Takdir Masa Depan Cinta

Takdir Masa Depan Cinta
Kamera Pengawas


__ADS_3

" Sisilia, bang Raka bakalan datang sebentar lagi". Vito mengangkat tanaman yang agak layu agar terkena sinar matahari pagi lebih lama.


" Loh, bukannya aku baru mau nganterin tanaman besok ya?". Sisilia menyemprot tanaman ros yang mulai mengeluarkan kuncup Bunga.


" Katanya mau perbaikin CCTV di toko kita sama restoran Sesilka". Vito ngos-ngosan usai mengangkat tanaman yang lebih berat.


Sisilia hanya menanggapinya dengan "ooh". Apapun yang dilakukan Raka tidak bisa ditebaknya. Rini semalam mengeluh karena Raka menyediakan banyak sekali coklat di perusahaan, membuat Rini enek setiap mendengar kata coklat. Rapat sampai camilan di meja tiap pegawai di kantornya memiliki banyak coklat.


Ia hanya karyawan jika berurusan dengan Raka, lebih baik terima saja jika itu memang baik. Sisilia bersenandung " na la lal la na la la". Sesekali ia menyemprot beberapa tanaman.


***


Raka melihat berbagai foto ia dan Sisilia saat acara Team Building. Raka tertawa sendiri melihat jepretan lainnya, saat Sisilia memeluknya pada lomba bakiak, atau saat memegang tangan Sisilia. Foto-foto itu ia masukkan ke album Foto Sebesar kertas A4 yang sudah ia beli. dan sebelumnya sudah ia tempatkan beberapa Foto mereka saat di tempat Om Kifli.


" Mau Ngapain lagi loe Raka?". Brian yang sudah berdiri di depan meja Raka, tampak malas sambil memegang ujung meja.


" Gue mau hubungin CCTV di Toko Sisilia langsung ke komputer Gue, loe bisa kan!". Raka menatap Brian serius.


" Asalkan loe gak bikin semua karyawan ikut natap CCTV itu". Brian menghembuskan nafasnya pengap melihat banyaknya coklat di meja.


Doni malah dengan tenang melahap coklat itu sambil mengetik sesuatu di sofa.


Raka melihat Doni." Kenapa gue nyuruh semua karyawan, Gue udah minta Doni ngurus itu semua, ya gak?".


Raka melempar coklat berbentuk bola dan disambut oleh tangan Doni dengan cepat. Coklat itu langsung slup masuk ke mulut Doni membuat Brian sakit kepala.


" Ini, gue udah pasang iklan buat cari pegawai buat ruang pengawasan CCTV ". Doni meregangkan jari-jarinya.


Raka langsung mengajak Brian pergi


" Doni, loe urus kantor sementara!".


" Okey". Doni kembali melahap coklat berbentuk persegi.


Brian yang sudah di ambang pintu berbalik dan memasukkan beberapa coklat ke mulut Doni. " "Makan nih sekalian,"

__ADS_1


" Kenapa, bukannya loe yang minta coklat". Raka mengerutkan alisnya.


" Iya anggap aja gue yang minta, pusing gue. Mintanya cuman satu malah dikasih ampe penjualnya langsung cuci gudang". Brian mengusap bahu sahabatnya yang sedang mengejar hati perempuan itu.


" humm, yang ini rasa permen jelly.". Doni malah menikmati berbagai rasa coklat yang terhidang itu." Ini kayak ada campuran susunya, eh ini kok ada rasa kopinya. Tapi enak". Doni mencicipi coklat yang lainnya juga.


****


Raka dan Brian sudah membawa tukang CCTV ke Restoran Sesilka. Usai dipasang dan di modifikasi oleh Brian, mereka langsung naik ke atas. Di toko Sisilia ikut dipasang CCTV dan Brian juga memodifikasinya.


Tukang CCTV yang sudah mendapatkan pembayarannya itu pamit undur diri. Raka langsung menjelaskan bahwa CCTV dihubungkan ke komputernya agar ia tau bagaimana perkembangan Toko Sisilia dan Sesilka.


" Kalian gak ada pertanyaan gitu. Kayak kenapa tiba-tiba dipasang CCTV?". Brian heran tak ada pertanyaan dari mereka, tadi di bawah, Sesilka juga hanya menerima saja.


" Iya kalian boleh tanya" . Raka ikut menyuruh karena Sisilia tak protes maupun bertanya seperti saat penandatanganan kontrak.


Vito mengatakan ia selalu ikut keputusan Raka. Sementara Sisilia hanya menggeleng, ia tak mau menduga kalau Raka mau mengawasi mereka.


" Kalau gitu saya jelaskan saja, jadi saya ikut mengawasi kegiatan kalian dari jauh, soalnya saya gak bisa sering datang ke sini. Apalagi kalian berdua sudah tutup sebelum jam 7 malam". Raka membuat alasannya terdengar sealami mungkin. Vito dan Sisilia yang mendengar hanya mengangguk saja.


