Takdir Rahel

Takdir Rahel
TR 62


__ADS_3

Di perjalanan Adam melihat lihat surat yg Rahel bawa dan ia sedikit terkejut ketika melihat kartu keluarga milik Rahel dan anaknya "Sayang, nama panjang anak kita itu Felix jons??" Rahel mengangguk sedangkan Adam sedikit terkejut "Apa sejak awal kamu sudah tau aku adalah adam Jons. " Rahel mengangguk "Tapi kenapa kamu tidak meminta pertanggung jawaban pada ku waktu itu itu harusnya kamu bisa saja kan." Sontak rahael menutup mulut suaminya yg berbicara cukup besar "Sut anak mu lagi tidur, ngomongnya kecil aja." Adam menoleh pada anaknya yg baring di pangkuan Rahel untungnya anak itu tak terbangun lalu ia kembali menoleh pada istrinya namun kali ini ia berbicara dengan suara kecil "Sekarang jawab pertanyan ku yg tadi." Rahel menghela napas pelan ia menatap suaminya "buakanya sudah pernah ku kasih tau sebelumnya,Sejak awak aku tau kamu siapa,dan aku juga sadar diri aku siapa. Perbedaan setatus waktu itu yg membuat ku gak mau meminta pertangung jawaban, dan hal yg aku takutkan terjadi bukan, mama sempat gak setuju aku dengan kamu??"adam menjawab "Iya, tapi bukanya dia sudah merestui kita lagi pula mama ku seperti itu karna ia sedang syok saja karna anaknya bertunangan dengan siapa dan menikah dengan sipa, jadi mungkin dulu kalok kamu mengatakan kalok kamu sedang Hamil mungkin anak kita tak akan merasanya susahnya hidup."

__ADS_1


Rahel terdiam ia sadar kesalahnya di mana, namun itu semua masa lalu dan sudah tidak bisa di ubah lagi "Suadahlah sayang, tak usah membahasnya lagi yg terjadi biarlah terjadi jadi gak usah di bahas nanti kita malah bertengkar di mobil nanti." Rahel memutuskan untuk diam dan melirik pada kaca mobil entah kenapa ia sedang tak mau menoleh pada suaminya sedangkan Adam menghela napas panjang memang apa yg di katakan istrinya benar mungkin jika mereka lanjut membahas hal tadi mungin saja mereka akan bertengkar sedangkan di dalam mereka tidak sedang berdua masih ada putranya dan pak Rudi jadi diam mungkin lebih baik dan jika mau di bahas lagi mungkin ketika mereka berdua saja adalah waktu yg tepat, selama perjalanan mereka hanya diam dan tak lama Felix terbangun dari tidurnya "Papa apa kita sudah sampai ham.." anak itu menguap dan Adam menjawab "Sebentar lagi nak, apa kamau lapar??" Felix menagguk "Kamu mau makan apa, biar nanti kita berhenti sebentar untuk makan." tiba tiba Rahel tak sengaja melihat berapa grombolan sapi yg sedang memakan rumup di pinggir jalan "Eh sayang, coba sini bentar ada banyak sapi di jalan." Anak itu begitu anatusias ketika ibunya menyebutkan ada sapi di jalan.

__ADS_1


"Mana mama.." anak itu melirik pada kaca dan sepanjang jalan sapi berjejer dan memakan rumput yg ada di pinggir "Papa lihat ada sapi banyak." Adam tersenyum "Itu sapinya warna apa aja coba tebak??" Anaknya dengan semangat menjawab "Ada yg warna hitam sama cokta papa." Abraham tersenyum "wah anak papa pintar sekali menebak warna sapinya." Tak lama para sapi tadi sudah tak terlihat dan perlahan mereka mulai melewati jalan yg akan masuk ke kota 15 menit kemudian mereka sampai ke pinggir kora dan Adam kembali bertanya pada anaknya sambil merangkulnya duduk di pangkuanya  "Mau makan apa anak papa." Felix menjawab "Felix mau makan Ayam goreng papa, apa boleh??" Adam mengangguk lalu Adam menoleh pada Rahel "Kalok kamu sayang??" Rahel menjawab "Samakan aja sama Felix, biar satu tempat saja nanti kita." Adam mengangguk lalu ia menoleh pada pak Rudi "Pak kita berhenti tempat makan cepat saji." Pak Rudi mengnagguk sedangkan Adam kembali mengirim pesan pada mamanya kalok dia , anaknya dan istrinya mampir makan dulu sebelum ke rumah dan setelah itu ia segera mematikan hpnya dan mobil mereka berhenti di sebuah restoran cepat saji lalu mereka bertinga masuk dan Adam memesan 1 box ayam , 4 buah nasik, 3 buah kentang, 3 gelas cola, 1 gelas minuman dingin dan 2 buah ice cream.

__ADS_1


Felix pun berbicara "Mama mau coba juga??"rahel menggeleng, adam berbicara "Coba saja apa salah sih, ini coba punya ku aja kamu pasti belum pernah makan yg begini." Rahel mengeleng "Gak ah, emang apa bedanya sama ice cream yg sering di jual paklek paki motor." Adam langsung menjawab "Lah beda lah sayang, yg jualnya aja udah beda, coba kamu coba yg ini enak juga lo." Rahel masih saja menggeleng hingga Adam menyendok satu lalu di dekatkan pada istrinya "Coba kamu coba sedikit." Rahel mebajwab "Aku gak mau sayang." Namun karna suara Rahel agak besar jadi orang orang yg makan di sana sedikit menoleh pada mereka dan Rahel mulai sedikit malu adam pun berbicara dengan suara kecil "Tu lihat orang orang melihat mu sekarang coba lah." Rahel dengan terpaksa membuka mulutnya lalu Adam pun kenyuapi rahel "Bagai mana sayang??" Rahel hanya mengangguk "Enak..." namun di sisi lian anaknya yg melihat hal itu malah sedikit cemburu "Mama mau di suapin sama papa tapi kalok sama Felix kok gak mau." Anak itu terlihat sedih, rahel pun berusaha menenangkanya "Oh Felix kamu suap mama juga, ayo sini suap mama." Seketika anak itu kembali tersenyum lalu ia segera menyuap mamanya "bagi mana maa punya Felix." Rahel menjawab sambil tersenyum "Punya anak mama gak kalah enak dari punya papa." Anak itu begitu bahagia dengan jawaban Rahel sedangkan Adam sedikit senang dengan peamandangan yg ia lihat di hadapannya ini dam setelah mereka selesai makan mereka pun kembali pulang.

__ADS_1


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2