
Raka sudah tau nomor kakaknya Sisilia, namun ia belum pernah melakukan panggilan. Kini Raka ingin mengatakan kalau ia sudah menyatakan perasaan pada Sisilia. Karena Sahila sebelumnya tidak keberatan jika Raka memang menyukai dan mau menjaga adiknya.
Sahila mendengar penjelasan Raka. Sahila hanya mengatakan kalau Ia tau Sisilia sebenarnya menyukai Raka, namun Sisilia memang sulit mengungkapkan perasaan.
Sahila meminta Raka agar memahami hal itu.
Tentu saja Raka paham, Raka memberitahukan Sahila hanya agar Sisilia tau kalau ia benar -benar serius.
****
Sisilia pulang ke rumah..
Sahila dan Septian suaminya hari ini menginap disana, karena Sahila Rindu dengan masakan Rumah Ibunya. Sisilia langsung menggendong Cherryl. Anak perempuan Sahila yang masih berusia 3 tahun lebih itu.
" Kok udah berat aja sih keponakan tante". Cherryl dengan senang hati menarik dan memainkan rambut Sisilia.
Selesai makan malam dan semua orang sudah tidur, Sahila mengajak Sisilia untuk mengobrol. Kebetulan Rini baru pulang, ia langsung mengobrol dengan kakak beradik itu. Biasanya saat Rini pulang lembur, Sisilia sudah terlelap, tapi kini tampaknya ada sesuatu yang penting sampai mereka masih terbangun.
" Kamu terima pengakuan dari Raka ya Sisilia". Sahila langsung to the point membuat Rini kaget beserta Sisilia.
" Jadi kak Raka nyatain perasaannya ke kamu Sisilia?". Rini menggoyangkan badan Sisilia dengan bersemangat.
" kok kakak tau?". Sisilia tak pernah memberi tahu siapapun.
" Raka yang ngomong". Ucapan Sahila membuat Sisilia menganga, apa Raka ingin memberi tahu semua orang.
" Kak Raka ngasih tau kak ila?". panggilan Sahila juga adalah ila, kadang Sisilia memanggilnya kak ila atau kakak saja. Terserah mereka karena karena mereka yang punya keluarga.
Tanpa mereka sadari Ibu Mereka sudah ikut duduk di kursi tamu. " Kok ibu belum tidur?". Sisilia berbisik.
" Ibu penasaran kakak kamu mau ngomongin apa, alasan saja dia kangen masakan ibu". Tentu saja Ibu tau sifat anaknya, inilah yang disebut feeling seorang Ibu .
Sahila mengatakan agar Sisilia jangan memikirkan hal di luar perasaannya. Jangan memikirkan mengenai derajat atau Hal yang sejenis. Karena Raka berjanji itu bukanlah masalah bagi keluarga mereka.
Keluarga Raka tidak pernah menilai dari siapa orangnya tapi bagaimana orangnya. Sahila percaya hal itu karena Raka memberitahukan kalau keluarganya sangat menyetujui jika ia menyukai Sisilia.
' Bahkan kak Raka juga bilang sama kak ila kalau orang tuanya setuju aku jadi calon istri dia ya?'
" Apa kak Raka bilang kalau mamanya tau aku sebagai calon istri kak Raka?". Ucapan Sisilia membuat 3 wanita disana melihatnya.
" Wah itu artinya kamu udah disetujuin Yia, Ibu, bentar lagi anak bungsu Ibu gak melajang lagi". Sahila memegang tangan Ibunya.
__ADS_1
" enggak, itu salah paham, ya kan Rini?". Rini malah tidak membela Sisilia dan ikut berbahagia bersama Ibu dan kakak Sisilia.
Sahila penasaran bagaimana Cara Raka meraih hati kedua orang tua mereka. Dulu Septian juga merasakan Hal itu, saat meminta restu membangun hubungan. Bahkan untuk menikah. Apalagi Ayah mereka sangat menyayangi Sisilia.
