
Sudah lama Rini dan Vito masih membahas tentang Sisilia yang menginap di rumah Raka. Sisilia sampai kehabisan ludah juga terus menyangkal kalau ia dan Raka dekat. Hubungan mereka adalah saling bantu bagian dari kontrak bisnis.
Raka juga, ia terus di desak Brian dan Doni kalau memiliki perasaan pada Sisilia. Tapi Raka tak mengelak, ia mengatakan memang tertarik pada Sisilia. 3 sekawan ini lebih solid perihal cinta. Dulu saat Raka mengejar Kesya, Brian dan Doni juga ikut membantu, walaupun mereka akhirnya tak suka setelah Kesya dan Raka berpacaran.
Beberapa hari ini, Sisilia hanya ikut merawat Bebo di kantor Raka. Sisilia sering bolak-balik perusahaan Raka, bisa dibilang ia ikut dianggap karyawan disana. Sesekali Sisilia bertemu dengan Rini, saat ke kantor Raka.
Hari ini Sisilia kembali ke kantor Raka, karena Raka bilang Sepertinya tanaman Bebo itu sakit. Sisilia langsung bergegas kesana. Tapi ternyata Tanaman itu tidak apa-apa. Sisilia menahan amarah saat harus buru-buru mengendarai skuternya ke kantor Raka.
" Bukannya gak kenapa-kenapa ya kak Raka". Sisilia melihat setiap detil tanaman itu.
" Kamu pasti gak ngerti , ini pasti dia bakalan mati". Raka tampak menelfon seseorang.
Lalu Raka menyuruh Sisilia ikut dengannya ke tempat om Kifli. Sisilia yang membawa tanaman Bebo itu dengan hati-hati. Ia terpaksa ikut karena Raka bilang ia tak tau mengenai Bebo. Harga diri Sisilia sedikit tercoreng, sudah jelas ia lebih tau dari Raka, tapi tampaknya Raka malah meremehkan kemampuannya.
Raka meletakkan Bebo di sebuah box yang khusus di bagasi mobilnya. Box itu terikat rapi ke setiap sudut sehingga goncangan apapun tak membuat Box itu jatuh.
Di perjalanan, Sisilia melihat salah satu SMP dimana dulu ia pernah sekolah. Kenangan memalukan disana sebelum akhirnya ia terus dijaga Vito sepupunya.
" Itu Sekolah kamu Sisilia?". Raka masih menyetir.
" Iya kak Raka". Sisilia menunduk, ia tau kalau Raka pasti sudah mendengar kisahnya saat di SMP dari kakaknya.
" Gak apa-apa kok, semua orang punya kisah memalukan mereka sendiri. Saya juga punya, masalah saya dihajar habis-habisan preman". Raka tertawa karena Sisilia juga tertawa, membayangkan Raka menahan sakit dan menyembunyikan ekspresi kesakitannya.
" Tapi aku sadar kok kalau banyak orang baik tanpa alasan di luar sana". Sisilia menatap me luar.
__ADS_1
" Maksud kamu Sisilia?"
" Aku dulu dapat jaket seseorang di jalan mau pulang kak Raka"
" jaket?, saya juga pernah kehilangan jaket saya pas pulang dari tempat om Kifli"
" Oh ya, kebetulan dong. Aku gak tau siapa orang yang ngasih, tapi berkat jaket itu, baju aku bisa sedikit tertutupi". Sisilia mengingat orang baik tanpa nama itu.
***
Mereka sampai di Tempat om Kifli. Raka memarkirkan mobilnya, Sisilia kemudian turun. Kali ini Raka menyuruh Sisilia membuka bagasi, ia yang membawa Bebo ke dalam. Sisilia terkagum dengan menahan tempat itu, semacam tempat penangkaran berbagai bunga yang dibiarkan tumbuh di tanah, bak taman bunga.
Raka mengajak Sisilia masuk ke dalam bangunan. Ada on Kifli yang bernyanyi sambil menyemprot tanaman.
" Om, om ". Raka yang sudah pegal membawa Bebo itu tak ditanggapi. " Om". Kali ini cukup keras sehingga Om Kifli dan Sisilia kaget.
" Saya cuman mau mengajak kamu kesini, kamu kan suka tanaman. Sekalian saya cek Bebo. Saya kan disuruh sama Tante Gina. Mau gak mau saya turutin kan". Raka membawa Bebo kembali
' Bukannya kak Raka dulu emang mau ajak aku kesini ya, masih muda udah pikun. Atau Tante Gina cuman alasan ?. Enggak Sisilia, jangan berpikiran aneh, tutup imajinasi kalau Raka menyukai kamu, karena itu gak mungkiiin'
" Gak mungkiiin".
