
Sesampinya di rumah sakit warga itu di bantu Ragael menggkat adam masuk ke dalam rumah sakit dan ketika para perawat yg melihat hal itu langsung membantu mereka dan Adam langsung di bawa ke ruang Oprasi sedangkan Rahel kembali dan menggendong anaknya, ia mengeluarakan semua barang Adam dan pada saat warga tadi akan pergi windi mengambil uang dari dompet suaminya lalu di berikan pada warga itu "Ini ongkos mas untuk pulang nanti, Saya berterima kasih karna anda mau membantu saya." Peria itu sempat menolak namun Rahel terus memaksa dan pada akhinya ia menerimanya lalu segera kembali pulang.
Rahael menggendong putranya masuk ke dalam rumah sakit dan menunggu di ruang tunggu oprasi, ia mengelus Rambut putranya yg tidur dan perlahan menangis karan tangisnya itu anaknya terbangun dan pada saat lihat sekitar ia di tempat asing ia bangkit lalu menoleh pada ibunya "Mama kenapa menangis." Anak itu mendekat lalu menghapus air mata mamanya "Felix putra mama, kalok sutu hari papa Felix balik Felix senang??" Anak itu terus menghapus air mata ibunya "Flix senang mama, tapi mama jangan nangis lagi." Tak lama dari jauh seorang peria pruh baya datang dan ia terlihat hawatir, rahel yg melihat hal itu lantas berdiri "Apa anda orang tua Adam??" Peria itu yg sadar bahwa wanita itu tau siapa dia "Bagai mana keadaan anak saya??" Rahel hanya bisa menunduk dan meminta maaf "Maaf kan aku, karna menolong putra ku ia harus terluka." Rahel menangis ia juga sangat hawatir pada suaminya dan takut peria itu akan meninggalkan apa lagi bisa di lihat banyak darah yg keluar dari tubuhnya.
__ADS_1
Dion menghadap Rahel "Apa kamu yg namanya Rahel, dan anak laki-laki itu putra mu??" Rahel mengangguk dan tangisnya tak bisa berhenti, Dion mendekat padanya lalu memeluknya "Kamu jangan merasa bersalah seperti itu, dia melakukan itu demi menolong anaknya dan istrinya kamu jangan merasa bersalah." Setelah cukup lama menangis akhinya rahel kembali tenang lalu melepas pelukan tadi lalu ia menarik putranya "Felix lihat ini adalah kakek mu." Anak itu terdiam menatap Dion, Rahel pun berjongkok di hadapan putranya "Kenapa diam sayang, kasih salam dong pada kakek." Felix melihat sekelilingnya "Tapi jika ada kakak Papa di mana??" Rahel tersenyum pada putranya "Papa mu sedang di obati oleh pak dokter, papa mu itu yg di dalam mobil bersama kita." Anak itu sedikit terkejut lalu menghadap Dion "Halo kakek..." Rahel menjawab suaminya "Kok malah di sapa perkenalkan dong nama mu juga." Felix mengangguk lalu mulai memperkenalkan dirinya "Nama aku Felix kakek, umur aku 4 tahun, habis itu apa lagi ma...."Dion yg mendengar hal itu menjadi terharu lalu iakut berjongkok lalu ia membuka tanganya ke sampinga "Ayo kemarilah peluk kakek." Felix perlahan mendekat lalu memeluk kakeknya dan peria paruh baya itu segera bangkit di ikuti Rahel, ia bertanya pada cucunya itu "Cucu kakek sudah makan??" Felix menggeleng "Felix lapar kek."Dion tersenyum "Kalok gitu ayo kita mencari makanan .Bagai dengan mu nak , kamu mau makan apa??" Rahel menggeleng "Gausah om, rahel gak lpar."Dion berusaha meyakinkan Rahel "Makam lah sedikit, setidaknuya ada yg masuk di perut mu gak baik kalok gak makan, dan satu lagai jangan pangil om dong saya ini mertua mu panggil papa aja." Rahael pun mengangguk lalu menjawabnya "Baik,Terserah papa aja." Dion yg mendapat persetujun segera pergi bersama cucunya di ikuti ajudannya.
Rahel pun kembali duduk sambil terus berdoa semoga suaminya baik-baik saja dan setelah menunggu cukup lama akhinya dokter keluar dari ruang UGD dan untuknya oprasinya berjalan dengan baik dan ia di tempatkan di kamar yg bersebelahan denga kamar ibunya di kamar itu Rahel menemaninya ia memegang tanganya "Aku berseyukur kamu baik baik saja, sepertinya putra kita cepat sekali dekat dengan ayah mu mungkin aku harus meninggalkan dia dengan mu." Tak lama tangan rahel di genggam erat oleh Adam dan terdengar suara peria itu yg terdengar lemah "Jangan tinggalkan aku lagi, tetaplah bersama ku." Adam membuka matanya lalu menoleh ke sampiang, rahel begitu terkejut "Sejaka kapan kamu terbangun??".
__ADS_1
"Papa sudah kembali.." Dion pun meminta cucunya untuk memberikan makanan pada mamanya dan Rahael menerimanya lalu menaruhnya di atas meja sedangkan Dion dan Felix menghampiri Adam yg berbaring di ranjang pasien "Kakek, apa yg terjadi pada papa kenapa tanganya di tusuk seperti itu??" Dion menjawab pertanyaan cucunya "Papa mu sedang sakit." Adam tetsenyum pada putranya "Malam ini kamau tidur di samping papa nanti." Felix mengangguk, Rahel baru ingat mengenai warga yg mencarai putranya lalu ia menggbil hp suaminya "Adam aku pinjam hp mu sebentar,aku mau mengabarjan orang kampung bahwa Felix sudah ketemu." Adam mengangguk lalu windi pun segera keluar dari kamar.
Untung saja ia hafal nomor Debora kana pada saat ia pergi menjemput putanya ia tak membawa apa pun dan benar saja telfonya langsung di angkat dan terdengar suara Debora "Halo, ini siapa??" Rahel menjawabnya "Ini kau Rahel, apa kamu bisa memberi tau warga untuk tak usah mencari lagi karna anak ku sudah ketemu." Debora yg mendengar hal itu bahagia "Lalu bagai mana keadan dia dan dimana kalain sekarang"Rahel menjawabnya "Kamai ada di kota dan karna papanya terluka dan harus di bawa ke rumah sakit." Debora penasaran "Apa yg terjadi padanya??" Rahel pun menceritakan segala yg terjadi dan Debora yg mendengar hal itu terkejut "Kalok gitu aku akan memberi tau warga." Rahael mengangguk lalu pangilan itu berakhir setelah itu Rahel kembali masuk dan terlihat Adam yg sedang tidur sambil memeluk putranya sedangngkan Dion memberi isyarat pada rahel untuk tak bersuara karna dua orang itu baru tidur.
__ADS_1
Bersambung....