
Setelah menyelesaikan bagian depan mereka kamebali istirahat dan tak terasa sudah sore hari padahal hanya bagian depan namun karna membongkarnya dan menyimpan baloknya yg memakan waktu lama karna harus belok balaik turun ke bawah dan naik lagi untuk mengambil balok. Adam kini duduk di dekat pintu dan Rahel masuk ke dalam sebentar lalu kembali membawa minuman dan kotak P3K "Mana tangan mu yg terkena palu tadi." Adam memperlihatkan tanganya "Ini yg kena tadi tapi kayaknya udah gak sakit lagi." Rahel memencetnya pelana dan peria itu merintih kesakita "Ahhh Rahel."Adam menarik tanganya "Jagan di pencet...." Rahel kembali menarik tangan Adam mendekat "Maaf..." gadis itu melihat kukunya berubah menjadi ungu di bagian tengah kukunya "Sepertinya bagian tengah dalam kukumu yg berdarah, kamu tunggu sebenatar yah..." Rahel kembali ke dalam entah apa yg ia ambil Adam tak tau dan pada saat ia sudah menemukan apa yg ia cari ia kembali lalu kembali memegang jempol Adam.
"Tadi kamu ke dalam ambil apa??" Rahel menunjukan jarum yg ia ambil dari dalam lemaeri "Buat apa??" Gadis itu tanpa basa basi menusuk ke bagian yg bewarna ungu di kuku Adam "Aw.. sakit Hel..." setelah berhasil melubanginya akhirnya darahnya keluar dan gadis itu langsung melapnya dengan kapas "Maaf yah..." mata Adam tiba-tiba tertuju pada Wajah Rahel yg begitu dekat dengan dia, seperti ada sesuatu yg menarinya ia tanpa sadar mendekat wajahnya pada Rahel pada saat gadis itu menghadap padanya peria itu langsung mendekat dan menderatakan bibirna pada kening Rahel, seketika wanita itu terkejut ia tak bisa berkata apa-apa pipinya memerah setelah berapa menit Adam melepas ciumanya dan Rahel kembali sadar dari lamunanya dan langsung berdiri "Dasar mesum...." Rahael langsung pergi meninggalakana sedanglan Adam yg mengetahui bawa saat ini wanita itu sedang malu-malu membuatnya begitu bahagia.
__ADS_1
Sorenya Rahel lebih dulu mandi pada saat ia kembali baru Adam pergi ia mandi sebentar lalu mengisi dua gerejenya "Tak ku sangka berapa hari ini cuacanya panas sekalai, di kira malamnya bakan hujan tapi nayatanya sama sekali gak ada hujan yg turun, ini kah yg namanya kemarau...." setelah terisi penuh ia kembali pulang dan pada saat ia membuka pintu ia terkejut melihat Rahel gadis itu kembali berulah ia memasak tapi belum sempat mengganti bajunya, Adam tergoda melihatnya namun di sisi lain dia juga kesal bagai mana kalok ada peria lain yg melihat ini pasati ia akan langsung di terkam, Adam pun memutuskan untuk menegurnya saja "Hel, kalok mau masak ganti baju dulu, entar kamu bau asap lagi padahal udah mandi." Rahel menjawabnya dengan santai "Gak papa lah, entar aku mandi lagi, lagian aku nyaman kok begini."