" Apa yang gak mungkin, seMua mungkin jika kita bisa merawat tanaman dengan sepenuh hati, kamu tak percaya pengalaman saya?". Om Kifli mengira Sisilia tak mempercayai perkataannya.
" Percaya om, iya mungkin, pasti mungkin". Sisilia tak menyangka suaranya keluar dari mulut bukan di hati.
__ADS_1
" aa mengenai tanaman bonsai tadi, dulu Raka bawa tanaman itu masih kecil, bagus sekali dia bisa merawat tanaman, dulu dia bilang tanaman cuma hiasan gak ada bedanya yang hidup dan mati". Sisilia manggut-manggut,
Raka berjalan kembali setelah meletakkan Bebo dengan aman. Raka memfoto dari jauh, tak lupa on Kifli ikut bergaya. Sisilia hanya tertawa melihat om Kifli.
Sudah lama, mereka berkeliling, Raka memfoto pemandangan disana. Sesekali mengambil foto Sisilia secara diam diam. Raka mengirimkan foto-foto Sisilia lewat Pesan chat. Ada beberapa foto yang sengaja tak ia kirimkan. Sisilia membalas dengan terima kasih. Raka membalas lagi dengan terimakasih juga. Entah untuk apa terimakasih Raka itu. Sisilia mencoba tidak penasaran.' Makasih fotonya Sisilia'
" Sudah-sudah, jadwal kalian sudah habis. Sebentar lagi saya mau membimbing study tour anak SD". Om Kifli menyuruh mereka cepat mengikutinya untuk berfoto.
' Jadi emang kak Raka pesan jadwal, bukan karena Bebo mau mati' Senyuman terukir di bibir Sisilia.
Setelah Berfoto bersama On Kifli dan beberapa asistennya. Foto itu langsung tercetak untuk ditempelkan di ruang Foto pengunjung. Do ruangan itu terdapat banyak sekali foto foto bahkan dari tahun sebelumnya. Om Kifli lalu mengambil satu Foto saat Raka berkunjung yang ia pindahkan ke dalam bingkai, karena isinya bukan hanya Raka tapi beberapa sahabat om Kifli dan keluarganya.
Sisilia melihat foto itu dan melihat Raka. Jaket yang dipakai Raka tampak tak asing baginya. Iya itulah jaket yang ia dapat secara cuma-cuma di perjalanan pulang. Ia memberi tahukan pada Raka, Raka hanya tertawa mendengar kebetulan tersebut.
Tak sia-sia dulu ia dimarahi papanya mengeluarkan jaket ke jendela untuk menghilangkan tanah yang menempel di jaket mahal itu. Saat ia mengibaskan jaket itu, hembusan angin dari arah berlawanan lajunya mobil menerbangkannya, sampai ke muka Sisilia. Sisilia memakai jaket itu karena tak ada orang di sekitar, mobil yang dikendarai Papa Raka sudah menghilang.
Sisilia lalu menempelkan foto mereka di dinding. Lalu ia dan Raka kembali ke mobil. Sisilia tampak sangat senang, bukan saja karena tanaman, tapi jaket dari orang yang menyelamatkan sedikit rasa malunya dulu ternyata dari Raka.
" Kak Raka, tolong fotoin aku lagi!". Sisilia menyodorkan Hpnya ke Raka.
" Gak usah, biar pakai Hp saya saja, lebih bagus gambarnya, nanti saya kirim ke kamu. Lagian saya gak suka motoin pakai HP orang lain. ". Raka mengarang alasan, padahal ia juga mau mengambil Foto Sisilia untung, Sisilia menawarkan duluan.
" Ya udah Kak Raka, makasih". Sisilia yang sedang berbunga seperti taman bunga di sekitarnya itu tak masalah dan terus tersenyum.
Mereka kembali ke perusahaan Raka. Sisilia memarkirkan Skuternya disana. Sebelum Sisilia kembali , setelah helmnya terpasang, Sisilia masih Berterima kasih pada Raka. Sisilia sudah menghilang. 'Saya juga Sisilia, Terima kasih ' .
__ADS_1
Raka mengucapkan terima kasih pada Bebo, " Kali ini pun kamu bikin saya semangat lagi, kamu adalah keberuntungan buat saya Bebo" kini tersenyum sambil membawa Bebo kembali ke ruangannya, tiap karyawan yang berpapasan ngeri dengan Sikap Raka yang tidak biasanya tersenyum masuk ke perusahaan.
Bersambung...