Sahila mengatakan " Sisilia ,meskipun ada 7 miliyar orang di dunia, jodoh pasti ketemu Sisilia"
" Kak Ila ,Ceritain dong awal mula ketemu sama bang Septian. Aku belum dengar ceritanya!". Rini memelas.
Sahila dari dulu tidak mau menceritakan awal pertemuan ia dan Septian. Dia bilang itu akan sangat membosankan dan seolah membuat ia sengaja mendekati Septian. Meskipun itu Bisa dibilang benar.
Sisilia juga meminta Sahila menjelaskan karena ia Juga ingin yakin, kalau Pertemuan ia dan Raka yang tak disengaja apakah campur tangan dari takdir. Ibu mereka malah ikutan memaksa Sahila bercerita.
Sahila luluh dan akhirnya bercerita...
Dulu saat Sahila direkrut sebagai penyiar radio utama, ia diminta mewawancarai profesi yang bisa menarik di radio, sekaligus menginspirasi anak muda. Sahila awalnya ingin mencari seorang artis, karena temannya menyarankan hal itu.
Sahila meminta temannya mencari jadwal artis, Sahila lalu menelusuri penerbangannya. Namun ternyata itu adalah jadwal penerbangan palsu, teman Sahila meminta maaf di telfon, karena Artis itu ternyata sudah sampai di lokasi syutingnya satu minggu sebelumnya. dan Artis itu akan kembali dua bulan berikutnya.
Sahila sudah kedinginan duduk di bandara. Sampai Septian, pilot yang bertugas pulang dari bandara ke asramanya melihat Sahila.
Ia biasanya langsung mengabaikan orang tak tahu diri yang menunggu sampai berjam-jam itu. Atau Septian melapor ke petugas bandara.
Ia mengira Sahila adalah gadis yang diputuskan pacarnya di bandara " Ini silahkan minum, saya bukannya sok akrab. Tapi kalau dia ninggalin kamu artinya kamu dan dia belum berjodoh. Kamu bisa cari laki-laki lain". Septian menyodorkan kopi.
" Saya gak ditinggalin, punya pacar aja gak ada". Sahila tersedu. "Pacar gak ada, baru mau jadi penyiar utama malah gagal". Sahila makin tersedu.
" Penyiar utama?".
Sahila mengangguk, melap air matanya dan menyeruput kopi. " aduh panas". Sahila memegang bibirnya.
Septian meminta maaf, entah apa kesalahannya. Sahila menatap Septian dan berterima kasih atas kopinya. Sahila lalu bertanya apa profesi Septian. Septian menjawab kalau ia adalah seorang Pilot.
Tiba-tiba Sahila memikirkan ide lainnya. Lalu meminta Septian agar mau ia wawancarai. Namun Septian menolak, ia tidak suka tampil di TV, karena ia mengira Sahila adalah penyiar di Televisi.
Sahila mengatakan kalau ia penyiar Radio, jadi Septian harus mau. Septian tetap menolak dan segera pergi. Namun Sahila menumpahkan kopi ke sepatu Septian. Setelah Septian melap sepatunya ia langsung menghilang.
Keesokan harinya Sahila datang ke bandara dan meminta bertemu dengan Septian yang sedang tidak ada jadwal. Sahila mengatakan kalau ia adalah pacar Septian dan memberikan Nametag Septian yang ketinggalan. Padahal nametag itu ia ambil saat Septian sedang melap sepatunya. Sahila meminta nomor Septian karena ia curiga Septian selingkuh memakai nomor baru.
Begitulah Sahila mendapatkan nomor Septian. Ia terus menghubungi dan mengirim pesan bertubi-tubi. Septian tidak bisa mengganti nomor atau memblokir Sahila. Karena Sahila sering memakai Nomor teman temannya untuk terus menghubungi Septian.
