
Mereka sampai di sebuah tempat yang cukup bagus. Mereka masuk setelah Raka berbicara dengan resepsionisnya.
Ternyata tempat itu adalah penelitian untuk tumbuhan. Sisilia dan Raka masuk dengan perlengkapan Labor.
Raka sengaja ingin datang ke sana karena Sisilia pasti menyukai hal itu. Raka juga sebenarnya ingin memakai hal itu untuk membuat Sisilia ikut ke Jakarta. Eh ternyata Sisilia tetap mau ikut tanpa dimingi apapun.
Sisilia masih terkagum- kagum dengan penelitian itu. dan bertanya bagaimana bisa Raka dapat masuk ke penelitian tersebut.
Raka awalnya tak ingin memberi tahu. Tapi karena Sisilia mengeluarkan bibir manyun andalannya membuat Raka terpaksa memberitahukan. Raka meminta dana investasi pada ayahnya. Awalnya RAMAGI INVEST tidak mau karena itu bukan bisnis. Tapi bukan Raka jika tidak bisa membujuk Papanya, ia mengatakan hal itu agar bisa membuat RAMAGI INVEST makin terkenal karena mendukung kegiatan penelitian yang dapat memajukan perekonomian. Sekaligus menyenangkan calon mantu.
Akhirnya Rama bersedia memberikan investasi dan membuat Raka bisa masuk penelitian itu kapanpun.
" Makasih ya kak Raka, udah bawa aku ke sini". Sisilia mengucapkan terimakasih saat akan naik ke motor.
" apa yang penting buat kamu. Itu sepuluh kali lebih penting buat saya". Raka mengusap helm Sisilia. Tak tau betapa bahagianya perempuan yang helmnya di usap itu.
Mereka melewati langit yang orange dan indah. Raka langsung membawa Sisilia turun ke hotel tempat kembali. Raka takut jika terlalu malam malah membuat Sisilia tak nyaman. Raka juga meminta Sisilia menunggu di lobi sebentar.
****
Sisilia duduk di sofa menatap sekelilingnya. Orang lalu lalang pulang dan pergi atau datang dan menginap. Ada yang sekeluarga ada yang sendirian saja.
Beberapa kali pelayan menyapa para tamunya dengan ramah. Raka akhirnya kembali dan melihat Sisilia yang sibuk menatap orang yang lalu lalang. Tapi Raka malah tak ia perhatikan. Raka ingin sekali mengagetkan Sisilia, namun berdasarkan pengalaman pahitnya saat Sisilia terkejut niat itu segera ia urungkan.
Setelah Raka duduk, ia langsung bertanya apa yang ingin Sisilia sampaikan.
" Sebenarnya aku pernah suka sama kak Raka waktu masih kuliah" Sisilia ragu-ragu.
" iya saya tau". Raka menjawab santai
" Jadi kak Raka tau?". Sisilia mengerjapkan matanya tak percaya.
" kamu selalu kabur waktu ngeliat saya di luar. Gimana saya bisa gak nyadar"
" kak Raka juga tau aku kabur. Kak Raka kan gak ngeliat aku. Rini yang ngasih tau ya?". Sisilia menerka
" Sebenarnya saya tau kamu ada di luar. Saya juga heran diantara banyak orang saya bisa melihat kamu dengan jelas. Sejujurnya saya mau menyapa kamu di luar, Jadi saya pura-pura gak ngeliat. Eh ternyata kamu kabur dan hilang. Karena itu beberapa kali terulang jadi saya pikir mungkin kamu gak nyaman ketemu saya". Raka masih santai sementara Sisilia merasa percuma menghindar kalau Raka sudah tau.
__ADS_1
" Jadi kak Raka tau aku suka kak Raka. Makanya kak Raka yakin aku akan Nerima kak Raka"
" Saya sebenarnya juga merasa tertarik dengan kamu saat itu Sisilia. Saya bahkan mencoba melatih kekuatan saya agar kamu tidak kesakitan saat berlatih karate"
" Pantas aja aku tetap gak bisa karate, kak Raka gak ngajarin yang benar. Tapi aku tetap kesakitan abis latihan kak Raka. "
" Kamu cuman mikirin hal itu, kalau saya gunain kekuatan saya mungkin kamu bisa patah tulang rusuk Sisilia".
Ucapan Raka membuat Sisilia memegang pinggangnya. Untung ia tidak patah tulang rusuk. Hii ngeri.
" Saya gak akan patahin tulang rusuk kamu Sisilia. kan saya bilang saya merasa tertarik pada kamu. Lalu karena hal itu makanya saya segera pindah ke Jakarta, saya tidak mau punya perasaan pada orang lain selain Kei". Raka menghentikan perkataannya.
Sisilia langsung melanjutkan ucapan Raka " kak Raka gak mau punya perasaan selain buat Kesya. kak Kesya sangat beruntung. Tapi kenapa kalian putus". Sisilia menepuk bibirnya lancang bertanya pada Raka.
" Kamu benar ingin tau Sisilia, kalau kamu ingin tau selama itu keinginan kamu saya akan menceritakannya, saya gak mau punya rahasia sama kamu. Tapi kamu juga harus ngasih saya rahasia yang bisa bikin saya senang loh!". Raka menaikkan alisnya meminta persetujuan.
