Takdir Rahel

Takdir Rahel
TR 65


__ADS_3

Adam sama sekali tak berani untuk berbicara ia hanya bisa terdiam karna jika di katakan ia malu dan yg menjawab mariam adalah Felix "Nek.." dan mariam menjawabnya "Iya ada apa??" Anak itu menjawab "Mama takan pergi kan, mama akan sama kita kan ."mariam akhinya paham apa yg sebenar terjadi sedangkan Dion ia hanya santai saja dan mulai meminum kopi yg ada di depannya, mariam menatap tajam putranya "Astaga, kenapa kalian terlalu menempel pada istri mu, istri mu itu juga mempunyai kesibukannya sendiri kenapa kamu tak ada bedanya dengan anak mu, seharusnya kamu menjelaskan padanya dengan baik kalok ibunya sedang ada kesibukan bukan membuatnya semakin hawatir." Adam menunduk bersalah "Maaf, aku salah." Mariam menghela napas pelan lalu ia menoleh pada suaminya berharap peria itu juga akan membantunya menasehati anak mereka itu dan Dion yg sadar kenghela napas pelan lalu menatap putranya "Adam, ketika sudah punya anak belajarlah untuk menjadi lebih dewasa, lagi pula usia mu itu sudah kepala tiga tapi kenapa pemikiran mu itu masih seperti seusia anak mu saja, cobalah berpikir positif, mama mu sekarang sudah tidak bisa berjalan lagi dan yg hanya bisa menggantikanya hannya istri mu saja kolok dia tidak ada itu berarti ia sedang sibuk. Kamu mengertikan...." Adam mengangguk mengerti.

__ADS_1


Setelah makan mereka siap mereka pun segera berkumpul di meja makan dan suasana terlihat sangat cangung dua orang yg ada di samping kiri kanan rahel hanya bisa menunduk sambil memakan makananya guma Rahel dalam hati 'Kenapa rasanya sangat canggung sekali, ada apa sebenarnya ini.' Rahel menoleh pada anak dan suaminya yg hanya menunduk sedangkan Dion  yg melihat menatuna Rahel yg kebingungan apa yg terjadi pada anak dan suaminya  langsung memberitaunya "Mereka berdua tadi aku omelin makanya begitu." Rahel masih belum paham tapi ia tak berani bertanya dan hanya membalas dengan anggukan lalu ia pun melanjutkan makanya dan selama mereka makan hanya ada keheningan dan setelah makan Adam kembali ke kamar untuk madi karna ia akan ke kantor sedangkan Rahel mengantar anaknya pergi mandi, setengah jam berlalu adam akhirnya selesai mandi lalu ia segera pergi mengambil pakaian kerjanya sekalian memakinya di sana setelah selesai bersiap ia kelur saat ia melihat ke bawah tak ada istrinya "Mungkin dia ada di kamar Felix ia menuju kamar anaknya dan pada saat pintu terbuka memperlihatkan istrinya yg tengah sibuk menyisir rambut anaknya yg sudah rapi, adam tersenyum lalu menyenderkan tubuhnya pada pinggir pintu  "Sayang.." Rahel menoleh ke belakang dan tersenyum "Apa kamu sudah mau berangkat kerja??" Adam mengangguk lalu Rahel mendorong anaknya pelan "Sana, salim dulu sama papa mu baru langsung pergi menemui nenek dan kakek mu di bawah." Anak itu mengangguk lalu menghampiri ayahnya dan menyalim tangan anaknya "Anak papa udah ganteng gini mau ke mana??" Anak itu tersenyum "Mau pergi jalan sama nenek pa."adam membelai rambut anaknya pelan "Pegilah, tapi janji gak boleh nakal dan ngerepotin nenek." Anak itu mengangguk lalu segera pergi sedangkan Rahel langsung menghampiri suaminya "Ayo ku antar ke laur." Adam meraih tangan istrinya lalu mengaitkan tangan mereka dan berjalan beriringan.

__ADS_1


Sesampai di laur rumah terlihat dua mobil sudah terparkir satu yg akan mengantar anaknya dan neneknya dan satunya lagi yg akan mengantar adam dan yg lebih dulu berangkat adalah Felix dan neneknya tidak lupa  anak itu melambaikan tanganya pada ayah ibunya hingga mobil itu keluar dari rumah dan Dion pum kembali masuk, lalu Rahel menoleh pada suaminya "Belum berangkat ??"adam mencium pipi istrinya di kanan dan kirinya setelah sudah puas mencium istrinya ia tersenyum menatapnya dan mendekatkan mulutnya ke telinga istrinya"Aku berangkat dulu,nanti malam kita selesaikan yg sempat tertunda tadi semalam, aku akan mengirimkan pakian malam untuk mu." Seketika wajah Rahel memerah lalu ia mendorong tubuh suaminya pelan "Sudah berangkat lah,atau kamu mau ku tinggal karna aku masih banyak kerjaan di dalam." Abraham tersenyum lalu berjalan menaiki mobil dan membuka kaca mobil lalu ia melambikan tanganya dan di balas Rahel hingga mobil itu keluar rumah baru Rahel kembali masuk ke dalam rumah.

__ADS_1


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2