Setiap hari Sahila mengirim makanan atau mengabarkan makanan sendiri untuk Septian. Semua petugas bandara tau kalau Sahila adalah pacar Septian meskipun Septian mengelak.
__ADS_1
Septian menelfon Sahila dan memperingatkan agar Sahila berhenti mengganggunya, atau ia akan melaporkan Sahila. Sahila memelas meminta Septian datang ke kantor penyiaran Radio tempat ia bekerja agar tidak diganggu lagi. Sahila berjanji hanya untuk satu kali saja.
Septian terpaksa mendatangi kantor penyiaran radio Sahila, awalnya ia ingin membuat Sahila jera dengan perbuatannya. Septian berencana melapor ke atasan Sahila, namun diurungkan karena orang orang membicarakan Sahila yang dimarahi hampir satu jam oleh atasan.
Septian lalu menanyakan keberadaan Sahila dan mengatakan kalau ia mau diwawancarai Oleh Sahila dan menunjukkan kartu identitasnya.
Saat Septian ingin masuk ke ruangan, ia mendengar Sahila masih dimarahi. " Kamu bilang kamu bisa mewawancarai artis, saya kasih waktu seminggu malah kamu bilang gagal dan akan mewawancarai pilot. Sebenarnya kamu serius gak sih". suara pria itu meninggi.
" Saya serius pak, saya pastikan besok dia mau pak"
"Besok.?. saya harus mengganti kamu dengan yang lain"
" Jangan pak, ini impian saya pak". Sahila menahan suaranya.
Septian lalu mengetuk pintu dan mengatakan kalau ia bersedia diwawancara. Saat diwawancara sepertinya Septian terpesona dengan Sahila.
Saat Sahila berterima kasih dan memberikan gaji Septian, ia mentraktir Septian untuk terakhir kalinya. Sebagai tanda terimakasih karena ia berhasil jadi penyiar utama dan permintaan maaf karena terus mendesak Septian.
Hari-hari dimana Septian tidak menerima pesan atau panggilan dari Sahila membuat ia Rindu. Ia juga secara tak sengaja mencari makanan yang biasa dibawakan Sahila. Namun sudah tidak ada lagi. Septian sadar kalau ia menyukai Sahila dan berbalik mengejar Sahila.
" Terus kakak langsung terima dia?". Sisilia penasaran.
" Ya enggaklah, kakak gak terima dia langsung. Tapi dia berusaha membuktikan perasaannya sama kakak. Yaudah deh diterima".
" Gak ada halangan dong, hubungan kak ila, mulus kayak jalan tol". Rini merasa iri.
" Mulus gimana, kakak pernah berantem gara gara kakak ngira dia selingkuh sama pramugari"
" Jadi Septian dulu nyelingkuhin anak Ibu". Ibunya terdengar kesal.
" Enggak bu, Septian gak selingkuh. Cewek itu aja yang keganjenan. Dia gak rela Septian suka sama aku"
Akhirnya begitulah, walaupun Sahila sempat ingin melupakan dan Membenci Septian. Septian selalu membuat ia sadar dan yakin dengan Septian.
Ibu Sisilia atau biasa disebut buk Asti dan Rini beserta Sisilia mengangguk angguk mendengar cerita Sahila. Obrolan itu ditutup pukul 2 dini hari.
Sahila meminta Sisilia adiknya, maupun Rini yang ia sudah anggap sebagai adiknya juga percaya tidak ada yang salah mengenai bagaimana kita bertemu seseorang. Jika ia ditakdirkan untuk kita, pasti ada saja hal tak masuk akal yang membuat kita bisa bertemu.
Ibu mereka. Buk Asti juga menambahkan jika laki laki pilihan kita adalah orang yang tepat, Maka ia akan selalu mengutamakan kebahagiaan kita. Apapun rintangan pasti bisa dihadapi jikalau bersama.
Bersambung...
__ADS_1