Takdir Masa Depan Cinta

Takdir Masa Depan Cinta
Penyebab Raka Putus (Bagian 1)


__ADS_3

Malam yang dingin ikut menengadahkan pikiran Sisilia. Bukankah ia sudah melepaskan hatinya pada Raka?, bukankah ia harusnya tidak merasa terganggu dengan apapun yang berhubungan dengan Raka?. Tapi setelah mengetahui bahwa Raka putus kenapa ia merasa ada yang aneh?. Apakah ia belum sepenuhnya melupakan Raka?.


Sisilia menggeliat di tempat tidurnya, sebentar ia ke kiri, sebentar ke kanan, lalu ia menendang selimut, kemudian kembali menarik selimut ke tubuhnya, ia menendang lagi, menggeliat lagi dan membuat Rini sampai terbangun.


“ Sil kamu kenapa? Gak bisa tidur ya.”Rini masih terpejam di gulungan selimut.


“Enggak kok, aku berisik ya?, maaf Rini”. Sisilia mencoba membuyarkan semua pikirannya dan memaksa dirinya agar tertidur.


****


Balik ke Raka..


3 bulan sebelum hari kelulusan Kesya. Raka mengajak Brian dan Doni ke ruangannya. Ruang kantor yang masih kecil dan sederhana itu, adalah tempat Raka memimpin perusahaan yang ia dirikan. Dilengkapi oleh Brian dan Doni sebagai pemegang posisi terpenting, juga karyawan mereka adalah didominasi oleh mahasiswa yang lulus dari kampus yang sama, yang mempercayai Raka sepenuhnya.


“Loe yakin, bakal ngelamar Kesya waktu dia wisuda?”. Brian menggeleng tidak percaya dengan Raka.


“ Iya lah, loe pikir gue nunggu selama ini buat apa? Kita udah pacaran sejak masih kuliah S1. Terus dia mau lanjut S2 biar mudah dapet tawaran kerja, dan gue setuju itu. Kita udah sepakat kalo gue bakal ngelamar pas dia lulus S2nya. apa yang salah?. Raka mengembangkan senyumnya.


“ Loe mau kita ngapain?”. Doni ingin memastikan tindakan apa yang akan dilakukan Raka.


“ Gue mau, kalian sewa restoran paling mewah!, gue mau ngelamar dia dulu di kampusnya, terus gue bawa dia ke restoran itu buat nikmatin pemandangan malam. Ditemani lagu romantis, Kesya pasti bakal seneng banget”.


Senyuman Raka nampak makin merekah.

__ADS_1


Berbeda dengan Raka, Brian dan Doni saling sikut. Tak tampak wajah kebahagiaan dari dua kawan karibnya itu, Brian memberi isyarat pada Doni. Tapi Doni tidak berani, Doni tau bagaimana reaksi Raka kalau sudah berhubungan dengan Kesya.


Brian yang juga sudah tak bisa menjaga mulutnya, terpaksa memberi tahu Raka. Ia tau mungkin akan dipukuli, tapi lebih baik daripada menyesal. “Kita nemuin foto Kesya sama pria lain, ke clubbing dan naik mobil seorang pengusaha kaya.” Brian melontarkan kalimat itu dan langsung menatap mata Raka.


“ Maksud loe?”. Raka mencoba menahan emosinya.


“ Awalnya kita cuman mau pastiin, kalo foto yang dikirim sama anonim itu palsu. Tapi setelah kita cari tau, itu semua bener”. Brian sedikit meninggikan suaranya, Doni juga mengangguk memastikan kalau perkataan Brian memang benar.


“ Tunggu, bukannya waktu jaman masih sekolah kita udah pernah ngadepin ini ya?, dan kita bisa atasin masalahnya dengan artikel itu. Dan anonim, kalian udah pastiin siapa pengirim anonim itu hah?”. Raka terdengar emosi


“ gue udah pastiin pengirim anonim itu dari perusahaan orang tua loe, ‘RAMAGI INVEST’. Karena loe bilang mau kasih peringatan ke mereka”. Doni sedikit ragu


"Tapi kita...".Belum selesai Brian yang mau berbicara, langsung dipotong Raka.


“ Tapi kita nyelidikin hal itu buat loe. apalagi dari orang tua loe, pasti karena mereka mau ngasih bukti. Soalnya loe bersikeras karena belum ada buktinya. Ternyata itu terbukti dan asli ”. Ucapan Brian membuat Raka berdiri dari kursinya menatap lekat dan tajam pada Brian.


