Takdir Masa Depan Cinta

Takdir Masa Depan Cinta
Info dan Telur Dadar Gulung


__ADS_3

Esoknya Brian pergi ke meja Rini. Ia harus mengetahui mengapa Sisilia bersikap aneh pada mereka bertiga kemarin. Rini yang sedang mengacak rambutnya dengan kacamata yang turun sampe hidung, hampir tertidur di meja kerjanya. Saat berusaha menatap ke sekeliling, Rini terkejut membuat matanya hilang kantuk karena Brian berdiri di depan mejanya sambil menatap erat. 'Kak Brian???'


apa kak Brian marah karena aku hampir ketiduran


“ maafin saya pak, sumpah saya gak tidur pak” Rini membungkuk 90 derajat.


“iya saya tau, tapi kamu hampir ketiduran kan?” Brian menggodanya.


“ maaf pak, saya telat tidur karena mempelajari beberapa metode keuangan perusahaan yang mempergunakan dana darurat dari perusahaan pusat pak”. Rini membela diri.


“ saya gak masalahin itu kok, saya cuman mau tau kenapa Sisilia bersikap aneh apa yang dia inginkan dari kita bertiga?”


“ maksudnya pak, eh kak?” Rini tak paham.


“ kamu pasti tau apa yang bikin Sisilia nekad jadi asistennya Raka kan.” Brian meletakkan tangannya di meja dan menatap dua bola mata Rini yang sayu.


Rini tidak ingin memberi tahu. Tapi karena Brian mengancam akan memecatnya akibat tidur saat bekerja, terpaksa Rini menceritakan semuanya. Brian berterima kasih pada Rini dan bilang bahwa dia akan kembali dan memohon agar Rini menunggu. Rini yang kebingungan menunggu dengan was-was, mungkin ia akan mendapat surat peringatan dari perusahaan.


Ternyata tidak, Brian kembali membawa kopi kalengan dingin untuk Rini. Rini semula tidak mau menerima. Tapi setelah Brian berbisik bahwa itu sogokan telah memberi tahu informasi penting, Rini mengambilnya juga.


"dan lagi, saya gak mungkin. eh bukan saya. Perusahaan gak akan langsung memecat karyawan yang ketiduran kok, apalagi karena sibuk dengan urusan perusahaan. Perusahaan kita juga punya hati". Brian pergi meninggalkan Rini yang tersenyum dengan berat karena Brian atasannya.


‘ Dasar licik, pantesan aja jomblo. main ancam- ancam orang buat dapat informasi simpel huuh’. Rini meminum kopi itu “mmm rasanya enak juga, setidaknya seleranya buat milih kopi bagus juga”.


***


Brian masuk ke kantor Ruangan Raka dengan langkah yang diiringi keberhasilan. dan Brian memberitahukan apa yang Rini bilang padanya. Brian lalu menepuk dadanya bangga ia bisa mendapat informasi itu lebih cepat daripada Raka.


“ kenapa loe harus cari infonya hah. kan gue mau tahu itu dari mulutnya Sisilia langsung”. Raka berjalan ke dekat BEBO dan menyemprotnya. Merasa harus melampiaskan kebimbangan pada BEBO.

__ADS_1


“ Bedanya apa”. Brian merasa kesal.


“ Udahlah, gimana kalau Sisilia malu dan gak jadi ikut ke Jakarta”. Raka kembali menyemprot BEBO.


“ Ya kalau dia malu loe tinggal cari alasan lain biar dia mau ikut. lagian Rini bilang kalau Sisilia udah berhubungan sama apa yang dia mau, dia kadang lupa kalau dia adalah Sisilia. makanya kemarin dia jadi aneh gitu. yang jelas gue gak bisa makan masakan gulai dia lagi. gimana kalau dia buat gulai kambing dan gulai ikan. hello Raka,,, apa kabar sama indra perasa gue yang kasihan inii”. Brian menjulurkan lidahnya.


***


Sisilia sudah tau kalau Rini menceritakan keinginannya pada Brian. Sisilia membawa kotak bekal berisi banyak telur dadar gulung untuk Raka dan mungkin bisa berbagi. Sisilia menegakkan bahu dan menegapkan kakinya. ia melangkah masuk ke perusahaan Raka apapun yang terjadi yang penting ia sudah usaha.


Sisilia mengetuk pintu, Raka mempersilahkan masuk. Di dalam sudah ada Brian dan Doni yang duduk di sofa dan menatap ke kotak yang dibawa Sisilia.


