Takdir Masa Depan Cinta

Takdir Masa Depan Cinta
Plester


__ADS_3

Pasti sakit ya kak Raka" Sisilia merasa kasihan .


" Enggak kok udah biasa, laki-laki dewasa dengan rasa sakit, ini bukan apa-apa.". Raka menyombongkan prinsip pasaran itu.


Sisilia membuang nafasnya, bukan apa-apa gimana, ini udah jelas berdarah". Sisilia manyun


"Kamu harusnya gak berlari kayak tadi. Untung ada Saya, kalo enggak gimana?. Lain kali lebih baik kamu pergi sejauhnya oke. !" . Raka seperti menasehati anak kecil yang nakal. Sisilia hanya mengangguk nurut.


Sisilia lalu membuka tasnya. Pesan chat dari Rini masuk bertubi-tubi. 'Ceritain ceritain ceritain ceritain.' Sisilia lalu membalas singkat, ' iya, nanti'


" Rini ya". Raka mencoba menebak


" iya".


" Pasti dia penasaran, Brian membubarkan orang-orang pas dia datang, awww, sakit bang**t". Brian menekan bonyok di wajah Doni cukup keras karena menyalahkannya, membuat Doni meringis.


" Diem loe bang**t". Brian tidak merasa bersalah.


Sisilia mengeluarkan satu buah plester pink dari dompetnya. Ia selalu menyediakan plester, karena kadang ia terluka saat membersihkan tanaman berduri.


" Ini dari aku kak Raka, kalau lukanya udah agak kering, bisa langsung di pakein plester!". Sisilia menyodorkan plester itu pada Raka.


Raka menerimanya dengan menahan perasaan bahagia berusaha menjaga ekspresi tetap tenang. " oke, makasih Sisilia".


Brian dan Doni melihat mereka berdua. Doni lalu meminta plester juga pada Sisilia. " Saya juga mau Sisilia".


Tapi Brian Sekali lagi menekan bonyok di wajah Doni."Sakit gue bilang"


Brian membalas ". Diam gue bilang"

__ADS_1


" Tapi aku cuma punya satu kak Doni, atau aku bawain besok.eh atau aku bisa beli sekarang". Sisilia berdiri hendak berjalan pergi.


Namun ia dilarang oleh Raka " Ngapain kamu harus beli, kalau untuk saya boleh karena sudah melindungi kamu. Lah Doni, dia aja kalah telak abis dua pukulan. " Raka lalu menambahkan kalau penyelamat tentu harus diutamakan.


Doni yang mendengar kata kalah telak merasa terhina tapi memang benar ia kalah. Kalau saja ia sehat, pasti Pria tadi bisa ia lawan dengan satu pukulan saja.


" Heh, saya juga mau yang dari Sisilia". Kali ini, Brian lah yang berulah. Doni membalas menekan bonyok Brian." Diam aja loe gue bilang!"


Raka mengatakan kalau di kotak P3K banyak plester, lalu mengambil dan melemparkan sekotak plester pada mereka. Raka menyuruh mereka memakai semua plester itu, kalau bisa sampai habis sekotak.


***


Raka melihat wajah Sisilia, nampaknya ada sesuatu yang ingin ditanyakan. Raka meminta Sisilia agar langsung bertanya saja, tidak udah ragu karena jika ia bisa menjawab maka pasti akan ia jawab. Sisilia memberanikan untuk bertanya.


" Masalah preman tadi, eh maksudnya yang minta tandatangan kak Raka?. ". Karena Raka nampak berpikir, Sisilia jadi merasa lancang bertanya " Gak usah dijawab kak Raka, aku gak berhak ikut campur urusan perusahaan"


Tapi Raka langsung menyela " Berhak kok, kamu kan secara tidak langsung juga karyawan Saya. Biar Doni yang jelasin ".


Sisilia melihat Doni yang sedang menatap layar Hpnya untuk bercermin. Sisilia sudah bersiap mendengarkan cerita lengkap dari Doni. Mau Tak mau Doni menceritakan Hal itu.


Sebenarnya Perusahaan yang meminta tandatangan adalah perusahaan kreditur. Mereka meminjamkan uang pada perusahaan baru yang mungkin butuh dana. Raka, Brian dan Doni sudah menyelidiki masalalu rentenir berkedok perusahaan itu. dan perusahaan itu selalu melakukan Hal yang sama berdasarkan bukti yang diselidiki.


