Takdir Masa Depan Cinta

Takdir Masa Depan Cinta
Utusan


__ADS_3

Sisilia masuk ke dalam taman hiburan itu bersama Bimo. Sisilia tak bisa langsung memberi tahu Raka, ia takut Raka marah atau lebih tepatnya ia tak tau bagaimana caranya jika Raka melarangnya. Ia meminta Vito untuk menghubungi Raka lagi sambil mengirimkan lokasi pada Vito.


Raka menelfon dua kawan konyolnya untuk membantu. Brian dan Doni yang meminta penjelasan lebih lanjut tak diberikan oleh Raka dan meminta mereka mengakalinya.


Saat Brian dan Doni tiba, mereka langsung kehabisan tiket. Mereka bisa masuk jika sudah punya tiket dari jauh hari karena banyaknya pengunjung sehingga dibatasi jumlahnya.


Brian tak kehabisan akal, ia melihat pasangan yang ingin masuk ke dalam. Tetapi mereka dicegat oleh Brian dahulu.


“ Tolong saya mbak, mas. Teman saya ini sangat ingin masuk ke dalam tapi kami kehabisan tiket.” Brian mengisyaratkan Doni untuk Acting.


Kok jadi gue sih bangs*t. Tetapi Doni tetap berakting seolah ia sangat ingin masuk kesana. Bahkan sampai mengeluarkan air mata.


Tetapi lelaki dari pasangan itu tak percaya dan meminta agar kekasihnya juga tak percaya. Mereka ingin berlalu tapi Brian kembali mencegat mereka.


Tak bisa ditunda lagi. Saat ini kemampuan dan kecerdasan Brian dipertaruhkan, ia menciptakan sebuah perkataan bagaikan syair.


“Bayangkan kalau pasangan kalian sedang bersama pria lain ke dalam sana. Sementara kalian gak bisa ngeliat apakah mereka cuman menikmati wahana atau malah selingkuh. Gimana perasaan kalian, Apakah kalian tidak kasihan?. Coba kalau kalian yang berada di posisi yang pasangannya bersama orang lain. Khawatir, gelisah, kesal bahkan marah, kalian gak tau harus bagaimana selain membuktikan dengan mata kepala kalian sendiri.”


Perempuan dari pasangan itu langsung tersentuh dan bersedia ia membujuk kekasihnya dengan pertimbangan perasaan. Brian memberikan uang ganti tiket mereka dan juga tambahan bonus uang untuk ganti ongkos mereka. Pasangan itu pergi berlalu meninggalkan Brian dan Doni.


Doni bertepuk tangan dengan kemampuan mengarang Brian. Bahkan ia tak bisa membuat orang tersentuh walau sudah mengeluarkan air mata.


“Doni saat ini yang diperlukan adalah kecerdasan bukan kesedihan.” Brian menepuk bahu Doni yang mengangguk-angguk sok paham.


“Sekarang kita langsung masuk nih?” Doni masuk setelah mereka meletakkan dan verifikasi tiket.


Sebelum masuk terlalu jauh, Brian menarik Doni. "Karena gue berhasil dapatin tiket, loe harus turutin gue dan mengalah dengan rapi.”


“ Maksud loe.” Doni merasakan sinyal keanehan.


Ternyata benar, Doni diminta memakai wig rambut panjang dan masker. Sementara Brian tetap menjadi laki-laki dengan tambahan kumis palsu sehingga mereka terlihat seperti pasangan lainnya.


"Kalau kita jadi utusan Raka, ya harus totalitas. Ayo Kemonn." Brian jalan duluan saat Doni masih merapikan rambutnya.

__ADS_1


“ Kak Brian tunggu.” Ucap Doni dengan suara yang difeminimkan dengan paksa.


Brian langsung menelfon Sisilia. Kemampuan komputer dan hacker mereka dipertaruhkan agar cepat bertemu Sisilia. Mereka adalah utusannya Raka, sahabat paling merepotkan sampai mereka mati nanti pastinya.


Walaupun Sisilia sudah banyak masuk wahana lain pastinya sebelum mereka datang. Tetapi mereka tetap harus bertemu dengan Sisilia.


Kali ini mereka akan menaiki wahana roller coaster pendek. Sisilia menerima panggilan Brian. Brian meminta ia menunggu dahulu dan tidak mematikan panggilan.


Bimo menghampiri Sisilia. “ Ayo Sisilia.”


“ Bentar Bim, Ini penting.” Sisilia mencoba meyakinkan Bimo.


Akhirnya Brian dan Doni datang, untung saja Bimo tidak kenal Brian, apalagi Doni yang cosply jadi wanita dan berpura-pura punya masalah dengan tenggorokannya sambil batuk-batuk dibalik masker yang ia pakai.


Awalnya memang Bimo sempat saling lirik dengan Brian seolah pernah melihatnya di suatu tempat. Tapi Bimo membuyarkan pikirannya sendiri dan mengajak Sisilia segera naik.


Sisilia dan Bimo ada di depan dan Brian serta Doni duduk di belakang mereka. Saat berteriak, justru teriakan Doni adalah yang paling kencang membuat Brian harus berpura-pura ikut teriak agar tak dicurigai.


