Takdir Rahel

Takdir Rahel
TR 32


__ADS_3

Setelah 4 botol mereka Habiskan akhirnya Adam dan Addy mabuk, namun Adam masih bisa bangkit berdiri berbeda dengan Addy yg sudah tak kuat lagi mengkat tubuhnya jadi Adam membantunya untuk masuk dalam rumah dan menuju depan kamar lalu mengetuk pintu.


"Hel, buka pintunya.." Rahel pun membuka pintu lalu Adam mengantar Addy masuk dan membaringkanya ke Ambal temapat mereka tidur "Akhirnya aku bisa terlepas darinya."


Adam pun pergi dan di bantu oleh rahel ke luar setelah itu Debora menutup pintu kamar, lalu ia pun memperbaiki posisi tidur Addy "Selamat tidur." Debora pun mencium kening suaminya setelah itu ia ikut tidur di sampinya.


Tak terasa jam sudah menunjuk pukul 12 malam dan Adam yg merasa kepanasan melepas bajunya lalu memutuskan untuk tidur di lantai sedangkan Rahel yg melihat itu memberikan bantal pada kepala suaminya.


"Makanya jangan kebanyakan minum, kepanasan jadinyakan..." Adam dengan kesal kenjawab "Kamu mana kasih tau aku, kalok kamu kasih tau aku bakal minum 2 atau 3 gelas saja."


Rahel tak mau kalah dan menjawabnya "Ku kira kamu tau juga, main terima tantangan aja." Adam yg masih kesal menjawab "Apa kamu kira ingatan ku sudah kembali."


Rahel pun mencoba mengalah karna ia tak mau bertengkar lagi "Iya iya, tapi lain kali jangan di ulang lagi. Kamu mau ku kipas gak??" Adam mengangguk lalu Rahel ke dapur dan menyobek pingiran kardus lalu kembali dan mengipasi suaminya sambil berbaring.


Sedangkan di dalam kamar Addy yg kepanasan terus berguling-guling ke kanan dan ke kiri sedangkan Debora yg melihat hal itu menjadi hawatir lalu bangit dari baringnya.


"Kak kenapa??" Namu karan gelap Addy tak melihat jelas "Rahel apa itu kamu??" Debora menatap bingung suaminya dan tiba-tiba  Addy dari baringnya langsung menarik tangan gadis itu hinga ia mengenai lantai lalu ia menaiki tubuhnya dan mengangkat kedua tanganya ke atas kepalanya lalu di tahan


"Aw kakak sakit." Pada saat Debora membuka mata Addy sudah di atasnya "Hel, aku mencintai mu tapi kenapa kamu lebih memilih dia dari pada aku hel, apakah cinta ku kurang pada mu."


Debora yg sadar bahwa suaminya mengira bahwa dia adalah Rahel langsung berusaha memberitau suaminya itu "Kak Addy aku bukan Rahel aku Debo..."

__ADS_1


Addy langsung men*ium bibir Debora namun ia tak ingin melawan karna inilah yg ia inginkan lalu ia menikmati ciuman saumnya walau nanti esok peria itu akan lupa apa yg terjadi semalam dan menganggpnya tak pernah terjadi jadi tak masalah malam ini dia egois walau nama wanita lain yg di sebut suaminya.


Perlahan Addy melepaskan pakian Debora setelah itu miliknya, mereka seperti seperti pasangan yg begitu ber*airah di malam pertamanya walau sebenarnya di mata Addy yg ada di hapnya bukan Debora melainkan Rahel.


Karna tak sabar ia langsung menerobos masuk kepu*yaan Debora yg membuat wanita itu sedikit mer*ntih kesakitan karna ini pertama kalinya dan Addy yg sadar bawa gadisnya kesakitan, ia diam untuk semntara waktu untuk membiaskan miliknya dengan milik Debora, ia membelai wajah Debora.


"Hel apa menyakitkan rasanya??" Debora mendengar suaminya menyebut nama wanita lain yg membuatnya menitihkan air matanya lalu menggeleng "Tidak kak.."


Addy tersenyum lalu mulai menggerakan miliknya perlahan dan lama-lama setelah cukup lumain lama akhirnya mereka bersama sama mengeluarkannya, tanpa mereka sadari suara mereka sampai keluar membuat dua orang di luar menjadi sedikit malu


"Rio sepertinya besok kita harus berpura-pura tak mendengar apa pun." Adam menjawabnya dengan persan sedikit aneh "Sepertinya malam ini kita akan kesulitan untuk tidur." Rahel mengangguk.


"Kau benar. Atau kita tidur di dapur saja agar bisa tidur malam ini." Adam yg mendengar hal itu langsung bangkit dari barinya "Ayo kota pindah ke dapur, jika di seni terus aku akan kesulitan untuk tidur."


*


*


*


*

__ADS_1


*


*


*


Di rumah Debora ibunya Meli tak bisa tidur karna menunggu suaminya pulang karna peria katanya sudah kembali dan mungkin kira kira subuh baru sampai ia mendengar suara mobil di depan rumahnya serta suara gerbang yg di buka .


"Apakah mas Andre sudah sampai." Ia dengan bersemnahat keluar dari kamar lalu membuka pintu, ia terdiam ketika melihat seorang wanita turun dari mobil suaminya.


"Eh sayang kamu belum tidur." Meli menggeleng lalu mendekati suaminya "Siapa gadis itu??" Andre dengan santai menjawab "Oh dia, aku menemukanya di buang di jalanan oleh suaminya jadi aku menolongnya dan membawanya untuk tinggal di rumah kita sementara dulu kita biarkan sepekan dulu menginap di rumah,setelah itu kita kan mengembalikanya ke rumah suaminya."


Namun apa yg di lihat Meli, ia melihat Gadis itu seperti sedang menutupi sesuatu karna mana ada sejaranya suami yg mau meninggalkan wanita secantik dirinya dan bahkan ia terlihat memaki pakian yg lumayan terbuka yg membuanya gak suka pada Fitri "Ayo masuk sayang."


Meli pun mengajak suaminya masuk namun tak menajak Fitri sama sekali namun gadis itu tanpa malu masuk juga "Sayang aku tadi mendengar di berita, rupanya putra Ahliwaris Askara Grup yg heboh berita katanya mati di bunuh diri, tapi rupanya dia di bunuh dan pelakunya sedang di cari polisi."


suaminya yg mendengar hal itu sedikit terkejut "Kapan kamu melihat beritanya?" Istrinya menjawab "Semalam tadi sayang." Fitiri yg mendengar hal itu berbicara dam hatinya 'Tak ku sangka berita ini sudah menyebar, aku harus selalu waspada.'


Andre baru ingat pada Fitri "Oh iya.." ia berbalik lalu ia melihat gadis itu di belakang "Kamu nanti tidur di kamar atas, dan jika kamu butuh pakian, pakai dulu baju putri ku." Fitri mengangguk sedangkan istrinya yg melihat hal itu menjadi kesal "Sayanh apa yg kamu lakukan, bagai mana jika Debora kembali ia pasti marah karna pakinya di pakai orang lain."


Andre berusaha meyakinkan istrinya "Tenang saja, ia takan marah kalu aku yg memintanya." Ia pun langsung menarik istrinya masuk ke dalam kamar kereka sedangan Debora yg melihat kepergian mereka bergula lagi 'Awas saja kamu wanita tua, aku akan membuat mu menyesal karna berbicara buruk tentang ku.'

__ADS_1


Fitri pun segera menaiki tangga yg di katakan hinga sampai di sebuah kamar dan ia masuk ke dalam sana.


Bersambung....


__ADS_2