Target mereka adalah perusahaan baru atau perusahaan rintisan anak-anak muda. Awalnya mereka memberikan dokumen lewat kurir, lalu mereka datang untuk mencek dan memaksa tandatangan. Jika tidak mau, mereka akan terus datang membawa lebih banyak pasukan. Jika berhasil mendapat tandatangan, mereka meminjamkan uang yang cukup besar. Lalu meminta bunga yang besar juga lebih dari bunga pinjaman biasa. Perusahaan mereka legal jadi tidak bisa di singkirkan dengan mudah. Perusahaan baru yang terlibat dengan mereka biasanya tidak mampu bertahan lebih dari dua tahun.


Untuk membuat Hal itu tidak terjadi, Raka menyusun sebuah rencana. Yaitu, langsung memprovokasi mereka di saat belum terlalu banyak anak buah mereka yang datang. Mereka memanggil polisi dan sengaja memancing emosi kedua pria itu. Jika mereka yang duluan melakukan penyerangan lewat CCTV, otomatis mereka bisa langsung ditahan. dan tidak bisa lagi datang ke perusahaan BDR CYNOC.


Karena tidak bisa menyingkirkan perusahaannya, lebih baik tidak terlibat dengan mereka. Kalau gak bisa berurusan dengan orang yang curang, setidaknya gak usah terlibat. Begitulah panjang lebar Doni menceritakan rencana dan kata - kata Raka.


Beberapa saat kemudian Sisilia kembali turun dari lantai itu ke lantai dasar, ia kembali ke Tokonya. Bisa jadi Vito juga akan memberondonginya dengan pertanyaan. Untung Doni sudah menceritakan secara lengkap, ia jadi tau Cara menyampaikan kejadian ini baik pada Vito maupun Rini nanti di Rumah. Pasrah adalah jalan ninja Sisilia, karena Vito maupun Rini, akan terus mendesak dengan tingkat kepo yang tinggi mereka.

__ADS_1


***


Raka menyimpan plester dari Sisilia ke dalam dompetnya. Kemudian Ia melihat tangannya yang dibalut perban, dan tersenyum. Brian dan Doni yang melihat jadi merasa ngeri.


" Gue benar-benar udah jatuh cinta ". Raka masih menatap plester di dompetnya dan mengembangkan senyum.


" Jatuh cinta sama plesternya?". Penyakit kebodohan Doni ikut kambuh efek ia kurang enak badan.


" Bukan, pasti jatuh cinta sama dompetnya, itukan dompet mahal ". Brian kini pura-pura bodoh, efek mendalami akting pura-pura bingung di depan Pria kekar tadi.


" Diem kalian jomblo, kalau gue mengejar Sisilia, kalian dukung gak ". Raka menatap dua sahabatnya itu.


" Kita selalu dukung keputusan loe sih ya gak Doni". Doni mengangguk Pasti.


" Tapi kayaknya bakalan sulit deh, Dulu kan Sisilia pernah suka sama loe". Brian berpikir.


" Gua tau kok". Raka ikut berpikir.


" Jadi loe tau". Brian dan Doni serentak melihat Raka.


" Ya siapapun juga tau lah, kalau Sisilia sering bawain jus. Terus juga dia selalu kabur pas ngeliat gue".


" Kapan, Bukannya dia selalu patuh pas loe ajarin". Doni tidak tau kalau Sisilia kabur melihat Raka, bukannya mereka selalu bertemu.


" Di tempat latihan karate doang, kalo di luar dia selalu kabur". Raka mengingat bagaimana dulu ia mencoba tidak menyadari Sisilia yang kabur, bersikap seolah memang tidak melihat Sisilia.


Raka menjelaskan pada dua sahabatnya kalau ia juga dulu merasa Sisilia menarik. Membuat ia ragu dengan hatinya. Tapi, Ia harus menjaga perasaan Kesya, sehingga ia memutuskan untuk membangun perusahaan lebih awal dari rencana lewat investasi perusahaan Papanya. Siapa sangka perusahaan mereka berkembang pesat dan ia masih mengingat Sisilia. dan memutuskan Membangun cabang di daerah ini.


Brian bertepuk tangan dengan alasan baru yang ia dengar dari Raka. Doni ikut bertepuk tangan, Raka benar-benar sesuatu. Lalu Brian dan Doni berjanji akan selalu mendukung hubungan Raka asalkan Perempuan pilihan Raka juga orang yang tulus. Karena perempuan itu adalah Sisilia, mereka mendukung 100 persen.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2