Takdir Rahel

Takdir Rahel
TR 34


__ADS_3

Tak terasa sudah 1 bulan Addy di sana bersama istrinya, berbeda dengan Adam ia sedikit rish dan menyebut Addy tak punya kerjaan atau seorang pengguran namun peria tak peduli karna sebenarnya dia bukan pengguran hanya saja belum waktunya bekerja, karna ia sebenarnya ada peroyek yg akan dia buat namun masih bulan depan dan ia memanfaatkan waktu kosong ini semua untuk mendekatai Rahel Agar wanita itu terpikiat padanya, malam ini Adam dan Addy minum untuk kedua kalianya namun mereka hanya minum satu botol, Addy terus menawarkan sahabat wanitanya pada Adam agar peria itu mau berpisah dengan Rahel dan jawaban yg selalu di jawab Adam adalah "Maaf tapi aku terlalu setia untuk satu orang wanita."  Addy yg mendengar di buat kesal dan terus meneguk minumnya.


Setelah sudah sangat malam mereka kaembali tidur ke tempat masing-masing Adam diluar bersama Rahel sedangkan Addy di dalam kamar bersama Debora, Karna Jarak tidur Debora dengan Addy cukup jauh jadi pada saat di pagi hari hawa jadi semakin dingin dan karna tenpat tidur Debora hanya beralaskan Ambal jadi ia masih merasa dingin lalu ia memutuskan untuk pindah ke sampiang addy lalu memeluknya sementara waktu, sebelum peria itu bangun namun pada saat memeluknya otomatis ia bisa mencium aroma bajunya tiba-tiba ia merasa mual karna mencium bau Alkohol dari paiakin suaminya, ia segera bangkit lalu segera keluar dari kamar menuju kamar madi, karna itu sudah jam 5 jadi rahel dan Adam sudah bangun karna ini sudah jatwal menores karet namun mereka di kejutkan dengan suara pintu kamar yg di buka dan terlihat Debora yg berlari kekamar mandi dan terdengar suara Debora yg muntah.

__ADS_1


"Hel, coba kamu lihat dia dulu sebentar."Rahel mengangguk lalu menyusulnya ke kamar mandi, Dobora memuntahkan cairan berwarna kuning dan Rahel dengan senang tiasa mengelus punggunya. Sedangkan Abraham membangunkan Addy yg sedang tidur dengan mengoyangkan tubuhnya "Hey bangun , Istri mu sakit  cepat bangun." Addy perlahan membuka matanya "Jam berapa ini??" Adam memberitau padanya "Ini jam 5 pagi , sekarang cepat bangun istri ku sakit ." Addy bukanya bangun malah kembali menutup matanya "Tenang saja ia bisa mengurus dirinya sendiri." Adan mulai kesal karna Addy tak mempedulikan istrinya padahal istrinya sedang sakit begitu Adam pun langsung memaksa Addy bangkit dari tidurnya dengan memberdirikan dia dengan paksa dan Addy yg sudah terlanjur berdiri terpakasa membuka matanya "Ahh menggu sekali orang lagi tidur, dimana dia sekarang..." Adam pun mengantarnya ke dapur.


Akhirnya Addy juga ikut turun tangan untuk mengelus punggung Debora, bukanya sembuh gadis itu semain mual dan mendorong Addy "Kak Keluar aja, bau kak gak enak." Addy terkejut karna tubuhnya terdorong dan ia di kata-katain bau "Heh, siapa bilang aku bau hah." Addy pun mencium bau paiknya namun ia baru sadar pakianya bau Alkohon "Eh kok bau yah.." Addy keluar dari kamar mandi lalu segera mengganti baju ke dalam, sedang Rahel masih senang tiasa menemani Debora dan wanita itu selesai muntah pada jam 6 pagi dan terlihat dia sangat pucat dan sangat lemah "Astaga Kak, sepertinya kita harus bawa kakak ke mentri mukak kak pucat."Debora mengangguk dan Addy pun segera mengambil kunci mobilnya lalu mereka pergi dan yg tinggal hanya Adam karna peria itu kan pergi bekerja mengurus karet. Pak mentri yg baru bangun awalnya ingin meminta mereka menunggu namun karna melihat kondisi Debora yg pucat dan lemah membuatnya memutskan untuk meneriksanya dulu.

__ADS_1


"Bagai mana pak mentri??" Tanya Addy pada pak mentri yg sudah selesai memeriksa "Belum pak addy ada yg harus saya taya pada istri anda terlebih dahulu." Mentri itu pun muli bertanya "Apa bulan ini anda sudah mengalami menstruasi??"Debora menggelengkan kepalanya "Gak tau kenapa pak mentria bulan ini saya belum datang bulan." Mentri itu semakin serius "Sebelumnya sudah pernah begini." Debora menggeleng dan mentri itu kembali berbicara "Apa anda tau penyebab mual anda, mislnya ada menyium bau bangkay dan langsung mual-mual atau mencium bau yg menyengat??" Debora menjawab pak mentri "Ada pak mentri, karna bau Alkohon yg masih menempel pada baju suami saya." Pak mentri yg mendengar hal itu tersenyum lalu menjelaskan pada mereka "Tenang saja Istri anda tak papa ini hanya gejala awal kehamilan jadi sudah biasa hal seperti ini." Addy yg mendengar hal itu terkejut perasanya ia tak pernah menyentuh gadis itu lalu kenapa dia bisa hamil.


"Sekarang hanya ada kita berdua di sini, jelaskan pada apa yg sebenarnya terjadi." Debora dengan terpakasa menceritakan segalanya pada Addy dan peria itu mendengarnya sedikit kesal dan tak habis pikir kenapa gadis itu tak memberitaunya sejak Awal dan ia bisa mengatisiapasinya namun karna ia tak tau jadi benih itu tumbuh menjadi janin, Addy berusaha tenang dan harus bisa menerima hal ini apa lagi anak itu juga adalah darah dagingnya ia tak bisa membencinya dan memang mungkin takdirnya akan memiliki anak di usia 27 tahun "Lain kali jangan simpai hal seperti ini lagi, dan biarkan lah yg terjadi terajadialah kita juga gak bisa marah pada anak ini, mesipun ini terjadi ketika aku gak sadar."Debora hanya bisa menunduk merasa bersalah, Addy yg melihat hal itu menjadi kasian lalu memeluk Debora.

__ADS_1


Sedangak Rahel tadi pergi membanatu Adam yg sedang menores karet dan ketika ia melihat istrinya ia menghampirinya "Tadi dia sakit apa??" Rahel menjawabnya dengan santai "Kak Debora sedang hamil." Adam yg mendengarnya terkejut "Jika dia sudah hamil berati kamu jug sudah diong." Rahel mencubit punggang Adam "Kalok aku engak yah, mana ada aku mual-mual kayak dia, hanya saja bulan ini belum datang bukasan saja, tapi kalu datang bulan sendat begini sudah biasa." Adam tersenyum menatap Rahel "Jadi bagai mana malam ini." Rahel yg kesal sekarang pikiran mesumnya sudah kembali lalu memukul mukulnya pelan "Sana kerja, jangan pikrnya itu mulu." Adam menurut dan kembali bekerja.


Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2