Takdir Rahel

Takdir Rahel
TR 15


__ADS_3

Di toko jam itu terlihat seorang peria tampan yg menjaga toko tersebut dan mereka pun memberikan jam tersebut dan bertanya tentang keaslian jam tersebut "Bagai mana mas." Paria ia memperhatikan jam tersebut dengan teliti "Ini jamnya sudah sedikit tergores tapi hanya kecil saja tapi sepertinya pernah terbentur tapi karna jamnya kuat jadi masih aman saja."


mereka berdua terus mendengar ocehan peria itu tanpa tau jam itu Asli apa palsu dan setelah cukup lama ia memeriksa akhirnya ia menjelasakan "Jam ini Asli apa bapak dan ibuk berniat memperbaikinya "Rahel menggeleng "Kami berniat menjualnya."


Peria itu tersenyum "Mungkin jam ini takan bisa di jual mahal seperti aslinya karna sudah tergores jadi kemungkinan saya hanya bisa membelinya seharaga 180 juta, karna jam ini limited edition hanya ada 30 di dunia " Rahel terdiam mendengar nominal sebanyak itu "Yang benar mas, 180 juta apa 180 ribu??"


Peria itu menjawab "Anda tak salah dengar harganya 180 juta namun masih bisa di perbaiki dan di jual lagi, dan jika saja tidak tergores mungkin saya bisa membelinya 220 juta." Rahel terdiam mendengar harga jam semahal itu "Gak papa segitu aja pak."


Peria penjul jam itu tersenyul "Apa bapak punya Tabungan tempat saya terabsfer uanya " Rahel menjawab "Ada mas tapi gak hafal nomornya, gak bisa kes apa mas??" Lalu peria itu menjawab "Bisa , karna kebetulan juga ada orang yg membeli jam di sini dengan uang kes, kalok gitu saya ambilkan." lalu mengambil jam tadi setelah itu mengambilkan uangnya untuk mereka.


Ia keluar dan menaruh uang kes tadi di atas meja dan Rahel pun menghitung uang tadi bersama Adam dan setelah selesai mereka menaruhnya ke dalam tas dan langsung pergi di perjalanan Adam menarik Rahel tiba-tiba ke toko Hp "Hey Rio apa yg kamu lakukan."


Adam menjawab santai "Kita beli hp, milik mu itu sudah ketinggalan jaman di mana-mana ku melihat orang pakai hp yg layarnya di sentuh-sentuh." Rahe menjawab "Tapi kan harganya mahal."


Adam tak peduli ia menghampiri seorang wanita "Mabak ada hp yg harnya 1 juta aan gak??" Wnaita itu terpana dengan ketampanan Adam dan menjawab dengan malu-malu "Ada mas, mau merek yg xx atau yg xxx" Adam menjawab "Di lihat dulu boleh??".

__ADS_1


Wanita itu mengangguk lalu mengambil dua kotak dan Adam mulai melihat rupa hp tersebut sambil bertanya pada Rahel yg maumaunya, pegawai wanita konter Hp tersebut beratanya pada Adam "Mas usah punya pacar apa belum" Adam menjawab dengan santai "Gak ada, saya cuman punya istri" wanita itu terkejut "Di mana istrinya."


Ia menoleh ke belakang mereka namu tak ada wanita selain Rahel "Mana mas." Adam dengan santai menjawab sambil memasukan hp tadi di dalam kotaknya lagi "Ini di samping saya."Sontak wanita itu terkejut dan meminta maaf "Maaf mabak saya kira Mabak adeknya, soalnya keliatan masih muda."


Rahel tersenyum "Gak papa." Adam mun menjawab "Dua duanya boleh deh di bungkus " wanita itu pun mengangguk lalu membungkus untuk mereka sedangkan rahel berbisik di telinga Adam "Bisa di tawar gak sih harganya." Adam menjawab santai "Gak bisa."


