
Sisilia masuk ke ruangan Raka membawakan masakannya untuk Raka "kak Raka ini udah aku siapin”. Sisilia menaruhnya di meja dekat sofa.
“ Sisilia kamu juga bawain Brian ya”. Raka memandang penuh tanya
“ iya"
“ kamu kok bawain dia dulu baru ke saya sih?”.
Raka sedikit protes dan masih melihat komputernya.
' ya kan aku lewatin kak Brian dulu baru kesini'
Sisilia mengatakan kalau ia sengaja ingin
melihat reaksi Raka tentang masakannya dan makan bersama tapi malah diabaikan. Raka lalu meminta maaf dan langsung mencoba masakan Sisilia bersama dengan Sisilia.
Raka merasakan masakan sup yang dibuat oleh Sisilia “ enak sekali Sisilia, sayang Brian malah lebih dulu nyobain daripada saya”
“ kak Raka kok gitu sih sama kak Brian, kan kasian juga dia makan makanan yang gak sehat. Yaudah gimana kalau makan malam aku buatin kak Raka gulai ayam”. Sisilia ,menawarkan
“ terus toko kamu gimana?”. Raka menanyakan perihal Toko
“ aku kan udah nutup toko jam 6 kak Raka”. Raka berpikir sejenak dan mengangguk, lupa kalau Sisilia menutup toko tidak lebih dari jam 6.
“bukannya kamu gak bisa bikin?”. Raka bertanya lagi
“ Aku gak bisa, tapi ibu Asti bisa”. Sisilia membanggakan bu Asti
“ bu Asti siapa?” Raka bertanya lagi sambil menyuap sup dengan suapan besar agar ia cepat selesai makan.
“ Bu Asti itu Ibu aku kak Raka”.
Raka berhenti makan dan bergumam ‘ ooh ternyata calon mertua’
“ apa kak Raka ? kak Raka ngomong apa?”. Sisilia membuka rambutnya ke belakang telinga agar bisa mendengar lebih jelas.
__ADS_1
“ Enggak kok Sisilia, saya pikir siapa?”
Raka lalu bertanya mengenai Bimo pada Sisilia, tapi Sisilia hanya mengatakan kalau Bimo itu teman sekampungnya saat masih kecil sebelum Bimo pindah. Makanya Bimo tau panggilan kecilnya dan ia hanya memanggil Bimo dengan sebutan Bim atau Bimo walaupun Bimo lebih tua dua tahun darinya. dan mereka pernah satu SMP juga membuat mereka bertemu lagi.
Sisilia tidak mau bercerita lebih dari itu dan beralasan kalau Raka harus menyelesaikan pekerjaan secepat mungkin. Raka yang penasaran hanya tau bisa dibilang dasar dari informasi Bimo namun tak ada yang begitu penting.
Sisilia lalu pamit agar ia bisa pergi ke tokonya kembali dan memberikan kartu kredit Raka, Raka menyuruh Sisilia memegang sampai besok pagi dan meminta agar Sisilia membuatkannya sarapan juga. Sisilia terpaksa menyetujui hal itu karena Raka bilang kemungkinan besok ia akan pulang normal. Sisilia menelfon ibunya saat sedang di toko untuk ibunya bisa membeli bahan untuk membuat gulai ayam.
***
Raka yang penasaran mengenai Bimo tidak bisa berhenti berpikir yang tidak-tidak. 'Bagaimana jika mereka pernah punya hubungan spesial'
Raka berinisiatif menanyakannya pada Vito.Vito yang sedang ikut membersihkan restoran Sisilia karena toko tanamannya sudah tutup merasakan getaran dan nada dering Hpnya.
Sebuah nama yang mengharapkan segala informasi darinya muncul. Vito lalu berjalan ke dekat tangga sambil menerima panggilan itu. Tangga nomor tiga dipilih sebagai tempat duduk strategis oleh Bimo, tidak terlalu ke bawah ataupun terlalu di atas.
Raka lalu bertanya mengenai siapa Bimo pada Vito. Awalnya jawaban Vito klise sama seperti yang diceritakan oleh Sisilia padanya. Raka lalu mengatakan mengapa Sisilia tidak memberikan informasi yang lebih penting pada Raka.
Informasi penting yang ingin Raka tau adalah apakah mereka punya kemungkinan untuk punya perasaan atau masa lalu mereka yang membuat Sisilia sedikit jengkel bercerita mengenai Bimo pada Raka.
Vito mengatakan agar Raka tidak usah khawatir karena. Berhubungan dengan kejadian Sisilia terkena seluruh lumpur di seragamnya saat kelas satu SMP. Sisilia yang bersembunyi di toilet membuat banyak orang antri sehingga membuat Bimo yang saat itu sudah di kelas 3 dan sekaligus ketua OSIS ikut turun tangan.
Sisilia harus pulang dan Vito yang mengantar Sisilia saat itu. Ternyata mereka bertemu dengan Bimo di dekat gerbang.
Bimo lalu memberi nasehat pada Sisilia agar jangan membuat orang lain ikut ribut hanya gara-gara dia saja. Bimo mengatakan hal itu karena ia adalah ketua OSIS yang bertanggung jawab pada ketenangan Siswa dan tidak mau guru menyalahkannya karena tidak bisa menjadi ketua OSIS yang baik.
