Takdir Masa Depan Cinta

Takdir Masa Depan Cinta
Calon Istri


__ADS_3

Sepertinya Fandi sudah memberitahukan pada Kesya mengenai Raka dan Sisilia. Brian mewanti-wanti apa yang akan dilakukan Raka jika Kesya tiba-tiba melabrak Sisilia.


Raka tidak menghiraukan perkataan Brian dan menyuruh Brian Fokus pada urusan Perusahaan saja. Beberapa hari ke depan mereka harus memastikan program pelayanan baru dari perusahaan benar-benar aman dan bisa dimengerti oleh tiap departemen dalam Perusahaan baik pusat maupun cabang.


Doni juga tidak ikut campur mengenai Kesya ataupun Raka. Tampaknya yang khawatir disini hanyalah Brian saja.


Akhirnya karena tidak ada respon dari dua kawannya, Brian ikut melihat file dan jadwal yang akan dibahas dan dilakukan besok. Setelah Brian larut dalam pekerjaannya, ia jadi sama dengan Raka dan Doni tidak terganggu dan tidak mau diganggu.


Kini mereka sudah berunding masalah pekerjaan sampai larut malam. Sebelum tidur Raka mengirim pesan pada Sisilia. Sebenarnya Raka juga tau kalau Fandi pasti akan memberi tahu Kesya jika ia berada di Jakarta.


Karena setiap kali Raka datang ke perusahaan pusat, pasti Kesya datang menemuinya dan mengajak bertemu. Tapi Raka tidak mau bertemu ataupun makan hanya berdua saja dengan Kesya, Raka pasti akan membawa Brian dan Doni agar Kesya tidak membahas masa lalu mereka. Terkadang Fandi juga diajak ikut sehingga Kesya dan mereka hanya bertemu sekedar untuk makan bersama saja.


Sisilia yang terlelap dalam tidurnya belum membaca pesan dari Raka. Esok harinya barulah Sisilia membaca pesan itu.


' Sisilia apapun yang terjadi kamu harus ingat satu hal, Saya yang dahulu dan saya yang sekarang bisa jadi sama. Tapi perasaan saya yang dulu dan kini sudah berbeda. Mungkin dahulu saya menyukai perempuan lain. Namun Sekarang perempuan yang saya sukai adalah Kamu. Jangan terintimidasi oleh apapun karena saya tidak suka itu. Jadilah apa adanya dan jangan tutupi apapun. Kamu bisa mengatakan pada semua orang jika saya masih mengejar kamu karena itu adalah fakta. Kamu juga harus percaya saya masih berusaha meyakinkan kamu dan kamu juga harus berusaha meyakinkan perasaan kamu.'


Sisilia yang sudah rapi dengan baju yang sesuai dengan gaya yang biasanya berjalan mengambil HPnya yang langsung ia cas tadi karena sudah kehabisan baterai. Sisilia tidak mengerti apa maksud Raka mengirimkannya pesan sepanjang itu. Tapi Sisilia membaca pesan itu berulang dan yakin pasti Raka punya maksud mengirimnya pesan teks, apa agar ia mengingatnya ya. usai Sisilia membaca, masuk pesan teks Sekali lagi


'Harus Ingatt yaa Sisilia!!!!!!!!!!!!'


" Hah tanda serunya banyak banget. Aku kan udah tau emang kenapa aku harus ingat". Sisilia keluar dari kamar hotel. Namun ia tetap mencoba mengingat pesan teks panjang itu, walaupun Raka aneh, tapi setiap yang dilakukan Raka selalu didasari rencana logis.


****


Sisilia yang datang pada pukul 9 ke perusahaan Raka, kembali merasa kalau ia adalah karyawan atas nama Raka. Sisilia meng scan nametag milik Raka agar ia bisa masuk.


Tampak banyak orang berbisik sambil menatap ke arahnya. Salah seorang karyawan wanita mendekat dan bertanya siapa Sisilia sebenarnya dan apa hubungan ia dengan Raka.


' Apa ini maksud kak Raka aku harus apa adanya dan jangan tutupi apapun. Mesti jawab apa coba, bilang kalau kak Raka ngejar aku. Nanti aku dikira sok jual mahal lagi'


Di tengah kebimbangan Sisilia menjawab asal " Saya adalah orang yang dekat dengan Raka"


Semua orang yang curi-curi dengar mendekat ke arah Sisilia. dan mulai menginterogasi apakah Sisilia adalah pacarnya Raka atau siapa.


"Saya bukan pacarnya". Sisilia setengah teriak.


" Terus siapa dong, kok bisa leluasa"

__ADS_1


" iya kok pakai nametag pak Raka".


Pertanyaan mereka membuat Sisilia merasa frustasi, apa yang harus ia jawab. Ooh tolong aku.