“ Kita ini udah sahabatan lama, kerja bareng. Loe berdua itu bukan cuman sahabat gue, tapi saudara gue. Berani-beraninya loe berdua nyelidikin Kesya tanpa sepengetahuan gue. Berani-beraninya loe berdua ngefitnah cewek gue hah. Kalian bilang akan ngedukung keputusan gue, sekarang apa hah?.” Raka yang emosi itu membuang semua perangkat dan berkas di mejanya.


“ Kita ini ngebantuin loe, bukan ngefitnah cewek loe. Justru karena kita tau loe itu sayang banget sama Kesya, makanya kita gak mau gegabah ngasih tau loe.” Suara Brian tak kalah Keras dari Raka.


Raka berjalan ke arah Brian dan menarik kerah bajunya. Brian malah memprovokasi Raka” Loe mau pukul gue silahkan, selama ini kita diam bukan karena percaya sama Kesya, tapi kita belum nemuin bukti yang bener-bener nunjukin siapa Kesya sebenernya”.


Brian menarik kerah baju Raka membuat wajah mereka saling berdekatan. Doni yang tidak sekuat mereka, tidak bisa memisahkan dua sahabatnya yang keras kepala itu.

__ADS_1


“ Kalo loe mau, bukannya loe sendiri bisa nyelidikin Kesya ya?. Terus terang aja, kemampuan ngeretas loe jauh diatas kita berdua. Loe bisa cari informasi yang lebih akurat dibanding gue sama Doni, dan kalau terbukti Kesya itu bukan kayak yang kita curigain, gue siap berlutut minta maaf sama Kesya. Gue bakal terima apapun yang bisa menebus kesalahan gue”. Brian merubah nadanya serius.


“ Gue juga, gue setuju sama Brian.” Doni juga terdengar serius.


Akhirnya Raka melepas cengkeramannya, Brian juga melepas cengkeramannya dan merapikan bajunya kembali. Raka meminta persetujuan dua sahabatnya agar tetap mendukungnya sampai akhir, dan ia sendiri yang akan menyelidiki Kesya.


Brian memberi waktu dua bulan, tapi Raka percaya dalam waktu satu bulan ia bisa menemukan kebenarannya. Raka juga tidak bisa lama-lama meninggalkan kantornya karena ia juga punya tangung jawab sebagai seorang pimpinan meskipun perusahaan mereka masih bisa dikatakan perusahaan kecil.


****


Raka pun memulai menyelidiki dari foto yang dikirim perusahaan orang tuanya. Ia mencari CCTV terdekat. Meretas berbagai CCTV yang biasa dilewati mobil yang dinaiki Kesya. Sampai pemilik mobil beserta identitasnya. dan apa hubungan Kesya dengan pemilik mobil itu.


Waktu satu bulan pun usai, Raka kembali ke kantornya dengan keadaan tak terurus. Semua karyawan yang menatap Raka tercengang atau terkejut melihat wajah Raka, terlihat seperti orang stress dan kurang gizi. Raka berjalan lunglai ke ruangannya, Brian dan Doni memperingatkan seluruh karyawan untuk fokus ke pekerjaan dan menjelaskan kalau Raka mengalami sedikit masalah. Mereka pun memastikan Raka ke ruangannya, apakah Raka baik- baik saja.


“ Baru kali ini gue ngeliat ketampanan Raka yang sempurna luntur. Loe kayak Zombie sumpah”. Doni bercanda tanpa melihat situasi Raka. Brian menjitak kepala Doni


“ Loe kenapa sih, malah becanda pas temen loe kayak gini Doni?. Tapi serius, Loe emang kelihatan Kayak Zombie sih,, ha haha.” Brian menghentikan tawanya setelah ditatap Raka.


Raka berjalan ke sofa di ruangan itu, diikuti oleh Brian dan Doni yang duduk dihadapannya.


“ Jadi gimana, loe udah ngebuktiin siapa Kesya?. Eh bukan itu, loe udah bisa nentuin kita jadi berlutut atau enggak?". Brian melirik Doni, membuat mereka saling lirik.


Raka menarik nafasnya panjang, ia tertunduk. Lalu Raka berkata “ Kalian bener, gue gak tau apa kesalahan gue sama dia. Sampai dia tega ngelakuin ini sama gue”. Brian dan Doni merasa kasihan dengan Raka, tapi disisi lain mereka bersyukur bahwa Raka menyadari siapa Kesya sebelum melamar Kesya.

__ADS_1


Bersambungg...


__ADS_2