
Di ruang pakian ketika adam melihat
foto lama ayah mertuanya pada saat menikah ia sedikit terkejut "Sayang siapa nama ibu mu??" Rahel menjawab "Erika." Adam yg mendengar hal itu terdiam kenapa sejak awal ia tak memperhatikan nama kedua orang tuanya Rahel, karna Erika adalah nama dari pelayan yg pernah bekerja di rumahnya pak joko dan ia lah yg lari bersama putranya pak joko adam menolah pada istrinya "Ayah mu adalah anaknya pak joko dan ibu mu adalah wanita yg pergi dengan anaknya pak joko." Rahel yg mendengar hal itu terkejut "Apa ayah dan ibu ku melarikan diri dari pak joko." Adam mengangguk "Karna pernikahan mereka tak direstua itu sebabnya mereka lari, itu yg aku tau dari pengakuannya pak Joko." Rahel yg mendengar hal itu menjawab suaminya "Dulu ayah ku pernah bercerita kalok dia dulu tak menyangka akan menikah dengan ibu ku karna dulu ia suka pada wanita lain." Adam menjawabnya "Lalu bagai mana dia bisa bersama mama mu." Rahel menjawabnya "Aku sih gak tau, yg jelas kenapa kata ayah ku ia menikah dengan ibuku karna ibu ku sedang mengandung ku namun perlahan papa ku mulai sayang pada mama ku makanya ia tak pernah kembali kepada orang tuanya setelah aku lahir." Adam yg mendengar hal itu lantas terkejut "Tapi kata pak joko, ayah mu jatuh cinta pada ibumu namun karna pernikahannya yang tak di restua jadi ia membawa lari ibu mu untuk menikah."
__ADS_1
Rahel menggeleng "ayah ku justu mengatakan awal pernikah ayah ku sama sekali tak mu melirik mama ku karna ia tak memiliki rasa padanya." adam tak mengerti apa yg terjadi "Suadah lah, nanti masalah ini aku tannya lagi kejelasanya sama papa karna aku juga tau dari hasil menguping." Rahel mengangguk lalu mereka kembali menyimpun foto lama itu setelah itu mereka kembali dan mereka berdua di kejutkan dengan anak mereka Felix yg sudah tertidur dengan gambar yg baru selesai di warnai setengah "Sayang coba kamu lihat anak mu itu, dia sudah tidur nenyak padahal gambarnya belum selesai." Adam tersenyum lalu ia mendekat dan mulai memperbaiki posisi tidurnya sedangkan rahel mengambil buku dan pensil warnanya yg berantakan lalu di taruh ke atas meja setelah itu ia kembali ke kasur dan mulai berbaring sedangkan adam yg memang belum mengosok gigi karna pada saat ia pergi tadi istri dan anaknya sudah lebih dulu menggosok gigi serta mencuci muka dan tinggal dia lagi namun ia terus kepikiran mengenai ayah mertuanya dan kenapa fakta yg ia tau berbeda dengan fakta yg ia peroleh dari mulut istrinya guanya dalam hati 'Apa sebenarnya terjadi ini, kenapa fakta yg aku dengan berbeda dengan fakta yg di ungkapkan istri dan sebenarnya apa yg terjadi..'
Besoknya abraham yg penasaran ingin sekali bertanya pada ayahnya jadi ia mendatangi kamar ayahnya lalu segera mengetuk pintu sebentar tak lama pintu kamar terbuka "Pa adam mau bicara.." mariam terkejut melihat anaknya "Adam kenapa kamu belum mandi, hari ini kalian ada foto prewedding kalian nanti." Rupanya itu bukan ayahnya dan adam langsung menjawab ibunya "Ma, apa kah papa ada??" Mariam bukanya menjawab ia malah menatap tajam anaknya itu "Adam cepat pergi mandi dan jangan banyak alasan. Mama tau kamu mu menemui ayah mu itu semu akrna alsan kan, biar kamu gak pergi foto prewedding." Adam menjawab ibunya "Gak gitu ma maksud adam itu.." perkataannya terhenti ketika mariam menatap tajam dia "Adam jons apa kamu mendengar apa yang mama mu katakan barusan atau mama harus berteriak untuk menjelaskanya lagi." Adam tau jika ibunya itu tak pernah bermain main dengan perkataannya dan ia pun pasrah "Ya maa." Adam berbalik lalu segera pergi sedangkan maraim yg kelihat hal itu terlihat berusaha menahan rasa kesalnya "Memang ini anak banyak aja asan biar gak pergi pada hal pernikahannya akan di adakan sebentar lagi.".
__ADS_1
Mereka menghampiri Rahel "Selamat malam sinderela cantik ku, wah sekarang sinderela dan pangeran lagi dinner cantik yah." Rahel tersenyum pada mereka berbeda dengan adam yg langsung menatap sinis mereka namun fokus mereka tetap pada Rahel dan luna lebih dulu berbicara "Memang pelet apa yg sinderela canti kita pakai sampi bisa menarik hati pangeran." Rahel yg awalnya tersenyum kini berubah diam tam lama terdengar lagi suara laura "Bukan pelet maa tapi susuk, masak orang jelek gini bisa bisanya meminta seorang adam jons itu semua karna susuk." Tak lama terdengar gebrakan meja (Brak) lalu Adam bangkit dari duduknya "Bisa kah kalian jangan mengganggu makan kami." Mereka menjawabnya "Siapa sih yg mengganggu." Adam menatap tajam mereka "Apa kamu kira aku buta dan tuli, jelas jelas kalian menganggu kami." Mereka dengan tanpa dosanya ber bicara "Kan kami hanya mengatakan hal yg sebenarnya jika itri mu ini mendalatkan mu dengan ilmu hitam."rahel yg sudah termakan emosi berdiri di hadapan mereka sontak mereka menoleh padanya "Apa kalian sudah puas berbicarnya aku dan suami ku harus segera pergi, dan satu lagi belajarlah sopan santun kalian saat ini berada di tempat umum jadi cobalah bersikap sopan santun ketika bertemu orang." Rahel menghampiri suaminya lalu ia menariknya o
pergi.
__ADS_1
Bersambung.....