Adam tak menyangka bawa gadis itu tak pedulu dengan perkataanya "Ku makan kamu baru tau.." peria itu pun meraih handuknya lalu masuk ke kamar mandi sedangkan Rahel tak peduli dengan perkataanya dan masih terus sibuk memasak, tak lama kemudian Adam keluar dan gadis itu masih belum mengganti bajunya, tiba-tiba sebuah ide untuk mengerjainya terlintas di pikiranya ia mengambil karung 50 kg yg ada di gudang lalu menggendap-endak ke belakang Rahel, Rahel yg baru selesai memasak segera mematikan kompornya dan menutup masakanya dan Adam yg sudah siap dengan karungnya langsung memasukanya ke dalam kamarung lalu mengangkatnya ke bahunya "Rio turunkan aku..." Adam tak perdululi dan membawa gadis itu ke dalam kamar lalu menarunya pelan ke lantai setelah itu ia melepas karungnya, rambut gadis itu terlihat acak-acakkan dan handuknya sedikit turun hinga terlihat b*lahan d*danya Adam yg tak tahan lagi dengan godaan itu ia sudah bersiap-siap untuk mendekat pada gadis itu yg sibuk memperbaiki rambunya yg berantakan tanpa menyadari d*danya yg sedikit terlihat, Adam tiba-tiba langsung mengecup bibirnya dan gadis itu sontak terkejut dan menatap Adam, dan peria itu langsung membisikan sesuatu ke telinganya "Pasti yg waktu itu adalah hari terakhir mu, jadi hari ini aku bisa kan??" Rahael tak percaya peria dalam waktu dekat ini selalu mengambil kesempatan sedangkan Rahel sendiri belum siap sama sekali.
__ADS_1
Adam tersenyum lalau menjawab "Aku sendiri lah.." Rahel menatap sinis Adam "Gak, aku gak percaya kata-kata mu." Ia meraih sebuah bantal lalu memukul mukunya pada Adam "Aw..Rahel kenapa sih..." setelah memukul bantal itu ia menarik pasa peria itu keluar kamar dan langsung menutup pintu "Ada apa dengan dia?..." tak lama kemudian pintu terbuka dan memperlihatkan dia yg sudah menganti bajunya ia menaruh pakian, tikar, bantal dan gulimg "Malam ini kamu tidur di luar..." Adam terkejut dengan Perkatan Rahel "Tapi aku kan takut Gelap." Rahel kembali ke dalam lalu memberikan padanya lamu cas "Gunakan ini untuk lamu tidur mu." Setelah memberikan padanya ia berjalan ke dapur dan mengambil makan malamnya serta minuman dan di bawa ke kamar, sedangkan Adam mangganti baujnya di kamar mandia dan perasaanya saat ini sedang sedih karna malam ini ia harus tidur di luar padahal ia ingin sekali tidur di samping Rahel dan memeluknya serta ia sangat menyesal telah meminta hal yg sama seklai belum istrinya siap berikan untuknya.
Dan malam itu Adam berbaring di luar hingga lampu mati ia pun menyalakan lampu casnya dan tertidur namun jam 2 pagi ia di bangunkan karna ia merasa ada tetes air yg mengenai wajahnya pada saat ia bangun rupanya hujan dan ia segera mengamankan tikar, selimut,bantal dan gulinya ke tempat yg tak bocor lalu ia mengambil baskom di dapur dan menarunya ke tiap sudut yg bocor di dapur maupun di dalam rumah, perlahan terdengar suara guntur yg mengejutkan Adam "Astaga sepertinya ada sura guntur juga, bagai mana caranya aku tidur di luar kalok begini.." ia berjalan menghampiri kamar dan pada saat di dorong rupanya tidak di kunci "Sepertinya aku bisa masuk." Adam membuka pintu lalu mengambil barang baranya tadi ke dalam kamar setelah itu ia menunci pintu, ia mematikan lampu casnya setelah itu berjalan ke arah Rahel yg sedang tidur , ia masuk ke dalam selimut gadis itu padahal dia sendiri punya semut dan dia juga berbagi bantal denganya, rahel yg menyadari peria itu sudah kembali ke kamar mambalikan banya, dan berbicara dengan suara kecil karna ia masih mengantuk "Apa di luar hujan..." Adam tersenyum lalu memeluk Rahel "Ya.." walau pun Adam sedikit jahil namun gadis itu masih terus memperhatikanya dan menghawatirkanya itulah yg membuat adam bersyukur karna terlah di pertemukan dengan seorang gadis yg baik seperti Rahel.
__ADS_1
Bersambung.....