Sisilia masuk dan meletakkan kotak bekal di atas meja Raka. Sisilia langsung memberitahukan maksudnya karena Raka juga sudah tahu. Sisilia juga tidak keberatan jika tidak di ajak ke Jakarta. Sisilia hanya tidak bisa pergi sendiri ke tempat itu karena takut nyasar.


'Lebih baik berkata jujur walau harus menelan kepahitan obat diare'. Begitu pikirnya


“ Tapi jadwalnya kak Raka?”. Sisilia merasa ragu


“ ituu biar Doni yang atur, ya kan Doni!”


“ iya Sisilia”. Doni mengacungkan jempolnya.


Sisilia berterima kasih dan menyodorkan kotak bekal yang ia bawa.


Sisilia tidak membawa banyak karena ia terburu-buru. Sisilia hanya membawa telur dadar gulung saja dan disambut mata berbinar dua pria kelaparan Brian dan Doni.


Raka langsung mengambil kotak makan siang itu dan bilang Brian dan Doni tidak bisa makan karena sedang sariawan. Raka melahap telur dadar itu diiringi ngiler Brian dan Doni.


“ bukannya loe paling gak suka makan telur dadar gulung ya Raka. loe bilang rasanya merusak rasa asli dari telur”. Doni masih melihat suapan lahap dari Raka.

__ADS_1


“ iya loe kan gak suka telur dadar gulung dan sukanya telor ceplok setengah matang kan?”. Brian menimpali.


“ oh ya, terus gimana dong. kak Raka kalau gak enak gak usah dihabisin !”. Ucapan Sisilia membuat Brian dan Doni sudah ingin ikut mencoba.


Tapi Raka mengelak "awalnya saya emang gak suka Sisilia, tapi setelah mencoba telur dadar gulung buatan kamu saya jadi suka. ini adalah makanan favorit saya sekarang selain daging tentunya. Bisa jadi ini punya peringkat lebih tinggi dari daging kalau resepnya buatan kamu Sisilia”. Raka membuat Sisilia jadi tersipu.


Interaksi mereka membuat Brian berbisik pada Doni "kalau udah cinta air laut pun rasanya gak akan asin, mungkin ini maksudnya”


Doni mengangguk “ tapi maksud loe apa, gue gak paham”


Brian menjitak kepala Doni , membuat Doni kembali menjitaknya "artinya selama loe bersama dengan orang yang loe suka, walaupun kalian menderita pasti derita itu akan kalian anggap kebahagiaan."


“ mana mungkiin”. Doni protes “ terus kalau kebahagiaan kalian anggap apa?”


“ kebahagiaan,kebahagiaan hhhhaaah, kebahagiaan buat gue andai aja loe sedikit lebih peka dan bisa paham maksud omongan guee”. Brian meraih leher Doni membuat Doni sedikit tercekik.


***


Sisilia langsung pamit setelah Raka selesai dengan kotak makan siang. Sementara pertengkaran Doni dan Brian masih berlanjut. Raka meminta agar Sisilia tidak menghiraukan mereka, karena mereka memang suka melakukan hal itu untuk menghilangkan stress. Sisilia hanya mengangguk kebingungan.


Sebelum Sisilia keluar Raka sudah memberitahukan kalau untuk semua keperluan yang dibutuhkan oleh Sisilia akan diurus oleh mereka bertiga. Jadi Sisilia hanya perlu menyiapkan pakaian saja untuk dibawa. Sisilia paham dan segera pergi dengan raut kebahagiaan.


Raka yang usai melihat Sisilia pergi mendekat pada Brian dan Doni. Karena perasaannya sedang senang, dia ikut bergabung dengan pertengkaran mereka. Sampai salah seorang karyawan mengetuk pintu dan masuk. Raka kembali duduk di mejanya sementara Brian dan Doni sudah memegang file mereka masing-masing.


Karyawan itu keluar, namun ada yang aneh dari pemandangan di dalam. Rambut Raka terlihat acak-acakan begitupun Brian dan Doni, baju mereka seperti habis bertengkar dengan seseorang. Tapi mengapa mereka terlihat sangat tenang ya. Pimpinan memang sulit di mengerti, bagaimanapun mereka adalah orang yang hebat. Orang yang hebat biasanya memang aneh dan misterius.


YA memang misterius karena mereka sudah kembali bertengakar lagi satu sama lain setelah karyawan itu pergi.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2