Takdir Masa Depan Cinta

Takdir Masa Depan Cinta
Kesal


__ADS_3

Saat akan keluar, Sisilia lalu berbalik mendekat ke arah Raka. Ia langsung mengambil handuk di leher Raka dan mencoba mengeringkan rambut Raka. Raka terdiam selama beberapa saat menyadari apa yang dilakukan Sisilia,


“ Saya bisa kok Sisilia”


Sisilia masih memegang handuk dan tidak menghiraukan Raka “ Kak Raka sesibuk itu ya, sampai gak bisa pulang dan harus makan makanan cepat saji?”. Belum sempat Raka menjawab Sisilia kembali berbicara “ kalau kak Raka begadang dan cuman makan makanan cepat saji, kak Raka bisa sakit tau gak?”


“ saya harus menyelesaikan pekerjaan kantor Sisilia”


Setelah selesai dan memastikan rambut Raka kering Sisilia pergi ke kamar mandi. Raka hanya fokus menatap komputernya dan melihat beberapa file yang belum ia periksa. Sisilia lalu kembali sambil membawa minyak rambut dan sisir.


Ia lalu menyisir dan menyemprotkan minyak rambut itu ke rambut Raka. Sisilia lalu menyentuh rambut juga kepala Raka untuk membuatnya terlihat rapi ‘ mmm minyak rambut kak Raka wangi rambut kak Raka juga ‘, Sisilia lalu tersadar ia sudah seenaknya memegang kepala Raka.


Sisilia menurunkan tangannya “ maaf kak Raka aku pegang kepalanya kak Raka tanpa izin”


Raka menatap Sisilia sesaat sambil tersenyum “saya gak keberatan Sisilia, malah saya berterima kasih kamu sudah menegeringkan rambut saya dan mau merapikan rambut saya dengan minyak rambut itu”


Sisilia juga berencana membuat makanan untuk Raka karena jika makan makanan cepat saji dicampur dengan pekerjaan berat dengan sedikit tidur akan berdampak buruk bagi kesehatan. Raka lalu meremehkan Sisilia bilang kalau Sisilia yang masak bisa jadi masakannya tidak enak.


Sisilia bilang kalau ia akan membuktikan kemampuan memasaknya, dan bertanya apa yang ingin dimakan oleh Raka. Raka menjawab kalau ia mau gulai ayam, Sisilia langsung mengatakan kalau ia tidak begitu mahir membuat gulai, dan menyarankan agar Raka makan sup saja.


Raka lalu mengiyakan Sisilia ‘kalau kamu gak bisa kenapa kamu malah nanya saya mau makan apa Sisilia’. Raka menyunggingkan senyumnya.


“ kak Raka kok senyum, bukannya kak Raka suka daging ya, aku akan masukin banyak daging dan sayuran biar supnya bisa nambah energi kak Raka”. Sisilia menaikkan tangannya yang dikepal tanda semangatnya mulai berkobar.


Raka lalu mengangguk dan bersemangat juga untuk mencoba masakan Sisilia.


“ Kamu bikinnya di apartemen saya saja ya Sisilia!, kan lebih dekat kamu gak perlu jauh juga ke sini”


“ Tapi kulkas kak Raka kosong”


“ oh iya saya lupa bahan makanan udah habis, Doni juga pulang kampung, biasanya Doni yang kita suruh buat beli”.

__ADS_1


“ Biar aku yang beli aja kak Raka, aku tau letak supermarket yang lengkap disini kok, kemarin juga baru belanja disana sama Rini”. Sisilia lalu berjalan ke luar.


Raka lalu memanggil Sisilia, Raka berjalan dan mendekat sambil mengeluarkan dompetnya


“ ini kamu pakai kartu kredit saya”. Sisilia menerima kartu kredit itu karena Raka tidak mau Sisilia memakai uang pribadi juga karena sudah repot dengan Raka.


Saat berjalan Sisilia melihat Brian yang juga sedang ditimpa oleh kertas yang menggunung di kantornya yang tembus pandang karena berdinding kaca. Sisilia hanya geleng-geleng melihat dua sahabat yang sama sama kesusahan itu.


***


Sisilia lalu berjalan di supermarket besar sambil melihat apa yang dia butuhkan. daging segar dan beberapa jenis sayuran.Sisilia mendorong troli belanjaannya.


Disana Sisilia bertemu dengan Bimo, Bimo mengatakan kalau bisajadi mereka dipertemukan oleh takdir. Sisilia lalu langsung mengelak karena ia tidak suka jika itu takdir dan tidak mau walaupun itu adalah takdir.


' takdir aku harusnya lebih berkesan kalau gak ketemu kamu Bim'


Sisilia lalu menelfon Raka untuk menanyakan apakah Raka ingin supnya ditambah mi atau tidak


“ terserah kamu saja Sisilia, kalau kamu suka saya juga juga kan suka” Raka menjawab dari ujung sana.


Bimo mengatakan kalau ia sudah memiliki gaji sebagai internship Dokter. Sisilia hanya menanggapinya oo atau mengangguk saja sambil memilih berbagai bahan yang ia butuhkan.


