
Malamnya Adam harus tidur di luar ia dari tadi belum bisa tidur dan berapa kali ingin masuk namun masih mendengar istrinya yg masih terbangun sambil berbicara dengan putranya lalu ia menunggu sampai lampu mati baru saat itu lah ia baraksi ia bangkit dari baringnya saat ia mencoba menarik gangang pintu rupanya pintu kamar terkuni "Astaga di kuncinya lagi."Adam terus mencoba membuaknya padahal dia sudah tau kalok usahanya pasti sia sia "Apa yg harus aku lakukan seakarang." Tiba tiba terdengar Felix dari dalam dengan nada yg kecil "Apa itu papa??"Adam yg mendengar hal itu tak mau menyianyiakan kesempatan ini ia berbicara pada putranya "Iya ini papa, bisakah kamu membuka kunci kamarnya??"Tiba tiba terdengar dari dalam suara Felix memutar mutar kunci kamar dan akhirnya Adam bisa membuka kamar lalu ia segera masuk membawa tikar, bantal dan selimutnya lalu menaruhnya setelah itu ia memeluk putranya "Makasih yah udah mau buka pintu buat papa."Felix tersenyum menatap ayahnya "Oh iya, Anak papa kok belum bobok??"Felix menjawab "Felix masih belum nagantuk pa."Adam tersenyum "Ayo kita baring sama mama mu, biar nanti papa ceritakan cerita buat felix agar bisa tidur."Felix terlihat sangat bahagi lalu ia dan Aayahnya segera berbaring di kasur yang sama demgan Rahel walau harus sempit sempitan jadi posisi mereka saat ini Felix berada di tengah Adam dan Rahel, lalu peria itu pun mulai bercerita hingga anaknya tertidut baru ia ikut menyusul untuk tidur.
__ADS_1
Besoknya Rahel terbangun karna merasa tempat baringnya begitu sempit pada saat ia membuka mata bertapa terkejutnya ketika ia melihat suaminya sudah ada di depannya "Astaga dari mana di bisa masuk, bukanya semalam pintu kamar sudah ku kunci."Rahel perlahan bangkit lalu ia mencoba membuka ganggang pintu rumah rupanya pintu itu tidak terkunci dan Rahel sudah bisa menebak dari dalam yg bisa membuka pintu hanya dia dan kemungkinan lain adalah putranya Felix "Astaga Rahel, seharusnya kamu mencabut kuncinya dan menyembunyiakannya ."Rahel menoleh pada dua peria yg sedang tidur "Memang yah, anak dan bapak ini susah sekali untuk di pisahkan." Rahel tersenyum rupanya anaknya sangat cepat untuk dapat bisa dekat dangan Ayahnya, Rahel menghela napas pelan "Sekarang lebih baik pergi masak dulu taktnya nanti orang yg di suruh suami ku datang menjemput nanti sampainya pagi pagi."Rahel memutuskan untuk pergi ke dapur untuk memasak sarapan pagi nanti untuk mereka.
__ADS_1
Pada pukul 7 pagi tiba tiba hp Adam bergetar seperti ada yg menelfon namun peria itu masih tidur sambil kemeluk putranya dan kebetulan Rahel masuk ke dalam kamar baru dia lah yg menjawab telfon tersebut "Halo.."terdengar sura seorang peria yg menjawab Rahel "Apa kah ini nona Rahel??"Rahel menjawab "Ya.."Lalu ia menoleh pada suaminya yg terlihat mulai terbangun karna mendengar suaranya, lalu peria tadi melanjutkan perkataanya "Kami sudah sampai di desanya Rumah nona Rahel ada di mananya yah??"Rahel me jawab "Rumah saya gak ada di kampungnya, rumah saya di luar desa."Peria itu kembali bertanya "Lalu bagi mana kami ke sana nanti??" Rahel pun menjawab "Keluar saja lagi dari desa lalu belok kanan terus aja jalanya sebentar gak terlalu jauh kok nanti di sebelah kanan lagi kalian akan ketemu jalan berbatu terus aja jalannya di ujung jalan kelihatan kok rumah kami nanti."peria itu menjawag"Ya, nanti kami akan ke sana." Pangilan itu pun berakhir tak lama terdengar suara Adam "Tadi siapa sayang??"Rahel menjawab "Kayaknya orang yg mau menjemput kita sudah datang."Rahel menghampiri mereka "Kalian sekarang cepat bangun dan pergi mandi, ini udah jam 7 pagi jangan biasakan kesiangan."Rahel mengoyang goyangkan tubuh putranya dan Anak itu perlahan bangun Sedangkan Adam segera bangkit dari tidurnya lalu meregangkan otot ototnya sebentar sedangkam Rahel segera keluar dari kamar.
__ADS_1
Adam tersenyum "Mungkin mereka udah biasa jadi gak takut pak."Pak Rudi mengangguk mengerti lalu adam kembali bicara "Ayo pak di minum kopi dan ini kuenya juga di makan." Adam mendekat piring kue tadi dan kembali berbicara "Jangan sungkan makan aja, entar juga nanti di jalan gak kemakan juga." Pak rudi kembali mengangguk lalu menikmati kue tadi di dan di ikuti sakir dan mereka mulai berbicara banyak cukup lama hingga Rahel dan Felix kembali dari sungai anak itu masuk ke dalam hanya dengan mengenakan handuk di ikuti Rahel lalu Adam menatap bingung istrinya "Kamu gak mandi hel??" Rahel menjawab "Sudah tadi pagi, sekarang kamu lagi mandi."abraham mengguk mengerti setelah istri dan anaknya masuk ke dalam kamar ia menoleh pada Pak Rudi dan pak Sakir "Pak Rudi dan pak sakir saya permisi pergi mandi dulu, bapak bapak bicara dan minumlah nanti juga istri saya keluar sehabis mengganti pakian anak saya."mereka berdua mengangguk lalu Adam segera ke dapur dan tak lam Rahel keluar dengan membawa berberapa tas dan koper milik suaminya ia juga memeriksa semua berkas yg akan ia bawa dan tak lama Adam kembali "hel baju ku mana??" Rahel menjawab "Ada yg sudah aku siapkan dalam kamar." Adam mengangguk mengerti lalu ia masuk dan anaknya keluar dari kamar "Mama kita mau ke mana??"Rahel menoleh pada anaknya "Kita mau balik ke rumah kakek dan nenek." Tiba tiba wajah anak itu berubh sedih "Jadi Felix gak bisa ketemu teman temen dong maa." Rahel segera memeluknya "Jangan nagis dong nanti kapan kapan kita balik lagi baru Felix ketemu teman teman, jangan nangis dong nanti omnya ketawain kalok adek cengeng gini." Anak itu segera menghapus air matanya dan tak lama Adam kekuar "Apa semuamya sudah siap." Rahel mengangguk lalu mereka mulai sarapan bersama sama dan setelah itu windi beres beres sebentar baru setelah itu windi mulai mengunci pintu dapur kamar lalu Adam menaruh semua barang mereka ke dalam koper, lalu windi mengunci pintu luar setelah itu mereka berangkat.
__ADS_1
Bersambung....
__ADS_1