
Sorenya rahel mengajak Debora untuk mandi ke sungai, pada saat mereka akan pergi terdengar suara Addy yg mengatkan "Aku juga mau ikut" sontak Windi dan Debora menoleh pada Addy "Buat apa, kalian cowok-cowok belakangan saja mandinya "Bagimana jika kalin kenapa-napa nanti di sungai." Terdengar suara Adam yg menyahuti Addy dari dalam "Tenang saja istri ku itu pandai berenag dan tidak takut pada ular jadi kamu tak perku hawatir." Addy menoleh pada Adam yg ada di belakanya "Gak usah ikut campur urusan orang." Adam tertawa "Aku punya hak untuk ikut campur karan istriku juga akan pergi, kalau saja istri mu yg pergi dan kamu menemaninya aku tak masalah tapi kalok istri ku tak boleh." Dua peria itu masih terus berdebat tanpa mereka sadari bawa Rahel sudah pergi bersama Debora.
"Debora kamu tak perku mendengar ocehan dua peria aneh itu, kita pergi mandi saja." Debora sedikit binggung dengan sikap Rahel bukanya ia harusnya bahagia karna di perbuatkan oleh dua peria ganteng tapi kenapa gadis itu biasa saja dan malah menggap mereka orang aneh. Akhirnya mereka sampai di sungai dan Rahel langsung menaiki rakitnya sedangkan Debora terlihat takut "Apa yg kamu lakukan di sana ayo turun.." Debora terlihat begitu ragu ketika melihat rakit yg terbuat dari bambu itu "Tapi nanti kita akan tengelam karna berat." Rahel mencoba meyakinkanya "Tenang saja di sini aman, orang aku dan suami ku sudah biasa mandi berdua di sini." Deborang berusaha meyakinkan dirinya "Aku pasti bisa, tenang saja ini pasti Aman." Debora pun melompat untungnya rakit itu tak tenggelam "Tu kan apa yg ku bilang, rakit ini takan tenggelam, sekarang kemarilah ." Debora duduk di samping Rahel lalu mereka segera mandi di sela mandi mereka Dobola penasaran dengan siapa suami Rahel sebenarnya "Hel, suami mu itu orang mana, perasaan aku tak pernah melihat peria seperti dia di kampung." Rahel tau bahwa suatu saan akan ada orang yg bertanya mengenai suaminya jadi ia sudah menyiapkan jawaban untuk itu "Suami ku dia dari luar kota dan merantau ke sini emang kenapa??" Debora menggeleng kepalanya "Bukan apa-apa cuman penasaran saja." Mereka pun segera menyelesaikan mandi mereka lalu segera kembali.
__ADS_1
Rahel dan debora mandi tanpa melepas pakian mereka jadi ketika mereka kembali pakian mereka begitu basah dan tanpa Dua gadis itu sadari bentuk tubuh mereka terlihat, Adam berdiri di depan pintu belakang sambil memegang handuk istrinya sedangkan Addy melihat itu mengira Adam Cabul "Hey cabul apa yg kamu lakukan di depan situ.." Adam hanya menjawabnya singakat "Diam kamu...." pada saat pintu terbuka yg terlihat lebih dulu adalah Debora dan gadis itu di kejutakan dengan Adam namun setelah gilarn Rahel yang masuk Adam langsung menutub tubuhnya dengan handuk dan mebarinya ke kamar mandi lalu menutupnya "Maaf istri ku dulu yg mengganti baju." Debora semoat terkejut lalu peria itu kembali masuk ke dalam untuk mengambil pakian yg sudah ia siapkan.Sedangkan Rahel sudah berada di dalam kamar mandi terkejut "Apa yg peria itu barusan lakukan pada ku." Rahel tak habis pikir dengan sifat Adam yg tiba-tiba menutup tubuhnya dengan Handuk, sedangkan Addy tak mengerti apa maksud dari sikap Adam tadi, pada saat ia menoleh pada Debora yg sedang melap rambutnya baru ia sadar jika bentuk tubuh gadis itu terlihat, sontak ia bangkit berdiri lalu menarik handuk yg tadi di pakai di kepalnya lalu melilit tubuhnya "Apa kamu sadar bentuk tubuh mu terlihat." Debora lantas baru sadar setekah Addy memberitaunya, namun karna jarak mereka yg agak dekat membuat Debora sedikit malu apa lagi ini pertama kalinya Addy menghawatirkanya.
Addy baru sadar dengan apa yg ia lakukan ia langsung mejauh dari Debora dan memutuskan untuk masuk ke dalam rumah dan ia berpas pasan dengan Adam yg baru keluar dari kamar membawa berbagai perlengkapan pakian wanita lalu segera ke dapur addy masih belum mengerti kenapa Adam seaneh itu , setelah rahel melepas baju basahnya ia segera memakai handuknya lalu tanpa peduli ia keluar dan Debora yg melihatnya sedikit terkejut karna gadis itu hanya memaki handuk yg hanya bisa menutupi bagian dadanya namun kara dadanya besar jadi sedikit menonjol dan handuk itu hanya bisa menutupi setengah dari pahanya "Sekarang giliran kamu Kak." Adam dari dalam langsung menarik istrinya masuk ke dalam kamar mandi lagi lalu memberikan bajuganti padanya "Cepat ganti bajumu dulu setelah itu bergantilah dengan dia." Rahel awalnya binggung namun karan di suruh jadi ia menurut, Adam menatap Debora "Maaf, istriku ini memang suka sembrono ketika di rumah jadi tolong di maklumi saja." Debora mengangguk, lalu meminta tolong pada Adam "Bisa kah aku meminta tolong pada anda untuk memberi tau sumiku untuk mengambilkan bajuku." Adam mengangguk lalu kembali ke dalam dan tam lama kemudian Rahel keluar dari kamar mandi "Sialahkan kakak lagi." Dobora tersenyum "Nanti saja, aku tunggu baju ku dulu."
__ADS_1
Setelah Debora mengganti baju dua peria itu sudah pergi mandi karna mereka mandi sudah sedikit gelap jadi mereka pergi membawa senter, Adam membawa gayung sabun dan satu gerjen air yg berisi 20 liter sedangkan Addy yg bertugas menyenter juga membawa satu grejen yg berisi 20 liter "Apa kamu memang suka mandi di malam hari seperti ini??" Adam menjawabnya "Tidak, kami selalu mandi di sore hari." Sesampai mereka ke sungai Adam terlebih dahulu mengisi dua buah gerejen mereka setelah itu ia ikut mandi tanpa ia sadari Addy terlihat tergesah gesah dalam mandinya dan sama sekali tak mau bicara pada Adam, tidak butuh waktu lama akhirnya Addy sudah selesai mandi "Cepat..." Adam kesal dengan perkataan Addy tadi "Iya iya , sabar coba sebenatr." Setelah Adam selesai mandi mereka segera kembali namun kali ini Addy yg begitu tergesah-gesah, sempainya di rumah Addy lebih dulu masuk ke kamar mandi dan melepas baju basahnya dan memakai handuknya lalu ia keluar, setekah itu giliran Adam dan pada saat pria itu keluar ia sama seperti Addy hanya memakai handuk lalu masuk ke dalam, ia sempat binggung dengan Kelakuan Addy yg tak seperti biasanya suka berdebat denganya dimana pun mereka berada.
Bersambung....
__ADS_1