Adam mengambil uang dari tas Rahel sebanyak dua juta Rupiah lalu membayar. Setelah keluar dari sana mereka kembali berjalan kali ini mereka ke sebuah tempat foto kopi lalu mereka meminta tolong untuk mengambil foto Adam dan lalu di foto kopi dan di sertai kata-kata dan nomor yg harus di hubungi.


Mereka mencetai sebanyak 500 foto kopi, tidak lupa mereka membeli lakban, gunting, dan setepler lalu membawanya pulang.


Mereka mengangguk karna perkatan Adam saat ini mereka belum tau siapa Adam sebenarnya , tak lama kemudian Rahel datang dari luar karna ia pergi membeli Mie Ayam di tempat mereka maka tadi "Eh..eh.. tadi barusan aku ketemu cewek cantik mampir ke sana, dia tinggi banget terus kulinya putih, dia datang bersama kekasihnya."


Sari tertawa dengan Perkataan Rahel "Asataga hel yg gitu mah biasa aja, tiap hari juga di liat di Mal." Rahel menggeleng "Gak ini beda, ni cewek aku pernah lihat masuk TV." Lukas penasaran "Dia di undang di TV tokswo mana??" Rahel dengan santai menjawab "Di berita pagi."


Mereka yg mendengar hal itu malah tertawa rupanya gadis itu melihatanya di berita "Astaga win itu mah dia di wawancara dong, banyak juga kok orang yg di wawancara gitu bukan berati dia terkenal." Dan Rahel yg mendengar hal itu menjadi malu-malu mereka pun mulai menikmatai Mie Ayam yg Rahel beli.

__ADS_1


Malamya Rahel dan Adam yg tidur di ruang tamu karna kamar satunya di jadikan gudang, Adam penasaran kenapa pasangan suami istri ini hanya tinggal berdua "Hel, lu udah tidur belum??" Rahel yg berbaring jauh darinya menjawab "Belum, emang kenapa??" Adam pun mulai menjelaskan "Kenapa aku gak ngeliat Anak dari Tante Sari dan Om Lukas??"


Rahel yg awalnya membelakangi Adam dan peria ia menghadap Rahel dan mata mereka saling memandang satu sama lain, Rahel memberi kode padanya untuk mendekat dan Adam menurut dan mendekati gadis itu "Jadi dulu mereka pernah punya anak tapi pas anak mereka usia 5 tahun waktu kejadianya 8 tahun lalu.


mereka pulang dari kebun binatang dan watu itu hujan lebet banget dan anak mereka duduk di depan Om lukas yg sambil mengendarai motor dan di belakang tante Sari, pas kena turunan gunung mereka turun tapi sangat cepat dan Om lukas otomatis memencet kedua Rem motornya dan Remnya tak berfungsi sedangkan di depan mereka ada teruk bera.


jadi Om lukas membelokan motirnya lalu mereka menabrak pohon yg di tanam di pinggir jalan, mereka segera di bawa ke rumah sakit waktu itu dan untuk Tante sari dia hanya luka ringan namun masih belum sadarkan diri.


sedangkan yg parah yaitu Om Lukas yg mengalami patah tulang kaki dan anaknya yg masih kecil mengalami Benturan yg sangat kuat di bagian dadanya yg membuat ia sulit bernapas dan menghembuskan napas terakhirnya di rumah sakit."


Adam yg mendengar cerita nahas yg di alami Sari dan Lukas menjadi iba "Padahal mereka orang baik , ke napa mereka harus di beri cobaan seberat itu, lalu apakah mereka berpikir memiliki anak lagi setelah itu??" Rahel menjawab "Kata Bik Anisa sih, sejak hari itu mereka gak mau punya anak lagi karna takut kejadian seperti itu lagi."


Rahel pun segera membalikan badanya" Sekarang ayo kita tidur sudah, aku sudah mengantuk." dan langsung tidur sedangkan peria itu tidak menjauhkan dirinya pada Rahel dan tidur di belakangnya.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2