“ wah kurang ajar, jadi dia ngomong kayak gitu sama Sisilia?. Emang masalah Sisilia sama dia yang jadi ketua OSIS ngaruhnya apa”. Raka terdengar emosi
“ bener bang, mungkin karena dia ngerasa semua orang tau Sisilia itu teman masa kecil dan satu kampung sama dia mungkin,”. Vito juga merasa aneh dan bingung.
" Padahal dia lebih tua kan?, harusnya dia mengerti perasaan Sisilia yang baru kelas 1 SMP!". Raka meremas jarinya.
" Ya kan kita sama-Sama masih muda bang. Masih ninggiin ego ". Vito terdengar seperti ahli.
“Bener juga Sih. Terus Sisilia gimana, harusnya kan Sisilia marah”. Sesaat Raka berhenti untuk mendengar jawaban Vito.
__ADS_1
“ Sisilia cuman jawab kalau dia minta maaf dan dia gak sengaja. Terus di perjalanan dia tiba-tiba dapat jaket entah darimana kelempar di muka dia”. Vito mengingat bagaimana dulu Sisilia mengatakan itu adalah keajaiban untuk orang yang menderita. “Sisilia lalu menahan airmatanya sampai dia pulang , Sisilia memakai jaket dari orang tak dikenal itu untuk mengurangi rasamalunya.”
‘Jaket, iya jaket itu emang harus lepas dari tangan saya Sisilia. saya sangat lega kamu Bisa terbantu walaupun Sedikit’
Sesampainya di Rumah Sisilia langsung menagis tersedu sedu. Raka terdiam sejenak bagaimana Sisilia pasti menangis karena kejadian memalukan itu. Vito mengatakan kalau Sisilia sudah memaafkan Bimo.
Tetapi karena Sisilia sama seperti kebanyakan wanita, walaupun mereka sudah memaafkan pasti mereka akan ingat dan kesal dengan orang yang pernah menyakitinya. Bahkan Sesilka juga jadi kesal pada Bimo walaupun Sisilia yang mengalami.
Jadi tidak mungkin Sisilia punya perasaan pada Bimo. Namun Bimo,Vito tidak tau apakah Bimo menyukai Sisilia atau tidak karena mereka bertemu setelah sekian lama.
Raka yang mendengar jadi risau dan menjadikan Bimo saingan yang belum terdeteksi apakah berbahaya atau tidak. yang jelas Raka lega jika Sisilia tidak punya kenangan baik dengan Bimo. Raka lalu melihat kembali pekerjaannya. Beberapa bunyi stapless dan kertas beserta perpaduan dengan suara ketikan komputer memenuhi seisi ruangan itu mengiringi betapa sibuknya ia.
***
Sisilia langsung menghidupkan skuternya pulang dari toko, menuju rumah. Di perjalanan ia singgah dahulu ke warung membeli dua buah telor dan sosis untuk membuat telor dadar khusus buat Raka .
Selesai membuat dan Sisilia mempelajari cara memasak gulai dari ibunya. Ia langsung membawa Masakan itu ke perusahaan Raka.
Ia juga pastinya membawakan untuk Brian. dan membuat Brian mengirimi raka pesan chat kembali ‘ makasih udah minta Sisilia bawain gulai ayam diiringi emot hati 3 kali, lebih banyak 1 hati dari yang tadi siang’ membuat Raka merengut.
Sisilia lalu masuk ke ruangan Raka membawakan masakan gulai ayam itu dan mengatakan bahwa ia ikut belajar membuat untuk Raka agar ia terbiasa. Raka lalu duduk di sofa membiarkan tangan Sisilia yang membuka tutup setiap tempat masakan
Raka awalnya antusias karena Sisilia membuatkan dan belajar membuat untuknya tapi. “ Sisilia, kamu juga bawain buat Brian berarti ini bukan buat saya saja”. Ada getaran esmosi ringan pada wajah Raka karena Brian ikut mencobanya, emot hati yang dikirim Brian membuat ia menggemeretakkan gigi yang tak terdengar.
“ yang penting kan aku udah belajar buat kak Raka”. Sisilia tau pasti Raka kesal karena ia duluan memberikan masakan pada Brian, padahal kan agar ia tidak bolak balik.
Sisilia lalu mengeluarkan kotak dari tas yang ia bawa. Sisilia mengatakan kalau itu adalah telur dadar gulung yang ia buat hanya untuk Raka, resep yang ia kreasikan sendiri dan ia tidak membawakannya untuk Brian. Seketika Raka menjadi antusias lagi dan mencoba buatan Sisilia itu.
“ Gimana rasanya kak Raka?”
“ Enak Sisilia, apalagi yang coba cuma saya saja”. Raka melahap telur dadar gulung itu.
‘kalau cuma saya yang makan buatan kamu, saya sangat senang. biarpun rasanya tidak enak saya akan bilang enak Sisilia’
“ bagus deh kalau kak Raka suka”. Sisilia tersenyum sambil menatap Raka yang makan dengan lahap seperti seorang ibu yang senang anaknya menghabiskan makanan tanpa sisa.
__ADS_1
BERSAMBUNG...