
Setelah sarapan mereka mulai berbicara "Bagai mana putusan jaksa padanya??" Bayu menjawabnya "Dia di jatuhkan hukuman mati." Adam menjawabnya "Aku tak meyangka semua ini terjadi, untung saja seluruh kelurga ku baik baik saja." Bayu menolah pada adam "Apa aku bolah meliat orang tua mu??" Adam mengangguk " tak lama terdengar sauara felix"Papa ayo kita kembali, felix mau sama mama, bagai mana nanti kalok mama bangun dari tidur dan tak melihat kita??.." adam menoleh pada anaknya "iya putra papa paling ganteng." Sedangkan bayu yang mendengar perkatan bocah itu mulai mearasa iba karna anak itu tak tau apa apa yang terjadi pada ibunya sebenarnya.
Mereka pun memutuskan untuk kembali ke rumah sakit namun pada saat bayu pergi ke ruang rawat Dion dan mariam, ia bersama putranya pergi ke ruang rawat istrinya yang kebetulan bersebelahan dengan ruangan orang taunya, ia menurunkan putranya dan anak itu segera berlari ke sebelah ibunya "Papa apa boleh Felix tidur di sebelah mama??" Adam menggeleng "Jangan nanti tidur mama terganggu." Felix menyungutkan bibirnya "Tapi papa kenapa dari semalam mama belum bangun juga." Adan tak tau harus menjawab apa jadi ia terpaksa berbohong "Mungkin mama mu sangat lelah, itu sebanya ia lama tidurnya." Anak itu mengguk mengerti lalu menoleh pada ibunya "Mama istirahatlah nanti jika mama sudah tidak lelah lagi bangunlah dan bermianlah bersama felix dan papa lagi."adam yang melihat hal itu merasakan sesak di dadanya.
__ADS_1
Sedangkan di penjara Fitri di pindahkan ke sel penjara paling dalam yaitu penjara yang paling Kotor, dan di mana isinya penuh dengan orang yang di hukum seumur hidup karna membunuh ada juga yang terduga ******* serata ada berberapa orang yang akan bersama dengannya untuk di eksekusi mati dan di dalam sel tahanan yang hanya sebesar 5×2 meter dan terdapat 25 narapidana di dalamnya termasuk Fitri , wanita itu tak hentinya berteriak pada penjaga untuk segera melepaskannya.
"Lepaskan aku, aku tak bersalah dan aku juga bukan Fitri jadi lepaskan aku!!" Penjaga itu tak peduli sedangaln fitri tak hentina berteriak "Hey jangan tuli, kamu pasti mendengar teriakan ku!!" Dan penjaga sel tahanan itu malah pergi yang membuat fitri semakin kesal "Hey lepaskan aku.." perkaanya terhenti ketika ada sebuah tangan yang menjambak rambutnya hingga ia jatuh ke belakang "Aw.., berani sekali kamu meanrik ku." Fitri menatap tajam seorang wanita yang ada di hadapanya , sedangkan wanita itu terlihat santai saja justru ada salah satu tamnnya yang ikut berdiri bersamanya "Nona bisakah kamu diam, kami mau tidur siang." Fitri tersenyum miring "Apa peduli ku, lagi pula aku orang sici satu-satunya di sini."
__ADS_1
Jadi berberapa polisi datang untuk melerai karan perkelaian itu mulai merambat ke nara pidana lian, di kesempatan itu fitri memutuskan untuk melewati kerumunan polisi yang bercampur nara pidana itu untuk lari dan benar saja ia berhasil kabur guanya dalam hati 'Yes, aku betasil lari.' lalu ia segera pergi dengan tergesah gesah, namun seperti kata peribahasa sepandai pamdinya tupai kelompat psti akan terjatuh juga itulah yang terjadi karna ketika keluar dari situ ia bertemu berberapa polisi yang datang untuk membantu polisi lain sontak fitri terdiam ketika mereka menodongkan pistol "Jangan bergerak.." fitri terdiam sejenak sambil mengangkat kedua tanganya namun ketika para polisi itu mulai mendekat, fitri dengan lincahnya merebut salah satu pistol polisi itu namun ia tak sempat menembak karna polisi peria di sebelahnya sudah lebih dulu menembaknya dan ia pun langsung jatuh ke lantai karan tembakan itu tepat pada jantungnya perlahan fitri kehilangan darah dan keajaiban kali ini sudah tak berpihak lagi padanya dan ia pun langsung tewas di tempat.
Bersambung...
__ADS_1