Takdir Rahel

Takdir Rahel
TR 33


__ADS_3

Keesokanya Addy terbangun dan kaeadan segar walau ia merasakan sakit kepala sedikit karana minum semalam, ia melirik sampingnya Debora masih tertidur dan  Addy sangat kesal melihatnya "Dasar manusia pemalas."


Addy bangkit dari baringnya lalu dengan sengaja membuka jendel agar cahaya masuk dan membangunkanya "Hey orang malas bangun.." Debora perlahan membuka matanya dan ia masih merasa lelah sampai malas rasnya untuk bangkit "Kak Addy birkan Debora tidur sembentar lagi jadi tutuplah jendelnya lagi."


Addy menatapnya dengan kesal "Dasar manusia pemalas, kenapa aku harus di nikah kan dengan perempuan seperti mu, sungguh sangat merepotkan saja." Jujur Debora sangat lelah karna Addy semalam bermain dengan kasar apa lagi ini pertama kalinya untuk Debora jadi ia masih belum terbiasa dengan rasa sakitnya karna Debora memang anak yg terlahir lemah.


Tiba tiba pintu di ketuk dari luar "Debora apakah kamu sudah bangun??" Addy pun membuka pintu dan terlihat Rahel yg memegang sebuah cangkir berisi minuman jamu "Aku habis dari pasar , kebetulan ada orang yg menjual jamu jadi aku membeli satu botol. Kalok Kak Addy mau ambil aja ke dapur."


Addy tersenyum pada Rahel dan seketika sifatnya berubah lembut "Boleh, kalok gitu ayo kita ke dapur, tak usah perdulikan wanita malas itu." Tanpa mempedulian Addy, Rahel masuk lalu menghampiri Debora "Kak Addy di luan aja Rahel mau bicara masalah cewek sama kakak Debora."


Namun Addy sama sekali tak mau menyingkir dari tempatnya hinga Rahel sendirilah yg mendoronya keluar setelah itu ia menutup pintu kamar.


Rahel mendekat pada Debora yg sedang berbaring "Bagai mana semalm mantap gak." Sontak Debora terbangun dari tidurnya lalu menatap Rahel "Dari mana kamu tau??" Rahel tersenyum malu-malu lalu memberikanya jamu yg ia beli tadi.


"Ini menum saja dulu untuk memulihkan tenaga mu, kamu pasti lelah soalnya suara mu baru hilang pas jam 3 pagi." Debora semakin di buat terkejut "Apakah suara ku terdengar sampai ke luar juga.


" Rahel terus menggodanya "Sangat terdengar Jelas, sampai-sampai kami harus pindah tidur ke dapur agar tak mendengar tapi tetap aja suarnya tembus ke dapur." Debora terdiam bertapa malukanya di apa lagi Rahel dan suaminya mendengarnya dan bahkan harus pindah karan terganggu.


Addy berjalan ke dapur dan terlihat Adam yg duduk di pingir pintu dapur menikmati pemandangan di pagi hari sambil menikmati kue yg istrinya beli di pasar, Addy mendekat padanya lalu duduk di sampingnya "Kamu makan sendiri tak mengajak."


Addy langsung mengambil satu kue dan langsung di makan sedangkan Adam yg melihat hal itu menjadi kesal "Bisa gak sih satu hari aja gak usah cari masalah, rasnya ingin ku pukul saja kepala mu itu." Addy malah mengejek Adam sambil terus memasukan kue tersebut ke mulutnya.


Adam teringat hal semalam yg membuat ia ingin tertawa namun ia harus menutupinya pura-pura tidak tau dan Addy yg melihat hal itu bertanya "Kamu mau ketawa kenapa, gak ada yg lucu dan gak ada yg perlu di tertawakan."


Adam mengejek Addy "Semalam enak. Beh.... kalok aku jadi kamu bisa gak keluar kamar selama sebulan aku saking malunya."Addy masih saja belum paham dengan perkataan Adam , peria itu pun menuwangkan jamu untuknya "Ini minum biar tenaga mu bertambah." Addy masih belum mengerti apa maksud dari perkataan Adam.

__ADS_1


*


*


*


*


*


*


Dion menemui Abel yg berada di penjara dan Peria itu juga sudah mengaku bahwa dia lah yg membuang mayat Adam ke sungai tapi dalam pengakunya Adam bukan mati karnya meliankan karna Fitri yg memukulnya menggunakan guci kecil miliknya  dan Dion yg mendengar hal itu menatap anak muda di hadapanya.


Abel mulai merasa bersalah dan Dion kembali berbicara "Padahal aku sudah menganggap kau anak ku. Apa kamu tau karna perbuatan kalin istri ku harus mengalami koma."