***


Doni mengatakan ada satu pelamar yang sangat cocok dengan pekerjaan di ruang pengawasan. Raka meminta agar langsung diterima saja, syaratnya adalah jika menemukan hal aneh harus langsung dilaporkan padanya.


Pelamar itu bernama Yusuf, ia dulu pernah bekerja di ruang pengawasan juga. Tapi sudah dua bulan ia menjadi sopir taksi karena perusahaan tempat ia bekerja sudah tutup karena terjerat hutang.


Saat mengetahui Perusahaan BDR CYNOC membuka lowongan. Ia langsung mendaftar, siapa sangka ia langsung diterima tanpa wawancara. Melainkan mengikuti persyaratan dari perusahaan saja. Tapi asalkan ia bisa bekerja di bidang yang dikuasainya itu, ia harus terima syaratnya.


***


Satu bulan kemudian...


Rutinitas Raka bertambah yaitu melihat kelakuan Sisilia di Komputernya. Raka bisa mengatur program komputer untuk memperlihatkan bagian Sisilia karena sudah dimodifikasi oleh Brian. Kadang -kadang Sisilia menari, ada juga Terekam Sisilia menyembunyikan ekspresi kesalnya ke pelanggan yang banyak tanya namun tak jadi beli.


Yusuf berlari ke depan ruangan Rapat. Raka sedang memimpin rapat inovasi perusahaan. Sebelumnya Yusuf sudah menghubungi telepon di meja kantor Raka namun tak ada sautan.

__ADS_1


Ketika semua karyawan yang ikut rapat keluar, tersisa Raka, Brian dan Doni di dalam ruangan besar itu. Yusuf langsung masuk dengan tergesa, lalu ia langsung mengeluarkan flashdisk dan memberikannya pada Raka.


Yusuf mengatakan kalau toko Sisilia di datangi oleh 2 orang anak buah perusahaan yang ia kenal.Ternyata mereka adalah dari perusahaan yang menagih hutang pada tempat Yusuf bekerja dahulu. Nama perusahaan mereka sama dengan yang menawarkan pinjaman namun ditolak Raka waktu itu.


2 orang itu datang sambil pura-pura bertanya tentang tanaman. Nampak dalam rekaman itu Sisilia bingung dengan pertanyaan mereka. Lalu mereka pergi sambil tersenyum dan berkedip pada Sisilia. Raka mengepalkan tinjunya hampir memukul meja kaca, namun ia sadar dengan rasa sakit dan mengurungkan niatnya.


Raka langsung menelfon Sisilia dan menanyakan apa yang terjadi. Sisilia bilang bahwa 2 orang itu awalnya menanyakan tanaman namun akhirnya bertanya mengenai Raka. Sisilia menjawab kalau Raka pemilik gedung mereka dan ia dan Vito adalah bawahan secara tak langsung. Kemudian mereka langsung pergi. Sisilia pun menutup panggilan dari Raka.


" Kenapa mereka datengin Sisilia". Raka jelas sangat khawatir.


" Jangan-jangan mereka mau balas dendam". Ucapan Doni membuat Raka semakin was-was.


" Harusnya mereka datengin kita buat balas dendam ,ngapain ke tempat Sisilia". Brian berusaha menerka.


" Maaf pak apa bapak bikin masalah dengan mereka?". Yusuf bertanya pada Raka.


Doni menjelaskan kejadian mereka membuat anak buah dari perusahaan itu babak belur dan masuk kantor polisi. Yusuf lalu mengatakan mereka tidak suka ditolak, jika berani mereka akan membalaskan dendam dengan cara apapun.


Raka menghembuskan nafasnya, bagaimana jika mereka menargetkan Sisilia. Raka akan menghancurkan perusahaan itu juga jika Sisilia sampai terluka bahkan Sehelai rambutpun.


Brian meminta Raka agar tenang dan mulai memikirkan rencana. Apalagi mereka sudah pasti balas dendam. Raka menyetujui hal itu, bagaimanapun jika mereka ingin menang melawan musuh adalah dengan cara yang sesuai dengan aturan. Jika tidak berhasil, maka harus dengan memakai cara yang lebih sempurna dari musuh.


" Jadi apa rencana loe Raka?". Brian kagum dengan pemikiran Raka.


" Iya gue juga penasaran". Doni ikut antusias.


Raka mengeluarkan HPnya.


" Hp ?". Doni tidak tau buat apa Raka mengeluarkan HPnya.


" Ini pasti rencana bagus, Buat apa loe mengeluarin HP Raka?, aa pasti nelfon orang yang bisa beresin masalah ini". Brian mencoba menebak kemungkinan yang pas.


" Gue mau nelfon Bokap Gue, pak Rama". Raka langsung mencari kontak yang dituju.


Brian dan Doni serentak menepuk jidatnya masing-masing. ' Dasar anak Papa'

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2