Setelah turun dari wahana itu, Bimo meilhat jam tangannya. Ia memperkirakan waktu untuk wahana yang harus mereka naiki agar pas dengan perkiraannya.


“ mm tapi kita masuk ke studio rumah hantu ya, atau nonton di bioskop horornya.” Bimo mengembangkan senyuman pada Sisilia.


'Ya ampun masih sempat-sempatnya mau main wahana lain. Bimo kamu memang masih menyebalkan, rumah hantu itu bikin jantungan dan bioskop horor juga menyeramkan. Mana aku gak bisa nolak lagi.' Sisilia menghentakkan kakinya tanpa sadar karena kesal.


"Gimana Yia. mau kan?. Kamu kenapa?" Bimo memastikan sekali lagi.


“ gak ada pilihan lain selain itu Bim.” Sisilia sudah merasa takut dan malas.


“ Kenapa, udah segede gini masih takut hal yang gak nyata kayak begituan?.” Bimo berusaha menyindir agar Sisilia mau.


"Dasar, udah ketahuan niat busuk loe mau deketin Sisilia. Eh Doni kita harus beraksi dengan pasti jangan sampai Sisilia masuk perangkap dia.” Brian berbisik pada Doni.


Doni menaikkan jempolnya tanda setuju dengan Brian. Doni masih mengusap dada dan tenggorokannya yang kering sehabis teriak-teriak. Brian mengirim chat pada Sisilia agar tetap mengikuti mereka.

__ADS_1


Saat mereka masuk, Brian langsung menyogok para hantu bohongan agar tak terlalu mengagetkan. Mereka beralasan bahwa pasangan yang lewat setelah mereka itu dicurigai punya penyakit jantung bahkan lelaki yang bersamanya adalah seorang Dokter. Hantu bohongan yang juga hanyalah manusia biasa yang punya nurani merakyat itu tentu tak tega setelah mendengar Brian.


Benar saja dari saat Sisilia dan Bimo masuk sampai keluar, Sisilia sama sekali tidak ketakutan karena hantunya bersikap hati-hati. Bimo sampai kesal dan mengatakan kalau hantu bohongannya tak bisa mendalami peran dan pekerjaan.


Kayaknya Kak Brian dan kak Doni udah ngatur Hantu Bohongannya deh. Pantas saja mereka mengagetkannya lunglai banget kayak orang kena penyakit tipus.


Sisilia merasa lega di dalam hatinya. Ia tak perlu berlindung pada Bimo. Sungguh beruntung ada Brian dan Doni, batin Sisilia.


Mereka akhirnya masuk bioskop mini. Tetapi tempat duduknya ada dua-dua, Sisilia menggigit bibir bawahnya, tak tau harus bagaimana. Doni langsung menarik Sisilia untuk duduk bersamanya. Bimo terpaksa duduk dengan Brian karena filmnya sudah mulai dan Brian memang sengaja mendorong Bimo sampai terduduk.


“ Lihat itu pacar saya emang kecanduan film horor. Dia sampai lupa sama pasangannya.” Brian berbisik pada Bimo.


Bimo hanya tersenyum canggung seolah menerima maksud Brian. Meskipun ia kembali kesal lagi, tapi kekesalannya terpaksa ia telan mentah-mentah.


Sisilia menutup mata dan telinganya dan meminta Doni memberi tahu kalau film itu sudah berakhir. Namun tak jauh berbeda dengan Sisilia, Doni ikut menutup telinganya, ia hanya melihat gambar di film seperti sedang menonton film bisu. Karena yang membuat suatu film horor itu seram adalah suara latar yang dirancang sedemikian rupa.


Mereka pun keluar dari bioskop mini itu dengan perasaan senang kecuali Bimo. Bimo keluar dari taman hiburan dengan perasaan kesal. Padahal ia sudah berencana memanfaatkan situasi horor dengan Sisilia, tapi terhalang oleh pasangan bobrok yang sangat menyebalkan.


Sisilia dan Bimo langsung menuju tempat parkir. Bimo berjalan sambil berterima kasih karena Sisilia bersedia ikut dengannya.


" Kita mau kemana kak Brian, eh mas aja deh." Doni masih memainkan perannya.


" Udah Doni. Gue geli sumpah. Dari tadi loe udah mau gue jitak. Eh bukan mau gue tonjok." Brian melepas kumis palsunya.


" Ih kok kak Brian kasar." Doni masih mencoba bercanda.


Brian menarik wig rambut palsu Doni dengan paksa. " Buruan kita ke perusahaan lagi."


" Iya mas." Sahut Doni.


Brian hanya bisa mengelus dadanya mencoba menghilangkan kegelian mendengar suara Doni. Mereka langsung bergegas kembali ke perusahaan sebelum Bimo melihat penyamaran mereka.


Sisilia naik motor Gede Bimo lagi namun tak ingin ke toko melainkan ke supermarket saja. Bimo tak bertanya lebih lanjut karena ia sangat berterima kasih dengan waktu mereka hari ini pada Sisilia.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2