Tetapi panggilan dengan Raka belum berakhir, Raka menanyakan siapa laki laki yang menyebut Sisilia “Yia” itu. Sisilia menjawab bahwa itu adalah Bimo, Bimo yang mendengar juga bertanya siapa yang berbicara dan menanyakannya pada Sisilia. Sisilia menjawab kalau itu adalah kak Raka. Raka lalu terdengar kesal dan menyuruh Sisilia agar tidak meladeni Bimo.


Sisilia menjawab tentu saja dan menutup panggilannya. ‘ tentu saja, aku emang gak mau meladeni Bimo ini’ Setelah selesai, Sisilia lalu pergi ke kasir.


Di mejanya Raka terdengar kesal entah kenapa ia yang hanya bertemu Bimo sekali di rumah Sakit sangat kesal pada Bimo. dan juga panggilan 'Yia' itu, Raka emosi mendengar irama 'Yia' dari mulut lelaki itu. “ sok akrab, manggil Sisilia dengan sebutan Yia lagi’. Raka yang kesal memakan beberapa kertas yang tidak dipakai lalu memuntahkannya karena rasanya tidak enak.


“ Biar saya yang bayar belanjaan kamu Yia”. Bimo mengeluarkan kartu kreditnya.


“ gak usah Bim, aku udah bawa kartu kredit kak Raka”. Sisilia memberikan kartu kredit Raka pada kasir.

__ADS_1


Bimo lalu bertanya mengapa Sisilia memakai kartu kredit orang lain dan orang itu adalah Raka. Bimo mengatakan kalau Sisilia sebaiknya jangan terlalu dekat dengan Raka karena Raka itu gak sopan. Bimo mengingat dimana tangannya diacuhkan oleh Raka saat di Rumah Sakit. Waktu itu juga lelaki tak sopan yang ia bilang yaitu Raka menggendong Sisilia seenaknya.


“ kenapa kamu bilang kak Raka gak sopan, menurut aku dia lebih sopan dari kamu yang ngomongin orang lain di belakang”. Sisilia berjalan pergi dengan ekspresi kesalnya yang tidak disembunyikan.


‘ngatain orang lain gak sopan, emangnya dia siapa?, dasar Bimo daridulu emang gak berubah. selalu merasa kalau dia paling hebat dan gak merasa bersalah akan apa yang dilakukannya.’ Sisilia mempercepat langkahnya.


Bimo yang ingin mengejar Sisilia dipanggil oleh kasir mengenai belanjaannya. Kasir lalu memberi tahu Bimo bahwa ada beberapa produk yang dipilih Bimo gratis satu sehingga membuat lebih lama.


Bimo mengatakan ia tak ingin gratisannya karena sedang terburu buru. Pelayan kasir lalu tetap menawarkan gratisnya pada Bimo karena ia mau pelanggan puas tanpa ada yang kurang.


Bimo terpaksa menunggu si pelayan kasir hingga selesai. Saat ia berjalan keluar dan melihat Sisilia , sisilia sudah hilang dari pandangan. Bimo lalu mengutuk pelayan kasir yang menyita waktunya tadi.


***


Sisilia masuk ke apartemen Raka kembali, dan meletakkan belanjaannya di meja dahulu. Lalu Sisilia memasukkan baju Raka ke mesin cuci otomatis. Sisilia lalu menyiapkan bahan masakan yang akan ia buat sembari menunggu mesin cuci selesai bekerja.


Sisilia melihat apakah ada beras di dapur Raka, ternyata ada sehingga Sisilia juga memasak nasi. Sisilia membuat untuk tiga orang dan menyelesaikan semuanya setelah sup dirasa cukup enak.


Sisilia lalu menjemur pakaian Raka di samping kamar mandinya yang ada terletak tempat jemuran. ' hah nyuciin bajunya kak Raka, masakin kak Raka, apalagi ya, kayaknya aku pantas jadi calon istrinya kak Raka '


hush Sisilia kamu harus belajar lebih banyak agar bisa pantas untuk kak Raka


Sisilia lalu kembali lagi ke perusahaan Raka, orang yang melihat sesekali menyapa Sisilia. Sisilia lalu masuk ke dalam lift dan bertemu Rini. Rini menggoda Sisilia yang sangat perhatian pada Raka. Sisilia bilang ia harus punya rasa kemanusiaan, lagipula ia bukan hanya membawa untuk Raka tapi untuk Brian juga ada, karena saat ia berjalan keluar dari kantor Raka ia melihat Brian memakan makanan cepat saji sama seperti Raka.


Kasihan sekali jika mereka harus sakit karena sibuk dan makan tak sehat. Lebih kasihan lagi jika sakitnya barengan kan jadi nambah masalah.


Sebelum ke ruangan kantor Raka, Sisilia mampir ke ruangan Brian dahulu dan meninggalkan masakan yang ia buat. Brian lalu berterima kasih dan mengirim chat pada Raka


‘ makasih udah minta Sisilia bawain masakan diiringi emot hati 2 kali’.


Membaca chat dari brian membuat Raka kesal lagi. Ia memakan kertas yang tidak dipergunakan sekali lagi dan mengunyahnya, beberapa saat kemudian ia lalu memuntahkannya karena rasanya memang tidak enak.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2