
Pak Rama masuk ke ruangan VIP Raka.
" Katanya kamu bisa pulang Raka, hasil CT Scan kepala kamu bagus".
" Raka di tolak om". Brian nyerocos
Ternyata Istrinya pak Rama, tante Gina juga datang, Karena mengobrol dengan Suster, jadi telat masuk. " Ditolak gimana".
" Eh tante".
" Belum ditolak kali, Gak ditolak tante, tapi belum diterima ". Doni menghentikan kesalahpahaman.
" Apaan loe berdua, pake ngadu ke orang tua gue". Raka terdengar kesal.
" Sama Siapa, gadis yang waktu itu". Pak Rama terdengar antusias
" Kan udah mama bilang, Kamu harus bisa yakinin dia. !". Tante Gina menahan senyum melihat Raka.
" Ituloh mas, Sisilia yang pernah datang ke rumah, tapi Mas kan ngurusin perusahaan dan gak bisa Pulang".
" Sisilia, kamu suka sama dua perempuan Raka. Papa gak pernah ajarin hal itu". Pak Rama Tidak tau gadis itu orang yang sama.
" Yang aku ajak ke rumah sama yang di gudang waktu itu sama Pa. ". Raka mengusap kepalanya yang diperban.
Pak Rama dan Tante Gina ingin segera pulang. pak Rama menyuruh agar Raka segera memikirkan bagaimana menenangkan perusahaan atas kejadian ini. Namun Sebelum pulang Tante Gina mengajak suaminya untuk makan bersama Sisilia dahulu.
Tante Gina menelfon Sisilia, bahwa ia ingin makan bersama. Sisilia tidak bisa menolak hal itu dan mengiyakannya. Tante Gina juga ingin mengatakan sesuatu pada Sisilia.
***
Sisilia masuk ke dalam restoran yang dipesan orang tua Raka itu. Saat duduk, perasaan canggung menyelimuti pertemuan mereka . Sisilia sudah berpikiran apakah ia akan diinterogasi oleh papanya Raka.
Ternyata tidak, Justru mereka hanya mengajak makan Sisilia tanpa membahas masalah Raka menyatakan perasaan. Tante Gina menjelaskan pada Sisilia kalau Perusahaan mereka pernah menyelidiki Sisilia secara diam-diam.
Sisilia terkejut mengenai Hal itu. Sisilia lalu mengatakan kalau ia dan Raka hanya karyawan dan Atasan saja. Tante Gina justru berharap agar Sisilia dan Raka lebih dari sekedar atasan dan bawahan, yang membuat Sisilia berhenti mengunyah makanan.
Tante Gina setuju jika mereka lebih dari hubungan Bisnis. Karena Sisilia memang tidak pernah melakukan Hal yang aneh-aneh berdasarkan penyelidikan mereka.
Pak Rama juga menambahkan kalau Ada Hal yang aneh dari Sisilia, maka bukti akan langsung diserahkan pada Raka. Lalu mereka membiarkan Raka yang memutuskan.
" Raka bawa kamu ke rumah untuk berkunjung itu Sisilia. Dia Bilang kamu yakin sebagai pasangan yang cocok untuk jadi istrinya". Tante Gina berbicara sambil tertawa.
" Bukan tante, kak Raka bilang dia gak mau di desak bawa seorang gadis sama tante. Makanya aku,,". Sisilia belum selesai berbicara tapi tante Gina memotong.
__ADS_1
" Iya, dan kamu calon istri yang Raka bawa". Tante Gina memegang lengan Suaminya.
" Saya juga tau kamu itu berharga buat anak saya, makanya dia mau maafin Berno. Dia bilang asalkan kamu gak Terluka. Dia sudah sangat menyukai kamu nampaknya". Kini pak Rama ikutan Tertawa bersama istrinya.
Sisilia hanya bisa tertawa canggung, wajahnya memerah kembali. 'Bagaimana bisa mereka ngomong terus terang aku cocok sebagai calon istri anaknya dengan santai. Sama kayak kak Raka. Lalu aku nanggepinnya gimana coba, belum selesai ngejelasin udah dipotong'.
Sisilia yang salah tingkah memakan semua bagian makanan yang ada di meja. Sekarang Isi perutnya sudah campur-campur.
Setelah selesai makan. Pak Rama dan Tante Gina kembali pulang. Di mobil, tante Gina menceritakan apa yang ia sampaikan pada Sisilia ke Raka lewat panggilan. Raka lalu berterima kasih pada mamanya.
Sisilia mengirim pesan chat pada Raka ' Kak Raka ada sesuatu yang harus aku omongin, perihal waktu berkunjung ke Rumah kak Raka'
Raka hanya membalas ' Silahkan'
***
Sisilia masuk ke dalam Ruangan VIP Raka. Nampak Raka sedang memakan jeruk yang asam dengan sebelah tangannya.
Sisilia berlari dan mengambil jeruk dari tangan Raka. " Kalau asam, kenapa kak Raka Baldwin buat makan"
" Karena jeruknya kamu yang bawain". Raka menjawab enteng.