Dion meneteskan air matanya di hadapan Abel, dan peria itu menjadi merasa bersalah karna merasa bodoh karna percaya padanya dan Fitri yg merupakan pelaku yg mambunuh anaknya, tak lama seorang polisi datang dan memberi tau waktu mereka sudah selesai dan saatnya Abel kembali ke seltahanan dan Abel menurut namu  kepalanya terus menunduk tanpa menatap kedepan.


Sesampai di sel ia masuk dan duduk di bagian sudut sambil mengenag masa lalu pada saat Adam menolngnya memperbiki Hubunganya dengan kedua orang taunya.


Feksbek on


Malam itu Abel bertengkar dengan kedua orang tuanya karna perbedaan pendapat , ibu dan ayahnya menginginkanya melanjutkan S2nya namun ia menolak karna menurutnya dia sudah tak sanggup lagi dan ayahnya membuat pilihan yaitu meningalkan rumah atau melanjutkan S2nya dan Abel memilih keluar dari rumah dan karna ia tak tau harus ke mana jadi ia ke rumah sahabnya Adam.


Sudah 1 minggu dia di  sana ia sangat di sambut hangat oleh kelurga itu dia bahkan di perlakukan seperti seorang anak sendiri bahkan mereka menyediakan kamar khusus untuknya , dan di juga diajak ikut kumpul keluarga di ruang tamu padahal ia bukan siapa-siapa hanya sahabat Adam dan Abel bisa mersakan kehangatan dari kelurga itu.

__ADS_1


Malamnya Kamar yg Abel tiduri di ketuk dan peria itu yg awalnya mu tidur memutuskan untuk membuka pintu, rupanya yg mengetuk adalah sahabnya sediri yaitu Adam, peria langsung masuk dan berbaring di ranjang lalu Abel menyusulnya berbaring.


"Kalok gerak gerik mu begini pastia ada yg ingin kamu bicarakan." Adam tersenyum rupanya sahabatnya sudah tau gerak-geriknya "Abel aku mau meminta pendapat mu soal wanita ini." Adam memperlihatkan Foto seorang gadis cantik "Siapa ini."


Adam menarik tanganya lagi lalu mematikan hpnya "Ini seorang model yg sedang aku dekati, Cantik bukan." Abel memiringkan tubuhnya menghadap Adam "Sepertinya cocok dengan mu." Adam tak bisa  berhenti tersenyum menggingat wajahnya.


Dan ia baru ingat tujunya yg sebenarnya ke sana karna bertanya mengenai foto tadi hanya sebagai alasan agar peria itu mau dia masuk lalu ia mulai bertanya,"Aku mau bertanya, seberapa parahnya pertengkaran mu dengan kedua orang tua mu."


Abel langsung terdiam mendengarnya, ia mengerti pasti sahabatnya penasaran jadi ia mulai bicara "Aku sebenarnya bukan pergi tapi di usir, hidup ku begitu menyedihkan bukan." Adam yg mendengar hal itu menjadi iba "Apa masalahnya hingga kamu di usir dari rumah??".


Abel mulai bercerita mengenai dia yg tak mau melanjutkan S2nya lagi karna tak sanggup namun orang tuanya bersihkeras ia agar dia mau lanjut lagi dan Adam yg mendengar hal itu mengajukan diri untuk membantu sahabnya itu berbicara dengan kedua orang taunya.


Besoknya mereka ke rumah Abel dan Adam lah yg meyakin kedua orang tua Abel bahwa peria itu tak perlu menjautkan kuliahnya karna menurutnya Abel sudah sangat bertalenta untuk melanjutkan bisnis keluarga mereka dan kedua orang tua Abel pun percaya dan menerima kembali Abel.


Peria itu membuktikan perkatan Abraham selama 3 tahun ia bekerja di perusahaan ayahnya akhirnya perusaahn itu maju karnya dan membuat ayahnya bangga hingga ia di hadiah rumah peribadi yg mewah yg ada di pingiran kota.


setelah bersahabat Dengan Adam cukup lama tak lama kemudain ia mendengar kabar kalau Adam sudah memiliki kekasih seorang model dan namnya Fitri, ia kagum dengan kecantiknya namun ia sadar dia dalah milik sahabatnya jadi ia menjauh namun wanita itu terus menggodanya ketika Adam tak ada dan ia tergoda karnanya dan melakukan doa besar.


Peria mana yg takan tergoda jika melihat seorang wanita yg tak memaki sehelai kain pun dan memiliki tubuh yg putih mulus dan tubuh yg indah ia tak tau karna kebodohan itu yg membutnya jatuh cinta pada kekasih temanya sendiri hinga tega membuang jasat sahabatnya yg sangat baik padanya dan selalu ada untuknya.


ia menyesal di waktu dia sudah di tangkap kepolisian dan ia sudah tau karna perbuatanya ia pasti akan di penjara seumur hidup atau di hikum mati namun karna dia tidak membunuh Adam jadi ia hanya di jatuhi hukuman 20 tahun penjara dan ia boleh mengajukan banding setelah 5 tahun di penjara.


Felsebek off


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2