" Saya ,saya adalah Calon istri Raka". Sisilia tak sadar apa yang sudah ia katakan sekarang, dia tidak bisa menjawab pacar dan apa 'Calon istri, apa yang kamu pikirkan Sisilia'


Sisilia mencoba pergi namun orang-orang tidak percaya. Sisilia yang kesal mengatakan kalau ia dan Raka sedang menjalani hubungan yang serius sehingga orang lain tidak boleh tau.


Sisilia berbalik pergi meninggalkan kerumunan itu. Bukan hanya kerumunan karyawan yang ia tinggalkan. Tapi perusahaan juga, Sisilia menaiki taksi kembali ke hotel. Sisilia masuk kembali ke kamarnya.


Di kamar Sisilia langsung mengatakan apa yang terjadi pada Kakaknya Sahila.


" Gimana kalau kak Raka marah"


Sahila yang masih cekikikan disana meminta Sisilia agar tetap tenang. " Artinya kamu memang ingin jadi istrinya Raka, Yia"


" Maksud kakak apa". Sisilia semakin frustasi.


" Kakak kenal kamu dari kecil, bahkan sejak kamu masih bayi, adik kecil kakak sekarang udah mau nikah aja". Sahila masih menahan tawanya.


" Kayaknya kalau kamu udah mau nikah Ibu dan Ayah setuju deh, tinggal nunggu calon kamu buat minta restu ke sini"


" Iih kak ila bukannya kasih solusi kek!". Sisilia makin terdengar kesal.


" Kita semua udah pasrah kalau kamu memang mau kayak gitu ".


" apa"


Ternyata Sahila sedang berada di rumah Ibu dan Ayah mereka. Ayah Sahila yang tidak pergi ke kebun karena hujan, maupun Septian yang sedang libur. Tak lupa anaknya Cherryl, Sahila menekan tombol plus speaker di panggilan atas permintaan Ibunya, siapa sangka malah semua orang mendengar percakapan memalukan itu.


Sisilia mematikan panggilan dan HPnya. Malu, sangat malu. Sisilia masuk ke toilet dan duduk merenung disana. Ia mengacak-ngacak rambutnya.


****


Di Perusahaan...


Raka, Brian dan Doni baru usai mengadakan Rapat kedua. Fandi menghampiri mereka bertiga untuk makan siang bersama di luar.

__ADS_1


Raka lalu menelfon Sisilia agar mereka makan bersama. Tetapi nomor yang dituju malah tidak aktif.


Brian melihat Raka " Gimana Sisilia dimana?".


Doni mengusap perutnya " iya nih, gue udah laper banget."


Karyawan yang melewati mereka tampak berbisik sambil menatap Raka. Sementara Raka masih berusaha menghubungi Sisilia.


Brian lalu langsung bertanya mengenai apa yang terjadi pada karyawan yang terus menatap Raka dan saling memberi kode. Salah satu dari mereka memberitahukan apa yang terjadi.


Brian dan Doni langsung memberikan selamat pada Raka, Sisilia sudah mengumumkan hubungan mereka.


Brian berbisik" bukannya Sisilia itu tipe pemalu ya, tapi dia seberani itu "


" Justru itu, karena kepribadian Sisilia. Gue...". Raka langsung pergi ke ruangan CCTV dan melihat Sisilia yang langsung pergi keluar setelah di kerumunan.


Raka yang khawatir menelfon pihak Hotel memastikan apakah Sisilia sudah kembali. Karena pihak hotel membenarkan Sisilia sudah ada di kamar, namun tidak membuka pintu saat pelayan mengantar makanan membuat Raka makin khawatir.


Raka menyuruh Brian, Doni dan Fandi duluan saja makan siang. Ia harus melihat bagaimana keadaan Sisilia.


****


Di Hotel...


Raka mencoba mengetuk pintu kamar Sisilia namun tidak ada jawaban. Raka akhirnya meminjam kunci cadangan dan masuk ke ruangan hotel Sisilia.


Raka mengetuk pintu kamar Sisilia, karena tidak ada jawaban, Raka langsung masuk saja. Raka melihat HP Sisilia yang layarnya hitam karena dimatikan.


Raka langsung mencari la seluruh ruangan namun keberadaan Sisilia tak juga ditemukan. Ada satu tempat yang belum dilihat Raka, Toilet, ya toilet. Raka bergegas mengetuk pintu. Sekali lagi tidak ada jawaban dari dalam, Raka pun mencoba membuka pintu dengan menurunkan pegangan.


Raka masuk dan melihat Sisilia yang tertidur di dalam sana. ' Ternyata kamu disini Sisilia '


Raka melihat pipi Sisilia yang seperti habis menangis, Raka lalu menggendong Sisilia ke dalam kamar. Saat Sisilia sudah terbaring di kasur, Raka menyeka bekas airmata Sisilia.


' Maaf karena saya bikin kamu kabur lagi Sisilia'


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2