" Gak usah cerita aja, aku gak punya rahasia penting lagi"
Raka akhirnya tetap menceritakan penyebab ia dan Kesya putus. Sisilia yang geram dibalik wajah dan tubuh seksi dan cantik Kesya, ia tega menghianati kepercayaan Raka. Sisilia mengepalkan tangan kanannya.
" Tapi Sisilia, itu sudah masa lalu saya. Saya gak mau kamu membandingkan diri kamu dan Kesya atau kamu merasa tidak percaya diri. Rini yang bilang sama saya, kamu berpikir kalau Saya menjadikan kamu pelarian untuk hubungan gagal saya selama lima tahun".
" Kan aku udah terima Kak Raka. Anggap aja itu masa lalu juga". Sisilia melihat Raka yang tidak senang mendengar ia mengakui hal itu.
" Gimana kalau aku kasih tau satu rahasia, bukan rahasia besar sih. Cuma sedikit Rahasia". Sisilia tersenyum.
" Apa"
" Kak Raka adalah cinta pertama aku". Sisilia melihat ekspresi Raka yang masih tidak antusias.
" Saya tau, Vito bilang kamu gak pernah Suka sama cowok lain selain saya" Raka menaikkan bibirnya sombong.
" Bukan itu kak Raka, aku emang lumayan terpesona waktu waktu kita pertama kali bertemu, waktu kak Raka nolongin aku bawain tas barang bawaan aku ke lantai tiga kos-kosanku"
" kamu terpesona sama saya".
" aku belum selesai kak Raka, aku emang terpesona saat itu dan mulai suka kak Raka. Tapi sebenarnya aku berharap cinta pertama aku adalah pemilik jaket terbang". Sisilia membuat Raka bingung.
__ADS_1
" Iya jaket yang terbang ke muka aku waktu SMP. Saat itu aku bilang, jika saja aku dan pemilik jaket itu bertemu. Aku harus bilang kalau dia adalah cinta pertama aku"
" Kamu kan gak tau wajah saya gimana. Kalau saya nenek-nenek atau kakek kakek, atau kalau saya cewek." Raka penasaran.
Sisilia selalu berterima kasih di dalam hatinya untuk pemilik jaket itu. Sisilia hanya yakin jika pemiliknya laki-laki karena Sahila mencari info mengenai jaket itu. Bahkan Sisilia tidak mau menjual jaket itu walaupun harga bekasnya tetap mahal.
Sekarang Sisilia semakin beruntung. Karena setelah tau jaket itu punya Raka dari tempat om Kifli. Cinta pertama Sisilia terwujud, bukan itu saja, bahkan Raka akan tetap menjadi cinta pertamanya walaupun ia tidak tau pemilik jaket itu dan setelah mengetahuinya.
" Tapi kamu yakin pertemuan pertama kita adalah saat kamu terpesona itu . Kamu pikir saya bisa dengan mudah apa nolongin tiap perempuan yang lagi kesusahan bawa barangnya ke lantai tiga".
" Maksud kak Raka?. Ya berarti pertemuan kita adalah saat kak Raka nerbangin jaket" Sisilia tak mau kalah.
Raka menepuk keningnya " bukan itu Sisilia, kamu yakin saya kebetulan lewat dan nolongin orang"
Sisilia mengangguk ' Benar juga, dari kepribadian kak Raka yang aneh itu gak mungkin'
Raka lalu mengatakan pertama kali kali bertemu Sisilia di halte bus, dan tau kalau Sisilia adalah orang yang sama dengan perempuan yang ia lihat di halte. Raka kagum dengan sifat baik Sisilia dan saat menyadari Sisilia sedang butuh bantuan untuk membawa barang, Raka langsung menolong.
Sebelumnya Raka pernah melihat Sisilia yang sedang menunggu di halte bus, Saat itu Raka menunggu kedatangan Doni yang membawa banyak oleh- oleh.Sementara Sisilia menunggu kakak kelas tempat ia menginap karena ia tidak tau mengenai daerah itu.
Sisilia melihat seorang ibu yang hamil dan membawa anak kecil merengek minta jajan. Sisilia mengeluarkan kue yang ada dalam tasnya dan memberikan pada anak kecil itu.
Setelah diterima, anak kecil itu meminta mainan gantungan tas ransel Sisilia. Ibunya sudah melarang tapi anak itu makin merengek. Sisilia membuka gantungan miliknya itu dan memberikan pada anak kecil itu.
Ibu si anak berterima kasih pada Sisilia dan ingin mengganti uang untuk apa yang diminta anaknya. Sisilia menolak dan mengatakan itu hadiah. Karena si ibu masih ragu Sisilia meminta informasi saja sebagai imbalannya, dimana letak pasar yang menjual makanan murah dan enak cocok untuk harga mahasiswa.
Si ibu memberi tahu Sisilia dan setelah bus berhenti, si ibu naik. Dari pintu lain bus, Doni turun dengan barang bawaan. " woy Raka bantuin gue kek".
Raka masih melihat Sisilia " Cewek yang langka, baik banget,"
" Ngeliatin apaan loe?". Doni keteteran
" Gak ada". Raka membantu membawa barang Doni.
" Loe ngeliatin cewek lain ya?". Doni menebak
" Diem loe ," Raka menjitak kepala Doni.
__ADS_1
" Loe udah nemuin pengganti Ke..". Plak jitakan kedua yang tidak bisa dibalas Doni karena tangannya penuh.
Bersambung...