


" Kamu kenapa jadi kaku gini sih sama aku Raka." Kesya berusaha membuat Raka menatapnya.


" Tapi aku bukan orang lain Raka. Kamu biasa manggil aku Kei. Panggil aku seperti biasanya saja Raka." Kesya berbicara tanpa spasi.


" Kamu siapa, kamu memang mantan pacar saya. Apa itu patut dibanggakan?. Kenapa saya harus manggil seperti itu karena hubungan kita sudah tidak seperti sebelumnya. dan sekarang, kamu adalah orang yang.. " Raka berhenti, ia meminta Fandi mendekat.


" Kamu tak lebih tak kurang adalah orang yang dibawa oleh Fandi. Saya gak bisa larang kalian ikut acara saya karena Fandi juga bagian perusahaan. Tapi kalau berani membuat kacau, lebih baik kalian pulang." Raka sekaligus berbicara menekankan ucapannya dengan Fandi dan Kesya.


" Baik bang, tapi saya yang bawa Kesya. Semua ini salah saya bang." Fandi mencoba bersikap hormat karena memang ia datang tanpa sepengetahuan Raka. Sebenarnya Raka sudah tau alasan Fandi datang karena Kesya yang mendesak.


" Bukan, ini aku yang mintak sama Fandi. Aku pengen ketemu kamu Raka. Ini bentuk usaha aku buat kembali sama kamu." Kesya memegang tangan Raka.


Raka melepaskan tangan Kesya. " Buat apa Kesya, saya sudah memaafkan kesalahan kamu harusnya kamu bersyukur. Sekarang saya minta agar kamu jangan membuat saya merasa risih!."


" Justru aku mau bikin kamu risih, kamu kan dulu risih karena punya perasaan sama aku. Sekarang kenapa enggak, kita bisa ulang lagi." Ucap Kesya masih belum menyerah.

__ADS_1


" Dalam kamus hidup saya, kalau sudah gagal berarti itu memang bukan jalan saya. Gak ada yang namanya ulang karena semuanya sudah jelas."


" Tapi Raka."


" Ini peringatan terakhir saya, sekarang saya masih bersabar. Saya bilang risih bukan karena perasaan buat mantan. Tapi risih kalau ada yang berani mengganggu calon istri saya. Kalian kenal kan Wanita yang bernama Sisilia tadi." Raka menyunggingkan senyumnya.


" Tapi aku juga bisa jadi calon istri kamu. Dulu kamu juga sempat bilang kalau aku itu.."


Raka memotong ucapan Kesya. " Stop, dulu saya dan mantan pacar saya tidak berpikir ke arah situ. Dia terlalu fokus dengan karirnya."


" Raka sekarang aku udah sadar. Kamu harusnya bisa ngehargain usaha aku dong." Kesya frustasi.


" Usaha buat apa. Kita gak bisa kembali lagi. Saya sudah memaafkan kamu. Tapi Perasaan saya sudah tidak sama lagi. dan Saya tekankan sekali lagi. Camkan ini baik-baik, ini adalah peringatan terakhir saya, jangan ganggu saya terutama jangan pernah ganggu atau mengusik calon istri saya. Saya gak akan memaafkannya siapapun itu." Raka berlalu meninggalkan mereka.


" Raka, kenapa kamu gak bisa kasih aku kesempatan." Kesya menahan Raka.


" Kesempatan yang kamu butuhkan adalah, kesempatan untuk berdamai dengan kenyataan. Fandi bawa Kesya balik kalau dia masih mengganggu acara saya." Raka melepaskan tangan Kesya dan berlalu.


Kesya membuang kain yang diberikan Fandi. Ia tak terima dengan Raka. Fandi memungut kain itu dan memberikan pada Kesya kembali.


" Kenapa Raka sama sekali tak tersentuh sama keinginan aku Fandi." Kesya mulai menangis.


" Aku pikir bang Raka benar Kei." Fandi mengusap air mata Kesya.


" Kenapa, kenapa kamu pikir hubungan 5 tahun lebih kita gak ada artinya?." Kesya masih sesenggukan.


" Kamu memang sudah harus berdamai dengan kenyataan Kei. Sudah seharusnya kamu menyerah." Fandi menenangkan Kesya.


" Aku dipaksa Menyerah Fandi. Oleh keadaan, aku dipaksa Menyerah, kamu ngerti gak. " Kesya berteriak sambil mengusap air matanya sendiri.


" Aku gak ngerti kenapa kamu ingin kembali sama Raka. Kamu masih cinta dia atau gimana Kei. Udah lama aku pengen nanya hal ini. Kamu cuma nyebutin hubungan kamu yang.." Belum selesai Fandi berbicara, Kesya langsung meminta pulang dengan alasan ingin mempersiapkan acaranya yang masih lama.


hubungan kamu yang 5 tahun, tapi kamu gak pernah nyinggung cinta. ini perasaan bersalah Kei bukan cinta tapi kamu menyangkalnya.

__ADS_1


Fandi menyetujui permintaan Kesya untuk kembali. Mereka memutuskan untuk kembali esok hari pagi sebelum semua orang datang keluar dengan agenda mereka.


Bersambung...


__ADS_2