Takdir Rahel

Takdir Rahel
TR 13


__ADS_3

Kesokanya pagi-pagi rumah Rahel di ketuk ia terbangun lebih dulu lalu keluar dan membuka pintu, terlihat seorang peria paruh baya yg ada di depan rumahnya "Eh pak Edi ada peru apa yah??".


Peria itu langsung melempar sebuah aplok ke dia, karna tak sempat menagkap jadi ampol itu terjatuh ke lantai "Mulai hari tak usah kebali bekerja ke tempat ku. Ini akibat karna kamu berani membuat putri ku menangis."


Rahel binggung kenapa hanya karna masalah kecil itu saja dia harus di pecat "Tapi kenapa??" Adam tanpa sengaja terlihat keluar dari kamar dan di saksikan oleh Edi "Dasar pasangan yg menjijikan."


Peria itu langsung pergi , sedangkan Rahel hanya bisa meatapi nasipnya "Apa yg harus aku lakukan.." Rahel terduduk lalu menangis sedangkan Adam yg mendengar suara tangis Rahel yg pertama kalinya segera menghampirinya "Ada apa hel."


Ia melihat ke depan dan sebuh mobil baru pergi melaju "Apa kamu di lecehkan oleh pemilik mobil itu??".Rahel menggelengkan kepalanya dan masih menangis, Adam tak tau apa yg harus ia lakukan jadi ia memeluknya tanpa mengerti apa yg terjadi, tepat setelah gadis itu berhenti menangis Adam pun membuka pembicaraan.


"Bagai mana kalok kita tak perlu menunggu peria aneh tadi malam, cukup kamu saja yg mengantar aku ke polisi." Rahel menoleh pada Adam dengam mata yg bengkak karna cukup lama menangis "Lalu bagia mana caranya??" Adam sudah memikirkan ide ini sebelumnya jadi segera pergi mandi dan mempersiapkan barang apa saja yg akan di bawa selama di kota dan mereka pun berjalan dari Rumah Rahel ke jalan raya.


Kebetulan sebuah Truk pengankut gas yg sudah kosong dari Desa tetangga lewat dan mereka menumpang mobil itu yg kebetulan sampinya kosong.

__ADS_1


Setelah cukup lama mereka pergi Ramai warga datang ke Rumah Rahel dengan amarah karna wanita itu berani diam-diam memiliki hubungan dengan seorang peria padahal belum resmi menikah, sesampi di depan rumah, mereka meneriaki Rahel.


"Hey kamu keluar, kalian sudah tertangkap!." Namun seperti yg terjadi tak ada respon sama sekali "......" mereka pun menaiki rumah dan menggedor-gedor pintu rumah , namun masih sama gak ada respon dan para warga itu pun beratnya-tanya "Kok gak ada orangnya , kata pak Edi di rumah ini ada Sepasang pasangan yg melakukan hubungan gelap." Dan salah satu berinisyatif untuk mendobrak "Dobrak aja kalik."


Mereka pun mendobrak pintu rumah dan hanya butuh satu orang yg dobrak pintu rumah itu sudah bolong karna kayunya yg rapuh, pada saat mereka mencari orang di dalam namun tak ada orang sama sekali "Kayaknya oranya sudah pergi." Para warga pun dengan terpaksa memutup pintu rumah tadi yg jebol pakai balok yg ada di bawah kolong rumah dan kembali ke Desa.


Sesampi di kota mereka di berhentikan di jalan mawar karna mereka akn menginap di rumah anak Buk Anisa yg kebetulan sudah menikah namanya Sari dan suaminya Lukas merema tingal di pingir jalan jadi mudah menemukanya "Ruamhnya di jalan Mawar No 07 Rt12 dan Rahel berhenti di sebuah rumah


"Apa itu udah benar??" Rahel masih mencoba menyamakn no rumanya "Sepertinya sudah." Mereka pun masuk ke halaman rumah lalu mengetuk pintu Rumah tersebut, rumah itu begitu sederhana tidak ada pagar dan terlihat sederhan seperti rumah pada umumnya.


"Oh ini nama sementarnya Rio kalok nama aslinya gak tau, itu sebabnya rahel ke sini, maaf yah tante Rahel datanya dadakan, tadi pas telpon Bik anisa buat tanya tempat nginap murah eh malah di suruh ke rumah tante sari." Wanita itu tersenyum "Gak papa, lagian tante mu di sini sepi gak ada yg temenin pas om mu pergi kerja. Ayok masuk dulu, nanti kita lanjut bicara di dalam, nak Rahel dan Nak Rio udah makan."


Mereka masuk satu persatu dan menjawab Sari adalah Rahel "Belum tante..." wanita itu menawar "Kalok gitu makan dulu di dapur sana." Rahel menjawab sambil menaruh tasnya di ruang tamu"Gak usah tante, nanti aku sama Rio makan di luar aja sambil jalan-jalan."

__ADS_1


Setelah menaruh barang mereka pamit ke luar "Sepertinya saat di lampu merah ada yg jual mie ayam, aku lagi kepengan makan mie Ayam."


Mereka menyusuri jalan hingga berhenti di perempatan tepat di dekat lampu merah terdapat rumah makan yg menjual Mie Ayam dan Bakso, mereka memesan dua mangkuk mie ayam dan dua Teh Ice lalu memutuskan untuk duduk menghadap jalan.


Karna mereka ingin sambil menikmati jalan kota yg ramai sebuah mobil BMW berwarna merah berhenti tepat di depan mereka , mobil itu berhenti karna lampu merah dan dan seorang wanita yg duduk di bangku sampinya menoleh ke arah kekasinya dan memberitaunya lipstik yg ia pakai.


"Sayang coba lihat lipstik ku cantik gak??" Peria itu menjawan sambil membelai rambut kekasinya "Fit, mau lu pakai lipstik kek atau engakek, lu tetap cantik di mata gue." Wanita itu tersipu malu dan tanpa sengaja pandanganya menghadap ke luar dan sosok yg tidak asing baginya terlihat, ia sempat terdiam dan lampu merah pun berubah hijau dan mobil itu pun berjalan.


"Sayang sepertinya aku melihat Adam deh." Abel bukanya hawatir malah tertawa "Hahaha.., kamu ini apa-apa aan sih, dia kan udah mati dan jasanya juga sudah kita buang mana ada bisa hidup lagi, paling kamu salah lihat aja kalik." Fitri mencoba berpikir positif "Mungkin saja."


Pada saat mobil BMW merah itu berhenti Adam seperti pernah melihat sebelumnya namun ia tak menggingat dengan jelas "Kok sepertinya aku kenal..." tiba-tiba Raherl menyahutinya "Mungkin hayan mu aja kalik." Adam menajwab dengan santai "Mungkin saja aku hanya menghayal pernah melihat mobil itu sebelumnya." Mie ayam mereka pun datang dan mereka langsung menikmatinya, ketika suapan pertama Adam terkejut "Wah ini enak sekali."


Rahel menjawab "Iya kamu benar ini enak." Rahel pun mengambil sambel dan di tuang ke dalam mangkuknya dan di coba lagi "Wah tambah enak dong." Adam yg penasaran menungkan Sambel juga lalu mengaduknya pas ia coba "Wah enaknya, gak salah kita makan di sini." Mereka begitu menikmatinya hinga mangkuk mereka kosong dan dua orang itu yg sudah kenyang segera membayar dan kembali pulang dengan perut kenyang.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2