
Adam dengan kesal menghampiri mereka "Sayang apaa Felix sudah selesai makannya???" Rahel sontak menoleh ke arah suaminya dan bagkit dari duduknya "Belum.." lalu adam menolah pada anaknya "Felix cepat makanya jangan membuat papa menunggu!!" Felix yg tadinya sibuk makan sambil berbicara dengan leo kini mempercepat makanya sedangkan leo menatap adam dengan tajam begutu juga dengan adam, dan peria itu pun mulai berbicara "Tuan Leo seharusnya kamu ada di ruang tamu, kenapa anda harus duduk di dapur, anda itu tamu undangan." Leo berusaha tersenyum "Maaf tadi aku kehaus jadi ke dapur untuk minum sebentar." Guma adam dalam hati 'Tak ku sangka dia pintar beralasan jua ruapnya.' Adam beruaha tersenyum "Kenapa repot repot ke dapur bukanya ada pelayan yg bisa kamu suruh." Suasan mulai tidak mengenakan selesai felix makan anak itu mau turun dari kursi namun karna tak hati hati ia justru terjatuh ke bawah sontak adam dan Leo berusaha meraihnya namun karna leo yg paling dekat jadi ia lah yg diluan meraihnya sedangkan adam yg melihat hal itu makin kesal, leo membantu anak itu berdiri dengan baik "Hati hati lah berjalan Felix " anak itu mangangguk lalu berjalan menghampiri mamanya dengan kakinya yg sedikit sakit dan Rahel langsung memeluknya "Anak mama apa ada kaki mu yg sakit nak??" Felix mengangguk "Kaki felix ma sakit." Adam menunduk dan melihat kaki anaknya untuknya taka ada yg berdarah dan kemungkinan sakit kaki anaknya karna terkilir "Ini hanya terkilir sedikit, anak papa pasti kuat." Adam menoleh pada anaknya.
__ADS_1
Felix mengangguk dan tersenyum "ayo kita tempat nenek pa.." anak itu meraih tangan adam dan berjalan dengan kakinya yg pincang sedangkan adam yg tak tega langsung meangangkatnya "biar papa yg genggendong mu sampai tempat nenek dan kakek." Anak itu terlihat senang sedangkan Rahel mengikutinya dari belakang seadangkan leo ia terlihat cemburu dengan kebersamaan mereka ia berguama dalam hati 'Seharusnya aku yg berada di samping Rahel dan bukan kamu adam jons.' .Acara itu pun berjalam dengan lacar dan kini para tamu pun mulai menikmati. makanannya sedangkan felix kini di antar Rahel untuk tidur di kamar sedangakn abraham berbicara dengan sahabatnya sesekalia ia melirim tangga berharap ia melihat sosok istrinya namun yg buat ia terkejut ada lah bukan istrinya yg ia liaht namun ia kembali melibat Leo yg menaiki tangah seketika pandanganya teralihkan dan teman temannya yg melihat hal itu menatap bingung dia "Adam ada apa??" Adam menolah ke arah temannya lagi "Maaf aku permisi untuk memeriksa istri ku." Salah seorang temanya berbicara "Pantasan saja dari tadi ngelirik tangga rupanya kamu menunggu istri mu yah." Adam hannya tersenyuk dan mengangguk lalu ia pun segera pergi.
__ADS_1
Ia berjalan jalan menunju tanga lalu berjalan ke kamar anaknya rupanya pintu tidak tertutup pada saat ia melirik di celah pintu dan ia di kejutkan dengan sosok istrinya yg tidur sambil memeluk putranya dan leo pun hannya terdiam melihat wajah gadis itu yg sedang terlelap itu, adam tanpa aba aba langsung masuk dan menutup pintu sedangkan leo yg mendengar suara pintu sontak menoleh ke belakang "Adam.." adam kendekat lalu meraih kerah bajunya "Berani sekalai kamu menatap wajah istri dan anakku." Ia terlihat santai saja "Siapa yg bilang, aku hanya ingin melihat keponakan ku." Adam terseyum kecut lalu ia pun menghempaskan tubuh peria itu ke lantai hinga terdengar sura (Plak..) sontak hal itu membangunkan rahel dan menolah pada belakangnya dan ia di kejutkan dengan suaminya yg mendekat ke arah Leo lalu kembali meraih kerahnya mengangkatnya "Bajingan seperti mu ini kalok belum di beri pelajaran pasti belum jera.." adam menagambil ancang ancang untuk memukul Leo namun terdengar suara Rahel yg membuatnya ia mengurungkan niatnya "Sayang jangan." Rahel turun dari rajang lalu memegang tangan suaminya "sayang ku mohon jangan.." adan meleaps paksa tanganya sehingga leo kembali jatuh, sedangakna rahel yg melihat hal itu ingin sekali membantu petia itu namun ia tak mau situasi ini makain parah jadi ia menatap leo dengan tatapan memohan agar peria itu mau pergi sedangkan leo malah tersenyum "Aku takan lari untuk kedua kalianya."
__ADS_1
Rahel tersenyum "Felix., anak kita itu juga laki laki kan jadi apa tidak bolah??" Adam seketika di buat tak bisa berkata kata dengan istrinya, Rahel pun melanjutkan perkataannya "Sayang aku tak masala kamu mau cembutu, tapi tadi kamu terlalu berlebihan. Leo itu sudah mama anggap adik mu jadi dia sama saja dengan adik ipar." Adam menjawabnya "Tapi ia masuk ke dalam kamar dan menatap mu aku tak suka hal itu." Rahel menjawab suaminya, aku tau itulah selahnya dia tapi aku harap kamu jangan melakukan kekerasan lebih baik berbicaralah baik baik, selesaikan masalah ini dengan pikiran dingin bukan dengan amukan." Adam menghela napas pelan "Maaf aku terlalu terbawa emosi." Rahel tersenyum "Tak papa, tapi setidaknya kedepanya jangan begitu lagi. Untung saja felix sudah tidur kalok dia masih terbangun mungkin ia akan sangat takut pada mu karna anak mu itu tak pernah bercerita buruk menenai mu pada ku,jadi jagalah keprcayaannya." Adam mengangguk lalu rahel memeluknya dan di balas adam akhinya ia bisa sedikit tenang medengar perkataan istrinya, sedangakan leo ia terlihat tergesah gesah turun dari tangga dengan pakian yg berantakan karan adalam tadi menarik kerah bajunya dan yag sadar itu hanya Dian karana orang orang sibuk pada kesibukan mereka sendiri, guma dion dalam hati 'Sepertinya ada sesuatu yg baru terjadi di atas tadi.' Ia melirik lama ke arah tangga tak lama adam turun dengan rahel seketika ia mulai paham apa yg terjadi sebenarnya.
__ADS_1
Bersambung...
__ADS_1