Takdir Rahel

Takdir Rahel
TR 89 END


__ADS_3

Dan banyak berita yang membicarakan tentang kematian fitri, mereka membicarakanya tidak hanya karan dia adalah seorang buronan yang sudah lama di cari namun yang menjadi pembicaraan itu karan polisi yang menebaknya lah yang menjadi sorotan karna polisi itu lah satu satunya ang selamat ketika teragedi kecelakan yang menewaskan 3 rekan sesama polisinya dengan luka tembak yang di sebabakan olah fitri. Pada saat berita itu sampai di telinga Adam peria terlihat lega karna taka akan ada lagi korban yang di akibatkan olah fitri, namun di sisi lain ia masih sedih karna sealam berapa hari ini hanya kedua orang tuanya yang sudah sadar sedangkan istrinya masih belum sadar sama sekali.


Satu minggu adam masih bisa sabar namun ketika sudah 3 bulan kemudian abraham mulai merasa frustasi dan ia tak berhenti menangis di sebelah kasur istrinya karna takut kehilanganya "Sayang ku mohon bangunlah hik.., jangan seperti ini..." abraham begitu frustasi sedangkan dari luar Dion bisa melihat dari kaca pintu kamar di mana putranya menangis di sebelah Rahel "Sayang  apa yang harus kita lakukan, bagai mana caranya kita agar bisa membuatnya kembali memiliki harapan." Mariam yang duduk di kursi roda sebelahnya dapat mendengar suara tangis putranya walau ia tak bisa melihat dengan jelas dengan kedua matanya"Aku juga tak tau, lebih baik kita doakan yang terbaik  saja agar Rahel bisa sadar dari komanya." Dion mengangguk.

__ADS_1


Besoknya adam terbangun dari tidurnya karna mendengar keributan di dalam ruangan, ia awalnya mengira itu suara orang tuanya yang datang bersama anaknya namun pada saat matanya menoleh pada mereka ia terdiam karna ibu ayahnya terlihat menangis di dekat ranjang Rahel, ia mulai panik dan langsung bangkit dari baringnya "Ada apa maa.." pada saat berjalan ke ranjang Rahel ia tiba tiba terdiam ketika melihat istrinya sudah membuka matanya dan terlihat tersenyum padanya namun karna baru sadar jadi ia masih belum kuat untuk bangkit sedangkan Adam yang melihat hal itu tak bisa menahan tangisnya lagi "Syukurlah kamu sudah sadar..."


Adam mendekat padanya lalu memeluknya dan ia tak berhenti menangis "Ku kira aku akan kehilangan kamu.." rahel tersenyum dan memabals pelukan suaminya pelan dan sejak hari itu perlahan kondisi Rahel semakin pulih dan setelah 1 bulan di rumah sakit  baru rahel bolah kembali pulang dan  akhirnya keluarga itu bisa kembali kumpul untuk sarapan makan bersama lagi mereka bahkan bercanda di sela man mereka dan mereka juga membicarakan  banyak hal hingga malam pun tiba, kini Felix ikut tidur di kamar orang tuanya dan ia tidur tepat di tengah kedua orang tuanya.

__ADS_1


Rahel tersenyum menatap putranya lalu ia pun membelai wajah anaknya "Aku bersyukur masih bisa berbaring bersama dengan mu.." tak lama terdengar suara jam dinding di luar yang menandakan bahwa hari sudah berganti "Selamat unag tahun Felix, mama bersyukur jika mama masih bisa berada di sampingmu sampai usia sekarang sudah menginjak 5 tahun, mama bersyukur mama masih bisa memeluk mu dan mama senang putra mama takakan akan merasakan sakit seperti yang mamanya rasakan pada usia mamanya lima tahun ." Adam bangkit dari baringnya lalu mulai berbaring di belakang istrinya "Berbaliklah.." rahel berbalik lalu memeluk adam dan tangisnya langsung pecah.


Rahel terus menangis di pelukan suaminya dan setelah cukup lama menumpahkan air matanya akhirnya ia bisa tenang lalu ia mempererat pelukanya "Terimakasih, jika saja aku tak bertemu dengan mu waktu itu mungkin kejadian kematian kedyu orang tua ku takan terungkap." Adam tersenyum "Berterimaksihlah pada tuhan karna dia yang telah mempertemukan kita "Rahel tetsenyum "Tuan trima kasih karan sudah mempertemukan ku dengan peria baik seperti suami ku ini." Adam tersenyum lalu memeluknya "Aku juga bersyukur karan kamulah yang menjadi istri ku. Dan untuk Felix papa samapi lupa untuk menucapkan selamat unagtahun pada mu." Rahel terkekah kecil adam pun mulai berbiacara sambil tanganya membelai rambut putranya "Terima kasih boy karna kehadiran mu begitu mewarnai hari kami dan papa berharap papa akan bisa bersama kalian sampai tua nanti." Rahel tersenyum "Ayo kita tidur.." adam tersenyum dan mengangguk lalu mereka pun menutup mata bersama sama.

__ADS_1


END


terima kasih karna sudah membaca Novel kedua saya sampai akhir, dan terima kasih juga atas seluruh dukunganya sampai jumpa lagi di Novel berikutnya☺💪🏻✨

__ADS_1


__ADS_2