Takdir Rahel

Takdir Rahel
TR 68


__ADS_3

Di rumah Mariam dan Dion pamit kerumah sakit untuk chek up sedangkan Rahel dan Felix berencana untuk ke rumah anak dari bik Anisa yitu sari, dan mereka di antar oleh supir keluarga Jons dan sesampi di sana mereka di sambut olah sorang anak laki laki yg usianya dia atas Felix mungkin beda mereka itu 3 tahun, Rahel lebih dulu menyapanya "Halo jonatan mama sari ada??" Jonatan yg mendengar nama mamnya yg di tanyakan sontak kembali masuk dan memanggil mamanya sedangkan felix ia mulai penasaran lalu menoleh pada mamanya "Ma, itu tadi siapa ma??" Rahel terseyuk "Itu tadi anaknya bibik sari namanya jonatan." Felix menatap binggung pada ibunya "Tante sari itu siapa mama??" Rahel masih senang tiasa menjawabnya "Itu lo anaknya bik Anisa yg tinggal di kota." Akhirnya anak itu bisa mengerti tak lama Sari keluar pada saat ia melihat Rahel ia langsung memeluknya sentar "Astaga Rahel, sudah lama gak ketemau kamu apa kabar??" Rahel tersenyum "Baik.."sari melirik Felix lalu anak itu bersembunyi di belakang ibunya sedangkan sari hanya menatapnya dengan senyuman "Apa ini yg namanya Felix Hel??"Rahel mengangguk "Iya, dia memang sedikit pemalu maaf yah." Sari tersenyum "Loh kok malu sama tante." Sari menoleh pada anaknya "Jonatan coba kamu bawa adeknya main main sama kamu ke kamar mu." Jonatan mengangguk "Ayok sini dek, kita main ke kamar jonatan di kamar jon ada banyak mainan ayok kita main main." Felix masih malu malu hingga Rahel mendorongnya pelan "Sudah pergilah jangan malu malu itu kakak Jonatan yg pangil langsung."


Felix pun menurut lalu ia pergi bersama jonatan sedangkan Rahel dan sari di ruang tamu "Hel aku dengar dari mama kalok suami mu sudah kembali, dan sekarang kamu tinggal di rumah mertua." Rahel tersenyum "Ya begiulah, karna mertua ku sudah tau apa lagi mama mertua yg punya penyakit stroke jadi aku sebagai menantu menggantikanya mengurus keperluan rumah." Sari mengangguk mengerti dan kali ini Rahel yg kembali bertanya "Jonatan itu anak yg kamu adopsi waktu itu kan, aku kira dia seusia felix rupanya dia sudah besar yah, apa mungkin dia sudah SD." Sari mengangguk "Iya, dia sudah kelas 2 SD, Sudah besar kan padahal aku adopsi dia setelah kalin dari rumah waktu itu usianya masih 3 tahun sekarng dia sudah besar." Rahel dapat melihat senyuman penuh kebahagian dari senyuman Sari, wanita itu kembali berbicara "Kalok ngeliat dia lama lama menginggatkan ku sama anak ku, karna merka memilikk sifat yang sama dari marahnya, tangisnya, sama senyumnnya bedanya dia itu anaknya tidak pemalu seperti mendiang anak ku."

__ADS_1


Rahel kembali berbicara "Kalok om lukas , apa kabar om sekarang??"Sari menjawabnya "Sama aja kayang dulu cuman bedanya sekarang sudah sering sakit punggung padahal belum terlalu tua udah sakit punggung saja." Mereka sama sama tertawa, lalu kali ini sari yg bertanya "Oh iya, di kota pekerjaan suami mu apa??" Rahel menjawabnya dengan santai "Kalok gak salah waktu aku cari di internet dia bekerja sebagi presiden Direktur Askara grup setelah kakeknya Felix pensiun." Sari yg mendengar hal itu terkejut "Hel, suami kamu itu yg punya hotel askara yg ada di jalan xxx." Rahel mengangguk sedangkan sari tak menyangka dengan perkatan rahel "Jadi bapak mertuamu itu Dion Satria Jons dan suami Adam jons." Rahel mengangguk "Makannya Felix ku beri nama belakang Jons karna papanya." Sari semakin penasaran "Jadi sejak lama kamu tau jika Adam jons itu papanya felix kenapa gak dari dulu kamu tinggal di kota." Rahel menghela napas pelan "Ceritanya panjang, tapi yg jelas pada saat itu sangat sulit bagiku untuk bisa berada di sampinya, kamu tau sendiri lah kalok dia itu anak pengusaha kayak terus tau taunya punya istri orang dari kamapung, hanya lulusan SMA, pasti sangat memalukan."


Sari menjadi iba pad Rahel "Lalu bagai mana sekarang??" Rahel tersenyum "Mama mertua sempat gak restu, tapi setelah satu bulan tinggal bersama tiba tiba mama minta untuk mengurus surat nikah dan bahkan sekarang kalok mama gak ada teman ngobrol pasti akhir akahinya ngajak Rahel untuk menemaninya mengobrol." Sari tersenyum "Begitu sudah kalok orang sudah tua, awalnya memang gengsi tapi hatinya bakal luluh juga kalok sudah biasa ketemu.Oh iya hel apa kamu dan susmi gak berencana bust punnya anak lagi??" Rahel yg mendengar pertanyaan itu menjadi malu malu "Ya, tapi masih program, doakan yah semoga cepat ada soalnya kasian felix sendiri di rumah, karna kalok ada adik nanti ada yg bermain denganya di rumah."sari yg mendenagar hal itu mulai terus menggoda rahel.

__ADS_1


Mereka segera bersiap siap dan untungnya pada saat ke sana acaranya belum di mulai padahal mereka sangat lama bersiap siap, tepatnya bukan Roy atau felix tapi Rahel, ayah dan anak itu hanya mengganti pakian dengan jas lalu rambut di sisir rapi dan baju yg di semperotkan minyak wangi hanya itu saja sedangkan Rahel cukup lama karna mama mertuanganya rupanya meminta seorang perias untuk merias kenantunya itu secantik mungkin dan bahkan ada juga pakian yg sudah di siapkan kehusus untuknya. Stelah bersiap cukup lama akirnya mereka berangkat ke tempat acara tersebut dan sesampi di sana banyak mata yg memandang mereka bukan ada yg aneh karan mereka penasaran sipa gadis cantik yg di sebelah Adam yg kini berpegangan tangan dengan Seorang anak laki laki , begitu juga dengan yg punya acara seorang peria tua yg memiliki sebauh rumah sakit tempat oprasi pelastik yg terkenal di kota itu ia, juga di buat tekejut bukan karna kecantikan rahel tapi gadis itu persis seperti mendiang istrinya sudah tida bertahun-tahun yg lalu, guamnya dalam hati 'Meri...' sedangkan seorang wanita paruh baya yg ada di sebelahnya mengepalkan tanganya dan berguma dalam hati   'Sial, yang dulu mirip kakak sekarang yg ini mirip mama, papa pasti tertarik pada gadis ini, aku yakin papa pasti akan berencana mendaposinya, cukup satu saja masalah untuk mendapatkan perusahaan papa jangan ditambah dua lagi, membuat ku kesal saja.'


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2