
Di sebuah gedung yg begitu tinggi dan indah di dalamnya tengah di lakukan pemotretan dan Fitri terlihat begitu anggun di setiap fotonya, tanpa wanita itu sadari hpnya yg ada di ruang make up terus bergetar dan yg tau hanya Make up artisnya yg sedang mengemasi barangnya namun ia tak berani mengangkatnya dan hanya meratapinya "Perasaan dari tadi hp kak Fitri terus berdering, apkah aku harus memberitaunya." Ia berjalan ke luar dari ruang make up terlihat gadis itu masih fokus dengan pemotretanya "Apa tak usah yah, lagian dia masih Fokus dengan fotonya. Karna pekerjaan hari ini sudah selesai jadi aku harus segera pulang." Make up Artis itu barpamitan pada para keru yg bekerja setelah itu ia pergi ke lantai dasar menggunakan lift, pada saat lift terbuka ia keluar dan berapa polisi masuk mereka terlihat membawa senjata dan pada saat pintu tertutup lagi make up Artis itu baru sadar dan ia begitu terkejut, bukan hanya dia tapi orang-orang yg ada di lantai dasar juga terkejut.
Tinggal berapa Foto yg harus di ambil setekah itu ia akan pulang dan beristirahat di rumahnya tiba-tiba di kejutkan dengan suara dobrakan dari pintu masuk pemotretan, dan Fotografer yg sedang Fokus mengambil gambar menjadi terganggu dan menoleh pada para polisi "Apa-apa aan ini??" Para polisi itu mengkat suar izin penagkapanya "Kami di sini datang untuk mengkap nona Fitri atas kasus pembunuhan." seluruh keru yg bekerja saat itu di buat terkejut sedangkan Fitri yg mendengar hal itu menjadi panik dan lalu diam diam lari namun karna gaunya yg panjang menyulitkanya untuk lari jadi para polisi itu sempat menodonya pistol "Jangan bergerak, jika anda bergerak saya tak akan segan-seganya untuk menembak anda." Fitri mengangkat tanganya dan seorang polisi linya mulai mendekat dan langsung memborgol tanganya.
__ADS_1
Di dalam mobil poliso Fitri duduk di tengah dan ada dua di depan serta dua yg ada di samping kiri dan kanan Fitri gadis itu berpikir untuk kabur dari mobil polisi itu, di perjalana ada sebuah jalan yg di perbaiki jadi mereka harus melewati jalan alternatif yaitu jalan yg berada di pinggir kota mereka pun melewati jalan yg berada di pinggir kota di mana belum banyak penduduk yg tinggal di jalan itu. Fitri melirik sekelingnya siapa tau ada yg bisa ia gunakan untuk melarikan diri dan matanya tertuju pada salah satu pistol yg ada di saku seorang polisi ia perlahan mencari memon dimana ia akan mengambilnya pasa saat mobil mereka menabrak sebuah polisi tidur Fitri pura pura jatuh di paha polisi itu "Maaf kan aku.." ia bangit dari duduknya lalu ia dengan cepat menembak polisi yg mengendarai mobil hingga mobil yg mereka pakai kehilan kendali dan menabrak sebuah pohon dan para polisi yg tidak siap itu terhantuk pada bangku yg ada di depan mereka dan satu yg di bagian depan terkena pecahan kaca yg membuatnya pingsan lalu Fitri menembak polisi yg ada di kirinya dan dan pada saat yg satunya sedang memeriksa pistol miliknya ia baru sadar rupanya miliknya hilang "Apa yg kamu cari bodok "Fitri pun menembaknya.Setelah membunuh para polisi itu ia mengambil kunci borgolnya pada saku salah satu polisi lalu segera membuka borgonya "Dasar polisi payah.." Fitri menuruni mobil dan kebetulan di depanya terdapat tiaga rumah yg berdekatan namun tak ada tanda tanda orangnya ada sepertinya mereka sedang berpergian ia pun berjalan menyusuri jalan sambil memegang pistol namun jalan yg lalui bukan jalan yg akan menuju pusat kota melainkan ke desa-desa.
Di perjalan kembali ke Desa setelah mengikuti rapat di kota, Andre selaku kepala desa kembali di malam hari ia melewati jalan yg ada di pinggir kota karna dari sana lebih dekat ke jalan yg menuju Desanya di perjalanan ada banyak polisi yg berkumpul di pingir jalan terlihat juga pelang polisi di sana "Apa kah ada kecelakaan." Namun ia berusaha mengabaiknya karna ia harus fokus untuk kembali pulang apa lagi ini sudah mulai malam ia tak mau sampai di rumah kemalaman karna ia saat ini sangat merindukan kehangatan dari istrinya, di perjalanan tak sengaja lampu mobilnya mengenai seorang wanita yg tengah berjalan mengunakan gaun yg sangat panjang ia berhenti lalu segera turun "Nona apa yg anda lakukan malam begini." Fitri berhenti dan menoleh ke belakang ia melihat seorang peria yg kisaran usianya 40 ke atas namun wajahnya menurutnya masih tampan, ia diam-diam membuang pistolnya yg ia pegang tadi ke pinggir jalan yg gelap lalu memulai ektinya.
__ADS_1
Fitri yg melihat hal itu berbicara dalam hatinya 'Kita lihat saja, sampai kamu bisa menahan dari godaan ku.' Sedangakn di dalam mobil Andre terlihat frustasi "Bertahaln lah, sebentar lagi kita akn kembali pulang." Terlihat dari jauh Fitri mendatangi mobilnya dan masuk lalu duduk di sampinya air matanya terlihat sudah berhenti "Mungkin akan sedit lama untuk sampi di sana, jika kamu mau duduk di belakang sana boleh saja, suapaya nanti ada tempat kamu untuk tidur." Fitri menggelengkeplanya "Tak usah pak saya di depan saja." Adre mengangguk mengerti namun pada saat matanya menoleh pada tangan rahel ia terkejut melihat tangan wanita itu yg terluka ia segera mengambil pelaster yg selalu ia siapkan di dalam mobilnya jikalu istri atau putrinya terluka "ini pakialah untuk menutup luka mu." Fitri sedikit terkejut karna peria itu begitu memperhatikanya "Ah terima kasih pak." Andre mengangguk lalu mobil itu pun mulai berjalan lagi.
Bersambung....
__ADS_1