" Kalau aku bawa racun terus suruh kak Raka minum emangnya kak Raka mau?". Sisilia nampak kesal sekaligus merasa bersalah sudah membawa jeruk yang asam itu.
" Kamu mau ngomongin apa Sisilia?".
" Waktu kak Raka ngajakin aku ke rumahnya kak Raka, bukannya waktu itu kak Raka bilang gak mau terus didesak bawa seorang gadis". Sisilia membangkitkan ingatan Raka.
" Iya"
" Bukannya aku cuman pengalihan aja ?". Sisilia menampakkan ekspresi lucunya, paduan kesal dan bingung.
" Kapan saya ngomong gitu Sisilia?".
' Benar juga , kak Raka gak pernah ngomong aku pengalihan. itu adalah interpretasi dari pikiran aku aja iih, ya ampun Sisilia '. Sisilia menepuk jidatnya.
" Kenapa kamu Sisilia?".
" Maksud aku, kayaknya Tante Gina, ee Mamanya Kak Raka salah paham. Dia bilang waktu itu kak Raka bawa calon Istri dan itu Aku. Kak Raka harusnya jelasin yang sebenarnya sama Tante Gina. Tadi om Rama juga Ikutan Salah paham." Ekspresi Sisilia seperti panik.
Raka hanya tersenyum membalas Sisilia " Mereka gak salah paham Sisilia, kamu juga udah dengar perasaan saya kan"
' oh tidak , apa aku terjebak di situasi ini?. tapi aku gak yakin sama perasaan kak Raka. Sama diri aku, maupun sama perasaan aku'
__ADS_1
Sisilia terdiam dan menunduk.
Raka merasa bersalah menyudutkan Sisilia harusnya ia tau kalau Sisilia memang sulit dalam mengungkapkan perasaan dan pemalu. Raka melihat Sisilia yang menunduk kehilangan kata-kata. Brian dan Doni yang sedang menonton Televisi di sofa hanya melirik dari jauh.
" Kamu marah sama saya ,Sisilia?"
Sisilia menggeleng namun masih menunduk.
" Kalau saya salah saya minta maaf. Saya gak akan minta kamu jawab seperti yang saya bilang sebelumnya. Kalau saya gak pantas buat kamu saya akan cari cara buat bikin diri saya pantas". Raka merendahkan suaranya dan menarik dagu Sisilia agar tidak menunduk terus.
" Aku rasa aku yang gak pantes buat kak Raka". Sisilia menatap Raka ragu-ragu.
" Orang tau saya ngomong sesuatu yang nyakitin kamu?". Raka tampak risau.
" Enggak, tapi tapii, ". Sisilia tidak tau apa yang harus ia katakan.
" Sisilia, kamu pantas buat saya, sangaat pantas. Gak ada batasan pantas atau tidak jika untuk urusan hati Sisilia".
Sisilia menatap Raka.
"Sekarang masalahnya adalah hati kamu. Hati kamu belum yakin makanya kamu bingung. Apakah kamu menyukai saya atau tidak. Kita bisa saling memahami pelan-pelan Sisilia. Saya gak akan mendesak kamu. Nanti kalau kamu sudah yakin, tolong beritahu saya. Saya akan berusaha selalu ada untuk kamu"
Sisilia mengangguk pelan, Raka menghilangkan kecanggungan dengan menyuruh Sisilia membelikan ia bubur. Raka merasa kelaparan apalagi setelah memakan jeruk super asam.
" Uangnya pakai uang kamu dulu ya Sisilia". Raka meraba baju rumah sakit yang dipakainya tanpa kantong.
Sisilia mengangguk lalu berjalan ke pintu, Brian dan Doni juga minta dibelikan bubur, mereka mengatakan nanti uangnya akan diganti oleh Raka. Sisilia tersenyum dan mengangguk lagi.
Setelah Sisilia hilang dari pintu, Brian dan Doni langsung berjalan ke ranjang Raka.
" Kenapa loe ngomong begitu sama Sisilia, puitis banget. gue mungkin bisa nangis ". Brian mencibir Raka.
" Bener, loe mau melepaskan Sisilia". Doni ikut bersuara.
" Enak aja loe berdua. gue gak akan melepas Sisilia, Bukan gak akan tapi gue gak bisa. Dia selalu penting buat gue". Raka memakan jeruk yang asam sambil menyipitkan mata.
"Terus?". Brian dan Doni tidak paham
"Gue tau Sisilia itu pasti gak yakin sama perasaannya, loe berdua coba habis suka seseorang secara diam-diam, terus udah berakhir karena orang yang loe suka punya pasangan . Tapi orang itu yang pernah loe suka tiba-tiba nyatain perasaannya, pasti loe bimbang kan? apalagi kalo cewek". Raka menjelaskan panjang lebar teori yang membuat dua sahabat jomblonya mengangguk-angguk seolah mengerti.
' Iyain aja deh'. Mungkin itu kata hati Brian dan Doni, mengingat otak jomblo mereka belum tersentuh benih cinta.
Bersambung...
__ADS_1